Aku punya seorang keponakan yang sudah yatim . Ia sudah dekat dengan ku sejak masih balita .
Ayah nya meninggal karena sakit komplikasi saat ponakan ku kelas satu SD . Sepeninggal ayah nya , ibu nya atau kakak kandung ku , banting tulang dengan membuka usaha .
Mereka hidup bertiga dengan nenek . Semua nya berjalan lancar hingga pada suatu hari , ibu nya bangkrut. Usaha warnet nya tersambar petir , seluruh computer rusak.
Sehingga harus tutup permanen karena tidak ada modal untuk memperbaiki computer. Usaha toko boneka nya di salah satu mall pun harus gulung tikar karena harga sewa yang naik setiap bulan nya , belum lagi biaya service charge nya .
Dengan sisa uang yang ada , kakak ku mencoba buka usaha lain lagi . Namun lagi-lagi gagal . Sehingga pada akhir nya mereka hanya hidup dari uang yang tersisa .
Akhir nya ia mulai membuka usaha dimsum yang di titipkan pada toko-toko frozen, ada yang di pasarkan sendiri juga ke teman-teman nya .
Karena aku sudah menikah dan tinggal beda kota , jadi aku tidak dapat mendampingi nya. Aku berpikir dengan usaha dimsum , kakak ku dapat membiayai hidup dan sekolah keponakan ku , yang saat itu berada di kelas sebelas .
Hingga pada suatu malam , tiba-tiba aku bermimpi .. Mimpi buruk tapi amat berkesan bagi ku , sampai saat ini . Mimpi ini terjadi sekitar kurang lebih lima tahun yang lalu .
Waktu itu di dalam mimpi ku …
Aku di datangi oleh kakak ipar ku yang sudah almarhum , kemudian aku di ajak ke suatu tempat . Saat itu kondisi nya gelap , seperti nya memang aku dan kakak ipar ku pergi nya malam hari . Karena aku melihat lampu-lampu yang menyala di tiap pintu .
Sesampai nya di sana, ada bangunan dengan pintu berjajar , dan bangunan tersebut membentuk huruf U . Aku berdiri menghadap ke salah satu bangunan , di belakang ku ada gerbang berwarna hitam .
Ku lihat almarhum kakak ipar ku membuka pintu tersebut satu persatu dengan ekspresi panic , bingung dan serius . Sedangkan suami ku berdiri di sebelah ku , ku lihat sekilas suami ku pun hanya diam saja memperhatikan .
Aku hanya diam memperhatikan nya . Rumah siapa ini , kok berani bener bukain pintu-pintu nya , batin ku . Jantungku berdegup kencang , aku deg-deg an takut kalau ada penghuni tempat itu yang tidak terima karena pintu nya di buka tanpa di ketuk atau memberi salam terlebih dahulu .
Namun heran nya tidak ada penghuni nya yang marah , seolah tempat itu tidak berpenghuni . Tetap terlihat sepi , tidak ada satu pun penghuni nya yang keluar untuk menemui kami .
Dan aku tidak mengerti apa yang almarhum kakak ipar ku cari . Kenapa sih , nyari apa ? benak ku . Masih dengan kebingungan ku yang baru pertama kali ini melihat ekspresi wajah nya seperti itu , semasa almarhum masih hidup selalu terlihat tenang dan santai dalam situasi apa pun .
Akhir nya aku terbangun ,dan ketika ku lihat jam , sudah menunjukkan pukul tiga pagi . Setelah itu aku tidak dapat tidur lagi , karena mimpi itu terasa sangat nyata . Itu tempat apa , aku tidak tahu . Apa maksud semua ini , apakah hanya bunga tidur ? pikir ku .
Tapi kalau hanya bunga tidur , kenapa ketika aku bangun ada rasa sedih , bingung , dan lain nya , semua campur aduk jadi satu , pikir ku .
