Tragedi kecelakaan yang ku alami beberapa yang lalu mengantarkan diriku di pertemukan dengan malaikat tanpa sayap ku,dia adalah Reno yang pernah menyelamatkan ku dan sekarang di depan banyak orang di menyatakan peryataan cinta padaku.
"Sinta selama ini aku sudah memikirkan nya bahwa aku memang benar-benar menyukaimu dari lubuk hati terdalam.mau kah kamu menjadi pacar ku...?"tanya Reno sambil menggenggam tangan ku di atas meja restoran
"tapi aku gak sempurna ren,,,aku cacat keluarga mu pasti gak akan setuju kalian juga dari keluarga terpandang."jawab ku sambil menundukkan pandangan ku
"kamu jangan pikirin keluarga ku,biar itu jadi urusan aku buat bicara baik-baik sama mereka."
"aku gak bisa reno aku gak mau bikin kamu di benci orang lain cuma karena aku yang gak ada apa-apanya ini."
"please sin kita jalani dulu ya aku yakin kita bisa bahagia."
"hmmm...oke terserah kamu,walau pun aku juga sayang dan cinta sama kamu tapi kita jalani aja semua nya dan lihat sampai mana aku bisa bertahan."
"terima kasih sayang,,,kamu cukup percaya bahwa semua akan baik-baik aja."kata Reno sambil memelukku erat
"ya semoga semua baik-baik seperti yang kamu bilang ren,walau hati ku gak yakin."kata ku dalam hati
Setelah hari itu selama 2bulan ini kami menjalani hubungan dengan tenang tak ada hambatan apa pun dan Reno setiap hari selalu menyempatkan diri mengunjungi ku setiap pulang kerja dan weekend.
Hari-hari cuma di habiskan di rumah dengan usaha toko kue kecil-kecilan yang di tolong oleh satu saudara sepupu ku.
Tapi walau pun begitu perasaan ku selalu was-was akan hubungan kami yang lambat lain pasti akan di ketahui oleh keluarga Reno.
"permisi apa benar kamu yang nama nya Sinta...?"tanya seorang perempuan paruh baya yang seperti adalah orang kaya dan pandangan nya menatap ku seolah dia mempunyai dendam kemarahan
"iya saya Sinta...maaf ibu siapa ya...?"tanya ku sambil memandang nya
"saya mama nya Reno...owh jadi kamu perempuan yang lagi pacaran sama anak saya.kamu sadar diri dong kamu itu cacat gak bisa apa-apa dan satu lagi kamu gak setara sama keluarga saya,jadi mulai saat ini saya mau kamu putusin anak saya dan jangan berhubungan lagi dengan Reno."kata ibu tersebut dengan kemarahan yang di tujukan pada ku sambil menunjukkan ke arahku
"maaf buk saya memang pacar nya Reno kalau pun ibu tidak senang dengan saya bisa bicara baik-baik tanpa harus mempermalukan saya,saya juga sadar diri saya siapa."jawab ku sambil memandang nya tapa terasa air mata ku menetes
"bagus kalo kamu sadar diri mulai detik ini kamu jangan ada lagi hubungan dengan Reno kalo Sampai kalian masih berhubungan jangan salahkan saya nanti kamu saya buat menyesal."setelah berkata seperti itu dia meninggal kediaman ku
"mbak Sinta kamu gpp mbak...?"tanya sepupuku
"mbak gpp dek kita lanjut layani pelanggan ya jangan pikirin yang tadi."kata ku
Setelah kejadian di permalukan nya aku oleh orang tua Reno waktu itu dari situ aku mulai memikirkan nasib cinta ku.masalah seperti ini sudah aku prediksi akan terjadi dan terbukti.
Aku tulus menyayangi dan mencintai Reno tapi aku juga tak mau menjadi penghalang bagi orang lain,aku tak mau membuat hubungan Reno dan orang tua nya hancur hanya karena aku.
Hari weekend pun tiba dan seperti biasa Reno selalu mendatangi ku setiap pagi nya setelah dia jogging di taman kota.
Dan di hari libur seperti ini Alhamdulillah toko kue ku selalu ramai jangan sedikit kerepotan.
"sini sayang biar mas bantuin."kata Reno yang tiba-tiba sudah ada di sebelah ku dan mengambil pesanan pelanggan
"ehh ya udah makasih mas."jawab ku sambil memperhatikan dia yang melayani pelanggan
"hey kamu ngelamunin apa sayang."kata nya yang sudah muncul di sebelahku
"mas dari kapan disini,bukan nya tadi masih di sana...?"tanya ku sambil memandang nya
"kamu nya melamun sih sampai gak sadar kalo mas udah di samping kamu.mas kangen sayang."kata nya sambil memeluk ku erat yang tanpa sengaja membuat air mataku menetes
"hey kamu kenapa nangis sayang ada yang sakit kah,ya udah kita masuk aja ke dalam lagian udah gak repot lagi."kata nya sambil membawa ku masuk
"aku gpp mas tadi kelilipan aja aku juga kangen sama mas."jawab ku setelah kami sampai di dalam
"mas mau minum apa biar aku ambilin."
