Orang yang ku selamat kan rupanya dia bos ku, dan kini menjadi suamiku.
Namaku Vanessa, aku berusia 25 tahun. Aku bekerja sebagai di waiters di salah satu restoran di Jakarta.
Di Malam ini adalah malam yang penuh kesialan bagiku, Bagaimana tidak malam ini sudah aku di pecat dari tempat kerjaan. Dan Aku juga harus mendengar kejujuran pacar ku memiliki gadis lain. Dan kekasihnya yang tak lain adalah anak pemilik restoran tempat ku bekerja.
Pacar ku bernama Haikal kini sudah memiliki kekasih baru bernama Olivia. Putri bapak Angga Anak pemilik restoran, tempat di mana malam ini aku di pecat dari tempat itu.
Untung saja ku membawa si cantik, aku pun mengendarai motor ku di jalan ibu kota. Dengan perasaan kesal aku mengendarai motor tidak tau kemana arah tujuan ku. Hingga aku tersadar aku melewati jalan yang sepi,dan tak ada kendaraan lain yang berlalu lalang.
Lalu aku pun berniat ingin memutar kendaraan ku. Namun aku mendengar seperti suara seseorang berkelahi, aku pun menghentikan niat ku untuk pergi dari tempat itu.
Dengan perasaan kepo ku, aku mencari sumber Suara itu. Aku mengintip, di tempat tanah kosong, ada seseorang yang sedang berkelahi dengan sekelompok orang.
' Satu orang lawan sepuluh orang, wah gak bener itu namanya. Bisa bonyok itu orang urusannya.'
Dengan sedikit ide gila ku, aku menyalakan handphone ku dan mencari nada sirine mobil polisi. Dan alhasil segerombolan orang itu lari terbirit-birit. Dengan mengendarai motor mereka dan ada satu mobil yang di bawa gerombolan itu . Untung saja motor ku letakan di semak-semak pohonan jadi tak Terlihat.
Saat ku pastikan segerombolan orang itu pergi,dan tak terlihat. Aku memberanikan diri untuk melihat apa masih ada orang di dalam tempat itu.
Aku melihat ternyata ada seorang pria yang terkapar dan tergeletak di tanah,dengan tak berdaya. Aku pun berjalan menghampiri pria itu, yang sudah tergeletak dengan banyak lebam.
Ku tepuk tepuk wajahnya yang tak sadarkan diri itu." Mas.. bangun,aduh masih hidup tidak ya nih orang."
Ku cek denyut nadi nya. Lalu ku keluarkan minyak kayu putih agar pria itu tersadar dan membuka matanya. Dan ternyata pria itu membuka matanya, pria itu terbatuk-batuk. Lalu ku berikan minuman dari dalam tas ku.
"Di minum dulu mas." Pria itu pun meminum air nya ." Alhamdulillah mas nya baik baik saja".
Orang itu melihatku." Siapa kamu.?" Dengan wajah yang sudah babak belur, namun masih bisa terlihat kalau pria itu tampan.
"Saya Vanessa, kebetulan saya tadi lewat sini. Dan tak sengaja melihat mas sedang di keroyok, dan saya berhasil membuat kelompok itu kabur dengan ini". Gita menyalakan suara mobil polisi.
Pria itu pun terkekeh mendengar ucapan ku, sambil menahan sakit yang ada di wajahnya."Trimakasih ya sudah menolong saya, kalau tidak ada kamu mungkin saya akan mati di tangan mereka. Sial pasti mobil saya di bawa mereka." Lalu pria itu mencari sesuatu di kantong celananya." Sial handphone ku juga di bawa oleh mereka".
Lalu aku pun mengantarkannya pulang, dengan membonceng pria itu. Serta alamat yang dia berikan, aku melaju kendaraan ku. Aku Memasuki kawasan komplek, dan kini kami sudah sampai di sebuah rumah yang cukup besar.
Saat ku menekan bel rumah, ada seorang wanita paru baya membuka kan pintu nya.
" Aden, ya Gusti. Aden kenapa bisa begini.?" Sambil memegang tangan Pria itu, yang sudah sangat lemah.
