Di sebuah perempatan jalan yang tampak sepi, disaat sore menjelang malam, terlihat seorang gadis cantik yang masih berseragam SMA sedang berjalan menuju rumahnya. Gadis itu adalah Kiara Anastasia. Dia sedang berjalan pulang dari tempat lesnya sembari bersenandung.
Di Perjalanan, tepatnya di sebuah gang ia mendengar rintihan orang minta tolong. Didekatinya sumber suara, betapa terkejutnya ia melihat seorang pria yang dari kening kepalanya meluncur darah segar. Kiara pun ingin meminta tolong, namun apa daya di sekitar gang tersebut tidak terdapat orang yang melintas.
"Bagaimana ini?" Gumam Kiara.
Takut melihat kondisi pria tersebut semakin memburuk, Kiara pun dengan cepat memapahnya menuju sebuah rumah pohon yang tak jauh dari sana.
Dengan telaten Kiara membersihkan luka di kening pria asing tersebut. Disaat ia akan membalut luka, pria asing tersebut mencekal tangan Kiara sehingga ia merintih kesakitan.
"Awhh"
"Siapa kamu? Apa yang kamu lakukan pada saya?" Tanya pria asing tersebut. Yang samar-samar melihat wajah Kiara.
"Nama saya Kiara Anastasia, saya tidak akan menyakiti tuan. Tolong tuan tenang sedikit" ucapnya sembari membalut luka kening pria tersebut. Pria tersebut pun tersenyum, ia pun melepaskan kalung yang melingkar di lehernya lalu mengalungkannya pada leher Kiara.
"Tuan, apa ini?" Tanya Kiara sembari menatap kalung yang berada di leher mulusnya.
"I-Ini hadiah terima kasih da-dariku" ucap pria tersebut. Setelah itu dia pun pingsan di pangkuan Kiara. Tak lama, datang sekumpulan orang berseragam hitam yang mengaku sebagai utusan untuk membawa pria yang ditolongnya. Kiara pun menyerahkan pria tersebut, lalu berlalu pulang ke rumahnya karena hari sudah gelap.
****
5 tahun kemudian.
Seorang gadis berusia 22 tahun tampak berjalan di tengah teriknya matahari. Ya gadis tersebut adalah Kiara, saat ini ia sedang melamar kerja dari perusahaan satu ke yang lainnya namun, naasnya ia selalu ditolak.
'Astaga aku lelah sekali, ini sudah perusahaan yang ketiga. Namun, aku selalu ditolak' batin Kiara.
Bisa dibilang hidup Kiara agak pas-pasan. Saat ia kelas 3 SMA, ayahnya yang seorang direktur di perusahaan properti ketahuan kedapatan selingkuh dengan karyawannya. Tak lama kemudian ibu dan ayahnya bercerai dengan ia yang memilih mengikuti ibunya.
Kiara pun berhenti di sebuah halte bus, karena ia akan kembali melamar pekerjaan di perusahaan berikutnya. 20 menit berlalu, ia pun sampai di perusahaan. Kiara berjalan gontai menuju meja resepsionis dan menanyakan ruangan interview.
Di dalam ruangan interview, seorang pria tampak memijat pelan keningnya karena tidak puas dengan peserta yang mengikuti interview. Dia adalah Marvell D'Souza, CEO perusahaan SZ Group, yang ikut dalam seleksi interview. Ia tampak kesal karena tak satu pun peserta yang sesuai menjadi sekretarisnya.
Disaat bersamaan Kiara pun memasuki ruangan interview, ia merasa agak gugup karena takut akan ditolak. Kiara pun menatap 3 orang yang akan mewawancarainya, satu diantaranya tampak menunduk kebawah, menulis sesuatu di secarik kertas. Bisa ia lihat tulisan di papan nama, terpampang tulisan 'CEO'.
"Baiklah, deskripsikan sedikit tentang diri anda!" ucap salah satu dari ketiga orang tersebut.
"Em… Nama saya Kiara Anastasia, umur saya 22 tahun. Saya lulusan universitas xxx. Dan saya belum memiliki pengalaman kerja" ucap Kiara. Sementara Marvell mengernyit mendengar suara yang tak asing di pendengarannya. Ia pun mendongak dan melihat seorang gadis cantik berada didepannya.
