Gambar bersumber dari Pinterest 🙈
Permulaan~
Namanya Ryan..seorang anak yang lumayan dikatakan pintar, berasal dari keluarga yang lumayan berada. Orang tuanya yang sibuk dengan pekerjaan mereka, membuat Ryan tidak mendapatkan kasih sayang sejak kecil.
Sejak kecil, dia di rawat oleh Bibi Yun.
Kehidupannya itu membuat dirinya sangat dingin pada orang-orang sekitar, namun terhadap Bibi Yun.. dia sangat hangat.
Tapi.. suatu ketika, kehidupannya berubah saat dia bertemu dengan seorang gadis.
Dan gadis itu bernama Freya, gadis Primadona sekolahnya.. seorang perempuan yang cantik, supel, pintar, dan sangat baik.
Setelah di cari-cari oleh Asisten nya, Freya merupakan seorang anak yang sudah kehilangan Ayah dan Ibunya dalam sebuah kasus yang cukup misterius.
°Dalam kelas°
Freya yang sedari tadi duduk.. merasa sedang di intai oleh seseorang, entah dengan maksud baik atau buruk.
Melihat ke sekitar, dia mendapati seseorang melihat nya dengan sangat intens. Dia pun merasa aneh, sebab yang melihat nya adalah seorang anak laki-laki yang juga populer seperti dirinya.
Ryan dikenal sebagai Laki-laki paling dingin di sekolah nya juga adalah orang yang cukup kuat. Karena itulah tak ada yang mencari masalah dengannya.
Freya pun tidak meng-gubris hal tersebut, dan kembali ke kegiatan nya yang sempat tertunda.
Bel tanda istirahat berbunyi dan segera anak-anak keluar untuk sekedar makan, berkumpul, dan pergi ke toilet.
Sesampainya di kantin, Freya memesan makanannya dan mendudukkan dirinya. Saat sedang asik melahap makanan nya tersebut, dia kembali lagi merasakan seseorang sedang menatap nya.
Karena rasa penasarannya yang tak terbendung, akhirnya dia memanggil anak itu yaitu Ryan. Ryan pun segera menjawab dan mendudukkan dirinya di dekat Freya.
Mereka pun berbincang-bincang.. Freya menanyakan ada keperluan apa, sehingga Ryan menatap nya dengan sangat intens.
Ryan pun seketika berkata, "Mau kah, kamu jadi pacar ku?"
Merasa ucapan itu hanya sekedar main-main.. Freya pun menanyakannya kembali. Dan tentunya kata-kata Ryan sama seperti tadi.
Sangat terkejut akan hal itu.. Freya pun meminta waktu, dan Ryan mengiyakannya.
Ryan pun memberikan nomornya dan Freya segera menyimpannya.
Saat tengah selesai mengerjakan pekerjaan rumahnya, Freya pun membuka handphone nya sebentar, untuk melihat apakah ada yang mengontak nya.
Dan yah, dia melihat nama Ryan tertera, dan sebuah pesan tiba.
"Selamat Malam Cantik, bagaimana keadaan mu.. dan apa jawaban mu tentang yang tadi?"
Berpikir lama dan keras, Freya pun menjawab;"Selamat Malam juga Ryan, aku baik-baik saja.. mengenai ucapan mu yang tadi.. euhm, aku akan setuju.. dan kira resmi berpacaran sekarang"itulah jawaban Freya atas pertanyaan dari Ryan.
Karena mungkin malu, Freya pun segera mematikan handphone nya dan segera tidur..
Ryan yang ditinggal tidur pun, tersenyum simpul dan sedikit rona di wajahnya..
Pagi nya di sekolah.. wajah Freya sangat kelelahan, orang-orang yang melihat nya bertanya-tanya ada apa gerangan..
Jawaban Freya tentunya tidak ada apa-apa..
Di kelas, sudah lumayan banyak siswa duduk.. dan diantara siswa itu, dia melihat seseorang
Orang itu pun berdiri dan menuju kehadapan Freya.. dengan senyum indahnya, yang membuat orang yang melihat nya terpana..
Orang-orang yang melihat hal itu, sangat terkejut.. karena pasalnya Ryan Fleonir adalah anak yang tidak pernah tersenyum sekalipun.
Bukan hal itu saja yang membuat orang-orang terkejut, "Selamat Datang Sayang, silahkan masuk.. kamu udah makan?" tanya Ryan kepada Freya yang membuat sekitarnya terdiam.
Freya pun mengangguk malu, dan jalan dengan pelan.. segera dengan cepat Ryan mempersilahkan Freya untuk duduk. "Terimakasih" ucap Freya.
