Alana bergegas pulang karena hari telah senja. Gak biasanya Alana pulang kerja selarut ini.
"Siapa sih CEO baru itu? sok banget jadi orang! mentang-mentang anak Presdir yang baru diangkat aja sok belagu!" Alana terus menggerutu sepanjang jalan. Pasalnya jika dia tidak segera pulang, bisa bisa emaknya ngomel sampai pagi.
Sampai di persimpangan jalan yang sepi, Alana melihat seseorang sedang di bully. Dengan jiwa pahlawan sang almarhum ayah yang melekat di jiwanya, Alana tak mau tinggal diam.
"Ada apa ini? yang gentle donk! masak main keroyokan?" Alana merasa PeDe dengan dirinya seakan tak peduli bahwa yang dihadapinya beberapa pria bertubuh kekar.
"Yoo...siapa ini? perempuan kah? atau laki laki?" ucap salah seorang pria bertubuh kekar tersebut.
"Memangnya kenapa dengan penampilanku? aneh kah?" jawab Alana enteng.
Alana adalah gadis tomboy namun bisa feminim juga. Jika di kantor dan acara acara tertentu,Alana bisa menyesuaikan. Namun jika di jalanan, jangan tanya..
Seperti saat ini, sepulang kantor Alana pasti berganti pakaian dan berpenampilan layaknya seorang preman. Namun siapa sangka jika beberapa menit yang lalu Alana memakai rok mini yang sesuai dengan pekerjaannya yaitu kepala divisi sebuah perusahan ternama.
"Apa yang kalian lakukan?" kembali Alana mastikanbjika apa yang diperkirakannya tidaklah salah.
"Ayo manis, gimana kalau kita ke hotel saja!" tantang pria tersebut.
"Kalau ngajak duel disini saja! ngapain harus ke hotel segala!" jawab Alana ketus.
"Maaf ya cantik, abang tidak suka melawan perempuan."
"Kalau begitu anggap saja aku ini laki laki!"
Alana pun bersiap dan memasang kuda kuda. Para pria bertubuh kekar itupun merasa tertantang.
"Kamu yang mulai duluanbloh ya, jangan sampai menangis!" salah satu dari pria itu menanggapi tantangan Alana.
Duak....
Brakk...
Krosak....
Satu pria perkasa tumbang. Melihat temannya terkapar, ysng lain pun mulai mengeroyok Alana. Empat lawan satu.
Karena Alana mampu beladiri tingkat tinggi, dia pun berhasil membuat kelima pria bertubuh kekar itu pontang panting melarikan diri.
"Kamu gapapa?" tanya Alana membantu pria kurus itu berdiri.
"Hati hati kalau jalan lewat sini. Banyak begal!" lanjutnya.
Pria yang ditolong Alana hanya mengangguk dan mengucapkan terimakasih pada Alana dengan menyatukan kedua tangannya.
'Bisukah?' pikir Alana. Alana pun membalas dengan menangkupkan kedua tangannya pula dan tersenyum kemudian pergi meninggalkan pria tersebut.
'Ada ada saja!'batin Alana lagi.
Alana sudah sampai rumah, dan benar saja emaknya sudah berkacak pinggang di depan pintu.
"Emak.." Alana mencoba tersenyum dibdepan emaknya. Dia tahu jika emaknya gak bisa dirayu.
Buk, brakk..
Buk, brakk..
Segala macam sapu, pel, keset dan lain sebagainya langsung melayang ke arah Alana. Dengan ketangkasannya, Alana berhasil menangkis semua lemparan dari emaknya.
Si emak pun langsung nyamperin Alana dan menjewer kupingnya.
"Kamu itu kerja apa sih? cewek kok pergi pagi pulang malam. Kalau kerja gak jelas itu mending di rumah aja!" Si emak mulai ngomelnya.
"Aku kerja kantor mak.." jawab Alana.
"Mana ada kerja kantor pakek baju kayak gini!"
