" ayo... ayo...sedikit lagi... sedikit lagi akan selesai!!. Ah... kenapa harus gua yang lembur?. mana gelas karyawan banyak bangat yang harus di cuci. belum lagi harus membersihkan ruang direktur" . gerutu Sinta saat ia sedang mencuci gelas bekas para karyawan di perusahan ia bekerja .
setelah memcuci semua Gelas, ia beralih mengambil sapu,kemoceng, alat pel, kain lap dan beberapa cairan penyemprot. Setelah di pastikan semuanya lengkap, ia menuju ke ruang direktur.
di dalam ruang direktur ia dapat langsung melihat di atas mejanya tertulis Yoga Putra Pratama ,yah itu papan nama yang di baca oleh Sinta. Sinta tanpa membuang waktu, ia langsung dengan cekatan membersihkan ruangan tersebut.
" ruangan sebesar ini tapi tak ada satu pun photo yang terpajang. bagaimana aku bisa tahu bentuk dan rupa direktur yang katanya seperti batu es. Coba yang interview pada waktu itu pak direktur, pasti gua udah ga penasaran. lah gua melamar kerja yang ngiterview gua bagian HRD ". guman Sinta saat melihat ruangan tersebut seraya tangannya sibuk membersihkan segala yang ia pegang.
setelah membersihkan ruangan direktur, Sinta langsung bergegas pergi ke tempat penyimpanan alat peralatan kerja . setelah itu ia menuju ke loker untuk mengganti baju kerjanya dengan baju sehari-hari yang biasa ia gunakan . setelah mengganti pakaian, ia bergegas berjalan ke pintu keluar lalu berjalan ke arah portal .
" pak Udin... gimana?. masih kuat ?". tegur Sinta saat bertemu dengan satpam.
" selalu dong Neng". jawab pak Udin seraya tangannya membuka portal untuk Sinta.
" aku balik ya pak!!". ucap Sinta.
" yah.. hati-hati neng udah malam". jawab pak Udin.
Sinta hanya mengangkat tangannya membentukan jarinya berbentuk OK lalu terus berjalan.
Karna jarak tempat ia bekerja lumayan dekat,Sinta memilih untuk berjalan kaki. selain menghemat bensin, jalan kaki juga bisa menyehatkan. terkecuali ia bangun kesiangan barulah ia menggunakan sepeda motornya .
saat beberapa meter Sinta berjalan, pandangannya tertuju ke arah seorang lelaki yang terlihat kesal karna sesekali ia menendang ban belakang mobilnya.
Sinta pun mempercepat laju jalannya .
" kenapa mobilnya Bang .?". tanya Sinta saat menghampiri pria tersebut.
" bannya pecah.". Ucap pria tersebut dengan wajah yang terlihat kesal.
" oh.. gitu, maaf gua ga bisa bantu Karna gua bukan tukang bengkel". ucap Sinta .
" terus kenapa nanya?". ucap pria tersebut.
" ya nanya aja kalo bisa gua bantu, ya pasti gua bantulah. ya udah Karna gua ga bisa bantu, gua cabut ya. oh ia .. itu hati-hati di sini banyak dedemit sama begal". ucap Sinta seraya melangkahkan kakinya.
" eh..eh .. tunggu!!!". ucap pria tersebut dengan tangannya memegang lengan Sinta.
sontak Sinta menoleh ke arah pria di belakangnya yang sedang memegang lengannya .
"apa?". tanya Sinta .
" punya hp?." tanya pria tersebut.
" buat apa?". tanya balik Sinta dengan matanya yang di sipitkan tanda menyelidik.
" gua pinjam buat nelfon tukang bengkel". ucap pria tersebut.
" ga ada pulsa". ucap Sinta.
" tapikan lu pasti punya..." belum sempat pria tersebut menyelesaikan ucapannya, Sinta terlebih dulu memotong " dan gua juga ga ada kouta. PUAS?" . ucap Sinta kesal.
"lagian lu jadi cowok ribet bangat sih. lu tinggal nahan taksi terus lu pulang deh, biarin nih mobil di sini. paling besok di angkut sama mobil derek". lanjut Sinta dengan wajah yang terlihat kesal.
" ya sudah kalau ga bisa nolongin mah, ga usah ngegas". ucap pria tersebut .
" tuh pinter!!. ya udah bye". ucap Sinta seraya berlalu.
Sinta mempercepat langkah kakinya namun, tiba-tiba langkahnya terhenti, ia pun membalikkan badannya.
" apa lagi?". ucap Sinta dengan suara yang terdengar nyaring.
pria tersebut tiba-tiba menghentikan langkah kakinya, seraya ia langsung menutup telinga dengan ke 2 tangannya.
" lu jadi cewek bisa kalem ga sih? . jadi gini nih ,ponsel gua habis batrenya dan dompet gua ketinggalan. gua ga tau nih tempat, tempat apaan .". ucap pria tersebut.
" terus?. masalahnya sama gua apa?. ucap Sinta.
" bisa ga, kalo gua ikut lu?.". ucap pria tersebut.