Tujuh tahun pun berlalu dengan kejadian-kejadian sedih, senang, bahagia, dan duka..
Masa mereka pacaran tetap saja awet , itu mungkin sudah kehendak yang diatas.
Mereka berdua pun sudah bertunangan bulan lalu, dan akan menikah empat bulan mendatang. Suka dan Duka pun silih berganti.
Freya sudah mempunyai pekerjaan tetap sebagai Pengusaha di bidang Fashion dan Kosmetik juga Ryan yang menjalankan bisnis Ayahnya sebagai Ceo.
Tak berselang lama, pernikahan mereka pun akan tiba, semua orang bahagia mempersiapkan segala nya dengan baik.
Seminggu mereka tak dianjurkan untuk bertemu..karena adat.
Di hari besarnya, ucapan janji sakral pun terucap dari bibir keduanya.. untuk saling hidup baik itu senang dan susah.
Para tamu yang hadir menunjukkan pertunjukan mereka, mulai dari bernyanyi.. menari dan berpuisi.
Tiba saatnya dua pengantin itu untuk datang ke-panggung, dan MC dari acara itu pun menyarankan untuk bernyanyi..
Ryan dan Freya pun menyanyikan lagu lama dari Mayang Sari "Tiada Lagi"
Ketukan piano pun terdengar..berbagai lirik pun di ucapkan, penonton yang melihat nya pun ikut bernyanyi dan ada yang terbawa suasana hingga menangis sendu.
Lirik terakhir pun di ucapkan.. menandakan permainan lagi sudah berakhir. Tepukan dan sorakan dari pengunjung pun terdengar dengan nyaring.
Selesai acara, para pengunjung pun berpulangan ke rumah mereka.
Mengadakan honeymoon, besoknya mereka akan berangkat ke Pulau Bali. Para Pekerja rumah mempersiapkan barang-barang keduanya..tidur mereka berdua sangat pulas.
Sehingga penerbangan mereka tertunda sebentar..
Menunggu konfirmasi dari petugas, tak lama kemudian mereka pun akhirnya berangkat.
Para keluarga yang lain pun berpamitan. Dalam pesawat, Ryan dan Freya saling memandang penuh cinta.. tak lama.. mereka pun sampai di tujuan
Segera dua orang itu di bantu oleh Asisten lainnya untuk berberes. Hotel dan tempat liburan pun sudah di tentukan oleh mereka seminggu sebelumnya.
Karena mereka sampai saat pagi harinya, mereka pun berjalan-jalan di sekitar pulau.. untuk menikmati indahnya pulau itu.
Berkunjung ke berbagai tempat.. mulai dari Restoran, tempat rekreasi juga hiburan..
Tak terasa..malam sudah tiba, waktu yang di tunggu-tunggu oleh dua orang tersebut..
Ryan juga Freya memanjakan diri ke berbagai perawatan tubuh.. untuk merilekskan diri dari kegiatan-kegiatan harian mereka.
Sesudahnya..mereka berdua pun memasuki kamar, kamar yang sudah di hiasi dengan bunga mawar, juga aroma yang menggoda..
Mendudukkan diri, keduanya pun malu-malu.. tapi tak lama kemudian.. kecupan manis tersampaikan.
Menyentuh setiap bagian yang sensitif, setiap erangan menggoda pun terdengar..menambah sensasi yang luar biasa.. malam panjang pun terjadi diantar keduanya.
Seminggu kemudian, mereka pun pulang.
Ryan dan Freya menempati rumah tetap mereka, rumah dari hasil jerih payah mereka berdua.
Berminggu-minggu pun berlalu, kepala dan badan Freya merasa tidak baik..dia pun menuju kamar mandi dan muntah-muntah.. tapi tak ada yang keluar.
Ryan yang tadinya mau berangkat, sangat khawatir dengan keadaan istri nya. Dia pun berpikir untuk memeriksakan Istrinya pada Dokter.. tak lama setelahnya, mereka pun sampai.. dan menunggu pemeriksaan, Ryan pun duduk di samping ranjang Istrinya.
Dokter pun datang, dan mengucapkan kabar yang membahagiakan.. "Selamat Pak, Istri anda sedang hamil dan umurnya sudah dua minggu, saya harap Bapak menjaga Istrinya dengan baik, menjaga kegiatannya agar tidak berlebihan, pola makan, juga jangan membuat si Ibu stres berat" ucap Dokter kandungan itu.
Tangis dan ucapan bahagia pun terdengar.
