Di suatu malam,saat waktu tepat menunjukkan pukul setengah 1 malam ntah apa yang terjadi pada diriku,tiba-tiba saja aku merasa kelaparan karena biasanya aku sama sekali tidak pernah sampai merasa kelaparan seperti ini.
Dan dengan langkah berat aku pun terpaksa pergi ke minimarket yang pada saat itu untung nya masih ada yang buka.
Setelah membeli beberapa makanan, aku dengar segera kembali ke apartemen lantaran perasaan ku yang berubah menjadi tidak enak, seakan ada hal yang akan segera terjadi pada diriku.
ya benar saja, tiba-tiba ada seseorang yang menarik ku ke dalam semak-semak dan menutup mulut ku dengan tangan nya.
Perasaan ku pada saat itu sudah bercampur aduk takut,dan ingin menangis karena aku mengira bahwa aku akan di apa-apa kan sama orang ini.
Hingga,aku pun mendengar langkah kaki dari balik semak-semak dan langkah kaki itu pun berhenti tepat didepan semak-semak tepat dimana aku berada,dan terdengar lah suara dari beberapa orang pria.
"ke mana dia pergi?"
"sial!!, lagi-lagi kita kehilangan jejaknya"
"dia tidak akan mungkin pergi sejauh ini, karena keadaannya itu lemah ditambah lagi kita sudah menembak lengan nya, aku yakin dia pasti berada di sekitar sini"
"kalau begitu ayo kita cari dia disekitar tempat ini"
Setelah orang-orang tersebut pergi barulah seseorang yang menutup mulut ku ini menyingkirkan tangan nya dengan sedikit meringis seakan menahan sakit.
aku pun memberanikan diri berbalik dan menatap pria tersebut dengan perasaan yang masih takut serta gemetar.
"maaf,kenapa anda menarik saya kesemak-semak ini?"Tanyaku kepada pria itu.
Pria itu hanya diam sesaat dan setelah itu mulai bicara padaku dengan terbata-bata.
"to...long ba...wa a...aku pu...lang" ucap pria tersebut sembari memegang lengannya yang terus mengeluarkan darah.
Mendengar hal tersebut aku tampak binggung harus berbuat apa,tapi karena aku merasa kasihan dengan kondisi nya aku pun dengan terpaksa membawa pria ini ke apartemen ku.
Sesampainya di apartemen,aku pun langsung membawa pria ini menuju ke kamarku dan untungnya,tidak ada orang lain yang melihatku membawa seorang pria masuk ke kamar, kalau sampai ada yang melihat ntah apa yang mereka pikirkan tentang ku.
Setelah sampai di kamar aku langsung membaringkan pria tersebut ke tempat tidur ku dan dengan jelas aku melihat wajah tampan dari pria ini sehingga hampir saja membuat ku larut dalam pesona wajahnya.
Setelah mengambil kotak obat dan kompres,aku mau tidak mau harus membuka kemeja dari pria ini walau dengan tangan yang sangat gemetar.
Keesokan harinya,matahari sudah mulai memasuki celah-celah kecil jendela ku dan membuat ku terbangun.
Akan tetapi aku sangat terkejut lantaran seingat ku,aku tidur di atas sofa bukan ditempat tidur dan aku pun juga sangat ingat bahwa pria yang ku tolong tadi malam ada di sini namun, setelah aku bangun malah tidak ada siapapun di sini kecuali aku sendiri.
Dan mataku pun tertuju di ke meja di sebelah tempat tidur ku dan disana terdapat sepucuk kertas yang mengisyaratkan bahwa pria tersebut tidak pergi begitu saja namun,ia meninggal kan sebuah pesan untuk ku
"... Terima kasih atas kebaikan hatimu
nona,aku akan menemui lagi
dan membalas semua kebaikanmu
kepada ku,maaf kalau aku pergi
tanpa memberi tahu mu terlebih dahulu
YEONG-JI ..."
"what? tuan yeongji..."
"Apa itu pria itu benar-benar tuan yeongji..."aku langsung berdiri dari tempat tidur ku dengan perasaan yang sangat terkejut dan tidak percaya kalau orang yang aku selamat kan tadi malam ternyata adalah CEO dari the star group alias atasanku tempat aku bekerja.
"Aku harap dia tidak mengenali wajahku atau lupa gitu sama orang yang nolongin dia"... ucapku dalam hati.
Aku pun berusaha melupakan kejadian tadi malam, dan menganggap tidak terjadi apa-apa.Dengan senyum ceria ku, aku berjalan dengan santai nya menuju ruang kerja ku walau masih diselimuti perasaan was-was.
