Semenjak Rosa dipecat di perusahaannya Rosa kebingungan mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan adik dan ibunya di kampung.
Rosa anak kedua dari 3 berdsaudara, semenjak abangnya menikah Rosa menjadi tulang punggung keluarganya, karena abangnya tidak memberikan uang ibunya kabarpun juga tidak pernah.
Rosa mencari pekerjaan di situs web dan dikoran. setiap ada lowongan Rosa langsung menaruhnya di perusahaan yang membutuhkan karyawan.
Dari banyaknya lamaran pekerjaan yang ditaruh Rosa belum juga ada panggilan sama sekali.
Rosa tidak pernah putus asa, Rosa mencoba tanya kepada teman kostnya kebetulan mereka sangat dekat.
Hari sudah mulai sore temannya yang baru saja pulang kerja di hampiri oleh Rosa
Rina aku mau tanya nih ucap Rosa sambil berjalan menghampiri Rina yang berada di depan pintu kostnya Rina
iya ada apa Ros sahut Rina sambil mengambil kunci pintu ditasnya
apa ditempat kamu kerja ada lowongan? sambung Rosa
iya ada Ros, sini masuk dulu sambung Rina sambil membuka pintu kamar kostnya
tadi ada lowongan tapi kerjanya sebagai cleaning servis apa kamu mau Ros sambung Rina sambil mengambilkan minuman di kardus dekat Rosa
iya aku mau banget, gak apa-apa mau kerja apa aku mau yang penting itu halal sambung Rosa kegirangan
ya sudah kalau begitu besok kamu aku antar keruang HRD untuk melamarnya sambung Rina
iya terima kasih ya Rina aku pamit pulang dulu mau siap buat surat lamaran pekerjaannya sambung Rosa buru-buru keluar pintu kostnya Rina.
***
dalam kamar kost Rosa menulis surat lamarannya. setelah 1 jam menulis Rosa memasukkan surat serta berkas-berkas yang lain kedalam amplop berwarna coklat.
akhirnya selesai juga ucap Rosa dalam hati
semoga besok keterima aamiin sambung Rosa sambil meletakkan amplop didalam tasnya.
Rosa mulai menyiapkan kemeja berwarna putih, celana hitam dan sepatu.
setelah semua selesai Rosa yang kelelahan akhirnya tertidur.
alarm berbunyi menunjukkan pukul 04.00 Rosa terbangun, Rosa langsung kekamar mandi kebetulan kamar mandinya ada didalam.
Rosa mulai mandi dan mengambil air wudhu untuk melakukan sholat subuh.
selesai sholat Rosa tetap duduk dengan sambil menadahkan tangannya keatas.
ya allah, semoga nanti hamba keterima kerja disana, hamba ingin membantu keluarga hamba dikampung, hamba tidak ingin adik hamba putus sekolah hanya karena tidak ada biaya, kabulkan doa hamba ini ya allah ucap Rosa sambil meneteskan air mata
selesai sholat Rosa tidak lupa membaca al-qur'an walau hanya 5 ayat.
dengan membaca al-qur'an hati Rosa menjadi tenang dan damai.
selesai membaca al-qur'an Rosa menyiapkan semua yang akan dipakai nanti.
waktu menunjukkan pukul 06.00 Rosa bersiap-siap ketempat Rina.
tok... tok.. tok.. assalamu'alaikum Rina ucap Rosa
iya wa"alaikum salam Rosa ucap Rina sambil membuka pintu
kamu sudah siap Ros tanya Rina yang juga sudah siap untuk berangkat
kebetulan Rina masuknya jam 7
iya aku sudah siap Rin sambung Rosa
ya sudah ayo kita berangkat sahut Rina sambil mengunci pintu kamar kostnya.
***
mereka berangkat dengan menaiki angkotan umum. sampai di pabrik sebelum mulai kerja Rina mengantarkan Rosa keruang HRD untuk menemuinya.