"Selamat Sayang, akhirnya kita akan punya Anak..Makasih atas hadiah ulang tahunnya" kata Ryan sambil memegang tangan istrinya..dan Ryan yang memang sudah mempunyai umur 28 tahun hari ini.
"Iya Sayang, Sama-sama.. selamat ulang tahun yah, kita akan jadi Orang Tua.. semoga kita bisa menjaga dia dengan baik" ucap Freya sambil mengelus-elus perutnya.
Kabar bahagia itu pun di sampai kan pada kedua orang tuanya juga Ayah serta Ibu mertuanya.
Pihak sana yang mendengar pun sangat bahagia, dan akan mengadakan acara untuk menyambut hal itu. Mereka berdua pun di undang tiga hari kemudian..
Segala acara pun sudah selesai, berbagai peristiwa menarik pun terjadi.
Beberapa bulan kemudian, Freya yang sudah hamil tua..masih saja terlihat cantik elegan.. mereka pun mengadakan sesi foto. Dengan Ryan yang semakin rupawan dari hari ke hari.
Acara Sesi foto pun selesai, dan akan diantarkan minggu depan oleh Asisten dari Pemotret tersebut.
Seminggu tanpa pergi kerja, Ryan pun menjaga Istrinya dikala iya yang sudah hamil tua. Dia mengerjakan segalanya dari rumah.. dan mempekerjakan Asisten kepercayaannya.
Tiba-tiba..rasa sakit menyerang perutnya, Freya pun merintih kesakitan. Ryan yang saat itu sedang berada di samping istrinya pun merespon dan sangat panik.
Mendekati istrinya, dia pun bertanya;"Ada apa Sayang.. kamu kesakitan, ki.. kita akan pergi ke rumah sakit, siapa tahu kamu mungkin akan melahirkan. Kamu yang tenang yah, aku akan memanggilkan Pak Tian"ucap dan dan mengambil handphone nya dan menekan sebuah nomor.. menunggu beberapa saat, panggilan pun di terima.
"Selamat Siang Pak, Ada tugas apa yang mau di sampai kan" ucap Pak Tian dari seberang sana.
"Sekarang kamu menuju ke sini, tanpa lama. Istri saya seperti nya akan segera melahirkan. Cepat jangan menunda" ucap Ryan dengan nada memerintah juga nada dingin.
"Siap Pak, laksanakan" ucap Pak Tian dengan sigap. Segera dia pun mengendarai mobilnya menuju ke rumah Bos nya.
Tak lama kemudian dia pun turun dan melihat Bos juga Istri Bos nya sudah menunggu di belakang pintu gerbang.. dengan cepat dia pun membuka pintu gerbang dan mempersilahkan Tuan dan Nyonya nya masuk ke mobil.
Pak Tian pun segera mengendarai mobil itu.. di belakang Ryan terlihat sedang menenangkan istrinya juga terlihat tangan nya yang di pegang dengan sangat kuat oleh Freya.
Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai dan dengan segera memanggil petugas..
Segera para Staf darurat pun bergerak membawa Tandu. Ryan pun mengangkat istrinya.. segera para Staf yang bertugas membawa ke ruangan darurat.
Mengantarkan Istrinya, Ryan pun segera di berhenti kan Dokter yang bertugas untuk keluar.. tapi Freya tidak setuju dan ingin ditemani oleh Suaminya. Dokter pun segera setuju dan menganjurkan Ryan untuk memakai pakaian bersih.
Berganti pakaian dengan cepat, dengan segera Ryan memasuki ruangan tempat Istrinya berada.
Rintihan seorang Ibu yang melahirkan anak pun terdengar dan Freya memegang tangan Suaminya dengan sangat kuat. Setiap detik, menit pun berlalu.. hasil pun keluar dan tangisan bayi terdengar nyaring.. dengan segera Dokter mengangkat anak yang baru lahir tersebut.. dan memberikan ke Asistennya untuk pembersihan.
Tapi.. seperti ada yang mengganjal, rasa sakit terjadi lagi.. tak lama kemudian lahir lagi seorang anak. Kejadian itu terulang kembali.. jadi ada tiga anak yang lahir. Yang pertama Laki-laki dan juga yang kedua Laki-laki dan yang terakhir adalah seorang anak perempuan.
Dengan cepat segala urusan diselesaikan oleh Dokter beserta Asistennya.
Freya yang kelelahan pun tak tahan dan akhirnya tertidur dengan pulas. Sang Ayah pun menunggu dan duduk untuk menemani Istrinya.
