Hari ini adalah hari pertama aku bekerja di perusahaan Big Soul Entertainment. Tapi tak ku duga, aku menyinggung bos ku sendiri. Benar-benar nasib buruk, Tuhan tolong aku!
Awalnya aku bekerja di perusahaan mantan pacar ku. Dari nol sampai dia sukses aku setia menemaninya disamping nya dalam keadaan suka maupun duka. Aku bekerja bersamanya menjadi sekertaris pribadi nya, tapi setelah dia semakin sukses. Dia melupakan ku.
Dia menjadi terlalu sibuk dan tidak ada waktu untukku, kupikir karena urusan pekerjaan tapi setelah ku selidiki karena ku curiga dengannya. Ternyata, dia bermain wanita dibelakang ku.
Aku berusaha mempertahankan hubungan tapi memang sudah takdirnya kita untuk berpisah. Saat sudah berpisah aku di keluarkan oleh selingkuhan nya. Aku pun mulai menganggur selama 1 bulan lamanya.
Saat itu, aku menemukan poster lowongan pekerjaan dijalan dan aku membacanya. Aku awalnya tidak tertarik, lalu saat aku pulang ke rumah dan menonton TV iklan lowongan pekerjaan itu aku jadi tertarik.
Aku mengikuti wawancara dan berhasil diterima nasib baik masih menghampiri ku.
1 Minggu sebelum masuk kerja, aku menyiapkan kebutuhan untuk masuk dihari pertama ku bekerja nanti. Dimalam harinya aku ingin membeli bahan-bahan untuk ku masak.
Setelah keluar dari minimarket aku berjalan pulang, tapi jalan yang biasa ku lewati ditutup karena ada kecelakaan. Jadi ku putuskan untuk berjalan melalui gang sempit yang jarang ku lewati.
Sangat sepi dan tenang walau sedikit seram. Lalu, dari kejauhan aku melihat ada seorang pria tampan yang sedang dipukuli aku langsung ingin lari putar balik. Tapi entah kenapa aku tidak bisa, kuputuskan untuk membantu orang itu, setelah ku lihat orang itu babak belur dan orang yang sedang memukuli badannya besar-besar.
"What?!! Tadi tidak sebesar itu badannya! Ya Tuhan tolong lah, aku tidak bisa lari dari ini." Ucap ku sambil berbisik
Sebelum aku menolongnya, aku mendengar beberapa percakapan diantara mereka..
"Jangan main-main dengan bos kami! hahaha! kau menerima akibatnya kan sekarang!!". Ucap pelaku
"Sekarang kau tanda tangani ini atau kau akan mati!" Ucap pelaku
"Cih, sampai mati pun aku tidak akan menandatangani nya!!" Ucap korban
"Dasar!! Terimalah ini!!" Ingin menendang perut pria sang korban tersebut
Beruntung aku pintar jadi aku memakai otak daripada fisik. Aku menyalakan musik sirine polisi dengan volume yang keras. Lalu, untungnya orang-orang yang sedang memukuli pria asing tersebut percaya bahwa itu suara asli dari sirine polisi.
Aku langsung menghampiri pria tersebut, pria tersebut pun pingsan. Lalu, aku menepuk-nepuk pipinya dan bahunya.
"Hey bangun! Hey! Kamu tidak papa?! Heyy!!!" Tanya ku
Jawab pria tersebut: "P-per-pergi!!" dengan nada tegas
Aku tidak peduli dengan yang dikatakan nya dan aku membantunya berdiri, sayang sekali suara kami terlalu keras dan dua orang pelaku tadi kembali. Aku bergegas kabur dan lari.
"Argh! Berat sekali kau!!" Keluh ku
Kami saling mengejar. Karena tidak pasti kita berdua akan lolos jadi kita terpaksa bersembunyi. Saat ingin bersembunyi kantong belanja ku lepas dan jatuh semua. Walau aku rugi tapi berhasil menghalau pelaku tersebut.
Kita berdua bersembunyi dirumah kosong yang sudah 5 tahun lebih tidak dihuni.
"K-kau s-si-siapa?!!" Ucap pria tersebut dengan suara keras
Aku langsung menutup mulutnya dengan tangan ku dan berkata..
