ZRAS!!!!!!
WUSHHH!!!!!
Clak!Clwk!Clak!
Clara berhenti disebuah gubug yang tak jauh dari rumahnya. Dia begitu sial, kenapa lupa untuk membawa payung ke sekolah? Sampai akhirnya dia pulang dengan basah kuyup.
Sambil menunggu hujan reda, Clara mengambil ponselnya dari tas. Dia melihat situs web yang baru di unggah dan bertuliskan virus zombie.
Isi situs:
Pagi ini, semua orang saling memakan!! Aku tidak tau kenapa mereka melakukan hal itu. Tubuhku bergemetaran dan hanya berdiam diri didalam rumah selama 2 hari. Jika aku keluar, maka aku akan dimakan juga oleh mereka. Setelah aku mencari tau tentang apa yang terjadi pada orang orang itu, ternyata mereka terjangkit virus zombie.
By : or-thy
"Apa apaan ini? Orang jaman sekarang mencari uangnya dengan cara menginjak saja sudah cukup ya..." Ujarnya dan meng scroll situs tsb ke situs lain yang lebih menarik.
Karena hujan sudah reda, Clara pun menaruh ponselnya kembali ke dalam tas dan berjalan kaki untuk sampai rumah.
Dia benar benar tidak sabar menunggu esok untuk berlibur ke wisata terbaru di kota nya.
Akhirnya esok pun tiba, 2 teman Clara yang bernama Irina dan Allison sudah menunggunya sejak lama di gang kecil dekat dengan rumahnya.
Clara berlari dari arah rumah menuju mobil yang terparkir di gang tsb.
"Hosh...Hosh... Maaf, aku kesiangan bangun" Ucap Clara beralasan walaupun memang benar.
"Baiklah cepat, kita sudah tidak punya waktu lagi. Wisata itu pasti akan sangat ramai" Jelas Allison kesal.
Dengan cepat semuanya masuk kedalam mobil, dan Allison lah yang mengendarai mobil berwarna merah itu.
Cahaya dari mobil itu begitu mengkilap sehingga beberapa orang di sekitar mereka memperhatikannya.
Didalam mobil Irina bercerita sedikit mengenai virus yang katanya sedang viral di situs web dan sosial media.
"Apa kalian tau? Virus zombie itu?" Tanya Irina memastikan sebelum bercerita.
"Yah, aku tau" Jawab Clara.
Sedangkan Allison hanya menganggukkan kepalanya karena sedang fokus mengendarai mobilnya.
"Menurut ku orang itu hanya nengada Ngada saja untuk mendapatkan uang. Lagipula, memangnya ada virus yang seperti itu?" Timpal Clara tak percaya.
"Tapi kalau aku percaya percaya saja. Karena, virus itu katanya disebabkan oleh sebuah makanan" Jelas Irina.
Clara hanya terdiam, dia merasa bahwa perdebatan ini tidak akan selesai jika dirinya terus saja berbicara.
Tak lama kemudian, akhirnya Sampailah mereka di wisata yang dituju. Irina dan Clara keluar dari mobil, sedangkan Allison sibuk memarkirkan mobilnya.
Setelah memesan tiket untuk masuk, merekapun masuk untuk menikmati wahana demi wahana.
Namun mereka sama sekali tidak melihat penjaga tiket yang tertulis katanya ada di sana.
"Mana penjaganya?" Tanya Allison heran.
"Sudahlah, ini kesempatan kita untuk masuk dengan gratis" Ajak Clara.
Akhirnya dengan nekat merekapun masuk tanpa harus membeli tiketnya terlebih dahulu.
Tapi setelah masuk, suasana begitu berbeda dari insting mereka. Didalam wahana itu sangatlah sepi, seperti sama sekali tidak ada orang di sana.
Irina mulai ketakutan dan memikirkan mengenai pandemi virus zombie yang sedang viral. Namun Clara sama sekali tidak percaya dan terus berjalan ke arah wahana wahana yang sangat ingin dia mainkan.
