VALENTINE KELAS 1 SMA
"Pak guru Kiichi,aku suka pak guru! tapi aku nggak butuh jawaban,aku cuma ngga tahan ingin bilang padamu!"Ucap Saki menyodorkan sebuah coklat keseorang guru tampan
"Hah...?"
"Ngga apa-apa,ngga perlu dijawab! Daagh baik-baik ya"Teriak Saki sambil melemparkan coklat itu
"Aduh!"
Aku melempar coklat yang kubawa pada guru Les Pianoku.Lalu aku berhenti les,memutuskan semua hubungan dengannya,seolah melarikan diri.
Aku takut ditolak oleh pak guru yang kucintai.Kebetulan aku pindah sekolah
....................
MUSIM SEMI SETAHUN LEBIH SEJAK KEJADIAN ITU.
"Sekarang akan kuperkenalkan guru pengganti,menggantikan Bu guru Jinbo yang cuti melahirkan"Ucap Ibu guru Mio
"Aku Kiichi Hasegawa,guru sementara.Aku mengajar musik.Senang bertemu kalian!"kata Kiichi dingin sambil mendorong kaca matanya
*Ya ampun,Kami ketemu lagi!!*
DIDALAM KELAS
"Kyaaa!! Pak guru Hasegawa keren bangeet,aku jadi naksir!"
"Walaupun Pak guru sedingin kutub selatan,namun dia terlalu tampan!!"
Kelas heboh dengan kedatangan Pak guru kiichi
Meski baru bertemu setahun kemudian,Pak guru tetap keren.Sekarang berkaca mata pula! Tapi aku jadi risih,soalnya pernah menyatakan cinta,lalukabur pula!
Ehh! mungkin saja dia tidak ingat aku kan?!
SRAAGH
"Ada yang namanya Saki Tsukamoto?"
"Whaa!"Kelas kembali heboh
*Pak Guru Kiichi!!*
"Aku!!"
"Bu Guru Jinbo mengkhawatirkan Tsukamoto saat jadi pengiring lomba paduan suara.Aku diminta mengawasimu,jadi datanglah keruang musik sepulang sekolah"Ucap Kiichi sembari pergi
"Sampai nanti,ya"tambahnya
*Ternyata dia tidak ingat*
KRINGG!!
Sepulang sekolah...
Tapi aku tetap grogi bertemu pak guru
"Permisi"
"Kamu membuatku menunggu lama...Saki"ucap Kiichi menghadang
*Gleek*
"Rambutmu panjang,Pakai anting,Kamu terlihat sedikit dewasa dibanding waktu itu"Kiichi mulai nakal,tangan satunya menahan Saki didinding dan yang satunya melonggarkan dasinya
"Tapi tetap saja tidak cocok!"Bisik Kiichi halus sambil mencubit pipi Saki
"Pa...Pak guru ingat aku?!"
"Melempar coklat setelah bilang suka itu efeknya besar lho...bodoh"Ketus Kiichi
"Gyaaah maluuu!! Tolong anggap saja nggak terjadi..."
"Anggap tidak terjadi? Tapi tasku jadi rusak.Gara gara cokelat itu lho,isinya jadi berantakan!"ucap Kiichi mengibas rambutnya
*Bo..bohong*
"Dengar ya...jadi guru itu membosankan.Makanya aku mau bermain denganmu.Kamu jadi pelayanku"Ujar Kiichi mendorong kacamatanya
"Heei!! Guru macam apa itu?! jadi pelayan?!"Bantah Saki
"Ehh aku cuma menggantikan seniorku,Kak Jinbo galak sihh.Pekerjaan utama ku kan Pianis"
*Orang dewasa macam apa ini?!"
"Kamu ini...Kenapa mendadak menghilang?"Tanya Kiichi mendekatkan wajahnya ke wajah Saki.
*Soalnya,dibandingkan Pak guru,aku cuma anak anak.*
"Itu bukan urusan pak guru.Tolong lupakan semua itu"Ucap Saki menghindar
*Daripada ditolak pak guru lebih baik aku kabur saja*
"Gadis menyebalkan"Bisik Kiichi menggapai Saki dan mengecup lehernya
"Uwwaa Pelecehan! leherku"teriak Saki memberontak ketika Kiichi menarik saki kedalam pelukannya
"Aku tidak minat pada anak kecil.Ini cuma tanda pelayan! ingat kamu tidak boleh melawan.Kalau melawan akan kusebarkan tentang pernyataan cintamu!"Ancam Kiichi
"Jadi jangan kabur lagi ya...saki!"tambahnya dengan Smirk
"Ehhh!!"