Marvell tampak terkejut melihat Kiara. Ia fokus melihat kalung yang melingkar di leher gadis tersebut. Kalung yang hanya ada 1 di dunia, karena ia sendiri yang mendesainnya. Jantungnya berdetak 2 kali lebih cepat. Sebab hanya gadis yang menolongnya 5 tahun lalu yang dapat membuat jantungnya berdebar tak karuan. 'Tak salah lagi, dia adalah gadis 5 tahun lalu yang menolongku' batin Marvell. Ia pun menarik sedikit sudut bibirnya.
"Kiara Anastasia, kamu diterima disini. Kamu akan bekerja sebagai sekretarisku mulai saat ini" ucap Marvell tanpa basa-basi. Tak ayal pernyataannya itu membuat orang yang berada di ruangan tersebut terkejut.
Kiara pun terkejut bukan main. Namun, ia pun tak menolaknya dan langsung bekerja saat itu juga.
1 Minggu Kiara sudah bekerja, sang bos Marvell tampak dingin kepada karyawan lain dan bersikap hangat kepadanya. Disaat Kiara akan membawa kopi yang baru ia seduh di pantry perusahaan, seorang wanita bernama Ana datang menghadangnya, membuat ia terjatuh. Bahkan tangan kirinya sampai melepuh karena tersiram kopi panas. Kiara pun meringis kesakitan.
"Eh! gue kasih tahu ya, Lo jangan sok deketin bos deh!" Ucap Ana, dengan tatapan meremeh.
Belum sempat Kiara akan membalas perkataan Ana, Lengan kanannya ditarik lalu dipeluk oleh seseorang. Dan orang yang menarik tangan Kiara adalah Marvell. Melihat sang pujaan hati terluka, Marvell pun mengeratkan giginya geram, tatapan matanya terlihat tidak ramah. Ia pun segera memanggil asisten kepercayaannya.
"Roy! Urus orang yang sudah mencelakai pacarku!" Titah Marvell pada asisten kepercayaannya. Bisa ditebak apa yang akan dialami Ana nanti.
Marvell segera menggendong Kiara ala bridal style, lalu pergi meninggalkan tempat kejadian.
Kini mereka berdua sudah berada di ruangan Marvell, dengan cekatan ia mengobati luka Kiara. Kiara yang merasa diperlakukan dengan demikian merasa agak canggung.
"P-pak tak usah repot-repot, sa-saya bisa sendiri" ucap Kiara terbata-bata.
"Sudahlah Kiara, biar saya saja. Dulu kamu sudah menolong saya sekarang giliran saya yang menolong kamu" jelas Marvell.
"Maksud bapak? Memangnya kita pernah bertemu?" Tanya Kiara.
"Hem… kamu lupa ya? 5 tahun lalu kamu pernah menolong seorang pria kan? Lalu dia memberikanmu sebuah kalung sebagai tanda terima kasih" ucap Marvell.
"Bagaimana bapak bisa tahu?" Tanya Kiara lagi.
"Karena orang yang kamu tolong itu saya Kiara" Marvell menghela nafasnya, lalu melanjutkan kalimatnya. "Dengar Kiara saya sudah mencari dan menunggu kamu selama 5 tahun ini… Dan ya Kiara saya suka sama kamu" ujar Marvel. Kiara hanya diam membisu mendengarnya.
Tak lama Marvell berlutut sembari mengeluarkan kotak kecil dari dalam jasnya. Lalu ia pun membuka kotak tersebut, memperlihatkan sebuah cincin yang indah. "Kiara Anastasia maukah kamu menerima Marvell D'Souza sebagai suamimu? Will you marry me?" Tanya Marvell.
Kiara pun menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Mata Kiara berbinar, bahkan hampir menitihkan air mata. "Yes i will" jawab Kiara.
Mendengar itu, Marvell pun segera menyematkan cincin di salah satu jari Kiara, lalu memeluknya erat. "Terimakasih Kiara… terimakasih" ucap Marvell. Dan diangguki oleh Kiara.
Setelah sesi pelukan, Marvell pun meraih dagu Kiara lalu mencium bibir mungil Kiara. Di dalam hati Kiara, ia tampak senang karena tindakan menolong orang asing dulu membuatnya merasakan kebahagiaan yang tak terhingga sekarang.
Tamat.
Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan, karena diriku yang masih pemula🙂