" lu gila?. gua cewek kalo gua bawa lu pulang ke kostan gua , ntar gua di kira cewek apaan?". ucap Sinta dengan meninggikan suaranya.
" nah gini dah, lu ikut gua aja. kasih tahu alamat lu. biar gua anterin lu gimana?.". lanjut Sinta seraya memberi saran.
" kalo lu ga keberatan". ucap pria tersebut.
" ya udah ayo, gua mau ngambil sepeda motor dulu". ucap Sinta seraya menarik tangan pria tersebut untuk mengikutinya .
se sampainya di sebuah kamar kost, Sinta mengeluar sepeda motornya.
" nih lu yang bawa" . ucap Sinta seraya menyodorkan kunci ke arah pria tersebut.
" gua udah kaku bawa sepeda motor". ucap pria tersebut sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
" hhaaaiisss.. nyusahin bangat sih jadi cowok, ayo naik!!" . ucap Sinta seraya menstater sepeda motornya.
" alamat lu di mana?". tanya Sinta saat di perjalanan .
" jln. xxx. E ngomong -ngomong lu kerja?". ucap pria tersebut lalu bertanya.
" iya, gua kerja di PT. Mencari Cinta Sejati". ucap Sinta .
" oh.. sebagai apa?". tanya pria tersebut.
" sebagai office girl, ngapain sih lu nanya-nanya". ucap Sinta.
tiba-tiba sepeda motor yang Sinta kendarai jump palitan,Karena ada polisi lelap yang tidak di lihat oleh Sinta .sontak Sinta langsung berucap "e ..itu apa.. itu apa yang mentok di belakang pinggang gua".
pria yang di bonceng , mendengar hal tersebut pun merasa malu, membuat ia memundurkan posisi duduknya.
tidak lama mereka pun sampai di rumah pria tersebut.
" eh ga usah berterima kasih, Karna gua mau langsung balik". ucap Sinta yang langsung memutar arah sepeda motornya lalu melaju tanpa mau mendengarkan ucapan dari pria yang telah ia antar.
Sinta melajukan sepeda motornya, hingga akhirnya ia tiba di kostan. Karna kelelahan, ia pun langsung tertidur.
Sinta terbangun saat Matahari sudah tersenyum, ia pun kelabakan , tanpa mandi ia langsung bergegas mencuci wajahnya dan langsung bergegas mengambil sepeda motornya.
dengan nafas maraton, Sinta berlari ke arah loker mengganti pakaiannya lalu beralih ke ruangan OG .
" Sinta lu telat?. itu pak direktur nyariin elu. minta di anterin kopi ke ruangan dia". ucap teman Sinta yang datang menghampirinya.
" ia nih gua telat gegara kecapean, kok gua yang di suruh nganterin?". Sinta bertanya heran.
" lah ga tau!!". jawab teman Sinta kemudian berlalu.
" mati dah gua, semalam kan gua yang bersihin ruangannya. apa ada yang hilang ya?." .batin Sinta seraya tangannya mengaduk kopi di sebuah cangkir.
Sinta menaruh kopinya di baki kemudian mengantarkannya ke ruang direktur.
" ampun dewa, semoga gua ga di pecat.membayangkan wajah dingin sang direktur saja sudah membuat baki di tangan gua terkena gempa". guman Sinta yang berjalan menuju ke ruang direk .
tok...tok...tok...
Sinta mengetuk pintu!!
" masuk" . suara dari dalam ruangan .
Sinta membuka pintu lalu menuju ke arah meja, ia melihat seorang pria yang sibuk menatap layar laptopnya tanpa mengalihkan pandangannya .
" ini pak, kopinya". ucap Sinta seraya matanya mencuri pandang melihat pria yang ada di depan laptop tersebut.
Sinta penasaran dengan wajah sang direktur yang katanya dingin, Karna ia tak pernah melihat pria yang sering di bicarakan tersebut. Namun sayangnya wajah sang direktur terhalang oleh laptop .
" apa yang kamu tunggu?. keluar dari ruangan saya segera!!". ucap pria di hadapan Sinta dengan nada datar.
" ah... ia pak maaf!!. saya permisi" . ucap Sinta kikuk dengan cepat Sinta keluar dari ruangan tersebut.
" dasar laptop sialan, coba jika laptop itu tidak ada. pasti gua udah bisa lihat wajah diriktur batu es itu seperti apa". gerutu Sinta sembari berjalan ke arah bagian OB&OG.
saat Sinta ingin duduk..!!!
" Sinta lu di suruh ke ruang direktur". ucap salah satu pekerja .
Sinta beranjak lalu pergi ke arah ruang direktur.
tok ..tok... tok...
" masuk!!". suara dari ruangan .
" mohon maaf pak, bapak panggil saya?". ucap Sinta saat menemui sang direktur yang terus sibuk menatap layar laptop tanpa mengalihkan pandangannya.
" ganti kopinya, kopinya terlalu pahit". ucap pak direktur.
" maaf pak, nanti saya buatkan lagi". ucap Santi lalu mengambil gelas yang ada di hadapannya lalu ia bawa keluar.