"Hust!! Jangan berisik." Ucapku sambil berbisik
Sungguh tempat yang sempit untuk dua orang. Nafas nya bisa ku rasakan, matanya bisa ku lihat dengan jelas, bibirnya benar-benar lembut.
Dalam hatiku berkata: "Terlalu dekat!!!"
Kita berdua berhasil lolos dan aku membawanya kerumah ku. Sesampainya dirumah, aku menaruh dia di sofa ruang tamu karena ku pikir itu tidak akan nyaman jadi aku menaruhnya di kamarku.
"K-kau mau bawa aku kemana?!" Tanya pria tersebut dengan nada kesakitan
"Kau jangan banyak tanya, diam saja aku akan mengobati mu!" Jawab ku
Aku menaruhnya diatas kasur ku yang nyaman dan empuk.
"Gimana? Apa posisinya pas?" Tanya ku
"Tidak nyaman." Ucapnya dengan nada dingin
"Hey!! Astaga!! Untung saja kau sedang kesakitan!! Huh!!" Ucap ku dengan kesal
Aku mengambil kotak PP dan kembali ke kamar.
"Kau mau apa?!" Tanya pria tersebut dengan tegas
"Ingin membunuh mu!! Huh! Jelas mengobati mu!" Jawab ku dengan kesal
Aku mengobati luka-lukanya yang berada di kaki, tangan, dan muka.
"Ah!"
"Tahan jangan manja!" Ucapku dengan tegas
"Kau jangan dengan kasar mengobati ku! Jika tidak mau mengobati sana!!" Omongnya dengan dingin dan tegas
Dalam hati berkata: "Dasar menyebalkan!!"
Selesai sudah ku mengobati nya, butuh waktu lama karena terdapat banyak luka ditubuh nya.
"Selesai, apa kau mau makan?" Tanya ku
"No." Jawabnya dengan dingin
"Ya sudah kau istirahat saja aku akan membawa kan makanan untukmu." Ucap ku
"Sudah ku bilang tidak!" Nada dingin
"Aku hanya bertanya bukan berarti aku akan menuruti mu." Ucap ku sambil tersenyum kurang ikhlas
"Hey!!" Teriaknya
Dia berteriak dan dia kesakitan. Aku pun langsung memeriksa punggung nya dan benar saja banyak memar-memar.
"OMG! Haruskah kau ku bawa ke rumah sakit?!" Tanya ku dengan cemas
"Tidak usah kau tidak perlu repot aku akan menelepon asisten ku dan dia akan memberi kau uang karena sudah menolong ku." Jawabnya sangat dingin
Aku tidak memperdulikan kata-katanya dan langsung mengobati nya tanpa meminta izin.
"Hey! Apa kau mendengar kan ku?!" Tanya nya dengan tegas
"Banyak bicara!! Bisa diam tidak?!! Kau terluka parah seperti ini masih bisa banyak bicara?! Sudah diam aku akan mengobati mu jika tidak mau diobati oleh ku, aku akan membawa mu ke rumah sakit dengan paksa!! Kau paham?!" Ucapku dengan nada tegas dan cemas
"Kau berani membentak ku?! Kau tidak tahu siapa aku?! Beraninya kau membentak ku?!!" Ucap pria menyebalkan tersebut
"Siapa peduli! Jika ada yang membutuhkan pertolongan apakah harus melihat dulu statusnya tinggi atau rendah?! Intinya kau paham tidak?!!!" Ucapku sambil memarahi dia
"P-pah-paham." Jawabnya dengan nada ragu
Aku mengobati nya lagi dan pukul 11.30 baru selesai.
"Kau jangan memakai baju dulu karena obatnya akan cepat bekerja jika tidak memakai baju. Aku akan mengambil makanan yang bisa kau makan tunggu disini." Ucap ku
"Mengapa dia mau menolongku jika dia tidak tahu siapa aku? Mengapa juga dia sukarela mengobati ku? Dan saat aku menyebutkan uang dia sama sekali tidak peduli?! Tidak dia pasti akan meminta uang nanti. Tapi kata-katanya tadi sangat serius. Sebenarnya apa yang dia inginkan setelah menolong ku?!". Isi hati pria menyebalkan tersebut penuh dengan pertanyaan
Aku selesai memasak bubur yang isinya hanya bubur dan sayuran. Masih hangat dan langsung membawa nya ke kamar.
