Hari ini hari yang membahagiakan karena aku selalu bersama Seseorang yang aku cintai selama 6 tahun.
" Pagi?"
" Pagi!" mencium kening
Ini aku Jingga aku pegawai toko coklat aku sudah bekerja 2 tahun. Dan ini Kekasihku Reyhan dia calon suamiku meski dia nganggur aku tetap menyemangatinya.
" Pergi mencari Lowongan lagi?" menyiapkan Makanan
" Iyah doakan saja, semoga ada lowongan?"
" Aku selalu mendoakan mu meski tanpa harus di suruh?" tersenyum
" Makasih sayang, aku mencintaimu?" membelai rambutnya
kami sangat bahagia, semoga terus menerus dalam kebahagiaan
" Aku pergi?" menaiki mobil
" Dahhh!" melambaikan tangan
***
" Aku pulang?" membuka pintu
" Gimana hasilnya?"
Rey sedih, aku juga merasakan mungkin dia tidak diterima lagi aku harus mencoba menenangkan dirinya.
" Gak apa-apa mungkin lain waktu?"
" Apa, aku diterima kok?"
" Ahhhhh yang benar, kamu kerja dimana?" memeluk
" Di klinik hewan, wahhh?" tersenyum
Kami tertawa bersama dan kami semakin yakin bahwa kami akan selalu bersama.
3 bulan kemudian.
" Sayang kamu mau makan apa?"
" Terserah kamu aja, aku capek?"
Aku terheran-heran mengapa Rey sikapnya jadi berubah dia selalu bersikap acuh dia bahkan jarang menemaniku lagi dia pulang kerja langsung tidur paginya dia bekerja sampai sore.
" Sayang kamu sedang ngapain, kok belum tidur?" terbangun dan melihatnya
" Aku ada pekerjaan tambahan?"
" Masa sih, coba aku lihat. Siapa dia?"
" Dia dokter magang, dia baik!"
Rey menceritakan wanita itu, dengan penuh semangat, rasanya aku cemburu mendengarnya apalagi melihatnya.
Ke esoknya
aku berangkat bekerja, aku melihat Rey sedang istirahat dengan wanita itu, tapi Rey tidak memberi tahukan kepadaku, aku biarkan saja mereka kan teman sekerja.
namun hari demi hari dia sikapnya berubah dia terus mengacuhkan aku, dan dia bahkan tidak tidur sekamar lagi dia tidur di Ruang tamu. Dia selalu sibuk dengan Handphone nya.
Paginya
" Rey jangan lupa hari ini adalah Anniversary hubungan kita kamu bisa kan pulang lebih awal?" penuh harapan
" Baik akan aku usahakan?"
Malamnya
" Makannanya sudah siap, tinggal nunggu Rey pulang?" menunggunya
aku sangat mengantuk
" Kenapa dia belum pulang?" melihat jam
" Apa aku harus menjemputnya, ah enggak nanti dia marah mengaggap aku terlalu posesif aku tunggu aja?"
aku menunggunya pulang sampai ketiduran, pagi pun tiba namun Rey tidak pulang aku mencoba menelponnya namun tidak ada jawaban
" Kemana Rey, kenapa dia tidak mengangkat telepon dari ku?" risau
aku bergegas keluar mencarinya, aku menanyakan ke temannya namun tak satupun yang tau, aku terhenti dan terpikirkan oleh sesuatu
" Apa dia bersama wanita temannya itu, kenapa aku jadi posesif sih, tapi aku takut?" dilema
akhirnya aku mulai mencarinya ke teman wanitanya. Dan ternyata
" Rey?"
" Jingga!" terkejut
" Siapa Rey?" melihat Jingga
plakkk
aku pergi meninggalkannya tanpa melihat kebelakang aku terus berjalan
" Jingga tunggu?" meraih tanganku
" Apa, kamu jahat Rey aku menunggu kamu semalaman sampai aku tertidur dan kamu malah disini bersama wanita itu. Jahat kamu jahatttttt ,?" memukul-mukul dadanya sambil menangis
" Jingga tunggu, kamu salah paham?" memegang tanganku dia terus menyuruhku melihatnya aku menepisnya dan memanggil taksi
" Taksi?" menaiki Mobil
" Jingga tunggu, Arggghhh sial?"
wanita itu hanya terdiam melihat aku dan Rey
kenapa kenapa sekian lama aku bersamanya, mempercayainya menyerahkan seluruh hidupku hanya bersamanya bahkan aku rela meninggalkan rumahku demi dia sampai kedua orang tua ku menyetujuinya, tapi kenapa dia lebih memilih orang lain dari pada aku yang sudah lama bersamanya. dadaku terasa sesak aku meremas-remasnya karena dadaku sakit sekali. ya tuhan kuatkan aku dalam hatiku menjerit-jerit merintih kesakitan, aku mencoba untuk tidak menangis tapi ada pada air mata ku terus menetes tak terhenti dan hatiku bagaikan tercabik-cabik menjadi butiran debu.
aku memutuskan untuk pulang ke rumah.
" Jingga, jingga dimana kamu?"
" Rey dia pulang, aku harus bergegas ?"
" Jingga buka pintunya. Maafkan aku jingga, aku tau kamu lagi di dalam, aku minta maaf aku khilaf Jingga aku khilaf maafkan aku, aku merasa bosan dan entah kenapa aku merasa nyaman bersamanya?"
" Kenapa dia menceritakannya padaku, ini penghinaan bagiku selama 6 tahun aku bersamanya, dia merasa nyaman bersama orang yang baru dia kenal?" Ujar dalam hatiku
" Jingga aku mohon buka pintunya?"
klakk
" Akhirnya?" Rey mau memelukku
" Stop Rey jangan menyentuhku aku tidak ingin disentuh oleh mu karena kamu pasti sudah bersentuhan dengannya dan kau tidak mau kamu memegang tanganku karena kamu mungkin sudah memegang tangannya.
