"Cahaya yang ku rindukan"
Hidup ku sangatlah gelap.
Tidak ada cahaya dan juga sinar.
Namun saat kau hadir,
Terlihatlah sebuah cahaya terang.
Hingga ku tau apa itu cahaya.
Dan sinar yang kini ku rindukan.
Karena waktu yang terus berjalan.
Ku jadi tau bahwa kau hanya singgah,
Lalu meninggalkan ku kembali.
Tanpa jejak dan pamit yang baik.
Hingga ku berpikir,
Bahwa memang layak ku diam dalam gelap.
Terimakasih cahaya, ku merindukan kamu. namun, jika rindu ku dan hadir ku ini menyakiti mu, aku pun akan pergi tanpa harus kau berikan banyak kode untuk ku.
_diary by Sara
🤗Ar_Ariska.. Selamat membaca.
Sara adalah seorang wanita tunanetra, ia cantik dan sangat baik hati. dulu ia sangat ceria, namun sejak kecelakaan yang menimpa keluarga nya sepuluh tahun yang lalu, kini ceria itu seakan sirna.
Hingga suatu hari, datanglah seorang Pria bernama Rama. ia datang mengunjungi sebuah toko kue yang kebetulan itu warisan dari sang Ayah dan Ibu yang Sara miliki.
Namun saat Rama melangkah masuk ke dalam, Sara yang tengah membawa pot bunga pun tidak sengaja menabrak Rama. hingga jas yang ia kenakan harus kotor oleh tanah basah dari pot bunga itu.
"Maaf Tuan saya tidak sengaja." Ucap Sara yang langsung berlutut untuk membereskan pot bunga dan tanah yang berserakan.
"Lain kali kalau jalan hati-hati ya Mbak, kan jas saya jadi kotor." Balas Rama dengan kesal.
"Iya Tuan, maaf saya ceroboh." Ucap Sara yang kemudian kembali berdiri.
Lalu Rama pun melihat wajah Sara yang melihat nya dengan tatapan kosong lurus ke depan. yang kini membuat Rama sadar kalau wanita yang tengah ia hadapi itu tidak bisa melihat karena buta.
"Permisi ya Tuan, jika nanti jas nya bermasalah ketika di laundry, kembalilah ke toko kue ini dan temui saya ya Tuan. saya akan tanggung semua resiko dan kerugian nya." Ucap Sara lalu kembali melangkah.
Namun Rama hanya diam tanpa menggubris apapun yang Sara ucapkan. lalu ia pun menghampiri pegawai kasir untuk menanyakan perihal toko kue.
"Permisi, apa ini benar toko kue Sara familly?." Tanya Rama.
"Iya benar sekali Tuan, ada yang bisa saya bantu?." Jawab sang pegawai.
"Saya ingin bertemu pemilik toko kue ini, apa beliau ada?." Tanya Rama.
"Kebetulan, yang tadi menabrak Tuan itu adalah Nona muda kami." Jawab sang pegawai.
"Hah?, dia?. apa kalian yakin wanita buta bisa memimpin toko kue sebesar ini?." Tanya Rama dengan suara yang cukup keras karena kaget.
Lalu Sara yang tidak sengaja mendengar ucapan Rama pun melangkah pelan menuju kasir. kemudian dia pun menepuk pundak Rama.
"Permisi Tuan." Ucap Sara dengan senyuman.
"Eh" Balas Rama yang kaget.
"Ehm.. tadi saya tidak sengaja mendengar percakapan anda dengan pegawai saya, anda tadi bertanya kan, apakah wanita buta seperti saya ini bisa memimpin toko kue sebesar ini?." Tanya Sara yang mengulangi pertanyaan Rama.
"Begini Tuan, orang buta pun masih bisa menggunakan indra pendengar dan isi hati nya, dan orang buta juga masih bisa melakukan apapun selagi dia yakin bukan?, apa ada yang salah jika memang saya yang memimpin toko ini?, dan selama saya memimpin pun semua baik-baik saja kan?, lalu apa salah ya jika orang buta pun ingin sukses?." Tanya Sara yang bertubi-tubi
"Jika memang salah, dan anda keberatan. saya minta maaf ya Tuan, karena memang saya ini buta lalu mau di apakan?, di benahi pun syaraf mata saya memang tidak mendukung." Sambung Sara lalu tanpa tidak sengaja meneteskan air mata.
"Maaf Nona, bukan begitu maksud saya." Ucap Rama dengan penuh penyesalan.
"Hehe gak apa-apa kok, aku paham tuan. yasudah Tuan, maaf hadir saya malah membuat anda tidak nyaman, permisi." Balas Sara lalu melangkah lebih pelan dari sebelum nya.
Dan ketika Sara melangkah, Rama pun mengejar nya dan memegang tangan nya. setelah itu Sara pun menghentikan langkah kecil nya tanpa berkata sepatah kata pun.
"Maafkan saya Nona, saya tidak bermaksud begitu. dan kedatangan saya kesini pun karena amanah dari Bunda." Ucap Rama.
"Amanah apa Tuan?, lagi pula saya juga tidak mengenal Bunda Tuan dan Tuan." Tanya Sara.
"Bunda saya.. ehm Bu..Bunda menginginkan anda jadi pendamping saya, apakah anda bersedia menikah dengan saya?." Balik tanya Rama dengan sangat berat.
"Maaf Tuan, saya tidak mengenali Bunda anda maupun Tuan. lalu kenapa Bunda anda menginginkan saya yang menjadi pendamping anda yang pasti lebih berkelas dari saya." Jawab Sara.
"Bunda ku bernama Tika, kita sudah di jodohkan sedalam kandungan oleh orang tua anda dan saya, dan kini sudah saat nya waktu itu tiba. a.. ehm.. apa kamu bersedia jadi istri saya?." Tutur Rama dengan masih berat hati.
"Tante Tika?." Balas Sara yang kemudian tersenyum.
Rama tidak mengerti dengan senyuman Sara yang terlihat sangat bahagia. lalu tidak lama kemudian, Sara pun menggenggam tangan Rama dan menyentuh wajah rama sesaat.
"Aku tau kamu baik, dan aku juga tau tante Tika baik. aku bersedia menjadi Istri mu." Ucap Sara.
Dan dua hari kemudian, Sara pun menikah dengan Rama, walau terasa hambar karena baru kenal, tidak jadian, lalu menikah tanpa mengenal nama.
Bersambung..
Saksikan kelanjutan part dua nya nanti ya gaes.. Stay tune..