"gak perlu mas gak haus...kami beneran Gpp kan sayang."sambil membelai rambut ku yang bersandar di dada nya
"mas mah bandel udah di bilang gpp."jawab ku
"maafkan aku mas yang tak mau berkata jujur padamu,aku hanya tak mau di bilang pengadu nanti nya."kata ku dalam hati sambil terus memeluknya
Di saat kami lagi mengobrol tiba-tiba adik sepupu masuk sambil tergopoh-gopoh seperti ada se6uang penting dan entah kenapa melihat reaksi nya membuat ku was-was.
"mbak ibu-ibu yang kemaren itu Dateng lagi,sekarang orang nya di depan lagi marah-marah dan membuat tempat berantakan."kata nya
"ibu-ibu siapa sin yang di maksud adik sepupu kamu."tanya mas Reno
"maaf mas sebenarnya berapa waktu yang lalu mama mama kamu datang kesini dan menyuruh menjauhi mu,tapi karena aku gak mau kalian ribut makanya aku diem aja."jawab ku
"astaga kenapa kamu gak bilang sama aku sih,yang udah kamu tunggu disini biar mas aja yang keluar."kata nya setelah itu dia meninggalkan aku dengan adik sepupu ku
Selama itu aku hanya mendengarkan kegaduhan yang terjadi di luar,suara mas Reno dan mama nya yang bersahutan saling berdebat.
Karena merasa Masalah ini tak akan selesai aku memutuskan untuk keluar bersama adik ku.
"mama stop mengacau di rumah Sinta dia pacar ku dan gak akan bisa di ganggu."kata Reno
"kamu berani sama mama ren cuma karena perempuan cacat itu kamu berani membentak mama."kata ibu Reno sambil nunjuk ke arah ku
"aku sayang ma sama Sinta aku tulus sama dia aku gak peduli sama pendapat orang."jawab Reno
"tapi mama peduli Reno,mau di taruh dimana muka keluarga kita kalo orang tau anak satu-satunya keluarga kita pacaran dengan orang cacat."
"dan satu lagi kamu jangan lupa kalo kamu itu sudah di jodohkan dengan wanita pilihan mama dan papa jadi sekarang putusin dia atau kamu bukan anak kami lagi."kata ibu Reno meluapkan semua kemarahannya dengan terus menunjuk ke arah ku
"mas reno aku mohon turutin aja kemauan mama kamu jangan bertengkar cuma karena aku,aku gpp kok lebih baik kamu turutin aja."kata ku sambil menggenggam tangan nya
"gak bisa sayang mas gak mau kehilangan kamu."jawab nya sambil membelai wajah ku dan menghapus air mataku yang mengalir
"jangan mas aku gak mau kamu berdosa cuma karena aku mungkin kita memang bukan jodoh."jawab ku sambil menundukkan pandangan
"menjauh kamu dari anak saya mulai sekarang kalian gak ada hubungan lagi...kalau sampai saya melihat mu masih mendekati anak saya kamu saya buat menyesal."kata ibu Reno sambil melepaskan tangan Reno dari ku
"enggak ma jangan paksa Reno untuk melawan sama mama."jawab Reno sambil melepaskan tangan nya
"mas please turutin aja kata-kata mama kamu jangan melawan cuma karena aku."kata ku dengan menunjukan senyuman getir
"oke mas pulang dulu buat tenangin mama tapi setelah itu mas bakal kesini lagi."kata nya sambil memeluk ku
Setelah kepergian Reno dan mama nya,aku pun mengajak adik sepupu ku untuk merapikan toko yang berantakan.
Setelah selesia aku mengajak sepupu ku masuk dan membahas kepergian kami dari kota ini.
Sebenarnya semua ini telah aku pikirkan dari awal setelah kedatangan mama Reno pertama kali ke sini.walau pun berat untuk meninggalkan seseorang yang paling aku sayang dan cintai tapi aku tak mau membuat nya harus merusak hubungan antara anak dan orang tua.
Jadi lebih baik aku yang mengalah dan meninggal kan nya pergi jauh dengan membawa cinta ku yang belum mekar.
Aku telah memutuskan untuk pergi ke kota sebelah bersama sepupu ku dengan bermodalkan tabungan yang kami punya selama ini dan sampai di sana aku akan memulai hidup baru dan berusaha melupakan semua kenangan indah kami.
"Maafkan aku yang tak bisa mempertahankan hubungan kita biarkan aku mengalah demi kebaikan kita semua.biarkan aku membawa kisah cinta kita yang baru mekar ini untuk menjauh dari kehidupan mu."
Itulah pesan yang kutinggalkan untuk nya setelah aku meninggalkan kota kenangan ini dan berganti nomor baru