"Hey pria menyebalkan, makanan mu sudah jadi dan kau harus memakannya." Ucapku
"What?! Pria menyebalkan?!! Kau sungguh tidak tahu aku siapa?" Tanya nya sekali lagi
"Buka mulut mu aaa.. "
"Tidak mau!!"
"Aish.. Pesawat terbang datang aaa.. "
"Cih, aku bukan anak kecil!!" Ucapnya dengan kesal
"Makan cepat!!" Ucap ku
"Baik baik tidak usah marah-marah."
Pria menyebalkan tersebut memakan bubur dengan terpaksa.
Selesai makan bubur dia terlihat lelah dan capek jadi ku menyuruhnya untuk beristirahat. Tapi dia menolaknya, terpaksa aku harus memaksanya lagi. Aku tak sengaja menarik selimut nya dan melihat sesuatu yang menguggah nafsu.
Tidak tahu jika pria menyebalkan tersebut mempunyai roti sobek, badannya sangat bagus dan atletis, ototnya benar-benar kekar. Aku terpesona beberapa detik..
"Ckck, Kenapa kau melihatnya seperti itu? Kau terpesona?" Tanyanya dengan percaya diri
"Haha.. tidak apa maksudmu.. ekhem sudahlah istirahat aku akan tidur di sofa." Ucapku sambil malu
"Kau tidak perlu tidur disofa bagaimana kalau di samping ku sini, masih luas untuk satu orang lagi. " Ucapnya sambil menggoda
"Apa yang kau bicara kan!! Sudahlah bay aku akan tidur!"
Aku pergi ke ruang tamu dan tidur sambil malu.
Dalam hati berkata: "Godaan duniawi hiks.. hikss.. "
Keesokan harinya, aku mengecek ke kamar sambil membawa sarapan untuk nya saat membuka pintu aku terkejut karena sudah tidak ada orang. Batang hidung nya pun tidak terasa.
"What?! Apakah dia makhluk halus!!" Ucapku dengan cemas
Lalu, aku melihat ada sebuah surat dan aku membacanya..
"Ini uang untuk membayar karena sudah mengobati ku dan memberi ku bubur tidak enak dan sudah memberi kamar sempit untukku. Terima lah tidak banyak kita pasti akan bertemu lagi." Isi surat tersebut
"Aku tidak mau bertemu dengan mu lagi!! Dasar menyebalkan!!!" Berteriak
Kesal sudah aku dibuatnya, dan aku melihat surat yang lainnya. Dan setelah aku membacanya aku terkejut auto pingsan.
"Bank MBM, atas nama A. Shalsa.. tunggu ini kan namaku?! Menerima 10 juta dollar!!!! Whatt!! Banyak sekali!! Siapa pria menyebalkan tadi?! Argh!! Aku terima atau tidak?!" Gumam ku
Hari dimana aku bekerja pun tiba, aku berangkat ke perusahaan dan sesampainya disana. Aku menanyakan kepada resepsionis
"Dimana tempat untuk pegawai baru?"
resepsionis menjawab: "Em.. aku masih baru juga disini mungkin kau harus kesana lalu belok kanan, lurus lagi terus ada belokan, kau harus belok kiri jangan belok kanan nah disitu sampai."
"Kenapa tidak boleh belok kanan?"
"Karena disitu ruangan bos dingin dan galak." Jawabnya
"Oh begitu, terima kasih yah." Ucapku sambil tersenyum
"Iya sama-sama, hati-hati yah." Jawabnya dengan senyum
Aku mengikuti arahan resepsionis tadi tanpa kesalahan, sampai ditengah jalan aku bertemu dengan seorang pria tampan menabrak ku.
"Ah! Aduh!!"
"Eh maaf-maaf aku terburu-buru." Ucapnya dengan lembut
Aku tidak memperdulikan nya dan aku melihat seorang wanita yang sedang dimarahi oleh seorang pria. Aku langsung tanpa berpikir panjang menghampiri nya.
