Tuk, tuk, tuk!
suara ujung balpoin menusuk-nusuk meja"Bangke emang, benci gw ."Gerutu Neni kesal, yang meletakkan kepalanya tiduran malas di atas meja.
"Berisik, kenapa juga sih lo?" tegur Yeyen merasa terusik, dengan teman sekamarnya.
"Rese lo, gak tau apa yang gw rasain" sahut Neni sewot,meratapi masalahnya dengan tampang yang di tekuk.
"Issh.. mana gw tau, " jawabnya acuh sambil memutarkan bola matanya malas.
Tapi tunggu dulu, Sesaat Neni baru menyadari sesuatu dan senyum-senyum sendiri. "Kenapa gw bisa ke lupaan sih.. "keluhnya dalam hati.
Yeyen gadis manis juga sangat feminin, tidak akan pernah bosan-bosan jika memandang wajahnya.Banyak pria menyukainya dan sudah beberapa kali berganti pasangan. Berbanding dengan Neni yang tomboi, malas dandan belum ada satu pria yang menjadi pacarnya.Kasihan...! mungkin belum ajah kali ya hehehe... Padahal kalau di perhatikan, wajahnya amat cantik plus kulit putihnya yang mulus, tapi selalu tertutupi dengan penampilannya yang b ajah kaya cowok. Gak sadar aja dia hadeh..!
"Temanku Yeyen yang cantik, bisa tolong aku ya " Pinta Neni merayu tersenyum simpul ,sambil mendekat ke arah temannya yang sedang main hp.
"Ngapain deket-deket " ujar Yeyen jutek, dalam hati udah tahu pasti ada mau nya.
"Jangan jutek, nanti manisnya hilang loh" godanya tersenyum paling seksi, sambil mengedipkan mata genit. lawan yang di goda tak kuat menahannya,dan tersenyum malu -malu.
Pada dasarnya emang sahabatan dari kecil, yang saling melengkapi,.Yang satu jutek dengan kefeminimannya, yang satu murah senyum sayangnya tomboy mirip laki gayanya.Tapi lelaki cantikk ya.
"Ada masalah apa? " Tanya Yeyen belagak acuh.
"Nge.. kalau gw cerita, lu bantu gw ya"
"Tergantung"
"Sama temen ajah, perhitungan amat "
"Bodo "
"Ck, begini.. " Nani terpaksa menceritakan masalahnya.
Flash back
"Kamu, kamu dan kamu. Jangan berulah ! kerja yang benar" tunjuk lelaki muda geram, pada ketiga gadis bawahannya "Saya bisa pastikan kalian akan segera menghilang dari sini, jika masih tidak mengikuti peraturan perusahaan" Ancam bos muda dengan arogan, sambil mengibaskan lengan. Menatap para bawahannya yang kurang disiplin, dengan pandangan sinis dan jijik seraya berlalu tanpa dosa.
Ketiga gadis terdiam kaku ,menerima semua kencaman dari bos barunya.Termasuk Neni yang menjadi korban di dalamnya.Dalam hatinya sudah bersumpah serapah, otaknya sudah memanas ingin melampiaskan emosinya.
Hari-hari kerja semakin terasa panas, sudah tidak nyaman seperti dulu. Selalu ada saja kesalahan, dan banyak tugas yang di berikan. Semenjak kedatangan CEO baru,yang memegang kendali.
Tapi anehnya, khususnya para cewek-cewek menjadi semangat bekerja dan antusias.Memang ganteng sih, tapi gayanya membuat ill fiil. hoekk.. dalam benak Nani.
Flash On
"Lelaki mana yang tidak bisa aku taklukkan? kalau seperti ini mah, sepele "seloroh Yeyen sombong, sambil menjentikkan ujung jarinya.
"Wah.. kerenn!! "
Neni merasa terharu, seakan ada keajaiban yang akan mengubah hari-hari buruk kerjanya. Bola matanya menyala berbinar, penuh harap.
