Fatimah Azzahra gadis muda berusia 19 tahun harus rela melepaskan cita cita dan impiannya demi menuruti keinginan kedua orang tuanya yang ingin menjodohkannya dengan seorang laki laki yang belum pernah ditemuinya.
"zahra,abah tau ini berat untukmu tapi abah dan umi mohon kamu mau menerima perjodohan ini"
"Tapi kami belum pernah saling kenal abah ,bisakah nanti kami saling mencintai"
"zahra percayalah Arya adalah pemuda yang baik,dia berasal dari orang tua yang berpendidikan,abah sudah lama kenal dengan Wiguna,karena itu abah mengijinkannya waktu memintamu untuk menjadi menantunya,insyaallah dia jodoh yang baik untukmu"
"kalau memang umi dan abah sudah yakin,insyaallah zahra akan menjalani pernikahan ini dengan iklas lahir bathin,akan zahra abdikan seluruh hidup zahra untuk imam ini"
"subhanallah,terimakasih karena zahra sudah iklas menikah dengan jodoh pilihan umi dan abah,insyaallah ini jodoh zahra sampai kejannah nanti."
seperti keinginan kedua orang tuaku aku akhirnya menikah dengan Arya Wiguna seorang laki laki yang berprofesi sebagai dokter bedah disalah satu rumah sakit besar dikotaku.
Walaupun kami menikah karena perjodohan tapi hubungan pernikahan kami sangat harmonis.
sebagai seorang suami walaupun bukan suami yang romantis tapi Arya sangat baik,dia memperlakukanku dengan lembut dan sangat perduli dengan segala kebutuhanku,aku merasa sangat beruntung karena abah telah memilihkanku jodoh yang baik.
Apalagi saat Aliyah lahir semakin lengkaplah kebahagian yang aku rasakan,mempunyai putri yang cantik dan suami yang sangat menyayangiku.
sampai suatu siang badai yang meruntuhkan seluruh duniaku itu datang.
"zahra,aku ingin kita bercerai"
bagai disambar petir saat aku mendengar mas Arya mengatakan itu.
"Ta...tapi kenapa mas"
"Aliana sudah kembali,jadi aku ingin kita bercerai"
"siapa Aliana mas"
sepanjang pernikahan kami yang berjalan 5 tahun baru sekarang aku mendengar nama itu"
"dia adalah wanita yang selama ini aku cintai"
"tapi kita punya Aliyah yang membutuhkan kasih sayang kita berdua"katku masih berusaha menyadarkan suamiku dari niatnya yang ingin menceraikanku.
"soal Aliyah kamu tdak perlu khawatir karena aku dan Aliana akan merawatnya dengan baik,Aliana seorang dokter anak jadi dia lebih bisa mengurus Aliyah dari pada kamu yang hanya seorang ibu rumah tangga,"tiba tiba air mataku mengalir deras mendengar kata kata yang diucapkan oleh laki laki yang kusebut suami,laki laki yang kuabdikan seluruh hidupku untuknya.
"jadi seperti itu penilaianmu tentang aku mas,wanita yang dulu kau minta baik baik kepada kedua orangtuanya,wanita yang telah merawatmu,dan wanita yang 9 bulan mengandung buah hatimu,serendah itu kamu memandang profesiku yang hanya memakai kain batik lusuh yang disebut daster,aku kecewa padamu mas."
"aku tidak perduli zahra pokoknya mulai detik ini kamu fatimah azzahra binti abdul karim kutalak engkau sebagai istriku".
Runtuh sudah kebanggaanku sebagai seorang istri dan ibu saat laki laki yang selama ini kusebut imam melepaskan ikatan sucinya.
Abah maafkan zahra karena tidak bisa membawa jodoh pilihanmu sampai keJannah"bisikku lirih sambil bersimpyh dilantai.