Ros, aku tidak bisa menunggu denganmu ya karena bentar lagi aku mulai kerja jadi kamu tunggu disini sendirian ya ucap Rina sambil memegang bahu Rosa.
iya tidak apa-apa Rin, terima kasih ya ucap Rosa sambil memegang tangan Rina yang berada dibahu Rosa
Rina bekerja sebagai buruh, tepatnya di bagian produksi.
45 menit Rosa menunggu akhirnya HRD datang.
Rosa mulai mendekati HRD untuk bertanya.
emm, permisi pak, apa bapak HRDnya tanya Rosa gugup
iya ada apa mbak jawab HRD
iya pak, saya mau melamar kerja disini pak sambung Rosa sambil menyodorkan amplop coklat dengan tangan gemetar
iya kebetulan sekali disini ada lowongan pekerjaan tapi sebagai cleaning servis apa kamu mau sambung HRD sambil menerima amplop yang diberika Rosa.
iya pak mau sambung Rosa girang
ya sudah mulai sekarang kamu kerja, ini ada seragam kamu bisa ganti, selesai ganti nanti kamu kesini lagi temui saya untuk bertemu dengan kepala cleaning sambung HRD memberikan seragam
iya terima kasih pak sambung Rosa sambil menerima seragam.
***
Rosa berjalan menuju toilet, sampai di toilet Rosa langsung mengganti pakaiannya. Rosa mengenakan seragam barunya langsung menuju keruang HRD untuk menemuinya.
kali ini bapak HRD tidak sendirian beliay bersama seorang perempuan berjilbab.
permisi pak ini saya sudah ganti seragam ucap Rosa
iya, oh iya ini adalah kepala cleaning yang tadi kamu mau saya kenalin ucap HRD sambil mengarahkan tangannya kesamping tepatnya kepada seorang berjilbab.
ini nanti kamu sama beliau, kamu nanti di tunjukkan pekerjaanmu, dan juga peraturan disini, aku mau pamit dulu ya samvung HRD sambil meninggalkan mereka berdua
iya pak terima kasih ucap mereka berdua.
sambil jalan menuju ruangan cleaning
oh iya nama kamu siapa? tanya wanita berjilbab
nama saya Rosa bu, nama ibu siapa? jawab Rosa membuntutinya
nama ku Elsa panggil saja aku mbak jangan ibu, karena aku belum menikah, umurku masih 24 tahun sambung Elsa sambil senyum tipis
oh iya mbak sambung Rosa
***
sampai di ruangan cleaning
ini ruangan kita, dan ini loker kamu nanti kamu tempelin kertas atas namamu seperti ini ya, biar tidak bingung mencarinya, dan ini kuncinya jangan sampai hilang ya ucap Elsa sambil menunjuk loker dan memberikan kunci
iya mbak terima kasih ucap Rosa
ya sudah kamu taruh dulu barangmu disana santi keruangan saya, saya kasih tau peraturan dan pekerjaannya. dan itu ruangan saya samgung Elsa sambil menunjuk salah satu tempat disana
iya mbak sambung Rosa sambil menganggukkan kepala.
setelah selesai di beritahu akhirnya Rosa ditugaskan untuk membersihkan toilet kebetulan toiletnya terpisah toilet perempuan untuk pekerja perempuan toilet laki-laki untuk pekerja laki-laki.
kamu nanti membersihkan toilet ya ucap Elsa
iya mbak sambung Rosa
ya sudah kamu kerja dulu nanti kalau sudah selesai kamu balik lagi keruangan saya sambung Elsa
iya mbak sahut Rosa.
***
Rosa mulai mengerjakannya mulai dari menggosok wastafel, membersihkan kaca, menggosok kloset, dan mengepel lantai.