" Aku minta maaf jingga?"
" Rey, aku ingin pulang ke rumah. Terimakasih kasih untuk semua ini dan terimakasih telah menemaniku selama 6 tahun. Aku pamit?"
" Jingga, Jingggaaaaaaaaaaa?" berteriak
aku tidak bisa melihat nya, dan itu membuatku semakin ingin menangis. jadi aku paksakan untuk tidak melihatnya atau menengok ke arahnya, meski dia terus menggedor-gedor pintu taksinya
Rey maaf, semua yang kita impikan semuanya sirna begitu saja. Mungkin memang kita tidak di takdir kan untuk bersama.
1 bulan aku meninggalkan Rey dan tak di sengaja aku bertemu dengan teman sekelas ku dulu dia BJ nama aslinya Ben Junior jadi kita semua memanggilnya BJ karena itu lebih singkat dan Memudahkan memanggilnya.
kami sering bertemu, tanpa di ketahui dia melamarku, dan rasanya seperti ada yang mengganjal di hatiku entah apa. Kedua orang tua ku merestuinya dan kami akan menikah 1 Minggu lagi.
Aku bertemu sedang makan bersama BJ aku malah bertemu dengan Sora temannya Rey.
" Jingga?" memelukku sambil menangis
" Sora, Kenapa ada apa?"
aku dan BJ bertanya-tanya
" Aku mohon tolong bujuk Rey, dia siang malam terus-menerus mabuk-mabukan Jingga?"
" Maaf Sora, itu bukan urusanku lagi, aku mohon jangan ungkit dia lagi bahkan di hadapan BJ lagian aku akan menikah dengan BJ?"
" Apa bagaimana dengan Rey Jingga?" memegang tangan
" Sora, kami sudah mengakhiri hubungan kami!"
" Baik, Tapi aku mohon kamu hanya membujuknya untuk seperti itu lagi, aku mohon?" memegang tangan
aku melihat BJ, dia memberiku izin melihatnya dan tapi dia harus ikut melihatnya takut ada hal yang tidak di inginkan.
" Baiklah?"
" Makasih Jingga dan BJ?" Tersenyum
aku dan BJ menemui Rey di Apartemen nya, dan benar dia sedang mabuk-mabukan.
" Rey?"
" Aku mendengar suaranya, aku merindukannya ya tuhan aku sangat merindukannya aku bodoh aku bodoh aku bodoh menyakiti wanita sebaik dia ya tuhan ?" menangis sambil memukul wajahnya
aku langsung memeluknya
" Rey, ini aku Jingga?" menangis
" Jingga,,,,, Jingga akhirnyah kamu kembali kepadaku. Aku sangat mencintaimu aku minta maaf?" memegang wajahku tangannya gemetaran dia mengusap air mataku seakan dia tak menyangka aku ada di hadapannya
" Rey kenapa kamu seperti ini?" terisak-isak
" Aku merindukanmu, maafkan aku membuatmu tersakiti, kamu kesini apa kamu sudah memaafkan ku atau kamu bersedia bersamaku lagi?" memegang tangan ku
" Rey lepaskan aku kesini, cuman ingin bilang kamu berhenti mabuk-mabukan dan kembali ke dirimu lagi, bukan yang seperti ini?"
" Gak, aku ingin kamu, dan kau akan menjadi milikku seutuhnya Jingga camkan itu?"
" Rey aku sudah bertunangan dan sebentar lagi aku akan menikah?"
" Tidak Jingga, kamu jahat kamu tega meninggalkan aku?" marah bahkan dia membanting barang-barang yang ada di dekatnya
Prengg
" Cukup Rey, jangan mengungkit cinta yang sudah tiada, meski sebesar apapun kasih sayang kita karena sekarang kita bukan siapa-siapa lagi aku kamu, kamu aku gak ada hubungan apa-apa lagi dan sekarang kamu harus merelakannya kamu harus mencari gantinya jangan seperti ini, meski akan ada penyesalan tapi ini jalannya yang harus kita terima Rey?" menangis
" Aku yakin kamu masih mencintaiku?" memegang tangan
" Maaf Rey, kami akan menikah dan itu sebentar lagi aku harap kamu Move on, dan terimakasih telah menjaga jodohku?" melihat Jingga
aku dan BJ meninggalkan kediaman Rey.
Hari pernikahan tiba
Rey datang kepernikan ku.
" Boleh aku masuk?" mengetuk pintu
" Rey, Iyah!" cemas
aku takut dia akan berbuat yang tidak-tidak.
" kamu sangat cantik, jangan takut aku gak akan macem-macem aku kesini hanya ingin melihatmu menikah dengan seseorang yang lebih baik?"
" Rey?" memeluk
aku tidak bisa menahan air mataku, maafkan aku Rey aku sudah mencintai BJ Maafkan aku, semoga kamu juga mendapatkan yang lebih baik juga.
" Bolehkah aku mengantarmu keluar ke acara pelaminannya?"
" Iyah Rey?"
semua Pelayan terdiam.
Rey mengantarkan aku ke Ayah aku, semua orang melihat bahkan BJ terkejut melihat Rey datang ke acara pernikahan kami. Setelah sampai Rey memberi hormat kepada Ayahku dia langsung pergi meninggalkan Aula pernikahan. Aku melihatnya dia seperti orang yang kesepian maafkan aku Rey maafkan aku sekali lagi. Inilah Akhir Kisah Cinta Kita.
Hargai orang yang selalu bersamamu, dia rela berjuang dari nol sampai kamu di titik tertinggi dari pada orang yang ingin bersamamu di saat kamu ada di posisi tinggi.