"Benar! Temanku Yeyen memang malaikat penyelamatku. Aku memang sudah tahu dari dulu, kamu memang ahlinya menaklukkan hati pria. Hebatt" Ungkapnya penuh keyakinan dan penghargaan .
"Pastinya! "
Yeyen membusungkan dadanya sombong, dengan gayanya sok cantik.Langsung menyodorkan botol kecil, berwarna merah hati ke arah Neni "Nih.. pakai, sudah di baca -bacain mantra sama si mbah. Kalau Bos mu itu, mengghirup aromanya bakal tunduk dan tidak bisa berkutik di hadapanmu" jelasnya meyakinkan.
"Wah.. serius! "
ucap Neni antusias ,berusaha mengambil botol parfum.
"Eeiitt tunggu dulu, lima ratus ribu ajah. manah.. " Yeyen menahan dan menarik kembali botol parfumnya, seraya menyodorkan telapak tangannya yang kosong.
"Apa? " cengo
"Duit lah "
"Coba dikit dulu, kalau berhasil baru gw bayar" bujuknya
"Gak akan manjur, kalau gak ada maharnya tau! " dusta Yeyen jual mahal.
"Ck, awas ajah kalau gak ampuh,duitnya balikin. Nih.. !" sungutnya sambil memberikan lembaran kertas merah dengan terpaksa.
"Gitu dong, " secepat kilat langsung diambil, dan sudah beralih ke dalam genggaman Yeyen sambil tersenyum licik.
Yeyen tetawa geli dalam hati, kena tipu juga tuh si tomboi. Padahal parfum pinggir jalan, di tambah boong dikit jadi untung besar.Kapan lagi.. maaff ya nenen ups.. Neni sahabatku yang tomboi. "Oh ya, hampir lupa,kalau kerja dandan dikit lah. Nanti gw ajarin deh, bonus buat lu " sambungnya lagi.
Ya.. iyalah, masa iya para pria gak tertarik dengan pesona Nani kalau dah di poles dikit pasti keluar aura cantiknya, Yeyen sudah tau itu.
"Memang harus ya " wajah tak berdosa, pasrah ja.
"Itu syarat dari si mbah, kaya gw selau cantik ya kan " celotehnya meyakinkan, sambil mengerlingkan satu matanya. Masa iya kalau gak berhasil,nanti duitnya di ambil lagi. keluhnya membathin.
bisa ajah lu yen, hehehe..
---------------
Hari senin merupakan hari baru, yang mana rasa malas masih merundungnya bagi Nany." Apa itu slogan i love monday, cuh.. i hate monday " gerutunya malas.Apalagi hari ini Yeyen sudah merias secantik mungkin dirinya, tak lupa parfum dari si mbah katanya. Yang di semprotkan ke seluruh tubuhnya,membuat moodnya tambah jadi."Hadeh kalau bukan demi masa depan, males bangett harus seperti ini"sungutnya sambil berlalu ke halaman depan menghampiri si merah, motor kesayangannya yang setia nangkring menunggunya.
Keadaan cuaca amat terik, membuat Neni gusar pada pengendara lain yang telah melewatinya dengan kecepatan tinggi. Membuatnya naik pitam, dan oleng kekiri . Hampir mencium pala truk kontener yang melintas kencang, membuat jantungnya berdetak kencang . Shok! kaget lah, lepas dari maut. Persekian detik saja jika tak bisa mengontrol kendali motornya,maka tamat sudah.
"Sial! apa nyawanya ada seribu kali, main salip ajah .Awas ajah lu! gw sumpahin lu jatuh baru tahu rasa"umpatnya geram, pada pengendara motor yang mendahuluinya .
Bugh,bugh,bugh !
Serangan tinju bersarang menghajar tubuh dan wajahnya, seorang pemuda di hajar dua lelaki kekar. Membuatnya babak belur dan oleng ke arah mobil ferari nya , dan merosot jatuh kebawah .
Dalam keadaan tak berdaya, dirinya masih mempertahankan tas hitam di dalam pelukannya. Walau matipun sekalipun, dirinya seakan tidak rela melepaskannya.Lebih rela dengan mengorbankan tubuhnya, yang masih harus menerima serangan tendangan dari pihak lawan demi melindungi isi tas hitam itu.
