Malam sudah larut, jalan yang ramai sudah terlihat sepi karena memang sekarang jam menunjukan pukul 12 malam. Aku mengendarai motor beat membelah jalan raya yang sudah sepi itu. Aku baru saja pulang dari rumah sahabat ku. Saat di pertengahan jalan aku melihat sebuah mobil berhenti dengan 3 orang yang sedang menodongkan senjata tajamnya ke mobil itu.
Tentu saja aku tahu apa yang sedang terjadi, dengan segera aku parkirkan motor ku di pinggir jalan dan aku menghampiri orang-orang itu.
" Hai kalian, carilah uang yang halal untuk keluargamu makan. Jangan seperti ini," ucap ku.
" Seharusnya, kau tadi jalan saja jangan berhenti dan mengganggu urusan kami. Kau sama saja mencari mati," Ucap salah satu orang itu.
Aku yang mendengar itu tersenyum mengejek. Mereka belum tahu siapa aku ini.
Aku salah satu pemegang sabuk hitam taekwondo.
" Lihatlah, dia tersenyum mengejek. Sudah habisi saja dia," ucap salah satu pria itu lagi.
Perkelahian tidak bisa dihindarkan. Dengan tiga lawan satu. Orang yang di dalam mobil itu terlihat ketakutan dengan adegan yang ia lihat. Karena tiga orang itu membawa senjata tajam semua, sedangkan orang yang menolong nya menggunakan tangan kosong.
Ternyata apa yang menjadi ketakutan nya tidak terjadi. Orang yang membantunya bisa mengalahkan penjahat itu dengan begitu mudahnya menggunakan tangan kosong.
Tidak berselang lama ketiga perampok itu terkapar dan merintih kesakitan di aspal dengan luka yang beragam. Setelah pria itu selesai menghajar para penjahat, ia menghampiri mobil ku dan mengetuk jendela yang selama kejadian itu aku tutup karena aku benar-benar takut dengan para penjahat itu yang tiba-tiba saja menyuruhku berhenti sampai menghadang mobil ku dengan kendaraan mereka.
Tok…tok…tok…
Ku buka pintu mobil itu, dan aku keluar untuk mengucapkan terimakasih banyak karena sudah menolongku.
" Apa kau baik-baik saja? terima kasih atas bantuanmu. Kenalkan nama ku Maura, sekali lagi terima kasih banyak atas pertolongan mu." ucap perempuan yang bernama Maura.
" Jangan berterima kasih pada ku, mungkin Allah telah mengatur semuanya. Salam kenal nama ku Kevin Sanjaya," ucap jaya memperkenalkan diri.
" Lebih baik kau pulang, ini sudah sangat malam sekali. Jangan keluar malam seorang diri apa lagi kau itu wanita," ucap jaya lagi.
" Aku baru saja pulang dari kantor. Dan sopirku hari ini tidak bisa mengantarku pulang, karena istrinya masuk rumah sakit. Baik, aku akan segera pulang dan sekali lagi terimakasih banyak. Aku pamit pulang dulu," ucap Maura berpamitan.
Jaya pun berlalu untuk pulang dan meninggalkan ketiga pria itu yang merintih kesakitan karena tangan nya di buat patah tulang oleh jaya.
****
POV Kevin Sanjaya
Perkenalkan nama ku Kevin Sanjaya. Yang biasa di panggil jaya oleh orang terdekatku, aku baru saja lulus kuliah dan aku Sekarang di disibukkan mencari lapangan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan kuliahku yaitu Administrasi Perkantoran. Ku kira dengan tamatan kuliah, aku bisa dengan mudah melamar pekerjaan ternyata, begitu susah. Sudah ku buat puluhan lamaran pekerjaan dan sudah ku sebar ke semua perusahaan. Memang aku dipanggil untuk interview tetapi ujung-ujungnya aku tidak diterima dengan alasan belum memenuhi kriteria yang perusahaan cari. Belum lagi aku harus mendengarkan mulut tetangga yang pedas itu. Ya, kalian tau sendiri dah, bagaimana pedasnya mulut tetangga.
Tidak terasa hari sudah pagi. Pagi ini seperti biasa, ibu membangunkan ku untuk interview. Dan sekarang aku sedang berada di meja makan, dengan kepala ku sandarkan di atas meja makan. Kalau boleh jujur, aku benar-benar malas untuk interview hari ini, aku takut akan kecewa dengan hasilnya. Kalau bukan karena ibu yang selalu memberi semangat aku malas sekali untuk datang.
Jaya pun, melajukan motor beat kesayangannya untuk menuju kantor yang sedang mencari pegawai baru. Motor jaya pun sampai dan ia sekarang sedang berada di luar ruangan, duduk di bangku yang sudah disiapkan jaya berbaris untuk mengantri di interview dengan pelamar lain nya.
Kini giliran Jaya yang masuk ke dalam ruangan untuk di interview. Setelah jaya masuk kedalam ia melihat seorang wanita yang sedang duduk di tengah pihak HRD, Wanita itu tersenyum melihat Jaya, Jaya pun membalas senyuman itu. Setelah Jaya di interview.
" Selamat Kevin Sanjaya, kau ku terima untuk bekerja di perusahaan ku," ucap Maura secara mendadak yang membuat pihak HRD kaget, karena tidak biasa bosnya itu meminta ikut untuk menginterview para pekerja. Dan sekarang secara sepihak bosnya itu langsung menerima Kevin Sanjaya tanpa penilaian lebih lanjut.
Mereka pun tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena itu sudah keputusan bosnya. Kevin Sanjaya akan di tugaskan untuk menjadi sekertaris beribadi Maura Ayunindia.
Jaya yang mendengar itu, tentu saja senang ia tidak menyangka orang yang ia tolong akan menjadi bosnya sekarang.
Mungkin ini bisa di bilang awal takdir kita bertemu karena akan ada kisah di antar kita berdua.