Dan suasana nya yang hening dan gelap itu membuat ku sedikit takut . Meski pun takut tapi aku agak tenang mengingat di sebelah ku ada suami ku , dan juga aku pergi nya dengan kakak ipar ku . Setidak nya kalau ada apa-apa, ada dua lelaki yang akan melindungi ku .
Kesokkan hari nya mimpi itu masih membayang di pelupuk mata ku , namun aku tidak menceritakan kepada siapa pun , juga tidak kepada suami ku .
Dua hari kemudian , aku di telpon oleh nenek atau ibu ku . Ibu ku menceritakan kalau keponakan kesayangan ku sudah nge kos , aku kaget bukan main . Bagaimana bisa masih kelas dua SMA sudah nge kos , batin ku . Lalu aku hubungi kakak ku yang satu lagi , masih beda kota baik dengan ku mau pun dengan keponakan ku yang yatim .
Dan kakak ku pun menceritakan dengan detail . Bahwa rumah itu sudah di kontrakan , dan uang nya untuk nambah modal dan biaya hidup. Karena kakak ku pindah rumah dan lokasi nya agak ke dalam akhir nya keponakan ku nge kos .
Airmata ku terus mengalir deras, tak kubayang kan anak seumuran nya harus hidup prihatin untuk bisa tetap sekolah.
Malam nya ketika suami ku pulang kerja , aku menceritakan kabar yang di berikan oleh ibu ku .
Dan malam itu juga kami segera berangkat ke kos keponakan ku . Sepanjang jalan aku telpon terus untuk minta di kirimkan alamat nya . Suami ku pun membawa mobil dengan sedikit ngebut , agar tak terlalu malam sampai di sana .
Di perjalanan aku minta suami ku untuk mampir ke minimarket , aku membeli keperluan-keperluan anak kos . Termasuk menu makan malam yang ku beli di warung makan tenda yang masih buka .
Dan akhir nya telpon ku di angkat , aku langsung minta kirim alamat kos nya sekarang karena posisi ku sudah di tengah jalan sekarang .
Sesampai nya di sana , aku terkejut . Bahkan kaki ku sangat lemas , aku terpaksa berpegang kepada suami ku agar tidak terjatuh .
Airmataku kembali mengalir , bahkan aku tidak bisa berkata-kata , karena tempat kos ini sama persis yang di dalam mimpi ku . Tidak ada beda nya sama sekali .
Jadi ini yang di maksud kamu, mas ? batin ku . Kamu meminta ku untuk mencari anak mu , kamu ingin aku ikut merawat anak mu . Maafkan aku yang sudah lalai dan mempercayakan semua nya ke ibu nya , ucap ku dalam hati .
Masih dalam keterkejutan ku , aku mencari di kamar mana keponakan ku berada. Ternyata kamar nya di ujung , sangat kecil dengan lampu bohlam kuning yang sangat tidak cocok untuk di pakai belajar .
Tangis ku pecah , ku peluk keponakan ku ., kami nangis berdua. Sementara itu suamiku keluar untuk mengambil barang-barang dan di bawakan ke dalam kamar kos . Lalu aku bilang ke keponakan ku agar menunggu ku sepulang sekolah , kita cari rumah yang lebih dekat ke sekolah nya .
Besok nya aku dan suami ku sudah menunggu depan sekolah nya .
“ Kaka .. “ panggil ku sambil melambai kan tangan . Ia pun berlari kecil mengampiri ku. Menyalami ku dan suami ku .
“Kita makan siang dulu yuukk .. Kaka mau makan apa ?” tanya ku .
“Aku terserah mama sama papa aja “ ucap Melinda , keponakan ku . Ia memang sudah memanggil ku mama sejak umur lima tahun , dan memanggil papa ke suami ku ketika baru menikah , dan itu pun tidak ada yang menyuruh . Semua atas keinginan nya sendiri , mungkin karena kita sangat dekat .