Pak guru Kiichi tidak berubah.Bicaranya Kasar,genit pula...Kejam!
Tapi sebenarnya dia baik hati sih...
HASEGAWA PIANO SCHOOL
"Woi! Sudah jam segini,sedang apa disini? pelajaran sudah selesaikan! sebentar lagi ngga ada bus!" Marah Kiichi ketika melihat Saki yang masih duduk ditangga
"Aku ngga mau pulang,tadi aku bertengkar dengan orang tuaku"Lirih Saki
"Hah..?anak kecil merepotkan"ujar Kiichi mulai jengkel
Setahun lalu,Pak guru Kiichi adalah penanggung jawab disekolah pianoku.Awalnya aku pikir dia cuma guru genit
"Jangan duduk disini,ayo berdiri!"Kiichi menarik tangan Saki untuk menyuruhnya berdiri
"Nggak...Aku nggak mau pulang!!"
"Bukan itu! masuklah kedalam.Aku kedinginan nih!"
Sekarang mereka sedang duduk diatas sofa yang sama
"Orang tua ku keras,aku dipaksa belajar piano.Tapi sekeras apapun aku berlatih,tetap saja nggak mahir.Aku bingung ingin berhenti..."gumam Saki
"Berhenti saja.Itu kan hobi orang kaya! Dasar nona kaya manja!"ledek Kiichi menghidupkan layar handphonenya
*Anjjim kali,pengen deh ku bunuh*Batin Saki geram
"Tapi...Permainan piano Saki lumayan kok,sayang kalau berhenti...Bis sudah tidak ada tuh.Pokoknya kamu harus telepon orang tuamu"Usul Kiichi memainkan game dihandphonenya
Hari itu Pak guru jadi ikut menginap disekolah,aku janji akan pulang pagi pagi.
*Meskipun sudah berbaring disofa,aku tetap tidak bisa tidur...*
Beberapa menit kemudian,nada nada mulai mengisi ruangan itu,Lagu yang indah...yaitu Canon.Alunan pianonya sangat menenangkan
Saat sadar ternyata sudah pagi
"Bodoh! Bangun ayo pulang!"Marah Kiichi menendang sofa itu
Sejak saat itulah aku suka dia,tapi aku harus melupakannya
....................
Saat ini Saki pergi menuju ruang musik,namun ditengah lorong dia melihat guru Kiichi yang dikelilingi para fans nya
"Pak guru kita main yuk!"
"Hari ini main yuk..!"
"Aku tidak mau.Habis,cewe SMA menakutkan sih"ucap Kiichi dingin
"Aihh! pak guru inut dehh..."
*Njiim malah nempel-nempel gitu,idihh*Batin saki jijik
Ya aku harus segera melupakannya.Padahal katanya tidak tertarik pada anak anak
Saki berjalan melewati kerumunan itu...Tapi
"Tsukamoto! ada yang tertinggal nih"panggil Kiichi sambil membeeikan sebuah kunci
"Ahh...Maaf"
*Ehh ini kunci ruangan musik!*
Kumohon...jangan masuk kedalam hatiku lebih jau lagi...pak guru
...................
Aku akan fokus mengiringi lomba paduan suara! Waktunya tergila gila pada piano!
Saki mulai memainkan piano yang terletak didepannya
"Hmm lho kenapa ya...nadanya?!"
"Ternyata tidak berubah ya...Penggunaan jarimu tetap aneh.Jangan pakai jari yang jauh tanganmu kan kecil,Dimainkan begini juga bisa kok"Ucap Kiichi mendampingi Saki memainkan piano itu dari belakang
Sekarang wajah Saki sudah semerah tomat,karena jarak mereka yang sangat dekat
*Uhh bagaimana ini?!*
"Ehm iya...terima kasih"lirih Saki membuat Kiichi tersontak
"Kamu kelihatan manis kalau selalu bersikap begitu lho"ucap Kiichi menggapai wajah Saki dan berusaha untuk menciumnya
Tok..tok..tok...
"Lho tadi ada suara piano kan?"
"Iya tapi kenapa sudah hilang??"
Drraak
"Whaa ternyata ada pak guru! lembur ya?"
"Ada apa? Kalian berisik"ketus Kiichi membuka sedikit pintunya
*Ehh tadi itu,apa maksudnya??*
"Belum selesai ya?"
"Sebentar lagi selesai kok."takis Kiichi
"Pulang bareng kami yuk!?"Ajak fans nya itu
"tunggu pak guru...jangan tinggalkan aku..."Bisik Saki sambil menarik baju Kiichi dari belakang
Blaam
"Maaf...sepertinya masih lama...Cepat pulang sana!"Teriak Kiichi dari balik pintu
"Lhoo...pak guru?!"
