Malam itu hujan turun dengan sangat deras, angin kencang berhembus menggoyangkan pepohonan.
Ini baru jam 10 malam, tapi jalan di perumahan elit sudah sepi. Tak ada satupun kendaraan yang berlalulintas lalang. Kemudian dari kejauhan tampak seorang lelaki membawa payung warna hitam ia berjalan dengan terburu-buru dan berhenti didepan gerbang rumah elit. Tampak tangan kiri lelaki itu menenteng sebuah boneka bayi yang amat kotor.
Si lelaki membuka gerbang dan segera masuk ke halaman rumah yang cukup besar itu.
Setibanya di beranda rumah, ia meletakkan patung itu dan segera masuk. Pintu tak dikunci, kini wajah si lelaki tampak jelas, nafasnya terengah-engah. Dan dengan terburu-buru segera dia masuk ke dalam kamar untuk menemui istrinya.
"Ratih ini boneka nya, maafkan aku ya, " Ucap lelaki itu sambil memeluk tubuh istrinya yang meringkuk di pojokan kamar. Ratih meraih boneka bayi itu dan langsung memeluknya dengan sangat erat sambil terus menangis tersedu-sedu
"Jangan buang boneka ini lagi mas Andri" Ucap Ratih. Mas Andri pun mengangguk sambil mengelus rambut istrinya itu.
Tadi sore Andri memang marah besar karena dia merasa istrinya sudah semakin aneh. Semenjak anak pertama mereka meninggal karena penyakit misterius.
Ratih memilih untuk mengadopsi boneka arwah. Boneka itu Ratih beli dari pasar barang-barang antik. Itu adalah boneka bayi yang umurnya kisaran satu tahunan. Ratih sangat menyayangi boneka arwahnya. Setiap hari boneka itu ia rawat layaknya anak sendiri.
Semakin lama tingkah Ratih malah semakin aneh. Wanita itu bahkan tidak memperdulikan suaminya, setiap hari yang Ratih urus hanya boneka arwah.
Itulah yang membuat Andri marah, dia pun sempat membuang boneka itu ke tempat sampah agar Ratih tidak lagi mengurus boneka arwah.
Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Ratih mengamuk, dia memecahkan barang-barang rumah dan minta agar boneka arwahnya itu dikembalikan. Ratih tak bisa dibujuk, wanita itu bahkan sudah memegang pisau dan mengancam akan bunuh diri jika bonekanya tidak dikembalikan. Andri pun mengalah, buru² dia keluar dari rumah & berjalan di tengah-tengah hujan deras. Untungnya boneka itu masih ada ditempat sampah, hanya saja sudah tertimbun oleh sampah plastik.
"Aku janji tak akan membuang boneka mu lagi, " Ucap Andri sambil mengecup rambut istrinya itu.
Wajah Ratih tampak pucat. Penampilannya tampak tak terurus. Andri khawatir kalau terus² dibiarkan seperti ini maka istrinya itu pasti jadi gila. Andri harus cari cara agar istrinya itu bisa melupakan boneka arwah itu.
Andri membopong Ratih keatas tempat tidur. Wanita itu masih memeluk boneka arwah yang sudah ia anggap sebagai anak sendiri. Ratih pernah bilang kalau di dalam boneka itu ada arwah anaknya yang sudah meninggal. Oleh sebab itu, Ratih selalu memperlakukan bonekanya seperti anak sendiri.
Sementara itu, andri membereskan barang² rumah yang sempat dibanting oleh Ratih. Andri dan Ratih hanya tinggal berdua dirumah sebesar itu. Tak ada pembantu dirumah itu, beberapa bulan ini andri sudah 10 kali ganti pembantu. Tak ada satupun yang betah kerja di rumahnya andri.
Setiap kali andri bertanya pada para pembantu itu, maka mereka pasti akan menggelengkan kepala sambil menampakkan wajah pucat. Mereka sangat ketakutan, seperti ada hal yang amat mengerikan yang mereka jumpai di rumah andri.
Lelaki itu sudah capek nyari pembantu, akhirnya rumah tak terurus. Sementara kelakuan istrinya hanya ngurusin boneka arwah setiap hari.
Andri sendiri memang merasa ada hal aneh pada boneka arwah itu. Ia pernah bermimpi kalau boneka arwah milik istrinya merayap dirumahnya.
Wujud boneka arwah menjadi sangat mengerikan. Awalnya andri menganggap itu hanya sebatas mimpi, namun lama kelamaan banyak kejadian aneh dirumah andri.