1 jam berlalu Rosa selesai mengerjakannya Rosa langsung keruangannya Elsa
permisi mbak ucap Rosa sambil membuka pintu
iya masuk Ros teriak Elsa dari dalam
saya sudah selesai mbak ucap Rosa
iya ini nanti kamu besok dan seterusnya kamu membersihkan toilet dulu, langsung ke ruang HRD, terus, ke depan loby sama ditempat resepsionis ucap Elsa sambil menjelaskannya.
iya mbak ucap Rosa
nanti kamu bersihkan lobby aja ya Ros sambung Elsa
baik mbak ucap Rosa
***
Sampai di Lobby Rosa mulai membersihkan kaca, selesai membersihkan kaca Rosa langsung mengepel lantai.
baru separuh Rosa mengepel tiba-tiba ada pria berkaca mata hitam dengan kepala lurus kedepan Rosa tidak tahu kalau ada seorang pria.
tiba-tiba pria itu masuk tanpa permisi baru tiga langkah pria tersebut terpeleset. Rosa yang mendengar suara teriakan langsung kaget.
Aaaww... siapa sih ini yang mengepel lantai tidak diberi tanda ucap pria berkaca mata tersebut.
pria itu bernama Rifaldi. Rifaldi adalah pemimpin perusahaan.
saya pak yang mengepel, saya minta maaf pak ucap Rosa ketakutan
kamu karyawan baru ya sambung Rifaldi sambil berdiri
iya pak, apa bapak tidak apa-apa sambung Rosa sambil menundukkan kepala
ya tidak apa-apa, lain kali beri tanda agar tidak kejadian seperti ini ucap Rifaldi sambil meninggalkan Rosa di Lobby.
***
diruangan Rifaldi
mimpi apa aku tadi kok bisa aku terpeleset ucap Rifaldi
sejak kapan ada karyawan baru, kok aku tidak pernah tau ya sambung Rifaldi sambil menyangga dagu
Rifaldi mengambil telpon di dekatnya rupanya mau menelpon seseorang. Setelah mematikan telpon beberapa menit tiba-tiba ada suara langkah kaki yang pelan.
permisi pak, apa bapak memanggil saya ucap Rosa dibalik pintu
Rifaldi yang melamun akhirnya tersadar karena ada suara Rosa
ya aku memanggilmu, tolong bersihkan ruangan saya ucap Rifaldi memerintah sambil menyilangkan kakinya.
baik pak sambung Rosa.
Rosa langsung mengambil alat-alat yang berada diluar ruangan Rifaldi.
Rosa segera membersihkan ruangan tersebut dengan cepat dan ketakutan.
setelah 45 menit Rosa mengerjakan Rosa langsung berpamitan untuk mengerjakan tugas yang lain.
sudah selesai pak, saya permisi dulu mau melanjutkan pekerjaan saya disana ucap Rosa sambil menundukkan kepala.
eh tunggu dulu buatkan saya kopi, oh iya kopinya jangan terlalu manis ya ucap Rifaldi sambil menatap Rosa.
baik pak, ditunggu ya. Saya permisi dulu sambung Rosa.
***
Di paentry Mika bertanya kepada Rosa
kenapa kamu tadi dipanggil Bos apa kamu ada masalah ucap Mika
Mika adalah teman baru Rosa yang sama-sama cleaning servis
oh, tidak tadi aku disuruh bersihkan ruangannya ucap Rosa sambil mengaduk kopinya Rifaldi
aku mau ngantar ini dulu ya sambung Rosa
iya Ros jawab Mika
***
sampai di ruangan Rifaldi
permisi pak ini kopi bapak ucap Rosa sambil meletakkan cangkir dimejanya, Rosa yang gemetar tidak sengaja menumpahkan sedikit kopi ke tangan Rifaldi
aaww, panas teriak Rifaldi kesakitan
ma..ma..maaf pak saya tidak sengaja ucap Rosa terbata-bata
haduh kenapa bisa seperti ini sih ucap Rosa dalam hati
saya minta maaf pak mari saya obatin pak sambung Rosa sambil mengulurkan tangan
tidak apa-apa ini hanya luka kecil saja. Lain kali kamu hati-hati dong sudah dua kali kamu berbuat salah, apa kamu mau saya pecat sambung Rifaldi marah-marah
jangan pak, nanti kalau dipecat keluarga saya nanti makan apa dikampung. Nanti saya akan lebih berhati-hati kerjanya pak jelas Rosa
ya sudah sana kamu pergi, awas kalau kamu buat kesalahan lagi ya sambung Rifaldi
baik pak, saya permisi dulu.