"Eh kau mau kemana?!!" Tanya pria yang menabrakku
"Apa kau bisa bekerja dengan baik?!! Jika kau tidak bisa bekerja dengan baik maka kau akan ku pecat!!" Ucapnya
"Stop!! Hey jika kau seorang pria jangan berani dengan wanita!! Kau tidak melihat wanita ini terjatuh?! Kau seharusnya membantunya bukan memarahinya!!" Ucapku sambil marah
Aku menolong wanita tersebut dan menyuruhnya pergi. Pria tampan yang menabrak ku bertanya-tanya apa yang terjadi.
"Kau pria hanya berani dengan... . ."
"Oh pantas saja hanya kau yang berani membentak ku seperti tadi."
Aku terhenti karena terkejut ternyata pria yang memarahi wanita tadi adalah pria menyebalkan.
"Kau!! Pantas saja ku pikir hanya perasaan ku ternyata memang kau!! Dasar pria menyebalkan!!" Ucapku dengan lantang
Dua pengawalnya ingin menghampiri ku tapi di cegah olehnya.
"Ckck, Kau mengejar ku sampai kesini yah. Sekarang kau tau siapa aku?"
"Aku tau, kau hanyalah pria menyebalkan pembuat masalah yang suka menindas wanita!!"
"Menarik." Ucap pria menyebalkan sambil tersenyum jahat
"Dasar pria menyebalkan!!" Ucap ku
"Kau mau uang lagi? Sampai datang kesini?" Tanya nya
"Oh uang ini yah, ck, aku tidak butuh uang dari mu!!"
Aku merobek kertas yang diberikan oleh dia 1 minggu yang lalu dihadapannya, lalu langsung pergi.
"Wow dia berani membentak mu dan berkata seperti itu keren." Ucap pria yang menabrakku sambil terkagum-kagum
"Mengapa orang luar bisa masuk kedalam!!" Tanya nya dengan tegas
"Hei kau tidak ingat hari ini penerimaan pegawai baru eh tepatnya Office Girl and Office Boy. Mungkin dia diterima dan lolos."
"Baiklah menarik." Ucap pria menyebalkan sambil tersenyum jahat
Aku sampai didepan ruangan yang diarahkan oleh resepsionis tadi. Tapi, berbeda dari bayangan ku, ku pikir karena ruangan penerimaan pegawai baru pasti akan jelek atau yang lainnya tapi ini sebaliknya. Bagus dan mewah dari luar apakah resepsionis tadi tidak tahu.
Aku ingin mencoba belok kanan tapi dia kata ruangan bos dingin dan galak jadi aku tidak berani kesana. Aku mengetuk pintu tapi tidak dijawab jadi aku langsung membuka pintu dan berjalan masuk.
Didalamnya begitu bagus dan sofa yang mewah, ruangannya pun luas.
"Apa ini ruangannya? Hallo permisi apa ada orang?" Tanya ku
Aku masuk dan melihat ada seseorang yang duduk di kursi. Aku terkejut setelah melihat orang yang duduk di kursi tersebut.
"Kau!! Mengapa kau disini!!"
"Yang seharusnya bertanya itu aku, kau sedang apa diruangan ku?!"
"Ruangan mu? Apa kau pegawai baru yah?! Haha ternyata kau pegawai baru!!"
"Ruangan pegawai baru belok kanan bukan belok kiri!" Ucapnya dengan nada dingin
"Kau mau menyesatkan aku ke ruangan bos dingin dan galak?!!" Jawab ku
"Kau pasti diberitahu oleh resepsionis magang itu yah huff.. dia baru bekerja selama 2 Minggu dan orangnya pelupa." Ucapnya
"Terus kenapa kau ada disini pria menyebalkan?!" Tanya ku
"Namaku Arkan bukan pria menyebalkan!" Jawabnya
"Oh Arkan yang menyebalkan kau tidak seharusnya disini!! Jika benar ini ruangan bos galak kau akan dipecat!!" Ucap ku
"Kau memang hobi tidak mendengar kan perkataan orang lain yah."
"Sudah sana pergi atau kau akan bertemu bos galak yang suka mencakar orang rawrr!!" Ucap ku
"Sebentar lagi kau akan bertemu dengannya, cepat kau jika ingin bekerja belok kiri lalu lurus trus belok kiri sampai." Ucapnya
"Sudah ku peringatkan bay aku akan bekerja yeah!!" Ucapku dengan penuh semangat
Aku mengikuti arahan nya dan benar saja ruangan jelek dan buruk yah cocok untuk OB and OG.