Sang Bayi yang tiga tersebut sudah ditempatkan di ruangan bersih dan aman.
Beberapa jam sudah berlalu, akhirnya Freya terbangun dan melihat Ryan yang tertidur.. juga melihat perutnya yang sudah mengecil.
Perawat yang kala itu bertugas pun.. memberikan Pasiennya untuk minum, karena melihat Pasiennya yang kehausan.. Freya pun meneguk air putih itu dengan cepat..
Beberapa menit kemudian, Ryan pun terbangun dan tersenyum dengan manis. Dia pun membantu si Perawat untuk mengurus Istrinya. Menyiapkan makanan dan di kala haus akan memberikannya minum.
"Sudah Sayang, aku sudah kenyang..ngomong-ngomong bayi kita mana"?tanya Freya.
"Anak-anak kita sudah aman, kamu istirahat saja dulu. Sesudah kamu pulih, baru kita akan mengunjungi mereka" jawab Ryan akan pertanyaan dari Istrinya tersebut.
"Anak-anak? Kan anak kita cuman satu Sayang?" tanya Freya dengan heran.
"Iya dong Anak-anak, kan kamu baru saja memberikan ku tiga anak, dua laki-laki dan satu perempuan" jawab Ryan dengan senyum indahnya
Freya terkejut dan masih tidak percaya, karena melihat Istrinya yang terkejut.. akhirnya Ryan pun membujuk Istrinya supaya tenang dan mengajukannya untuk istirahat agar pulih.
Jam pun sudah dilewati mereka, tiba saatnya Freya untuk melihat ketiga buah hati nya. Dalam ruangan tiga bayi mungil nan imut pun terlihat bergerak dengan lembut.
Freya yang melihat nya pun tersenyum bahagia. Dan dengan segera memasuki ruangan tersebut. Merasa hawa yang familiar.. ketiga bayi itu pun menggeliat-liat dengan senang.
"Halo bayi-bayi ku yang manis, Ibu dan Ayah sudah datang.. akhirnya kalian datang, Ibu dan Ayah sudah sangat menantikan kalian" ucap Freya sambil menyentuh bayi-bayi nya..
Ketiga bayi itupun membunyikan suara mereka, karena seseorang yang mereka dengar itu adalah titik kehidupan mereka.
"Lihat Sayang, bayi-bayi kita sangat senang.. aku bersyukur akhirnya mereka datang, apakah kamu sudah mengabari Ayah Ibu juga Ayah Ibu Mertua?" ucap Freya dengan tanda tanya.
"Tenang saja Sayang, mereka sudah di perjalanan menuju kesini.. kamu tahu tidak, saat aku mengabarkan kita diberikan tiga Bayi, mereka sangat terkejut seperti kamu" jawab Ryan dengan senyum indahnya
"Baiklah Sayang, terimakasih" ucap Freya sambil memeluk Suaminya tercinta..mungkin karena sebuah ikatan kuat.. ketiga bayi itu pun mengeluarkan suara lagi
"Iya sayang iya, kalian adalah kesayangan kita" ucap Freya
Tiap detik, menit, jam, hari, dan tahun pun sudah dilewati keluarga itu. Ketiga bayi itu pun sudah bertumbuh dengan besar dan sudah mencapai usia lima tahun.
Anak pertama yang bernama Raphael, kedua Frian, dan yang ketiga seorang perempuan yang bernama Ryani Pelita Sari.
Sang Anak pertama yang menonjolkan sifat sang Ayah. Kedua yang periang juga ada kala dia dingin.. dan yang ketiga seorang anak yang periang juga banyak bicara.
Hari-hari mereka setelah ketiga bayi itu lahir sangat senang juga merepotkan kan mungkin.. tapi kedua orang tua itu menjalankannya dengan sangat-sangat baik.
Sepulang dari rumah sakit saat itu, keluarga-keluarga yang lain pun berdatangan untuk melihat ketiga buah hati mereka.
Berbagai media yang cukup terkenal pun berdatangan dan memposting hal itu ke beranda media mereka.. dan sudah banyak yang melihat.
Berbagai percakapan warga-warga internet pun terjadi..untuk sekedar membicarakan betapa imut juga lucunya ketiga bayi tersebut. Rupa mereka sangat-sangat mengambil dari wajah kedua orang tuanya.
Berbagai Acara dilaksanakan untuk perayaan kelahiran ketiga bayi tersebut.
Beberapa tahun pun sudah terlewati.. ketiga bayi imut itu sudah cukup besar dan akan menduduki bangku kelas.. ketiga bayi itu tidak dipisahkan.