Rosa keluar dari ruangan Rifaldi terus memikirkan kejadian yang barusan terjadi.
kenapa aku ini belum juga sehari kerja sudah buat masalah saja celoteh Rosa sendirian. Rosa kembalu ke ruangannya untuk istirahat karena sudah waktunya istirahat.
Rosa pergi ke kantin untuk membeli makan disana. setelah pesan bakso lengkap dengan es tehnya tiba-tiba Rosa dipanggil.
Rosa kemari gabung sini ucap Mika dari kejauhan sambil melambaikan tangannya.
Rosa berjalan menuju Mika. tiba-tiba Rifaldi beranjak dari tempat duduknya tidak sengaja Rifaldi menyenggol lengan Rosa membuat es teh Rosa tumpah sedikit ke baju Rifaldi.
ehmm, maaf pak tidak sengaja ucap Rosa sambil mengambil tisu di sakunya untuk membersihkan baju Rifaldi
tidak usah nanti saya bersihkan sendiri sambung Rifaldi ketus
banyak yang melihat membuat mereka berdua tidak banyak bicara
Rifaldi langsung meninggalkan Rosa. Rosa juga menuju ke tempat Mika
kamu itu kenapa tidak melihat sih ucap Mika sambil melotot ke Rosa
ya kan aku buru-buru, laper tau pagi tadi aku cuma sarapan roti saja ucap Rosa sambil menyeruput es tehnya.
selesai makan mereka berdua balik keruangannya. karena sebentar lagi mau kerja lagi.
ayo kita balik ke loker ucap Rosa sambil menggandeng tangan Mika
ayo ucap Mika sambil berdiri.
***
waktu pulang tiba.
Rosa berjalan menuju keluar tiba-tiba Rifaldi juga ikut keluar.
Rosa tidak menyadari kalau ada Rifaldi. Rosa menghentikan jalannya karena handphone Rosa berbunyi.
brakk,, suara seseorang tertabrak.
haduhh, kamu ini main berhenti saja gak lihat-lihat orang di belakang apa? ucao Rifaldi emosi karena nabrak Rosa yang tiba-tiba berhenti
iya maaf pak, ini tadi handphone saya berbunyi ucap Rosa sambil menunduk
kamu baru sehari kerja sudah buat masalah terus sama saya sambung Rifaldi makin emosi.
banyak pasangan mata yang menatap mereka berdua. Rosa tidak menghiraukan Rifaldi langsung pergi mengangkat telponnya.
Rifaldi langsung buru-buru pulang dengan penuh kekesalan.
dijalan ban mobil Rifaldi tiba-tiba bocor.
haduh,, ban mobil bocor lagi ucap Rifaldi sambil memukul setir mobil
dimana ada tambal ban disini ya, telpon orang rumah juga tidak ada yang ngangkat lagi sambung Rifaldi semakin kesal.
tiba-tiba Rosa turun dari angkot karena sudah sampai dekat dengan tempat kostnya.
Rosa yang melihat Rifaldi dari jauh langsung menghampiri Rifaldi yang kebingungan.
kenapa mobil bapak? tanya Rosa
ini ban mobil saya bocor, kok kamu ada disini ucap Rifaldi
iya ini jalan menuju tempat kost saya pak sambung Rosa
disini ada tukang tambal ban atau bengkel gak? sambung Rifaldi
ada pak, tapi agak jauh sambunh Rosa
saya boleh minta tolong gak, tolong bantu saya dorong mobil saya ucap Rifaldi memohon
emmm,, iya pak saya bantu, ayo pak sambung Rosa tanpa basa basi.
***
sampai di bengkel
emmm,, terima kasih ya Rosa kamu sudah bantu saya ucap Rifaldi sambil mengambil dompetnha disaku
oh iya, ini ada sedikit upah buat kamu karena kamu sudah bantuin saya sambung Rifaldi sambil menyodorkan uang
tidak usah pak, saya ikhlas kok bantuin bapak, saya permisi dulu ya pak ucap Rosa sambil meninggalkan Rifaldi sendirian di bengkel.
