Pernahkah kalian mendengar kata romantis? Yah, pasti itu bersangkutan dengan sebuah cinta.
Kisah ini berawal dari seorang wanita cantik bernama Luxy yang berpacaran dengan bos perusahaan nya yakni bernama John.
Awalnya Luxy hanyalah seorang pekerja kantoran biasa yang sering di olok olok karena dia orang miskin.
Namun setelah dia berpacaran dengan Tuan John, semuanya berubah.
Para pekerja lainnya yang selalu mengolok-olok Luxy kini selalu menundukkan kepalanya saat berpapasan dengan Luxy.
Pagi ini suasana di perusahaan John sedikit ramai, karena akan ada artis yang baru baru ini terkenal akan membintangi iklan di perusahaannya.
"Dengar dengar, Tuan John sudah mempunyai hubungan dengan seseorang ya? Memangnya bagaimana wanita itu?" Tanya artis model itu yang mendengar rumor tentang hubungan Luxy dengan John.
"Itu orangnya nona!" Ucap pekerja kantoran yang lain.
Artis model yang bernama Sovia itu menoleh dan terkejut melihat sosok yang katanya adalah pacar Tuan John.
"Hah?! Itu?? Wanita buluk sepertinya disebut pacar???" Kata Sovia sambil tertawa lucu.
Luxy yang datang dan langsung disambut dengan tawa Sovia itu merasa bingung.
"Hmmm? Apa ada masalah?" Tanya Luxy sambil memperhatikan satu persatu orang yang ada di ruangan tsb.
"Hai kau! Apa kau benar benar pacar Tuan John? Perempuan sepertimu tidak cocok bersama Tuan CEO!" Timpal Sovia membuat Luxy terkejut dengan kata katanya.
"A-aku........"
"Apa yang barusan kau katakan pada Luxy?" Tanya seseorang ber jas dari arah belakang Luxy.
Semua yang mendengar ucapan itu langsung terpaku, termasuk Sovia sendiri.
"Tu-tuan John?" Ucap Sovia dan berjalan menuju Tuan John untuk memeluknya.
"Apakah benar? Jika kau berpacaran dengan wanita itu? Sepertinya dia tidak pantas!! Lihat karakteristiknya itu" Ujar Sovia dengan tatapan tajam menatap Luxy.
Dengan rasa malu, Luxy hanya menundukkan kepalanya dan berfikir untuk segera pergi dari ruangan itu.
Rasanya air matanya ingin menetes, namun tidak mungkin ia lakukan didepan orang banyak.
"Tapi.... Dia lebih cantik darimu bukan?" Ucap Tuan John berjalan ke arah Luxy dan langsung mencium bibirnya.
Semua mata mereka tertuju pada sesuatu hal yang sepertinya tidak mungkin. Sovia begitu terkejut melihat pemandangan yang membuatnya kesal.
Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya iklan pun selesai. Di ruangan Tuan John hanya ada dia dan pacarnya, yakni Luxy.
"Kenapa tadi kau hanya diam saja?" Tanya Tuan John merasa kasihan pada Luxy yang sedari tadi terus terdiam.
"Ti-tidak masalah jika dia berkata seperti itu..." Ucapnya.
"Tidak!! Hal itu tidak boleh terulang kembali, aku tidak ingin kau tersakiti.." Ujar Tuan John.
"Oh ya, ngomong ngomong acara untuk besok..." Lucu berusaha mengubah topik namun dihentikan oleh Tuan John.
"Ya, besok kita akan menikah" Ucapnya dan tersenyum lebar pada Luxy.
Luxy ikut tersenyum mendengar ucapan dari Tuan John. Dan dia berharap besok acaranya akan berjalan dengan lancar tanpa ada suatu hambatan.
Karena besok adalah hari pernikahan mereka, maka hari ini Tuan John berinisiatif untuk mengajak Luxy berbelanja di mall besar yang mungkin tidak pernah ia datangi.
Sesampainya di mall, semua mata tertuju pada mereka. Mungkin karena penampilan Luxy dan Tuan John yang jauh berbeda membuat mereka tertarik untuk memperhatikannya.
"Jangan pedulikan mereka" Perintah Tuan John yang terus menatap ke arah depan.
Luxy mengangguk, walaupun sebenarnya dia begitu malu dengan tatapan semua orang dari berbagai sudut.
"Kau mau mencoba gaun yang ini?" Tanya Tuan John memperlihatkan salah satu gaun yang kelihatannya begitu mahal.
"Tapi..."
"Coba saja, sepertinya ini sangat cocok untukmu"
"Ba-baiklah"
Dengan rasa terpaksa, Luxy menuju ruang ganti untuk mengganti pakaian buruknya dengan gaun yang diberikan oleh Tuan John.
Setelah selesai berganti, dia segera keluar untuk memperlihatkan hasilnya pada Tuan John.
"Bagaiman?" Tanya Luxy.
"Cocok, ini sangat cocok untukmu"
"Benarkah?"
"Ya, bahkan lebih dari kata cocok"
2 jam berlalu, sekarang waktunya mereka untuk pulang ke rumah masing masing. Tidak baik jika pulang larut malam karena besok adalah acara pesta pernikahan mereka.
Namun ketika di jalan perut Luxy mendadak berbunyi keras. Sampai sampai Tuan John mendengarnya dengan jelas.
"Kau lapar?"
"Ah, iya..bagaimana jika kita makan sebentar?"
"Boleh"
Mereka pun berhenti di salah satu restoran bintang lima untuk menikmati makanan yang lezat di saat perut keroncongan.
"Sini, biar aku suapi" Kata Tuan John langsung menyuapi Luxy.
Luxy membuka mulutnya dengan lebar, dan bergantian dia yang menyuapi kekasihnya.
Skip~
Esok pun tiba, banyak orang berdatangan ke sebuah hotel dimana acara pesta pernikahan mereka akan berlangsung di gedung hotel tersebut.
Lucy sudah tiba di sana lebih dulu 1 jam yang lalu untuk meriasi wajahnya. Namun, Tuan John sama sekali belum datang karena dia akan datang jika semuanya sudah siap.
Anehnya, sudah lebih dari 2 jam yang seharusnya pernikahan mereka sudah berjalan namun sampai saat ini Tuan John belum datang juga.
Semua orang khawatir khususnya Luxy sendiri. Sejak tadi dia berjalan ke sana kemari dan ketakutan sesuatu akan terjadi pada kekasihnya.
"Apa John baik baik saja?" Gumamnya berkali kali.
Sebuah panggilan masuk ke dalam ponsel Luxy. Dengan cepat Luxy langsung mengangkat panggilan telepon itu.
"Halo? Dengan Nona Luxy?"
"Iya benar! Saya Luxy..."
"Kami dari rumah sakit xxx ingin mengabarkan kalau Tuan John meninggal dunia pasca kecelakaan"
"Apa?!!!"
Seketika Luxy menjatuhkan ponselnya dan langsung berlari dengan sangat cepat menuju basemen hotel untuk datang ke rumah sakit.
Didepan kamar mayat dia terus menangis akan mengetahui takdir yang sangat menyakitkan.
Setelah masuk, dan melihat sendiri korban tsb, ternyata benar. Korban kecelakaan itu adalah kekasihnya sendiri.
Dia tidak menyangka kekasihnya akan pergi di saat acara pesta pernikahan mereka akan berlangsung.