Ameera dan Pria yang ia tolong tadi telah sampai di rumah sakit .
"Sus , suster ! tolong teman saya sus , tadi dia tertusuk dan banyak sekali darah yang keluar dari perut nya !" seru Meera memapah pria itu saat sudah berada di meja resepsionis.
Terlihat salah satu suster berjalan cepat ke arah Meera mendorong kursi roda.
"Silahkan duduk tuan !" ujar suster itu .
Setelah pria tersebut duduk , Meera dan suster langsung pergi ke ruang rawat .
Sesampainya di ruang rawat , ternyata dokter sudah berada di sana .
"Dok , cepat tolong teman saya dok !" ujar Meera khawatir .
Sedangkan sang pria hanya meringis sambil memegangi perut nya yang tertusuk .
Dokter pun membantu pria itu berbaring di ranjang pasien , kemudian melepaskan pakaian pria itu supaya bisa melihat luka nya .
"Astaga !" seru Meera sambil membalikkan badan , karena ia tidak ingin melihat tubuh laki-laki itu .
"Auh !" rintih pria itu sakit karena dokter mulai menjahit luka tusukannya .
Beberapa menit kemudian .
"Sudah selesai !" ujar dokter memberitahu Meera.
Dan Meera pun langsung membalikkan badannya .
"Untung saja dia sudah memakai baju !" ujar Meera lega .
Lalu ia berjalan ke ranjang pasien .
"Terimakasih dokter !" seru nya pada dokter itu
"sama-sama" sahut dokter sambil tersenyum Kemudian pergi keluar dari ruangan itu .
Setelah dokter tersebut pergi , Meera langsung memperhatikan wajah pria yang ia tolong tadi .
"Bagaimana keadaan anda tuan ? apa yang anda rasakan ? masih sakit atau ..?" Meera tidak meneruskan ucapannya .
"Sudah lebih baik !" jawab pria itu , dan Meera hanya menganggukkan kepala saja .
"Berhubung anda sudah lebih baik , jadi saya ingin berpamitan pulang !" seru Meera berpamitan , ia lalu membalikkan badannya membelakangi pria yang ia tolong tadi namun belum juga melangkah .
"Tunggu !" pria itu menghentikan langkah Meera .
Ameera kembali membalikkan badan .
"Ada apa tuan ? apa masih ada yang sakit ?" tanya Meera bingung
"Tidak , saya hanya ingin berterimakasih karena anda sudah menolong saya !" ujar sang pria
"Sama-sama tuan , saya juga membantu ikhlas sebagai tanda perikemanusiaan" ujar Meera tersenyum tulus
"Oya , nama anda siapa ? saya belum tahu !" tanya pria itu pada Meera
"Saya Ameera Zahira tuan , panggil saja Meera !" ucap Meera sambil mengulurkan tangan
"Yuda pradipta !" pria yang bernama yuda itu menerima uluran tangan Meera sambil tersenyum .
'Astaga , manis sekali senyum nya . ternyata dia sangat tampan' batin Meera sambil tersenyum senyum sendiri .
Yuda pun heran melihat Meera .
"Meera , anda baik-baik saja ?" tanya Yuda ketika melihat Meera tersenyum sendiri .
"Eh !" Meera kaget
"Saya baik-baik saja tuan" Meera tersenyum canggung sambil melepaskan jabatan tangan mereka .
"Anda sudah bekerja atau masih kuliah ?" tanya pria itu pada Ameera .
"Tidak dua-dua nya tuan , saya ini pengangguran !" sahut Meera nyengir kuda .
Yuda hanya mengangguk anggukkan kepala saja .
"Jika anda berniat , anda bisa bekerja dengan saya Meera" tawar Yuda memberikan pekerjaan .
"Kerja ? tentu saja saya mau tuan . Pekerjaan apa yang akan tuan berikan untuk gadis seperti saya ini ? saya tidak bersekolah tinggi tuan , saya hanya lulusan SMA" ucap Meera panjang lebar
Yuda hanya tersenyum tipis saja mendengar keluhan Meera ..
"Saya akan menjadikan anda sebagai asisten pribadi saya. Kemana mana , anda harus ikut dengan saya , anda juga harus menyetir mobil saat saya akan berpergian . Apa anda mau Meera ?" tanya Yuda itu menjelaskan .
"Em !" Meera berpikir .
'Kalo gue gak kerja , bisa ngomel terus emak . akh , mending terima aja deh tawarannya. Mayan juga kan bisa deket sama cowok ganteng , hihi !' batin Meera terkekeh geli dalam hati
"Saya mau tuan !" jawab Meera yakin .
Yuda tersenyum senang.
"Baiklah Meera , besok pagi anda bisa datang ke rumah saya . Dan ini" Yuda mengambil sebuah kertas kecil dari kantong jas nya
"Ini kartu nama saya , anda bisa menelpon saya dan nanti saya akan memberikan alamat rumah saya !" ujar Yuda memberi tahu
Meera menerima kertas itu , kemudian melihatnya sebentar dan memasukkan ke dalam kantong celana nya .
"Saya akan segera menghubungi anda , kalau begitu saya permisi dulu !'' pamit Meera sambil tersenyum simpul .
"Tunggu dulu Meera !" Yuda menahan Meera lagi .
ia merogoh kantong celana nya , kemudian mengeluarkan dompet dan mengambil beberapa lembar kertas merah .
Ya , kertas itu adalah uang ..
"Ini sebagai tanda terimakasih saya !" seru Yuda memberikan Meera uang
Meera menautkan alisnya .
"Maaf tuan , tidak perlu . Saya membantu anda ikhlas !" tolak halus Meera sambil tersenyum .
"Permisi !!" kemudian ia pergi menuju pintu keluar ruangan itu tanpa menunggu jawaban Yuda. .
Setelah Meera keluar , Yuda hanya menggelengkan kepala saja .
"Gadis unik !' gumam nya pelan sambil membaringkan tubuh nya di ranjang .
jika lukanya sudah tidak terlalu sakit , ia akan segera pulang .
2 Bulan kemudian .
Meera sudah bekerja pada Yuda yaitu menjadi asisten pribadi nya .
Karena kebersamaan mereka berdua , dan juga sifat Yuda yang perhatian membuat Meera jatuh cinta pada nya .
Hingga suatu hari , Meera mengungkapkan isi hatinya pada yuda , dan ternyata perasaan yuda juga sama seperti Meera , ia juga mencintai Meera karena kesederhanaan nya .
Lalu mereka memutuskan untuk segera menikah dan hidup bahagia .
' Jodoh , maut , rezeki tidak ada yang tahu . Yang maha kuasa sudah merencanakan semua untuk hidup kita , terima , jalani , syukuri dan nikmati saja . Allah akan selalu memberikan yang terbaik untuk semua pengikutnya' By : AUTHOR 😍
..TAMAT...