Aku menceritakan semuanya kepada ibu itu. Lalu aku pun izin pamit untuk pulang.
"Baik kalau begitu saya permisi harus kembali, semoga cepat sembuh." Kata ku,dan pria itu pun mengangguk dan ingin memberikan ku upah. Aku menolak, karena ku menolong dirinya ikhlas.
Dan akhirnya aku kembali kerumah, aku merebahkan tubuh ku. Dengan segala banyak masalah yang terus memutar di di otakku, hingga tubuhku lelah dan Langung tertidur.
Hari demi hari, Minggu demi Minggu. Bulan demi bulan. Aku mencari kerja dengan melamar pekerjaan sana sini, namun tak ada panggilan kerja pun untuk ku.
Hingga dua Minggu lamanya ada panggilan masuk, dan menyuruh ku untuk interview pekerjaan.
Ku datangi perusahaan itu yang bernama ABS group. Dengan menggunakan kemeja putih dan celana hitam, serta sepatu pantofel hitam.
Setelah aku di beri beberapa pertanyaan, dan aku di ajak kesatu ruangan. Di mana ruangan itu banyak tumpukan berkas, orang itu hanya tersenyum melihat aku kebingungan.
' apa yang harus gue kerjakan. Seingat gue, gue ngelamar di sini untuk bagian OB. Kenapa di bagian ini, tadi di depan ada bacaan sekertaris. Apa nih orang salah kasih unjuk ruangan ke gue ya, astaga kenapa jantung gue deg degan begini.'
"Vanessa, sekarang kamu bawa berkas ini semua, dan kamu bawa ke ruangan pak Abi. Beliau sudah menunggu kamu di ruangannya."
" Baik pak". Aku pun segera mengambil berkas tersebut dan ku bawa keruangan sebelah ruangan ku.
Tok tok tok .... Ku ketuk pintu ruangan itu, Lalu ku masuk. Di sana ada seseorang yang duduk di kursi dengan membelakangi ku.
" Selamat pagi pak, Permisi saya di suruh memberikan berkas berkas ini kepada bapak untuk di tandatangani." Dengan lutut sedikit lemas, aku berusaha menahan sekuat tenaga.
Lalu kursi itu berputar dan mengarah kearah ku. Alangkah terkejutnya saat orang itu tersenyum ke arahku, dan entah kenapa aku seperti mengenal orang itu.
"Hai Vanessa kita bertemu kembali, kamu masih mengenal saya kan. Pria yang kamu tolong waktu malam hari, dari gerombolan orang itu dengan suara sirine mobil dari handphone milik mu itu." Aku pun mulai ingat dengan pria di hadapan ku ini. Di mengulurkan tangan nya ke arah ku, lalu aku pun juga sama mengulur kan tangan ku.
" Selamat datang Vanessa, selamat kamu di terima di perusahaan ini. Kamu di tempatkan sebagai sekretaris pribadi saya. Semoga kamu betah, dan bisa bekerja dengan baik".
"Trimakasih pak. Semoga saya betah dan Semoga saya bisa bekerja dengan baik." Hati berdebar saat dapat tatapan yang hangat dari pria yang bernama Abi.
Selama aku bekerja di sana, dia memperlakukan ku lebih dari sekedar karyawan. Saat di luar jam kerja, Memperlakukan ku dengan lembut dan manis. Serta tatapan yang hangat hingga membuat jantung ku berdebar.
Hingga enam bulan lamanya, kita selalu bersama. Dan semakin lama kita semakin dekat, hingga dia berkata jujur kepada ku. Sejak kejadian malam itu dia juga selalu mencari-cari ku, dan sampai dia berhasil menemukan identitas ku. Dan mencari tau tentang aku, dan tepat di hadapan ku ini dia memperlakukan ku dengan sangat manis dan romantis.
Siapa sangka laki dengan jabatan CEO di tempat ku. Kini tepat di hadapan ku, dia melamar ku. Pria tampan dan baik ini melamar ku dan memintaku untuk menjadi istrinya..
Dua bulan kemudian kami melangsungkan pernikahan. Dan pria yang bernama Abi, yang pernah ku tolong. Kini dia adalan bos sekaligus suamiku.
Tamat...