****
keesokannya Rosa yang sedang bekerja tiba-tiba dipanggil oleh Rifaldi.
mau apa lagi sih pak bos ini, perasaan aku tidak buat masalah ucap Rosa dalam hati.
sampai ruangan Rifaldi
permisi pak, apa bapak memanggil saya ucap Rosa sambil menundukkan kepala
iya saya panggil kamu, aku mau kamu buatin saya kopi ya ucap Rifaldi
iya pak, ditunggu ya sambung Rosa.
5 menit Rosa selesai buatkan kopi Rifaldi.
ini pak kopinya ucap Rosa sambil meletakkan secangkir kopi dengan penuh hati-hati.
sekarang kamu boleh pergi ucap Rifaldi
iya pak saya permisi sambung Rosa sambil meninggalkan Rifaldi di ruangan sendirian.
***
1 minggu Rosa tidak masuk kerja karena ibunya di kampung lagi sakit.
di kantor Rifaldi mencari-cari Rosa, karena tidak ada yang bisa membuatkan kopi seenak Rosa.
1 minggu berlalu Rosa kembali bekerja lagi.
Rosa baru sampek di tempat kerja ada teman Rosa menghampirinya
Rosa kamu dari mana saja tanya Susi. Susi adalah temen Maya dan juga satu profesi dengan Rosa dan Maya
iya Sus aku habis ngerawat ibuku lagi sakit jawab Rosa sedih
kamu di cariin bos tuh sahut Maya
kenapa aku dicariin, bukannya aku kemarin sudah izin tidak masuk sambung Rosa kebingungan.
kamu izinnya ke siapa? ucap Maya
ya ke HRD lah, apa tidak di beritahu bos ya sambung Rosa
nanti kamu kesana saja Ros sahut Susi
iya deh sambung Rosa
berada di ruangan Rosa bersama temannya Rosa buru-buru meletakkan tasnya di loker, segera pergi keruangan Rifaldi
waktu menunjukkan pukul 07.30 biasanya Rifaldi datang pukul 09.00
Rosa mengecek ke ruangan Rifaldi apakah sidah datang atau belum.
permisi pak ucao Rosa pelan sambil buka pintu
darimana saja kamu ucap seseorang yang berada di sofa ruangan Rifaldi
saya kemarin habis ngerawat ibu saya pak ucap Rosa ketakutan serta kaget
kenapa kamu tidak bilang ke saya ucap Rifaldi. ternyata Rifaldi datang lebih awal dan seseorang yang dududk di sofa itu adalah Rifaldi
ma...maaf pak, saya sudah izin ke HRD ucap Rosa ketakutan
ya sudah sekarang kamu pergi, buatkan saya kopi sambung Rifaldi emosi
iya pak, saya permisi dulu
***
sampai di paentry Rosa langsung membuatkan kopi pak bosnya. tiba-tiba terdengar suara langkah kaki.
ternyata Rifaldi menghampiri Rosa
tidak usah buatkan kopi. ayo ikut saya sekarang ucap Rifaldi
Rosa yang tiba-tiba mendengar ada suara Rifaldi, Rosa langsung kaget
oh iya pak ucap Rosa sambil mematikan kompor.
ayo ikuti saya ucap Rifaldi
Rosa yang tidak banyak bicara langsung mengikuti langkah demi langkah Rifaldi.
sampai di parkiran Rosa di suruh masuk mobul bersama Rifaldi
ayo masuk, kita mau keluar sebentar aku mau ngajak kamu ke suatu tempat ucap Rifaldi sambil membukakan pintu Rosa
baik pak ucap Rosa.
sampai di tempat tujuan Rifaldi membawa Rosa ke taman kota.
ngapain kita kesini pak tanya Rosa sambil menundukkan kepala
kamu kalau di luar jangan terlalu begitu ya ucap Rifaldi sedikit malu sambil lihat-lihat ke kanan dan ke kiri
kenapa pak kan bapak atasan saya sambung Rosa
saya malu kalau kamu terlalu baku begitu, anggap saja kita teman sambung Rifaldi
baik lah pak ucap Rosa dengan nada biasa.
