Putri siswi kelas 2IPA1 yang mempunyai tubuh mungil serta senyuman yang begitu menggoda.Tak hanya itu saja, ia juga mempunyai suara emas dan iapun selalu mendapatkan peringkat pertama di sekolahnya.Tak heran jika semua murid memilih putri sebagai ketua osis.Walaupun putri mempunyai banyak kelebihan,ia tak pernah menganggap bahwa dirinya lebih sempurna dari pada teman-temannya.Ia juga tak pernah memilih-milih teman.
Pada suatu hari,saat putri tiba di sekolah.Ia dipanggil pak kepsek untuk segera menghadap,tanpa menuju kelasnya terlebih dahulu,ia segera pergi ke ruangan pak kepsek.
“Assalamu’alaikum .” Ucap putri saat memasuki ruangan pak kepsek.
“Wa’alaikumsalam ayo masuk put.” Pak kepsek mempersilahkan putri masuk dan putri segera melangkahkan kaki masuk ke dalam ruangan dan menghadap kepada pak kepsek yang sedang berbicara dengan dua orang.
“Put,bapak minta tolong,tolong antarkan Taufik ke kelasnya soalnya ia masih baru di sini jadi dia masih belum tau,sekalian kamu bantu dia untuk melihat setiap sudut ruangan yang ada.”
“Kelas mana ya pak?”
“Kelas 2IPA1,Sama seperti kamu.”
“Oh,kalau gitu saya permisi dulu pak.” Ucap putri sambil sedikit membungkukkan badan.
“Ayo Fik.” Ucap putri sambil melirik ke arak taufik.
“Mari pak,assalamu’alaikum.”
Taufik dan Putripun segera ke luar ruangan pak kepsek,saat mereka berjalan menuju kelas tiba-tiba taufik berbicara seakan-akan ia ingin mengingatkan putri tentang siapa dirinya.
“Put?”
“Iya fik ada apa?” Jawab putri,seperti biasa ia selalu melemparkan senyum kepada siapa saja yang menjadi lawan bicaranya.
“Kamu gak inget siapa aku?” tanya Taufik
Mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Taufik,Putri langsung menghentikan langkahnya.
“Enggak,kita kan baru kenal.Kog kamu bertanya seperti itu.Emangnya kita pernah kenal sebelumnya? Tanya balik Putri
“Put,aku taufik firmansyah,sahabat kamu saat kita masih sekolah dasar.Masih belum ingat?”
Putri diam,ia mulai mengingat-ingat masa kecilnya.Masa-masa yang sangat menyenangkan bersama sahabat-sahabatnya.
“Iya aku ingat sekarang.Maafin aku Fik karena sudah melupakanmu.Sungguh aku gak bermaksud demikian.” Putri merasa bersalah karena sudah melupakan sahabat lamannya.
“Iya gak papa.Kamu terlihat jauh lebih cantik sekarang put.”
“Ah kamu tuh ada-ada aja.”
“Beneran.”
` “Udah-udah.Oia itu kelas kamu.” Putri menunjuk nunjuk kelas paling pojok sebelah kanan
“Yang mana?” Taufik tak tau tau kelas mana yang di tunjuk Putri karena terlalu banyak kelas yang ia lihat.
“Itu yang paling pojok sebelah kanan.”
“Oh.”
“Kamu mau masuk kelas dulu atau ingin melihat-lihat ruangan lainnya?” tanya puput menawarkan
“Aku males mau masuk kelas.Aku pengen ke perpus aja.Dimana perpusnya?”
“Oh ayo aku tunjukkan di mana tempatnya.”
Merekapun pergi ke perpus.Tiba-tiba seorang cowok menyapa putri.
“Hai put.Mau kemana?” Tanya Andre
“Mau ke perpus.Kamu sendiri?”
“Mau ke kantin.”
“Oh ya sudah kalau gitu,aku ke perpus dulu ya.”
“Iya.”
Puput dan Taufikpun melanjutkan langkahnya menuju perpus.
“Tadi siapa?” tanya Taufik.
“Dia Andre teman sekelasku yang nantinya akan jadi teman kamu juga karena dia sekelas sama kita.Dia itu juga Ketua tim basket di sekolah ini yang selalu menjadi andalan sekolah ini.Setiap ada lomba Basket,baik itu tingkat kecamatan,kabupaten dan tingkat provinsi.Pak kepsek selalu milih dia untuk mewakili sekolah kita ini.” Putri menjelaskan panjang lebar
“Kamu menyukainnya?” Pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Taufik.Putri tersenyum,seraya berkata
“Iya enggaklah.Dia bukan typeku.”
“Oh”
Setelah hampir 15 menit mereka di perpus,putri mengajak Taufik untuk pergi ke kantin.
“Fik ke kantin yuk,aku laper niech.”
“Iya,ayo.”
*****
Haripun berganti bulan,putri dan taufik semakin dekat saja.Dan merekapun mulai menyukai satu sama lain.Hanya saja tak ada satupun di antara mereka yang berani mengungkapkan perasaan yang bergejolak di hati mereka.Hingga pada suatu saat,saat Putri bermain volly bersama teman-temannya,Andre mencoba mendekati putri dan memberikan sebotol air yang ia pegang.
Melihat hal itu,taufik merasa cemburu,ia takut melihat sikap Andre yang akhir-akhir ini begitu perhatian sama putri,membuat putri jatuh hati padannya.Iapun merencanakan untuk mengungkapkan perasaanya saat pulang sekolah nanti.Dan waktu yang di tunggu-tunggupun tiba,dengan hati yang berdebar-debar taufik mencoba mengungkapkan perasaan yang selama ini ia pendam di dalam hati.
“Put?”
“Iya fik,ada apa?”
“Aku mau ngomong sesuatu.”
“Mau ngomong apa?”
“Sebenarnya.....?”
“Iya,sebenarnya apa?”
“Aku...aku..aku suka sama kamu.”
“Oh terus?....” tanya putri,di dalam hati putri sangat senang dengan ungkapan yang di sampaikan oleh taufik.
“Kamu mau jadi pacarku?”
“Emmmmmmmm gimana ya?”
“Ayo dong di jawab,jangan bikin aku jadi penasaran.”
“Iya aku mau.”
“Beneran?”
“He’em.”
“Makasih ya put. Aku seneng banget sekarang.Oia entar malam kamu ada waktu?”
“Kalau waktu selalu aja.” Jawab putri bercanda
“Maksud aku,entar malem kamu ada acara apa enggak?”
“Enggak,emang kenapa?”
“Aku ingin mengajak kamu makan malam,itu sih jika kamu gak keberatan.”
“Oke,dimana?”
Taufik pun menunjukkan nama restorannya.
TAMAT