Ameera Zahira , seorang gadis yang mempunyai paras cantik, bar bar dan juga jago bela diri .
Suatu hari , saat ia akan belanja ke pasar , tiba-tiba terdengar suara seseorang meminta tolong ..
Ameera langsung mencari Sumber suara itu , dan ternyata seorang pria dengan dua orang preman yang saling berebut tas milik sang pria .
seperti nya pria itu pekerja kantoran , terbukti dari pakaian yang ia pakai yaitu setelan Jas .
Ameera langsung berlari ke arah mereka bertiga yang saling berebut tas .
"Hei , lepaskan tas itu !!" Teriak Meera pada dua preman yang saat itu berusaha merampas tas ..
Kedua preman tersebut tersenyum remeh ke arah Meera .
"Hei gadis , jangan ikut campur dengan urusan orang !" Ejek salah satu preman .
Meera hanya tersenyum sinis .
"Bacot !!'' Jawab nya kesal sambil mendekat ke arah kedua preman itu dan ..
Bugg bugh ..
Ameera melayangkan pukulan ke arah kedua preman yang saat itu langsung oleng ke belakang .
"Sial !!" Umpat preman yang tubuh nya penuh tato .
Lalu ia mendekat ke arah Meera dan mencoba memukul nya , tetapi Meera berhasil menghindar .
"Heh !!" Meera tersenyum miring.
"Tidak semudah itu untuk memukul ku preman kacangan !" Lanjut nya sambil menatap tajam preman bertato tersebut .
Lalu terjadilah perkelahian antara 2 orang pria dan 1 wanita . Untung saja Meera selalu memakai celana jeans dan juga kaos kebesaran. .
Karena memang sehari- hari Meera terlihat seperti gadis tomboi .
Kedua preman itu jatuh terkapar dan berhasil di kalahkan oleh Meera yang memang ilmu bela dirinya jago ...
setelah memastikan lawannya K.O , Meera lalu berbalik arah dan berjalan ke arah pria yang tadi ia tolong .
Namun , baru juga sampai pada pria itu , tiba-tiba .
"Awas !!!!" Teriak pria yang Meera tolong sambil mendorong tubuh Meera ke samping dan ..
Bles ..
Sebuah benda tajam berhasil menusuk perut pria yang Meera tolong .
Bola mata Meera membulat sempurna ..
"Tuan !!!'' Teriaknya sambil berlari ke arah pria yang saat itu memegangi perut nya .
"Astaga !" Seru Meera kaget karena mendapati perut pria itu berdarah .
Meera melihat sekeliling , ternyata kedua preman terasa sudah melarikan diri..
"Ayo tuan , kita ke rumah sakit !" Ujar Meera memapah tubuh pria itu masuk ke dalam dan duduk kursi penumpang .
Untung saja Meera bisa menyetir mobil . lalu mereka berdua pergi menuju rumah sakit terdekat .
[