Baik, inilah kelanjutan dari new cerpen kemarin. yaitu "cahaya yang di rindukan".
Please welcome cahaya yang di rindukan Part 2., selamat membaca.
😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇
Setelah menikah, semua memang terlihat baik-baik saja. Sara yang buta, tapi bisa melakukan apapun membuat Rama mulai mengagumi nya.
Namun berbeda dengan Bu Tika, yang dulu nya antusias menjodohkan Sara dan Rama, kini setelah mereka menikah malah bertolak belakang sikap nya.
Karena setelah Rama dan Sara menikah, Bu Tika selalu di ejek oleh teman-teman arisan nya karena mempunyai menantu buta.
Hingga suatu hari..
"Sara, aku pamit berangkat kerja dulu ya." Ucap Rama.
"Baik, nanti pulang kamu mau aku buatkan makanan apa Tuan?." Tanya Sara.
"Kamu tidak perlu masak, kan sudah ada Bik suki. kamu istirahat saja ya hari ini, aku tau kamu sakit kan?, besok kita ke rumah sakit untuk kontrol kesehatan kamu oke." Jawab Rama sambil tersenyum.
Lalu Sara pun hanya tersenyum dan langsung meraih tangan Rama untuk di cium nya sebelum berangkat kerja. dan setelah Rama pergi ke kantor, Sara pun mulai merebahkan tubuh nya di kasur.
Hingga siang hari tiba, Bu Tika pun membuka pintu kamar Sara dengan kencang hingga membangunkan Sara dari tidur nya.
"Hey bangun kamu!, kamu pikir tinggal di sini gratis apa?!, mentang-mentang buta terus kamu diam saja gitu hah enak enakkan tidur begitu!" Bentak Bu Tika.
Lalu Sara pun mencoba duduk walau kepala nya masih terasa pusing. bahkan Sara hanya terdiam ketika melihat perlakuan Bu Tika makin kesini malah semakin kasar terhadap nya.
"Maaf Bun." Balas Sara.
"Panggil saya Nyonya." Titah Bu Tika.
"Maaf Nyonya." Ucap Sara.
"Sudah, sekarang kamu beres-beres!, cucian kotor sudah numpuk, taman juga masih kotor. apalah bisa mu wanita buta?" Ucap Bu Tika yang menghina Sara.
Lalu Sara pun hanya bisa diam dan beranjak untuk mengikuti perintah demi perintah dari Bu Tika. namun karena langkah Sara sangat lamban, Bu Tika yang kesal pun segera menarik tangan Sara dan mendorongnya hingga jatuh menabrak ranting yang runcing di taman.
"Aagrh.." Ringis Sara sambil memegangi punggung nya.
"Kenapa hah?, sakit!. makan nya kalau kerja jangan lamban!" Bentak Bu Tika lalu pergi.
Kemudian, Bik Suki yang melihat Sara di perlakukan kasar pun membantu Sara, lalu membawa nya ke kamar Bik Suki sejenak sebelum melanjutkan aktivitas nya.
"Bik, makasih ya udah membantu Sara." Ucap Sara yang masih memegangi punggung nya.
"Sudah tugas saya Non, mari saya obati dulu luka nya." Balas Bik Suki.
Lalu Sara pun menurut dengan ucapan Bik Suki. lalu setelah beres mengobatu luka Sara, Bik Suki dan Sara pun beres-beres Rumah.
Hingga sore hari tiba, Sara yang mengetahui kini sudah pukul 04 sore dari Bik Suki pun segera ke kamar nya untuk mandi dan beres-beres kamar.
"Alhamdulillah semua selesai." Ucap Sara lalu mencoba duduk .
Namun sangat sulit ia lakukan karena luka di punggung nya ternyata tidak hanya satu. melainkan dekat bokong nya pun terdapat luka yang sama karena ranting itu bercagak.
Hingga Rama pulang, Sara pun langsung menyambut Rama di kamar dengan senyuman. lalu Sara pun mencium tangan Rama dan membawa tas nya.
"Sara, kamu sudah makan?." Tanya Rama yang mulai peduli dengan Sara.
"Sudah kok." Jawab Sara berbohong.
"Alhamdulillah, yasudah kamu istirahat ya, aku mau makan dulu. nanti aku kembali ok." Ucap Rama.
"Selamat makan ya." Balas Sara.
Lalu Rama pun membersihkan tubuh nya dan lanjut makan malam bersama Bu Tika. sedangkan Sara masih setia berdiri menunggu Rama, karena ia tau pasti jika duduk luka itu akan menyakiti nya.
Hingga beberapa menit kemudian, Rama kembali ke kamar. namun dengan wajah yang masam dan terlihat kesal.
"Sudah selesai makan nya?," Tanya Sara.
"Ehm.. Bunda bilang kamu malas, dan suka menyuruh-nyuruh Bunda. kenapa kamu memeprlakukan Bunda begitu Sara?. apa Bik Suki tidak cukup untuk menuruti perintah kamu?." Tanya Rama dengan kesal dan tiba-tiba.
"Aku tidak memperlakukan Bunda seperti itu Rama, sumpah." Jawab Sara.
"Bohong!, jika ku tau sikap mu ternyata seperti iblis. harus nya aku pun memperlakukan mu begitu!." Bentak Rama.
"Tapi Rama, aku tidak bohong." Balas Sara yang mulai merasa pusing yang hebat di kepala nya.
"Sudahlah!, sebagai hukuman, kamu tidur di lantai malam ini!." Ucap Rama lalu mendorong Sara hingga terjatuh ke lantai.