Dan ada seorang yang bertanya kepada ku..
"Kau tidak salah arah kan?" Ucapnya
"Eh memangnya kenapa?" Ucapku
"Jangan belok kiri karena disitu ruangan bos dingin dan galak yang suka memecat orang. Resepsionis yang kita temui di depan itu masih baru dan pelupa. Hati-hati yah." Ucapnya
Aku berpikir ternyata ruangan yang ku hampiri tadi adalah ruangan bos itu dan orang nya adalah Arkan. Tapi, aku tidak mau menyimpulkan nya terlebih dahulu.
Aku mendapatkan seragam dan sudah bekerja disana selama 1 minggu, beruntung Arkan si menyebalkan tidak bertemu dengan ku beberapa hari ini.
Lalu, saat itu aku ditugaskan membersihkan ruangan bos dingin dan galak. Aku bergegas membersihkan nya tanpa berhati-hati dan terpeleset. Saat aku ingin terjatuh ada seseorang yang menangkap ku dan berkata:
"Kena kau." Ucap Arkan dengan nada dingin
"Wah!! Kau mengejutkan ku!!" Ucap ku
"Kau ingin mencuri apa disini?"
"Mencuri?! Wah.. Kau ini aku sedang bekerja dituduh mencuri astaga benar-benar aku sial bertemu dengan mu!!"
"Apa memang benar kau mencuri perhatian ku." Ucapnya dengan nada lembut
Aku sempat terpesona dan melihat wajahnya ternyata begitu tampan dan melihat tubuhnya saat memakai jas terlihat kurus tapi berwibawa sedangkan tidak memakai baju sangat berotot dan menggugah nafsu.
"Kau terpesona lagi?! Ck."
"Tidak!! Sudahlah aku pergi."
Dia menangkap tangan ku dan berkata,
"Kau tidak pantas bekerja sebagai OG lebih baik kau bekerja sebagai sekertaris ku saja ku dengar kau berpengalaman mendampingi orang." Ucapnya dengan nada menyindir
"Mendampingi?!! Cih, simpan tawaran mu aku tidak mau bekerja dengan mu! Lagian kau siapa huh!"
Lalu tiba tiba ada yang mengetuk pintu dan ternyata ada seorang wanita datang.
"Tuk tuk"
"Permisi bos, ini dokumen yang bos minta. Saya pergi dulu permisi." Ucapnya
Aku terkejut dan tidak percaya bahwa Arkan si menyebalkan ini adalah bos ku.
"Kau bos nya? Ehehe maaf ya bos Arkan aku benar-benar tidak tahu haha jangan pecat aku yah ku mohon!! Aku benar-benar butuh pekerjaan." Mohon ku kepada Arkan
"Simple saja kau sudah menyelamatkan ku waktu itu dan ku lihat kau bukan wanita yang matre aku akan memberi mu penawaran. Jadi sekertaris pribadi ku maka kau tidak akan dipecat atau jadi OG?" Tanya Arkan dengan niat jahat
"OG saja hehe." Ucapku sambil tersenyum tidak ikhlas
"Maka kau akan dikeluarkan dari.."
"Baiklah! Aku akan bekerja sebagai sekertaris mu! Mulai dari kapan?" Ucapku
"Besok." Tersenyum jahat kepada ku
Aku merasakan bahwa Arkan mempunyai niat jahat kepada ku tapi mau bagaimana lagi. Aku harus terima ini. Aku pun bekerja bersamanya selama beberapa bulan. Tapi itu tidak mudah, banyak yang iri dan tidak suka kepada ku karena aku naik jabatan menjadi sekertaris nya.
Tapi banyak yang tidak tahu bahwa jadi sekertaris nya adalah siksa dunia. Dia selalu menyuruh ku lembur, menyiapkan makanan, menyelesaikan dokumen-dokumen yang begitu banyak, dan menyuruhku menghadiri beberapa acara yang dihadiri oleh pembisnis lainnya.
Tapi, setelah beberapa bulan bekerja bersamanya aku mengerti kenapa dia tidak mempunyai pacar walau dia tampan dan juga sangat kaya karena semua wanita yang dekat dengannya tidak tulus dan hanya ingin hartanya saja.