mereka berdua menuju ke gazebo beluk sampai di gazebo Rifaldi kejatuhan ranting pohon.
plakk,, suara ranting pohon mengenai kepala Rifaldi
aaww,, kenapa selalu apes sih kalau sama kamu Ros ucap Rifaldi kesakitan dan emosi
maaf pak, kan tadi bapak yang ngajak kesini bukan saya ucap Rosa
sini saya obatin pak, kebetulan saya membawa obat merah serta plaster sambung Rosa sambil membuka tasnya
ya sudah ucap Rifaldi kesal
sambil mengobati lukanya Rifaldi selalu memandangi wajah polos Rosa seperti mengingatkan sesuatu padanya.
Rosa sedikit menatap ke arah Rifaldi membuat Rifaldi mengalihkan pandangannya ke tempat lain
aww,, pelan-pelan dong ucap Rifaldi
iya pak maaf ucap Rosa
dah selesai pak sambung Rosa.
ya sudah kita lanjut cari makan saja ya sambung Rifaldi beranjak meninggalkan gazebo
Rosa tidak menjawab dan selalu ngikutin langkah Rifaldi.
sampai di tempat makan Rosa hanya diam membuat Rifaldi bosan
kamu mau pesan apa tanya Rifaldi sambil menyodorkan selembar kertas
aku mau nasi goreng saja sama minumnya es teh saja ucao Rosa
baiklah akan ku pesankan sambung Rifaldi.
tidak lama kemudian pesanan datang
selesai makan Rifaldi mengungkapkan apa yang ada di benaknya.
Rosa aku mau ngomong sesuatu ucap Rifaldi penuh dengan kelembutan tidak seperti biasanya yang penuh dengan emosi
iya pak ucap Rosa
semenjak aku melihatmu aku merasakan ada sesuatu yang membuat aku teringat kepada seseorang ucap Rifaldi
kamu mengingatkan saya pada seseorang yang dulu pernah aku temui sambubg Rifaldi
siapa pak tanya Rosa sedikit kepo
teman kecilku dulu, sekarang dia sudah meninggal dunia sambung Rifaldi sedih
maaf pak, saya permisi dulu ucap Rosa
kamu mau kemana tanya Rifaldi
saya mau balik kerja pak, nanti anak-anak pada curiga sambung Rosa.
ayo sama saya, saya juga mau balik ucap Rifaldi memohon
baiklah pak sambung Rosa
dalam perjalanan hanya keheningan yang dirasa Rosa dan Rifaldi
sampai di tempat kerja Rosa langsung mengambil alat-alat kebersihan untuk membersihkan Lobby.
1 bulan berlalu hari seperti biasa namun ada yang berbeda dengan sikap Rifaldi.
Rifaldi yang awalnya penuh dengan semangat sekarang Rifaldi tidak begitu semangat.
beberapa hari belakangan ini Rifaldi selalu memikirkan Rosa membuat dia jatuh sakit.
di tempat kerja berita sudah menyebar kalau Rifaldi sedang sakit.
membuat inisiatif Rosa untuk menjenguknya. Rosa bertanya kepada atasan Rosa untuk meminta alamat lengkap Rifaldi.
setelah dapat informasi masi pulang kerja Rosa menuju kerumahnya Rifaldi.
Rosa membawa sekantong Jeruk, dan juga roti.
sampai di rumah Rifaldi
permisi pak, buk teriak pelan Rosa
iya, maaf mau bertemu dengan siapa non tanya asisten rumah Rifaldi
saya mau bertemu dengan pak Rifaldi bu, apa bapaknya ada ucap Rosa dengan sopan
non ini siapa ya kalau boleh tau sambung asisten rumah Rifaldi
saya anak buah pak Rifaldi bu, apa saya boleh ketemu dengan bapak sambung Rosa memohon
iya silahkan masuk, saya panggilkan tuan dulu sambung asisten rumah Rifaldi sambil meninggalkan Rosa di ruang tamu
10 menit Rosa menunggu, asisten rumah Rifaldi akhirnya muncul.
