Musim semi 15 tahun yang lalu aku bertemu dengannya. Lihatlah dia begitu manis, berdiri memperkenalkan diri di depan kelas dengan senyum yang begitu merekah. Ah..hanya melihatnya pipi ku menjadi merah, dengan dress merah muda dan rambut yang tergerai lurus itu dia dengan percaya diri dengan perkenalannya. "selamat siang, perkenalkan namaku Kang Hyewon, pindahan dari daegu, mohon kerjasamanya"
Guru mempersilahkannya memilih tempat duduk, oh sial waktu itu aku tertegun dia berjalan menghampiriku.
---
Waktu berjalan terasa singkat, Hyewon masih duduk disebelahku, kini kami sudah di semester empat perkuliahan, dia benar-benar gadis yang ceria dan punya senyuman yang hangat.
Kang Hyewon gadis yang kusukai benar - benar tumbuh menjadi gadis yang sangat menawan. Aku masih belum bisa menggapainya, rasanya masih sulit. Disaat aku benar - benar mencintainya tapi di satu sisi aku pun tidak ingin merusak persahabatan kami. Aku sadar kecanggungan dan jarak pasti tercipta saat aku mengungkapakan perasaan.
------
Jungkook berjalan di cafetaria kampus, tujuan nya hari ini akan ke perpustakaan tapi sepertinya dia harus mencharger hatinya dulu, mengingat kebiasaan sang pujaan hati yang selalu duduk di cafetaria dengan kacamata yang bertengger dihidungnya dan setumpuk buku yang terlihat membosankan. " Hyewon-ah, jangan menghabiskan hidupmu hanya untuk buku - buku tua ini, bisa - bisa kau jadi perawan tua loh. "
Hyewon melirik sinis ke arah pemuda bermarga Kim itu. Menutup bukunya dan melepaskan kacamatanya. " Jangan sok menasihati, kau sendiri juga bujang lapuk Jung. "
" Heiii..nona kau yang sok tau, banyak kok yang mengantri jadi pacarku. "
" iya pacar hayalan kan?. "
Jungkook membuka ransel nya dan memberikan susu rasa strawberry kesukaan Hyewon begitu juga sebaliknya Hyewon mengambil susu rasa pisang dari tas nya.
" kita impas. " ucap mereka berdua bersamaan sambil saling menyodorkan susu.
Gadis bermarga Kang itu menyandarkan kepalanya di pundak Jungkook dan menghela nafas berat. " Hahhhh... Jung aku mau cerita, bisa serius sedikit tidak. "
" Lihat bayarannya dulu. " katanya sambil meminum susunya.
" serius Jung. " Hyewon memukul paha Jungkook sedikit keras agar pemuda itu berhenti bercanda, menurutnya ini masalah serius hatinya sedang bimbang.
" hehehe...iya..iya nona. "
" Emm.. Ada kakak tingkat kita yang mengutarakan perasaannya padaku."
Deg..mata Jungkook terbelalak dia benar - benar stagnan, ini untuk pertama kalinya Hyewonnya bercerita masalah seperti ini. Ia meletakkan susunya di meja mencoba serius mendengarkan setiap kata dari mulut sang gadis. " Apa jawabanmu?."
" Aku belum menjawabnya, sudah kubilang kan aku masih bimbang. "
" Kau suka dia? "
Hyewon tidak langsung menjawab, dia kini duduk menghadap Jungkook, menatap mata bulat pemuda di depannya. " Jika aku menerimanya, apa akan ada yang berubah antara kita? "
Jungkook mengulurkan tangannya membelai lembut pipi Hyewon. " Jika kau bahagia. Tidak akan ada yang berubah di antara kita. "
Mata gadis itu tiba - tiba berkaca - kaca, dia kalut dengan sikap Jungkook, mata pemuda ini benar - benar menceritakan segalanya. " Aku menyukai mu Jeon "
Seperti waktu benar - benar berhenti saat ini, ini nyata? Apa dia mimpi? Jika iya Jungkook tidak ingin bangun lagi, gadis yang ia cintai dalam diam selama ini mengungkapkan perasaannya.
" Apa aku murahan, menyatakan perasaanku lebih dulu? "
Jungkook masih bungkam dengan isi kepala yang mau meledak, dia bingung mangungkapkan perasaan nya dimulai dari mana, hati nya membuncah, terasa kupu - kupu berterbangan di perutnya. " A-akuu..."
" Ya atau tidak? " tanya Hyewon pada Jungkook
Dengan cepat Jungkook menjawab " Ya ".
Dua insan ini saling memandang, tidak perlu kata - kata semanis gula, mata mereka sudah bisa bercerita segalanya. Jungkook dengan cepag merengkuh tubuh Hyewon di pelukannya mengucap syukur atas kejutan besar dalam hidupnya hari ini. Akhir penantian belasan tahun yang tidak sia - sia.
----
Aku Kang Hyewon saat masih duduk di bangku sekolah dasar aku harus pindah dari kota kelahiranku Daegu ke kota Seoul karena ayah ku dipindah tugaskan kesana.
Hari itu hari pertama ku masuk di sekolah baru awal aku bertemu dengan cinta pertama ku. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama padanya. Dia anak lelaki yang cukup tampan tapi sedikit pendiam.
Kami melewatkan bangku sekolah bersama - sama. Tapi tidak semulus cerita di telenovela, aku dan dia terjebak friend zone lebih dari 15 tahun. Awalnya ku kira cinta ku bertepuk sebelah tangan tapi saat kami duduk di bangku sekolah atas aku menemukan note book kecil di kamarnya, saat itu kami benar - benar sangag dekat seperti saudara bahkan orangtua kami pun begitu.
Aku merasa berdosa melihat note booknya tapi juga sangat penasaran apa isinya dan memutuskan mengintip sedikit, Jungkook tidak akan marah kan? Senyumku merekah membaca kata demi kata tulisannya.
Tapi tahun demi tahun selanjutnya berganti dia tidak pernah mengungkapkan isi hatinya pada ku, sampai aku di titik tidak mau menunggu lagi tapi dia akan ku jemput. Saat semester empat aku memberanikan diri mengungkapkan perasaan ku lebih dulu padanya. Urat malu ku benar - benar putus waktu itu sudahlah aku tidak peduli. Kami menangis berjam - jam di cafetaria kampus setelah mengungkapakan isi hati sati sama lain.
Kini kami sudah di karuniai dua buah hati yang sangat tampan dan cantik Kim Jaehyun dan Kim Hwamin. Mereka berdua adalah malaikat kecil ku dan pelengkap kehidupan kami. Mereka bertiga lebih dari cukup untukku.
Kenangan masa lalu itu akan terpatri dalam hati. Aku tidak pernah menyesal telah menunggu 15 tahun lamanya. Masa lalu adalah anugerah juga dalam hidupku mereka yang mendewasakanku dan membuat ku lebih bersabar menanti kebahagiaan pada akhirnya.
" Sayang... bagaimana jika menambah adik satu lagi untuk Jaehyun dan Hwamin? "
" Tapi kau yang lahirkan Jung "
----
-The End-