Seperti kalau tengah malam andri mendengar suara ketukan didapur, juga langkah kaki seseorang yang mondar mandir dirumahnya. Namun ketika andri cek, tak ada siapa² disana.
Terlintas dalam benak andri, ia ingin sekali menyewa seorang baby sitter untuk mengurus boneka arwah agar istrinya tak lagi mengurusi boneka itu.
"Sayang, kayaknya kamu kewalahan kalau harus ngurus boneka sendirian, bagaimana kalau aku carikan baby sitter, " Kata andri. Ratih terdiam sejenak. Dia tampak sedang mempertimbangkan saran suaminya itu.
"Kamu jangan khawatir, walaupun ada baby sitter, kamu tetep bisa awasi boneka itu, " Ucap andri. Ratih pun mengangguk.
Besok andri langsung mendatangi yayasan penampung tenaga kerja baby sitter. Ia masuk ke dalam kantor yayasan itu.
"Kami punya banyak persediaan tenaga baby sitter, silahkan dipilih pak, " Ucap pemilik yayasan sambil menyodorkan sebuah buku yang berisi foto² tenaga kerja yang tersedia di yayasan itu.
"Kira² yang kerjanya sabar dan tekun yang mana pak? " Tanya andri.
"Sebenarnya semua pekerjaan disini punya sifat sabar dan tekun, tapi kalau boleh saya sarankan bapak ambil mayang saja. Dua sudah sangat berpengalaman jadi baby sitter. Kerjanya sangat tekun dan sabar, " Ucap pemilik yayasan sambil menunjuk salah satu foto dibuku itu.
Tampak foto seorang wanita muda umurnya kisaran 25 tahunan.
"Oke kalau gitu, saya ambil mayang, " Ucap andri.
Pemilik yayasan pun memanggil mayang lalu muncullah perempuan yang parasnya cantik dan berbadan proposal.
Pemilik yayasan memperkenalkan mayang pada andri. Dan tak lama kemudian setelah melakukan pembayaran, andri langsung membawa mayang ke rumah. Mayang sangat terkesan pada rumah andri yang amat besar. Wanita itu pun masuk, dia memperhatikan setiap sudut ruangan yang terkesan elit itu.
"Kalau boleh tahu anak bapak umur berapa ya? " Tanya mayang. Andri pun tersenyum, dia menyuruh mayang untuk duduk diatas sofa.
"Sebenarnya yang bakal kamu urus itu bukan anak², " Ucap andri.
"Oh masih bayi ya pak? " Tanya mayang.
Andri menggelengkan kepalanya.
"Jadi apa pak? "
"Boneka, " Ucap andri.
Mayang mengerutkan keningnya, dua tampak kaget. "Kamu jangan khawatir. Aku akan kasih gaji tambahan asal kau mau mengurus boneka istriku, " Ucap andri.
Kemudian terdengar suara pintu yang dibuka. Dari dalam kamar muncullah Ratih yang berpenampilan kusut. Wajahnya pucat, daster yang ia pakai juga lecek.
Rambutnya acak² . Ratih menangisi sebuah boneka arwah yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri. Ratih duduk di samping suaminya. Mayang tampak ketakutan melihat penampilan Ratih. Mayang berusaha untuk tenang.
"Ini istriku dan ini boneka yang akan kau urus. Gak perlu ribet kau cukup mengelap nya aja setiap hari dan menganti pakaiannya, " Ucap andri.
Mayang terdiam sejenak, dia pun mengangguk. Tak ada pilihan lain mayang harus Terima pekerjaan itu. Lagi pula sudah dua bulan dia tinggal di asrama dan tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Mayang butuh uang untuk membiayai keluarga di kampung. Maklum mayang ini adalah tulang punggung keluarga. Ayahnya sudah meninggal, dia harus menafkahi ibu dan kedua adiknya. Namun, yang mayang khawatirkan sekarang adalah soal istrinya andri. Dia takut kalau istrinya andri itu adalah orang gila.
"Aku mau kau merawatnya dengan telaten, anakku ini suka makan 3 kali sehari, " Ucap Ratih.
Mayang bingung dengan apa yang dibicarakan Ratih. Mana mungkin boneka harus diberi makan. Dengan ragu mayang pun mengangguk.