Kemudian Sara pun teriak kesakitan saat luka yang masih basah itu membentur lantai. lalu Rama yang melihat Sara kesakitan pun langsung berlutut dan memegang punggung Sara karena merasa kasihan.
"Sara, kamu tidak apa-apa?." Tanya Rama.
"Ti.. tidak kok, maafin aku ya" Jawab Sara lalu melepaskan tangan Rama dan merebahkan tubuh nya di lantai.
Lalu Rama yang melihat tangan nya penuh darah dan baju putih Sara kotor dengan darah, namun ego Rama masih menyelimuti nya hingga ia tega membiarkan Sara tidur di lantai dengan kondisi yang tidak baik.
Beberapa hari kemudian, Bu Tika dan Rama pun memperlakukan Sara semakin kasar. hingga suatu hari, Sara mulai depresi dengan keadaan.
Hingga ia pun mencoba kabur dari rumah, namun sayang nasib nya memang tidak bagus. hingga ia pun harus tertabrak oleh mobil Rama sendiri.
Lalu Sara pun di bawa ke rumah sakit dan mengalami koma. namun semua itu tidak membuat Rama iba pada Sara, karena Bu Tika terus menghasut nya.
Hingga Rama yang bosan pun memutuskan untuk tidak menemui Sara, bahkan satu bulan kini Sara lewati dalam koma pun Rama tidak peduli.
Lalu Rama yang sudah muak dengan keadaan Sara pun menikah dengan Wanita lain dan meninggalkan Sara yang masih koma di rumah sakit.
Dan setelah satu minggu pernikahan kedua Rama di lalui, Rama pun ke rumah sakit untuk menemui Sara yang kini sudah tidak ada di kasur nya. dan brangkar pun terlihat rapi seperti sebelum nya.
"Sus, dimanakah istri saya?." Tanya Rama.
"Nona sara sudah siuman 1minggu yang lalu, dan meninggal dua hari yang lalu Tuan, sebelum beliau meninggal, beliau terus menanyakan anda. bahkan selalu berpesan jika anda berkunjung segeralah temui dia" Jawab Suster.
"Lalu kami sudah mencoba menghubungi anda namun tidak ada respon. hingga Nona Sara pun meninggal dan kami memutuskan untuk menelpon kerabat nya, lalu pegawai dari Nona Sara datang dan mengurus jenazah beliau Tuan." Jawab Suster.
Lalu Rama pun terdiam dan tidak bisa berkata-kata lagi. hingga ia pun kembali di kejutkan ketika Suster memberikan sebuah buku harian dan kotak yang berisi seorang wanita yang duduk sambil melihat cahaya di langit.
"Ini ada buku harian Nona Sara yang saya bantu menuliskan untuk nya. siapa tau anda minat membaca nya karena banyak sekali pesan Nona di sini." Ucap Suster.
"Terimakasih" Balas Rama.
Kemudian Rama pun duduk dan membuka sebuah buku harian yang sebelum nya Sara tulis dengan di bantu Suster.
Isi buku harian.
Lembar 1
"Rama, kenapa kamu tidak pernah menemui ku?, aku rindu pada mu dan waktu ku tidak lama lagi. tolong temui aku sekali ini saja setelah itu jika kamu memang sudah bosan atau malu karena kondisi ku, bercerai pun aku ikhlas."
Lembar 2
"Ehm ya, maaf ya aku baru kasih tau kamu sekarang kalau sebenar nya syaraf di otakku ini tidaklah baik-baik saja. karena syaraf mata ku memang fatal dan mengenai syaraf otak, jadi Dokter memvonis ku tidak bisa melihat selama nya dan umur ku juga tidak akan lama seperti wanita buta pada umum nya."
Lembar 3
"Tapi aku bersyukur saat bertemu kamu, lalu kamu bersedia menikah dengan ku. walau aku tau awal nya terpaksa namun kamu mencoba menerima ku. tapi aku sedih Rama, Bunda tidak memperlakukan aku dengan baik. bukan aku yang suka menyuruh dan kasar, tapi Bunda yang kasar terhadap ku."
Lembar 4
"Ehm.. Rama, kamu dimana? Kenapa kamu menghilang saat aku koma?, sekarang aku sudah siuman, kenapa aku merasa jadi sendirian lagi dalam kegelapan, yang tadinya kamu menjadi cahaya ku tapi kini kamu meninggalkan ku sendirian dalam gelap lagi. aku kangen kamu Rama."
Terlihat Rama mulai meneteskan air mata nya ketika mengetahui kalau Sara sangat mencintai nya. lalu ia lanjut membaca.
Lembar 5
"Ehm.. kabar duka dari pegawai ku, ternyata kamu sudah menikah lagi dengan wanita lain yang lebih baik. dan aku sudah mendapat jawaban kenapa kamu meninggalkan aku tanpa pamit yang baik, ternyata memang hehe. wanita buta itu tidak akan bisa indah hidup nya seperti wanita normal, hanya untuk mendapatkan pangeran dan bertahan pun harus di buat luka. namun semua sia-sia, tapi walau begitu aku berdoa semoga kamu bahagia ya. Aku sayang sama kamu, maafkan aku"
Lembar akhir
"Aku mencoba sanggup menjalani hari tanpa kamu, tapi nyatanya hidup dalam kegelapan itu gak bisa."
Hingga Rama pun benar-benar menyesal dengan apa yang ia berikan selama ini pada Sara. lalu dia pun langsung ke makam Sara untuk meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama pada istri kedua nya.
Tamat..
Thanks yang sudah mampir😇