Neni memang masih dendam dengan pengendara yang menyalipnya, dirinya terus mengikutinya dari belakang. Siapa sangka akan melihat kejadian seperti ini, "Ternyata penjahat" gumamnya dalam hati.
Krek, krek!!
bunyi sendi-sendi yang di renggangkan,Nani menggerakkan tubuhnya merilexsasikan. Sudah dari sebulan dirinya penat dengan urusan kantor,apalagi ini membuatnya bersemangat. Waktunya balas dendam dengan pengendara bangke ini,dia butuh hiburan,.Ilmu beladirinya memang tidakk usah di ragukan. Dirinya merupakan salah satu pengajar, di padepokan pencak silat.
Perlahan namun pasti ,Nani mendekati dengan ancang -ancang yang mematikan.
Bugh!
Serangan tendangan keras ke arah atas pala lawan di sertai tenaga dalam, membuat lawan terdorong terhempas kedepan dengan kuat. Mengenai pintu mobil dan memantul balik, karena terlalu kuatnya tendangan. Darah segar mengucur dari hidungnya, dan langsung terkapar jatuh pingsan.
"Ck! cuma segitu ajah" gumamnya.
Lawan satunya bingung, melihat temannya tiba tiba jatuh dan pingsan. Reflek lelaki kekar itu menoleh, melihat siapa gerangan yang mengganggu aksinya.
"Siapa, kau? "Tanyanya sarkas dengan mata merahnya, melotot hampir keluar.
"Heh, lu jangan ngebacot, lo dah hebat, Hah..!! " tanya balik Neny dah geram.Tanpa aba-aba, Neni langsung berhambur ke arahnya. Menyerangnya membabi buta, bersama emosinya yang masih dendam dengan lelaki itu.
Bugh, bugh, bugh! "
Sangat cepat gerakkannya, pukulannya mencecar nya. Tanpa ada sela ,untuk memberi kan lawan dapat membalasnya. Dan.. tak lama dah jatuh terkapar menemani temannya.
"Cuih, payah.. cuma segini ajah belagu. " ucapnya jijik sambil meludah.
Perasaannya lumayan lega, setelah menghajar bajingan-bajingan tengik itu.
Sorot mata lelaki yang menjadi korban terpesona,memperhatikan aksi heroik gadis yang telah menolongnya.
Setiap gerakkannya,seakan lambat di pandangan matanya. Begitu indah dan menakjubkan,dialah pahlawannya. "Terimakasih "Ucapnya memecah keheningan sesaat.
"Heh.. "
Nany tersadar dan menoleh ke arah suara dan menghampiri."Kamu tidak apa, apa bisa berdiri"sambungnya mengulurkan tangan memberikan bantuan.
Sosok pemuda itu merasakan jantungnya berdegub kencang, hembusan angin membawa aroma tubuh si gadis menyeruak ke indra penciumannya. Harum dan lembut fikirnya.
Dirinya seakan terhipnotis ,akan segala yang ada pada gadis itu.
Helaian anak rambut yang berjuntai, dan bulir keringat di dahinya menambah kecantikakannya. "Ah.. sungguh cantik" desah bathinnya.
"I-iya, terimakasih sudah menolong saya " Jawabnya gugup dan tetap memperhatikan wajah cantik itu.
"Gak usah terimakasih, memang sudah seharusnya mereka di beri pelajaran. "
ucap Nany jujur,belum menyadari kalau yang di tolong adalah bosnya "Mereka itu bajingan tengik ,bla bla bla.. "Neny tersulut kembali emosinya dan terus ngedumel, mengumpati para penjahat tanpa sadar mengacuhkannya.Meneriaki dan mencaci kedua lelaki itu, yang sudah tergeletak terkapar.Pemuda itu melihatnya tersenyum,dan wajahnya memerah. "Sungguh lucu dan imutnya gadis ini" gumamnya tersipu.