Sebelum dia naik ke sebuah kincir, suara suara aneh muncul di sebuah tenda orkes. Lantas ketiga gadis itu pun langsung menoleh ke arah tenda tsb.
Karena penasaran, walaupun ada rasa takut tapi mereka tetap berusaha berani dan melihat apa yang terjadi di dalam sana.
Dengan perlahan Allison membuka tenda itu dan ternyata berisi banyak zombie. Sontak mereka langsung berlari kalang kabut.
"Lari!!!!!!" Teriak Allison memberi komando
"Jangan berteriak! Zombie zombie itu akan terus mengejar kita!!" Irina memerintahkan.
Mereka pun berlari dengan cepat menuju mobil yang tadi di parkir oleh Allison. Namun Clara tertinggal jauh di belakang, dia masih berusaha berlari menuju mobil merah didepannya.
"Ayo Clara!!! Cepat masuk!!!" Teriak Allison ketakutan.
"Tunggu aku!!!"
Akhirnya Clara berhasil meraih mobil merah milik Allison dan dengan cepat dia mengunci seluruh pintu serta kaca.
Brum!!!!!
Allison mengendarai mobilnya dengan laju yang sangat kencang, zombie-zombie itu masih saja mengejar mobil mereka yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Sesampainya di tempat mereka, Clara memperhatikan setiap keliling kota itu dengan seksama.
"Apakah aman?" Tanya Allison ragu untuk berhenti tepat didepan rumah Irina.
"Tunggu, sepertinya.. aku merasakan ada hal yang aneh" Ucap Clara menghentikan Allison.
"Apa?"
"Sepertinya, tempat ini juga sudah dipenuhi oleh zombie!"
"Tidak!!! Itu tidak mungkin!" Irina memberontak
"Apa kau yakin?" (Allison)
"Iya, aku yakin. Kesunyian tempat ini sama sunyi nya dengan wahana tadi!" (Clara)
"Tapi, apa itu berarti keluarga kita tidak aman!?" (Irina)
"Yah, mungkin saja seperti itu. Aku harus menelepon ibuku dulu untuk memastikan" (Clara)
Irina dan Allison mengangguk secara bersamaan. Mereka masih menunggu ibu Clara untuk mengangkat panggilan.
"Bagaimana? (Allison)
"Tidak di angkat..." (Clara)
"Baiklah, kalau begitu kita jangan keluar dari mobil ini dulu sampai benar benar aman" (Irina)
Setelah lama mereka menunggu, rasanya tidak sanggup untuk tetap berdiam diri didalam mobil. Terutama Irina, dia yang paling merasa gerah karena kaca dan pintu ditutup rapat-rapat.
"Hmm.. teman teman, aku keluar dulu ya" Pinta Irina tiba tiba.
"Kau mau mati, ha?!"
"Bu-bukan begitu, aku ingin mencari udara segar. Langsung memastikan juga apakah kota ini terkena virus itu juga atau tidak"
"Baiklah, hati hati ya.." (Clara)
"Iya"
Irina pun keluar dari mobil, sedangkan kedua temannya memperhatikan gerak gerik Irina dari jauh.
Sepertinya masih aman, karena panjangnya jalan yang Irina tempuh sama sekali tidak ada tanda tanda zombie muncul.
Tapi sesaat, ketika Allison dan Clara akan keluar dari mobil juga, mendadak Irina diterkam oleh zombie dari arah jauh.
"Aaarggghhh!!!!!"
"Irina!!!!!!!!!"
"Teman teman!!! Tolong aku!!!"
Ketika Irina berteriak, semua zombie yang ada didekatnya langsung berlarian untuk mendapatkan mangsa.
Kedua temannya yang berada di mobil sama sekali tidak berdaya dan tidak tau harus melakukan apa untuk menyelamatkan Irina.