Alana dan emaknya mulai adu mulut mencari benarnya sendiri. Hingga malam sampai keduamya merasa lapar karena tenaga terkuras habis.
"Ayo makan dulu!" si emak pun mengalah dan mengajak Alana makan.
***
Keesokan harinya...
Karena si emak gak percaya jika Alana kerja kantor, pagi ini Alana memakai baju kantor dan dandan cantik.
"Eh..eh..eh mau kemana pakek baju kayak gini? ayo ganti!" si emak mulai ngatur ngatur.
"Kan gak percaya kalau aku kerja kantor. Ya begini penampilannya..makanya aku bawa ganti baju!" jawab Alana cuek.
"Ya sudah emak percaya. Awas aja kalau pulang malam lagi!"
"Lembur mak.."
Alana langsung ganti baju seperti biasanya. Baju kantornya dimasukkannya ke dalam tas. Alana pun berpamitan pada emak dan berangkat kerja jalan kaki.
Sampai di kantor, semua karyawan sudah rapi seperti mau menyambut tamu agung. Beda dengan Alana yang masih berpenampilan preman.
"Cepetan ganti baju Alana sebentar lagi bos baru datang loh!" Sindi yang satu divisi dengan Alana langsung mengingatkan. Alana tau dari krusak krusuk jika si bos baru tidak suka karyawan yang tidak disiplin. Alana segera ke toilet dan mengganti seragamnya.
Tamu agung pun datang, semua karyawan menyambut dengan berjajar rapi. Alana berada di barisan belakang karena barisan depan sudah penuh. Otomatis Alana tidak bisa melihat tampang bos barunya karena terhalang karyawan yang lebih tinggi.
Sang bos pun langsung ke ruang kerjanya tanpa membalas sapaan karyawannya. Namun siapa sangka bis tersebut sempat melirik Alana.
"Alana..kamu dipanggil pak bos!" pak Agus menghampiri Alana dan mengajaknya ke ruangan bos baru.
"Aku?" Alana menunjuk pada dirinya sendiri. Dia sangat terkejut karena takut telah berbuat salah. Mungkin...
Alana mengikuti pak Agus sambil memegang dadanya. Alana merasa gugup dan bingung.
"Kenapa?" tanya Sindi.
"Gak tau!" Alana hanya mengangkat bahunya. Dia memang tidak tau untuk apa pak bos manggilnya..
Sesampainya di ruang bos baru, pak Agus langsung meninggalkan Alana. Di sudut ruangan, pak bos sedang duduk mbelakangieja kerjanya
Ketika kursi diputar...
" Terimakasih sudah menolongku kemarin. Aku suka dengan gaya berantem kamu." ucap pak bos Tentu saja Alana terkejut ketika bos nya mengingatkan Alana pada kejadian kemarin.
Alana mengangkat kepalanya dan lebih terkejut lagi ternyata bisnya adalah pria kurus yang ditolongnya kemarin.
"Apapun yang kamu inginkan cepat katakan sekarang, aky akan memenuhinya. Namun aku ada satu syarat yang harus kamu pertimbangkan"
"Syarat apa bos?" Alana pun meyakinkan. Uang segebok kah? atau villa mewah?
"Syaratnya kamu harus menikah denganku. Dengan begitu semua yang kamu inginkan pasti akan aku berikan" ucap bos itu.
Alana terkejut, kakinya seakan lunglai mendengar ucapan bos tersebut
'Nih orang gila apa gimana? mau ngajak aku nikah? mendadak gini? yang bener aja!' Alana masih tidak percaya dengan ucapan bosnya.
"Bagaimana?"tanya pak bos.
"Saya tanya emak saya dulu ya bos! Bagaimanapun juga beliau adalah orang tua saya satu satunya.
"Oke baiklah! sekarang ambil tas kamu, kita minta restu emak kamu berdua!"lanjut pak bos.
"Sekarang?"
???