Walau setiap pertemuan keluarga dia selalu ditanya calon istri nya siapa, tapi dia tidak peduli dan giat bekerja dan bekerja. Terkadang pekerjaan nya membuat ia dalam keadaan bahaya.
Beberapa kali aku menolongnya beberapa kali juga aku mengobati nya. Seiiring berjalannya waktu aku dan dia terjebak cinlok alias cinta lokasi. Kita sering bekerja berdua, jalan berdua, lembur berdua, menghadiri acara berdua, dan menghadapi bahaya berdua.
Gejala cinta timbul dihatiku dan itu membuat ku tersadar, aku dan dia berbeda. Jadi aku memutuskan untuk mengundurkan diri.
Saat ingin mengundurkan diri dia mengajak ku ke suatu acara, aku berpikir untuk terakhir kalinya jadi aku ikut. Tak ku sangka itu jebakan yang dibuat oleh nya.
"Wah sekertaris Shalsa datang yah." Ucap ibu Arkan dengan senyuman lembut
"Iya nyonya."
"Sudah berapa kali saya bilang jangan panggil nyonya panggil ibu saja." Tersenyum kepada ku
"Wah anak nakal ini tidak pernah membawa gadis lain selain sekertaris Shalsa yah." Ucap ayah Arkan
Aku hanya bisa tersenyum dan melihat ke Arkan. Melalu kontak mata kita berbicara.
"Kau tidak bilang kalo ini pertemuan keluarga!".
"Ikuti saja."
"Aduh-aduh kenapa kalian saling bertatapan sudah ibu tau kalian cocok jangan bertatapan terlalu lama ayok masuk." Ucap ibu Arkan
Orang tua ku sudah lama meninggal jadi aku hidup sendirian, tapi saat ini aku merasakan kehangatan dari keluarga lagi. Betapa beruntungnya Arkan dia mempunyai orang tua yang lengkap. Memang aku tidak pantas baginya.
Selesai makan malam bersama tersebut, aku keluar dan melihat bintang-bintang. Lalu, Arkan datang dari belakang dan memelukku. Sontak aku terkejut dan segera ingin melepaskan pelukannya.
"Jangan, Biarkan aku memeluk penyelamatku ini." Ucap Arkan
"Apa yang kau maksud jika ibu dan ayah mu tau akan timbul kesalahpahaman." Ucap ku
"Biarkan mereka tau, aku ingin berbicara serius kepada mu Shalsa."
"Berbicara apa?"
Dia melepaskan pelukannya lalu memegang tangan ku.
"Shalsa kau tau aku tidak pernah bertemu dengan gadis seperti mu, kau berbeda dengan gadis lainnya yang hanya mementingkan uang dari pada dirinya sendiri. Tapi, kau berbeda kau sudah menyelamatkan ku beberapa kali dan sudah merawat ku selama ini." Ucap Arkan dengan lembut
"Hei bukannya sudah biasa.. em lalu?"
"Aku ingin menjaga mu, merawat mu, menyayangi mu dan mencintai mu setulus hati.." Ucap Arkan
"Eh? Maksudnya?" Tanya ku
Jawab Arkan dengan nada lembut: "will you marry me?"
Sontak aku terkejut dan bingung harus menjawab apa, ibu dan ayah Arkan berkata:
"Terima! Terima! Terima!"
"Tapi Arkan aku tidak seperti mu kaya dan mempunyai keluarga yang lengkap aku tidak.."
"Shalsa Arkan pertama kalinya bersikap begini, jadi ibu dan ayah percaya bahwa kamu pantas dengan Arkan." Ucap ibu Arkan
"Sekali lagi Shalsa, Will you marry me?" Tanya Arkan
"Yes." Jawab ku dengan senyuman
Arkan pun memasukan cincin nya ke jari manis ku lalu ia memelukku dan kita berciuman disertai background moon and star.
1 Bulan berikut nya kami berdua resmi menikah. Setelah menikah kami berdua honeymoon, dan kita memulai lembaran baru dengan bahagia.
~Tamat~
Tinggalkan jejak mu!!!
Jangan lupa dukung karya ku yang lainnya, yah! See you!!