emm, tuan minta nona untuk ke kamarnya, mari saya antar non ucap asisten rumah Rifaldi
iya terima kasih bu sambung Rosa.
sampai di kamar Rifaldi.
permisi pak ucap Rosa sambil mengetuk pintu
masuk saja tidak apa-apa teriak Rifaldi dari dalam kamar.
bapak sakit apa tanya Rosa sambil meletakkan bungkusan di meja dekat ranjang Rifaldi
hanya kecapek an saja, kamu kesini sama siapa ucap Rifaldi
sendiri pak sambung Rosa.
Rifaldi yang awalnya berbaring ingin duduk karena merasa sangat pegal.
mari saya bantu pak ucap Rosa sambil memegang lengan Rifaldi.
iya terima kasih ucap Rifaldi.
Rifaldi mengungkapkan perasaannya kepada Rosa
Rosa apa kamu mau menikah denganku ucap Rifaldi sambil melihat Rosa yang sedang mengupas kukit jeruk
Rosa yang mendengarnya kaget membuat matanya sedikit melotot.
maksud bapak apa tanya Rosa kebingungan
mungkin ini terlalu cepat Rosa. tapi aku tidak bisa bohongi perasaan ku sendiri sambung Rifaldi
apa bapak tidak berbohong sambung Rosa sambil meyakinkan Rifaldi
tidak, aku beneran ucap Rifaldi penuh dengan keyakinan
saya pikir-pikir dulu ya pak sambung Rosa.
kalau begitu saya permisi dulu pak ucap Rosa sambil meninggalkan Rifaldi dikamar.
****
beberapa hari Rosa kepikiran dengan kata-kata Rifaldi membuat Rosa tidak bisa tidur dan malas bekerja.
1 minggu berlalu Rifaldi mulai aktif kerja
semenjak Rifaldi mengungkapkan perasaanya Rosa tidak nyaman bekerja disana.
membuat Rosa ingin mengundurkan diri dari pekerjaannya.
hari ini Rosa berniat untuk mengundurkan diri.
setelah disetujui akhirnya Rosa berhenti kerja dari sana.
semenjak Rosa berhenti kerja membuat Rifaldi sendu dan juga Rosa hatinya tidak tenang.
dari pada aku begini terus aku kepikiran pak Rifaldi terus-terus an mending aku ngomong jujur saja lah ucap Rosa dalam hati
Rosa menuju rumah Rifaldi. kebetulan Rifaldi ada di halaman rumah sendirian.
permisi pak ucap Rosa
mendengar suara Rosa Rifaldi sadar dari lamunannya.
oh iya ada apa tanya Rifaldi
emmm,, begini pak saya mau ngomong ucap Rosa tanpa basa basi.
tiba-tiba handphone Rosa berbunyi membuat obrolan mereka terhenti sejenak.
Rosa mengangkat telponnya. setelag berbicara di telpon Rosa melanjutkan obrolannya.
begini pak saya mau ngomong ucap Rosa ragu
iya ngomong saja sambung Rifaldi
saya ma.. maa.. mau pak menikah dengan bapak sambung Rosa
Rifaldi yang kaget mendengar jawaban Rosa membuat Rifaldi syok, dan melotot ke Rosa
apa kamu benar Ros ucap Rifaldi sambil memegang tangan Rosa
iya pak, dari kemarin saya kepikiran bapak terus akhirnya saya beranikan diri untuk jujur pada bapak sambung Rosa
Rifaldi senyum-senyum sampai meneteskan air mata bahagia.
eh,, tapi pak aku mau pulang kampung dulu untuk meminta restu pada ibuku ucap Rosa
kalau begitu kita pergi bersama kesana ucap Rifaldi girang.
keesokannya mereka pergi kekampung untuk menemui ibu Rosa.
mereka menentukan tanggal pernikahan dan juga tempat dimana mereka menggelar acara.
1 minggu berlalu mereka melangsungkan pernikahan di gedung.
mereka menjadi suami istri yang sah. mereka hidup bahagia selamanya.