"Tadi itu apa maksudmu?"tanya Kiichi membalikkan badannya
*Siaaal kenapa tadi tubuhku bergerak spontan sihh*batin Saki
Aku juga ingin tanya,tapi tak bisa.Apa pak guru mempermainkanku? Cuma iseng denganku? Jangan pergi,Jangan beri perhatian pada cewe lain.Berbagai pikiran berkecamuk dihatiku
"Pak guru juga,tadi..."Saki pergi kembali ketempat duduk nya tapi Kiichi menggapai tangan Saki,melepas kaca matanya dan mencium Saki berkali kali
Aku tidak tau harus bagaimana.Aku tidak mengerti pemuda didepan ku ini.Aku tau ini tidak boleh terjadi tapi...Aku berkali kali jatuh cinta pada pak guru...
Kaca mata Kiichi terjatuh,dan menyadarkan Saki dari nafsunya secepatnya Saki mendorong Kiichi dan kabur dari ruangan itu
KEESOKAN HARINYA
*Apa apaan aku ini?! Duhh aku tidak sanggup menatap wajahnya!!*
Saki kembali dipanggil untuk berlatih diruang musik,untuk mempersiapkan lomba paduan suara yang akan datang beberapa hari lagi
*Mestinya aku bolos latihan piano pagi hari!! tapi terlanjur datang uhhh...bagaimana reaksi pak guru ya?*Saki membuka pintu ruangan itu namun tidak bisa terbuka aliasnya masih terkunci
"Hooaam Hai Tsukamoto"
"Ehh pak guru Sato? Selamat pagi"
"Pagi...Btw Ada pesan dari pak Hasegawa.Untuk latihan pengiring,mulai hari ini diruang latihan piano,Kalau belum jelas,tanyakan padanya saat jam istirahat nanti...Semangat ya"Ujar Sato mengelus kepala Saki sembari pergi
*Padahal aku yang bilang padanya agar melupakan kejadian dulu.Tapi setelah kejadian kemarin dia pasti membenciku*
Beberapa hari berlalu,dan besok adalah hari lomba paduan suara
*Sejak itu,aku sama sekali tidak bisa bertemu pak guru.Ini berarti semuanya kembali seperti semula*
Saki hanya terduduk diam ditempat duduknya sambil melihat pemandangan diluar sekolah,Namun sebuah nada lagu yang sangat Familiar terdengar oleh Saki
*Jangan jangan pak guru sedang memainkan lagu yang waktu itu!!*Saki pergi berlari menuju ruangan musik
Pak guru akhirnya aku sadar aku terlalu cinta pada pak guru.Selama ini aku melarikan diri karena takut ditolak dan terluka.Aku akan lebih menyesal kalau tidak menyampaikan perasaan ini pada pak guru.Aku mencintaimu pak guru
"Maafkan aku pak guru...sekarang dan dulu,aku lari karena cemas...maafkan aku...aku takut terluka karena ditolak pak guru...selama ini aku nggak bisa kukatakan.Tapi aku...mencintai pak guru"ujar Saki memeluk Kiichi dari belakang
"Kamu lama..."Kiichi membalikkan badannya dan mencium Saki
"Akhirnya kamu katakan juga.Dasar Saki bodoh"Ejeknya menghapus air mata Saki
"Ehh a..apa maksudmu?"
"Setahun lalu kamu lari tanpa dengar jawabanku kan! Mestinya kamu dengar sampai akhir!Aku sengaja menjauhi mu!"Ketus Kiichi geram
"Ja..jawaban apaa..Katanya ga tertarik sama anak kecil.."sangkal Saki
"Maksudku,aku akan memunggumu sampai jadi dewasa!"
"Jadi aku ngga ditolak gitu?"tanya Saki
"Kenapa waktu itu kau berani banget?"ledek Kiichi membuka kacamatanya
"Gyaaa jangan diungkit ungkit! waktu itu tubuhku bergerak duluan! maaf ya!"ucap Saki gugup
"Hmph! Ternyata kamu memang manis"ucap Kiichi lembut
"Tapi 2 kali melarikan diri itu sangat menyebalkan lho! Kalau lari lagi,kamu akan kukurung! Paham kan?"Ancam Kiichi berubah 360 derajat
"kejam banget sih...."gumam Saki
"Kamu ini"memasang Smirk
Aku mengiyakan kata katanya dan Pak guru menciumku sekali lagi
-ᴍʏ ᴘᴏᴜᴛʏ ᴛᴇᴀᴄʜᴇʀ-
-ᴛʜᴇ ᴇɴᴅ-