Sinta membuatkan kopi baru lalu mengantarkannya. saat selesai mengantar ia kembali ingin istrahat Karna ruang direktur lumayan jauh dari tempat yang ia tempati .
" e... Sinta lu buat kesalahan apa sih?. noh pak direktur nyariin lu lagi suruh ke ruangannya.". ucap teman seporfesi Sinta.
" ya salam....cobaan apa lagi". Santi menghela nafas. ia lalu beranjak dan menuju ke ruangan direktur.
sesampainya ia mengetuk pintu, menunggu jawaban dan ia akan masuk.
" bapak panggil saya?". ucap Sinta.
" Sinta kamu tahu?. kopi lu terlalu manis!!". ucap pria di hadapan Sinta lalu menggeser kan laptopnya kemudian menatap sinta lekat.
Mata Sinta tiba-tiba membesar tak percaya.
" ah... direktur batu es.. e maaf pria ban pecah haduh. mohon maaf pak direktur yoga". ucap Sinta salah tingkah Karna kaget.
" mana suara lantang mu ah?.". ucap yoga yang ternyata adalah kepala perusahan yang dimana Sinta bekerja saat ini.
" haduh.. pak saya minta maaf masalah semalam, pak saya jangan di pecat. saya orang miskin pak". Sinta yang shock langsung memohon.
" siapa yang mau memecat lu?. sama gua ga usah formal, gua cuma ngucapin terima kasih. biar pun lu jutek tapi masih punya kepedulian". ucap yoga kepada Santi.
" haha... bapak bisa aja, aku kan masih punya hati. tapi beneran pak waktu itu sy ga ada pulsa atau Kouta pak. dan juga saya ga punya uang, makanya sy anterin bapak pake motor". ucap Sinta menjelaskan.
" ya sudah sana balik kerja. gua bakal awasi diri lu". ucap yoga seraya menyuruh Sinta keluar.
setelah Sinta keluar, yoga mengambil ponselnya.
lalu menekan tombol memanggil .
" halo!!. cari tahu nama wanita yang tadi gua sebut. hasilnya harus 1X24 jam ". ucap yoga di telfon. ia langsung mematikan sambungan telfonnya saat mendengar jawaban dari seberang telfon tersebut.
sepanjang jalan menuju ke arah ruangan OG Sinta hanya mengelus dada berulang kali.
" ampun... tobat..tobat.. jika ketemu siapa pun gua harus ramah. ga tahunya pria semalam adalah atasan dan pemilik perusahan ini. ampun Mak , ga lagi buat hal ceroboh". ucap Sinta seraya terus berjalan.
setelah jam kerja selesai, Sinta berkemas dan bersiap menuju ke arah tempat ia memarkirkan sepeda motornya. saat berjalan tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti tepat di hadapannya.
Sinta menghentikan langkahnya. ia melihat kaca mobil yang di turunkan oleh pengemudi.
" eh... pak yoga, maaf!!" . ucap Sinta seraya membungkukan badannya.
" naik!!". ucap yoga kepada Sinta .
" tapi pak sepeda motor saya gimana?". ucap Sinta.
" kasih kunci sepeda motormu ke pak Udin, nanti ada yang nganterin". ucap yoga.
Sinta menggangguk dan langsung menaiki mobil yang di kendarai yoga.
di dalam mobil,.
" dimana ibu lu di rawat?". tanya yoga.
" e... bapak tahu ibu sy sedang sakit?". ucap Santi.
" udah buruan kasih tahu, kita di sini lagi ga buat novel. jadi jawabnya yang cepat aja ". ucap yoga.
" oh iya.. ibu saya di rawat di Rumah Sakit xxxvvv." . jawab Sinta .
mereka pun melaju menuju rumah sakit.
****
sebelumnya di ruangan yoga.
dering ponsel yoga berbunyi, dengan sigap ia langsung menggeser tombol hijau untuk menjawab.
" gimana?. udah ketemu?". tanya yoga kepada si penelfon .
" sudah pak, nona Sinta anak sulung dari petani dan mempunyai satu adik. ayahnya telah meninggal dan ibunya sedang sakit keras dan harus di operasi namun tidak ada biaya untuk melakukan operasi.rumah mereka ada di gang Saras 008 pak". jawab si penelfon.
yoga kemudian mematikan sambungan telfonnya lalu bergegas menghampiri Sinta.
****
setelah membayar biaya operasi ibunya Sinta.
lambat laun hubungan office girl dengan sang direktur Samakin dekat, setelah beberapa bulan sering jalan,makan dan nonton bareng, akhirnya timbul rasa yang ingin saling memiliki antara ke duanya.
perasaan yoga kepada Sinta lebih dari rasa mengangumi. kini yoga sudah terlanjur cinta dan sayang kepada wanita yang tidak pernah kelihatan kalem tersebut .
dan pada akhirnya mereka berdua berbahagia di dunia cerpen.
" BOSS!!. Tak kenal maka tak sayang. kenali aku, cintai aku dan sayangi aku". ucap Sinta kepada yoga yang sekarang telah menjadi kekasih hatinya.
"Hhmmm". jawab Yoga
terima kasih 🙏🙏🙏🙏