Pagi ini aku berangkat ke cafe tempat aku bekerja mengendarai motor matic kesayanganku. Waktu sudah menunjukkan pukul 07.55wib sedangkan aku masuk kerja pukul 08.00wib. Keadaan jalan yang macet membuatku terus melirik arloji yang berada di pergelangan tanganku.
Waktu hampir sampai ternyata ada seseorang yang teriak minta tolong, ternyata orang itu kecopetan. Copet itu lari ke arahku lalu ku hadang copet itu.
"Hey balikan tas milik yang kau ambil tadi. " ucap ku kepada copet itu, lalu aku turun dari sepeda motor ku.
"Enak saja, siapa lo menghalangi gue saja, mau cari mati ya. " teriak copet itu.
"Yang ada kamu duluan yang aku buat KO. " kataku sombong.
"Yeh ngeyel banget lo jadi cewek, belum tahu siapa gue. " ucap copet itu lalu menyerang ku.
Aku yang mempunyai ilmu beladiri pun melawan copet itu dengan keberanian ku. Serangan demi serangannya copet itu berikan.
"Sial, kuat juga nih cewek. " si copet berucap dalam batinnya.
Merasa terpojok akhirnya copet tersebut menyerah, lalu meninggalkan tas yang dicopetnya. Warga sekitar pun segera mengamankan copet itu untuk diserah kan ke pihak berwajib.
Akupun mengambil tas milik orang yang terkena copet tersebut, lalu menyerahkanya.
"Maaf ini tas milik mas kan? " ucapku pada lelaki tampan dihadapan ku.
"Iya, makasih banyak ya mbak. " kata lelaki itu.
"Iya sama-sama mas, yaudah aku duluan ya sudah telat banget ini. " ucapku terburu-buru, lalu aku menjalankan sepeda motor ku tanpa menunggu jawaban laki-laki itu.
"Loh mbak kita belum kenalan!!!" teriak lelaki tersebut.
*
*
*
Di cafe.
Aku baru sampai tempat ku bekerja pukul 08.25, ya aku telat 25 menit. Didepan pintu cafe aku lihat manager cafe sedang berdiri memperhatikan ku.
"Pagi pak, maaf aku telat tadi ada kendala di jalan. " ucapku sambil menunduk.
"Kamu tau sudah jam berapa ini? hari ini bos mau datang kunjungan ke cafe, kamu malah baru dateng. " geram manager cafe itu.
"Iya Pak maaf. " ucapku lagi.
"Yasudah sana ganti seragammu cepat, sebentar lagi pak bos datang. " usir manager itu.
Akupun bergegas keloker ku untuk berganti seragam. Para pegawai pun kasak kusuk membicarakan bos yang akan datang.
"Tau ngga bos kita itu tampan banget loh. " ucap temanku kepada yang lain.
"Masa sih, kata siapa kamu? " tanya temanku yang satunya lagi.
"Yeh ga percaya banget kamu, kita liat aja nanti. "kesal temanku.
" Oia kamu tumben baru dateng? " tanya temanku kepadaku.
"Iya tadi aku nolongin orang yang kecopetan di jalan. " jawabku.
"Wehh berani banget kamu ya, oia kamu kan jago beladiri ya lupa aku. " kata temanku sambil tersenyum.
"Yaudah yuk kita kedepan, nanti keburu diomelin pak manager loh. " ucapku kepada teman teman ku.
"Kuy lah. " jawab teman teman ku.
*
*
*
15menit kemudian.
Seorang lelaki tampan memasuki cafe tempat ku bekerja dengan gaya cool dan cueknya dia berjalan ke arah para pegawai yang menyambutnya.
"Pagi semua, maaf saya terlambat. " ucapnya singkat.
Ya seharusnya pemilik kafe itu sudah datang dari pagi tadi, karena ada insiden kecil jadi ia baru tiba di kafe miliknya.
Dia memperhatikan pegawainya satu persatu, lalu tatapannya terfokus saat melihat aku.
"Kamu bukannya yang menolong ku tadi ya? " tanyanya kepada ku.
"Emm, i-iya pak. " ucapku sungkan.
"Kamu ikut keruangan ku sekarang dan yang lain kembali bekerja. " katanya kepadaku.
"Baik Pak. " ucap para pegawai.
Ternyata lelaki yang tadi ku tolong itu pak bos ku.
*
*
*
Di dalam ruangan sang pemilik cafe.
"Silahkan duduk. " ucapnya kepada ku.
"Terimakasih pak.
" Setua itu kah aku sehingga kamu panggil aku pak? " tanyanya kepadaku.
"Ehh. "
"Panggil aku Rama saja ya, oia namamu siapa tadi aku belum sempat menanyakan, kamu malah sudah kabur duluan. " ucapnya sambil tersenyum manis.
Seketika aku terpanah saat melihat senyum manisnya itu. Yaallah manis dan tampan sekali ciptaan mu ini.
"Aku Sinta pak, eh mas Rama. " ucapku ragu.
"Panggil aku mas juga boleh. " Rama pun tersenyum kembali.
"Yaampun lemes Adek bang liat senyuman mu. " ucap Sinta dalam hati.
"Baik mas. " kata Sinta sambil tersenyum samar.
"Sekali lagi terimakasih ya sudah nolongin aku tadi. " ucapnya sekali lagi.
"Iya mas sama-sama. " jawabku.
"Yasudah kamu balik kerja lagi ya, oia aku boleh minta nomor WA mu sin?" tanyanya kepadaku.
"Boleh mas. " dan aku sebutkan nomor WA ku tersebut.
"Ya sudah aku permisi ya mas. "
Aku pun kembali bekerja lagi.
*
*
*
Setelah kejadian itu pun aku dan Rama semakin dekat sehingga tumbuh rasa nyaman diantara kita. Dan akhirnya pun Rama memberanikan diri mengutarakan perasaannya dan sekarang akupun menjadi kekasihnya.