Akan tetapi, tiba-tiba saja work team leaderku datang keruangan ku dan memberikan banyak dokumen kepada ku dan mengatakan."...aku ingin semua dokumen ini selesai hari ini juga,dan kerjakan ini di ruangan tuan yeongji"
Mendengar hal tersebut aku langsung merasakan keanehan atas apa yang dilakukan oleh leader teamku.
Karena,dia tidak pernah sekalipun memberi aku tugas sebanyak ini dan ditambah lagi aku harus mengerjakan nya di ruang ceo yang otomatis aku akan bertemu dengan tuan yeongji.
Sejujurnya aku sama sekali belum pernah satu kali pun bertemu dengan tuan yeongji lantaran dia sangat memprivasikan dirinya, hanya manajer, leader team dan juga para dewan direksi lah yang paling sering bertemu dengan tuan yeongji.
Awalnya aku keberatan namun, aku dengan terpaksa harus menerima nya dan dengan langkah sedikit gemetar aku pun berjalan memasuki ruang ceo.
benar saja,pria tadi malam itu ternyata benar-benar tuan yeongji.
Dan seperti yang telah aku bicarakan tadi,tuan yeongji sudah ada di ruangan tersebut dengan menatap tajam kearah ku.
"selamat pagi,tuan yeongji..." ucapku dengan senyum yang bercampur perasaan takut.
"hm...duduklah, selesai semua dokumen itu sambil kulihat kinerja kerja mu"ucap tuan yeojun dengan ekspresi datar nya
Dengan menarik nafas panjang aku pun duduk di kursi yang akan membuat ku akan bertatapan langsung dengan tuan yeongji.
Satu persatu dokumen itu ku kerjakan dengan sesekali melirik kearah tuan yeongji yang tidak mengalihkan pandangannya sama sekali dari ku.
Ditengah hening nya suasana ruangan tersebut,tuan yeongji pun mulai berbicara serius kepada ku dengan masih menatap kearah ku, sedangkan aku masih tetap mengerjakan dokumen-dokumen tersebut.
"siapa namamu?"tanya tuan yeongji kepada ku dan merampas pulpen yang aku pegang seolah-olah agar aku bisa menatap dirinya.
"saya...Amira tuan yeongji"jawab ku dengan gugup.
"Terima kasih,sudah mengobati ku tadi malam"
Aku tidak habis pikir kenapa ingatannya tajam sekali,aku berharap dia melupakan itu semua.
"tuan yeongji itu tidak masalah,dan maafkan saya karena saya tidak tau itu anda"
"tidak masalah, tapi aku ingin ini darimu..."tuan yeongji berdiri dari tempat duduk nya dan berjalan kearah ku.
"Biarkan aku menikahi mu Amira". kata-kata itu langsung membuat jantung ku seakan-akan ingin meledak mendengar nya.
"menikah?tuan yeongji pernikahan itu bukan lah sebuah permainan itu seumur hidup"
"iya, aku tau
aku berucap dengan sangat serius kepada mu Amira..."
"jadilah istriku,dan hidup bersama ku selamanya"
Aku hanya diam tidak percaya dengan apa yang ku dengar, berawal dari kejadian tadi malam hingga,membuat ku akhirnya di lamar secara langsung oleh atasan ku sendiri.
"kenapa diam?aku sudah jatuh hati kepada mu sejak kau menolong ku dan mengobati lukaku"
"kau tidak usah khawatir kalau aku hanya mempermainkan mu saja,aku sangat serius dengan lamaran ku ini"
Aku tidak bisa berkata-kata lagi dan ntah apa yang terjadi pada diriku, kepalaku tiba-tiba saja mengangguk dan terukir senyum di wajah ku dengan sendirinya.
Tuan yeongji langsung memeluk ku dan mengatakan "I will marry you and make you happy"
Kata-kata manis itu belum pernah aku dapat kan dari pria mana pun sebelum nya.
Hubungan kami berjalan dengan begitu cepat tanpa adanya sistem PDKT atau pacaran.
Hingga keesokan harinya,tuan yeongji pun mengumumkan secara langsung akan pernikahan ku dengan nya ke seluruh karyawan perusahaan dan tersebar luas hingga ke lini masa.
Dan beberapa hari kemudian, resepsi pernikahan pun diselenggarakan dengan sangat mewah dan elegan dengan di hadiri bukan hanya para karyawan perusahaan akan tetapi dihadiri juga oleh orang-orang penting lainnya.
Aku masih tidak menyangka kalau kejadian malam itu benar-benar membuat ku mendapatkan kebahagiaan ku bersama pria tersebut yang tidak lain adalah boss ku sendiri.
~~END~~