Ratih menyodorkan boneka itu, meminta mayang untuk mengaisnya. Dengan hati² mayang pun menerima boneka itu. Entah kenapa mayang merasa boneka itu sangat mengerikan. Andri menunjukkan sebuah kamar untuk mayang. Kamar itu cukup besar dan mewah.
"Kau dan boneka itu akan tinggal disini, " Ucap andri.
"Baik Pak, " Jawab mayang.
Andri kemudian menyodorkan beberapa lembar uang kertas seratus ribu. "Ini uang bonus dariku, " Ucap andri.
Mayang pun menerima uang itu dan mengucapkan terimakasih. Kemudian mayang masuk ke dalam kamar. sesekali Ratih menengok boneka itu, ia juga sering menangisinya. Awalnya mayang tak mengalami kejadian aneh.
Boneka itu mayang rawat seperti bayi sungguhan, ia harus mengganti bajunya dan bahkan popok. Setiap hari mayang disuruh menyuapi boneka itu, padahal boneka arwah tak bisa makan sama sekali. Bubur bayi selalu utuh lalu di buang begitu saja.
Dihari kesepuluh mayang mengalami kejadian yang aneh. Saat ia bangun di pagi hari, ia mendapati bercak air di lantai kamarnya. Mayang mendongak ke atas, dia pikir genting yang bocor, tapi itu tetap kering, tidak basah sama sekali.
Selama tiga hari berturut-turut lantai dikamarnya mayang selalu basah. Entah dari man datangnya air itu. Mayang sudah lapor pada andri, segera andri memanggil tukang untuk mengecek atap rumahnya, tapi tidak ada yang bocor sama sekali.
Kemudian dihari berikutnya mayang mendapati bubur bayi berceceran didalam kamarnya itu. Mayang heran siapa yang melakukan ini semua. Karena penasaran, malamnya mayang bergadang, dia ingin tahu ada apa sebenarnya dirumah ini.
Singkat cerita jam satu dini hari, mayang mulai ngantuk, kedua matanya sendu. Namun, Tiba-tiba saja ia dikagetkan dengan suara gaduh yang berasal dari dapur. Itu seperti suara piring yang jatuh. Segera mayang menghampirinya, dan benar saja ada sebuah piring pecah.
Beling nya berserakan. Mayang pun membersihkan serpihan beling itu. Kemudian ia kembali ke kamar, mayang pikir mungkin saja ada kucing liar yang berhasil masuk kedalam rumah lalu memecahkan piring.
Saat mayang kembali ke kamarnya, dia kaget melihat keranjang bayi itu berayun².perlahan mayang mendekat pada keranjang bayi itu. Dan anehnya, boneka bayi menghilang entah kemana. Mayang menoleh ke segala arah.
Tapi boneka bayi itu tidak ada. Napas mayang terengah-engah, dia mulai ketakutan. Dari awal mayang curiga jangan² boneka itu diisi oleh roh jahat.
Kemudian ada air menetes dari plafon kamar itu. Mayang mendongakkan kepala dan dia melihat boneka itu merayap di plafon!.
Mulut boneka itu mengeluarkan air yang menetes².Mayang berteriak dengan sangat keras. Dia lari keluar dari dalam kamarnya. Sat itu dirumah hanya ada Ratih karena kebetulan andri sedang ada kerjaan diluar kota. Mayang minta tolong, Ratih pun keluar dari kamarnya. Wajah wanita itu tampak pucat dan menyeramkan.
Ratih terdiam, dia berdiri di depan kamarnya sambil menatap mayang dengan tatapan mengerikan. Mayang lari keluar dari rumah itu. Dia kapok bekerja sebagai baby sitter boneka arwah
Semenjak saat itu tak ada baby sitter yang betah bekerja dirumahnya andri semakin hari kondisi Ratih semakin parah, kini ia bisa dibilang punya gangguan jiwa. Andri tak tahan lagi, dia sudah kehabisan kesabaran. Andri pun memutuskan untuk menceraikan Ratih.
Wanita itu diantar pulang ke rumah orang tuanya. Ratih bahkan sudah tak ingat sama siapa pun, dia tergila-gila pada boneka arwah itu. Bisa jadi ada roh jahat yang sudah mempengaruhi Ratih.
-Selesai-
⚠️A/N:INI BUKAN KISAH SAYA, HANYA MEMBAGIKAN. KALIAN SUKA YA ALHAMDULILLAH- TIDAK YA.... NOT MY PROBLEM. SO..... LET'S GET IT! ⚠️