Setelah sekian lama aku menjadi pengangguran akhirnya aku di terima di salah satu perusahaan terbesar di Asia menjadi asisten manajer pemasaran rasanya senang banget
Aku pun bersiap-siap untuk mandi dan berdandan yang rapi agar terlihat fresh dan gak kusut, setelah itu aku pun beranjak ke dapur dan sarapan pagi, hari ini aku cukup makan roti dan minuman susu karena aku harus buru-buru ke perusahaan agar tidak macet di perjalanan , aku pun beranjak ke depan kos di sana dan berangkat dengan mengendari sepeda motorku , selama di perjalanan aku menikmati suasana yang masih lumayan segar sambil bersenandung kecil
Ku lihat di depan sana ada kejadian sepertinya korban tabrak lari karena penasaran aku pun menghampiri kerumunan tersebut , aku melihat di depan sana ada seseorang lelaki mungkin sesuai denganku , aku pun menayangkan ke jadian tersebut kepada orang yang ikut menyaksikan kejadian tersebut.
"Permisi pak, saya ingin bertanya kronologis kejadian korban tabrak lari itu ."tanya ku
"oh iya mbak , jadi kejadiannya itu terjadi karena bapak tersembut menyebarang di zebra cross saat lampu hijau masih menyelah."
"terus orang yang menabrak bapak tersebut di mana pak,"tanya ku kembali.
"orangnya kabur mbak saat kejadian tersebut."
"makasih kalau bengitu pak atas informasinya."
"sama-sama mbak,"kata bapak tersebut sambil tersenyum
ku lihat tidak ada orang yang inisiatif untuk mengantar korban tabrak lari tersebut, aku pun menerjang kerumunan dan mendekat ke pria tersebut
"Hai,aku antar ke rumah sakit," ucapku sambil menepuk pundaknya
pria tersebut menoleh ke arahku dan menatapku intes, aku pun mengangkat sebelah alisku seakan bertanya 'kenapa' , dia pun mengalihkan pandangannya ke depan
"ya sudah cepat bantu aku berdiri, aku sudah muat dengan orang-orang yang menanyakan keadaanku saja tanpa niat untuk menolong," ucapnya terdengar sangat kesal
"baiklah."ucapku menanggapi
aku segera membantunya berdiri dan merangkulnya walaupun agak sulit karena tinggi badanku tidak setinggi dia, dengan susah payah kami pun sampai di sepeda motorku
aku pun membatunya naik karena dia sedikit kesusahan mengangkat kakinya yang sakit
"sudah siap ," ucap ku untuk memastikan
"siap." ucapnya terdengar lelah
tanpa basa-basi lagi aku pun membawa dia ke rumah sakit , sesampainya di rumah sakit laki-laki tersebut langsung ditangani oleh suster , setelah di tanggani di ruang UGD laki-laki di tersebut ke kamar VVIP , aku pun menyusul ke kamar rawatnya , sesampainya aku di sana di depan pintu aku melihat asisten laki-laki tersebut ternyata sudah datang lebih dulu.
aku pun perlahan mendekat ke ruang rawat laki-laki tersebut , saat aku berdiri didekatnya dia pun menyadari kedatanganku
"Eh... , kamu perempuan itukan yang sudah menolong boss besar." tanyanya padaku
"iya pak saya yang menolongnya."
"Perkenalkan saya asisten boss besar mewakilkan berterima kasih atas bantuan anda." ucapannya sambil menjulurkan tangan untuk berselaman
"iya pak sama-sama," ucapku sambil menjabat tangan balik
"kalau begitu saya izin pamit ya pak , sepertinya sudah tidak yang perlu saya lakukan lagi."
"Tidak ingin masuk dulu untuk menjenguk bos besar."
"tidak perlu, saya ada juga ada keperluan mendesak, sampaikan saja semoga cepat sembuh dari saya."
"iya baiklah kalau itu yang itu yang kamu inginkan."
aku pun pamit dan berjalan menjauh dari sana
sepertinya aku sudah tidak sangat terlambat untuk datang ke kantor hari ini , aku pun memutuskan untuk menelfon manajer pemasaran untuk meminta maaf dan mengatakan alasan kenapa aku tak bisa datang hari ini , walaupun saat menelfon aku mendapat teguran tapi tak apalah rasanya aku juga sudah terlalu lelah untuk terlalu banyak berfikir, aku pun memutuskan pulang ke rumah .