“ Ya udah kita cari ayam goreng aja , gimana ?” tanya ku , karena aku tahu kesukaan keponakan ku ini , ga jauh dari ayam goreng .
“Okee ..” jawab nya dengan wajah sumringah . Suami ku hanya tersenyum mengikuti keinginan kami .
Setelah makan , aku mengajak berkeliling mencari rumah yang di sewakan . Aku ingin keponakan tinggal bersama nenek nya supaya ada yang mengurusi makan dan kebutuhan nya .
Sudah berkeliling sampai sore , kami masih belum menemukan yang pas .
“Mama , kalau ga nemu hari ini , besok-besok aja nyari lagi .. nanti biar aku ajak temen “ kata Melinda . Mungkin ia sudah lelah keluar masuk gang , atau ia juga kasian melihat ku yang sudah ngos-ngosan . Karena memang mobil kita parkir di pinggir lapangan agar leluasa blusukkan nya .
“ Kita coba ke sebelah sana dulu ya ka ..” jawab ku . Harus dapat hari ini , besok kaka bisa pindah , batin ku . Aku ga tega ia pulang pergi ke tempat kos yang jarak nya jauh dari sekolah . Ia harus berangkat abis subuh dan pulang sore seperti yang di ceritakan nya .
Ketika sudah sore akhir nya dapat juga sebuah rumah dengan dua kamar , dapur , ruang tamu dan kamar mandi . Cukuplah untuk kaka berdua sama nenek mah , harga nya terjangkau pula .
Meski pun tidak masuk mobil tidak apa-apa , nanti kalau bawa mobil bisa numpang parkir di pinggir lapangan, pikir ku.
“Gimana ka , mau di sini ?” tanya ku
“Iya ga pa-pa ,ma..” jawab nya
Tanpa mikir lagi langsung aku kasih booking fee , sisa nya akan aku lunasi ketika kami nempati . Aku juga bilang kalau nanti yang nempatin ini keponakan ku sama nenek biar dekat ke sekolah nya . Hari itu aku suruh keponakan ku packing , besok malam pindah .
Setelah itu ia kembali ke kos nya ,dan aku pun kembali ke hotel . Di perjalanan aku menelpon kakak ku minta tolong untuk mengantar kan nenek , aku berikan tempat janjian nya .
Pagi nya selesai sarapan , aku belanja barang-barang untuk bersih-bersih , termasuk beli peralatan dapur dan lainnya .
Sekitar jam dua siang kakak ku menelpon , mengabarkan kalau ia sudah di tempat yang aku sebutkan. Aku dan suami ku pun segera meluncur , setelah aku mengajak makan siang bersama .
Tak lama pun keponakan ku datang , setelah magrib aku mengajak nya ke kos untuk mengambil barang-barang nya . Kami pun pergi ke kos , sementara kakakku kembali pulang ke kota S .
Setelah memasukkan semua barang-barang , kami pun pamitan dengan penjaga kos nya . Dan meluncur kembali ke rumah sewaan yang dekat sekolah .
Lega , plong rasa nya hati ku sekarang , keponakan ku sudah dapat tempat tinggal yang layak . Ada nenek nya yang mendampingi dan mengurusi nya. Karena nenek nya juga sangat dekat sejak Melinda masih bayi .
Terlebih lagi jarak dari sekolah ke rumah sekarang bisa di tempuh satu kali naik angkot selama lima menit perjalanan atau bisa juga jalan kaki dengan mengambil rute melewati rumah-rumah perkampungan .
Kini aku selalu menelpon untuk menanyakan kabar nya dan juga kebutuhan ia dan nenek nya di sana . Secara rutin aku dan suami berkunjung dua minggu sekali . Hari sudah malam , besok aku akan kembali ke kota B . Kami beristirahat setelah dua hari ini kerja bakti .
Mimpi buruk ku ternyata kenyataan , dan kini sudah ku ubah menjadi lebih baik , di dunia nyata nya .
The End .