Reva: kaget aku ngomong ngomong aku ada di mana ko bisa ada di sini ( dalem hati)
pembantu: nona saya sudah mempersiapkan baju yang anda minta
Reva: hah baju apa
pembantu: hah (kaget) apakah nona kehilangan ingatan
Reva: siapa kamu dan aku ada di mana
pembantu: nona apakah anda benar benar kehilangan ingatan
raja ayah nya Reva: ada apa ini
pembantu: raja sepertinya nona kehilangan ingatan nya
raja: hah bagaimana bisa
pembantu: mungkin dia mencoba membunuhraja dirinya sendiri tuan
pembantu: dan itu mungkin membuat dia ke hilangan ingatan nya tuan
raja huh sudahlah aku juga tidak peduli dengan putri yang lemah dan tidak berbakat "mengabaikan"
pembantu: "......."
Reva: "kayak pernah dengar ucapan ini oh iya di novel sang putri yang dingin kalo gak salah dan orang tua nya pun gak peduli dengan nya dia gak berbakat gak tau tentang apa apa tapi dia cuek/dingin"
pembantu: tuan putri anda ingin makan atau saya buatkan cemilan
Reva: "baiklah waktu nya berakting menjadi putri dingin wkwk aslinya kagak"
kau pergi saja dari sini
pembantu: ba–baik putri "takut"
""setelah pembantu itu keluar dan tidak ada siapa siapa""
Reva: jadi aku harus merubah semua cerita ini tentang nya...
Reva: nais aku suka cerita ini apalagi aku akan merubah nya "senyum"
♪keesokan harinya reva melakukan misi nya untuk merubah cerita nya itu♪
Reva: pagi dunia tipu tipu
pembantu: 'mengetuk pintu' nona apakah saya boleh masuk
Reva: ya
pembantu: nona saya sudah menyiapkan baju untuk nona
Reva: ya terimakasih
pembantu: " wah ini baru pertama kalinya saya melihat nona mengucapkan terimakasih
Reva: *eh apakah tubuh ini tak pernah mengucapkan terimakasih*
Reva: keluar dari kamar ku
pembantu: baiklah nona
setelah pembantu itu keluar dari kamar sang putri
dan Reva pun mulai memikirkan cara agar dia tidak mati secepat itu dari buku yang Reva baca putri dingin itu mati pada tanggal 28 Oktober
Reva: jadi aku harus bagaimana ya "cemas"
di luar sana·
revana: cepat minggir aku ingin bertemu adik ku
penjaga: tapi nona tak di ijinkan untuk menemui siapapun
revana: aku Kaka nya jadi aku berhak menjenguk dia dan melihat dia minggir kalian
revana: akhirnya aku bisa masuk baiklah kunci dulu pintu nya
penjaga: nona tolong buka pintu nya putri Reva tidak bisa di kunjungi oleh siapapun
revana: nye nye nye nye gak denger wlee
Reva: eee kamu siapa? 'bingung"
revana: hai dik apakah kamu benar benar gak ingat aku ?
Reva: gak *menggeleng*
revana: kalo gitu aku Kaka mu revana
Reva: oh