***
Keesokan paginya aku pun berangkat ke kantor dan untung saja tak ada hambatan selama perjalanan ke kantor.
aku pun berjalan menuju lobby dan menanyakan kepada resepsionis di mana ruangan manajer pemasaran
"Permisi mbak."
"iya ada keperluan apa mbak."
"saya kariyawam baru di perusahaan ini , saya ingin menemui manajer pemasaran ada di bagian mana yang mbak."
"Apa sebelumnya anda sudah buat janji."
"sudah mbak."
"baiklah silahkan naik lift sampai lantai lima di sana adalah lantai khusus definisi pemasaran mbak bisa menanyakan kariyawam di lantai lima di mana ruangan manajer."
"terimakasih kalau begitu saya permisi."
"Sama-sama."
Aku pun melangkahkan kakiku menuju lift untuk ke lantai 5 , sesampainya di lantai lima aku pun menayangkan di pada salah salah satu kariyawam di mana ruangan manajer, saat sudah di depan ruangan manajer aku pun mengetuk pintu , terdengar suara dari dalam mempersilahkan untuk masuk
Manajer pun menyambut aku masuk dan menjelaskan apa saja tugas yang harus aku kerjakan , cukup lama memang untuk memahami apa saja tugasku selama menjadi asisten manajer
"bagiamana apa kamu paham, tugas kamu ." tanya manajer
"eh , paham walaupun ada sedikit yang masih perlu saya pelajari."
"tidak apa-apa ini hari pertama kamu jadi tidak perlu terlalu tengang."
"makasih bu."
"baiklah untuk tugas pertama kamu , kamu bisa bantu saya untuk meminta tanda tangan kepada bos besar untuk persetujuan ekspor properti."
"baik Bu."
aku pun menerima dokumen yang Bu manejer berikan aku pun menuju lantai lima belas di mana ruangan bos , sesampainya di sana aku pun mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk ke dalam , ku lihat bos besar sibuk dengan berkas-,berkas yang menumpuk di mejanya
"permisi pak ini dokumen yang perlu bapak tanda tanganin."
"iya simpan saja di meja nanti saya tanda tanganin," ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dari dokumen yang dia periksa
"baik kalau gitu saya permisi."
saat melangkah kaki untuk berbalik arah untuk keluar bos besar pun memanggilku jadi aku urungkan keinginan ku untuk keluar
"bisa minta tolong."ucapannya
"iya bisa pak."
saat aku mengangkat kepalaku dan pandanganku bertemu dengannya aku terkejut karena orang yang menjadi atasanku adalah orang yang aku tolong saat kecelakaan di jalan raya, dia pun sama terkejutnya denganku
Dia pun menghampiriku dan tiba-tiba memelukku entah kenapa aku rasa aku sudah kenal lama dengannya, dia pub tersenyum padaku Sangat lebar dan saat aku melihatnya juga sorat matanya penuh dengan kerinduan
"maaf pak , maksud bapak apa tiba-tiba peluk saya ."
" kamu tidak mengenalku Lala ini Dev , devnya Lala."
aku pun mencerna kalimat orang yang mengaku Dev di depanku , saat aku mengingatnya air mataku rasanya mengalir tanpa ku sadari aku pun berhambur memeluknya kembali
"Devan "
"iya"
"Dev."
"iya."
"Dev nya Lala."
"iya , lalanya Dev."
"Rindu."
"iya aku tau."
"kenapa Dev gak ngomong pas kecelakaan hari itu kalau itu Dev."
"aku saja waktu itu gak percaya lala kalau hari itu kamu yang datang menolongku, aku masih syok dan gak nyangka," ucap Dev kembali menimpali
"aku senang la akhirnya kita bisa ketemu lagi setelah 5 tahun gak ketemu."
"Lala senang bisa ketemu sahabat Lala lagi , khis."
"udah ya nangisnya." ucap Dev sambil mengusap air mata di kedua pipiku
aku pun mencoba berhenti untuk menangis dan tersenyum kepadanya dengan posisi masih memeluk Dev, Rasanya senang sekali orang yang aku tolong ternyata big bos bos besar sekaligus sahabat yang ku rindukan selama ini .
[TAMAT]