"Lara ! Laraaaa" Teriak sang ayah yang kini sudah kehilangan putri tercinta nya untuk selamanya
Ya, nama nya adalah Lara perempuan berumur 19 tahun yang telah menyelesaikan bidang studi nya untuk tingkat SMK.
Karna banyak nya tuntutan dan banyak nya kejadian kejadian yang sudah membuat Lara frustasi, Lara harus mengakhiri hidup nya sendiri.
Pada dasarnya Lara sebenarnya anak yang periang, kuat, energik bahkan Lara sering memberikan motivasi untuk teman-teman nya yang terpuruk dalam kejam nya kehidupan di dunia ini.
Awal mula Lara mengakhiri hidup nya karna banyak nya perdebatan dengan Sang ayah dan perbandingan demi perbandingan dirinya dengan sang adik tiri.
"Lara ! Kenapa si kamu tuh gak pernah bisa Revina, coba kamu liat adik tiri kamu. Dia mampu ngelakuin apa pun sendiri ! Kamu juga seharusnya nabung contoh adik kamu itu, hidup itu harus hemat" Tegas sang ayah yang tidak pernah tau perasaan Lara yang sebenarnya
"Ayah... bolehkah Lara berbicara sebentar dengan ayah ?" pinta Lara dengan suara nya yang lirih
"Ehm !" balas sang ayah dengan rasa acuh nya
"Ayah bilang Lara harus hemat, mengikuti Revina buat nabung ! Tapi ayah gak sadar" Ucap Lara yang tiba tiba di potong oleh sang ayah
"Gak sadar apa ayah !" Sahut sang ayah dengan nada kesal nya
"Ayah cerai dengan ibu demi perempuan yang merebut ayah dari Lara dan saudara Lara, dengan alasan untuk kebahagiaan anak nya dia merebut kebahagiaan anak yang lain. Revina bisa menghemat uang, dia punya ibu yang membuat kan sarapan di pagi hari, membuat kan bekal untuk makan siang terus makan malam. Sedangkan Lara ? Lara harus makan di luar, Kenapa ? Karna Lara gak mau kesepian. Ayah tiap pagi, siang, malam selalu di rumah istri ayah dan Lara di sini sendirian, ayah cuma jenguk lara sesekali. LARA CUMA GAK MAU KESEPIAN" Jelas Lara yang langsung menitikkan air mata nya
mendengar penjelasan dari Lara, sang ayah tidak terima lalu membentak Lara kembali.
"LARA CEPAT KAMU MASUK KE KAMAR KAMU ! MASUK LARA" Bentak sang ayah sambil memalingkan wajah nya
"Ayah tolong paling kan wajah ayah sebentar saja ke hadapan Lara" Pinta Lara sambil mengusap air mata nya
Sang ayah tak menghiraukan wajah nya dan tak mau menatap ke arah Lara.
"Lara ingat satu ucapan ayah ! Ayah bilang ingin meninggalkan Lara bukan ? seperti nya Lara cuma menjadi beban untuk ayah. Ayah Lara izin pamit ya" Ucap Lara yang kemudian mengambil tas dan handphone nya
"Pergi sana kamu ! Temui ibu kamu, ayah gak punya anak pembangkangan kaya kamu" Ucap sang ayah yang terbawa emosi
Lara pergi dari rumah nya tetapi tidak ketempat ibu nya, di dekat rumah Lara ada sebuah gedung yang sudah terbengkalai dan masih dalam tahap pembangunan dengan tinggi 5 lantai.
"Vin kamu menang dan saya kalah, tolong rawat ayah saya baik baik. Sekarang kamu nggak usah susah-susah lagi buat ngejilat dan cari muka di depan ayah saya, tolong hentikan kebiasaan ngefitnah orang ya" Lara mengirimkan sebuah pesan kepada adik tiri nya
"Oke, lu mau pergi ya ! kemana ? Ketempat ibu lu ya, kaya nya ada yang di usir nih ups" Balas sang adik dengan nada mengejek nya
"Iya saya mau pulang, tolong jaga ayah saya" Pesan terakhir dari Lara hanya di lihat dan di baca oleh Revina
Lara mempersiapkan diri nya berdiri di pinggir atas gedung dan menarik nafas nya dalam dalam.
"Huhhhh, aku akan menemukan jalan ku sendiri untuk pulang. Ayah tolong jangan menyesal agar kepergian Lara kali ini nggak sia sia, Lara hanya beban untuk ayah" Ucap Lara untuk meyakinkan diri nya
"NAKK SEDANG APA KAMU, AWAS JATUH" Seorang pejalan kaki melihat dan meneriaki Lara, tapi Lara tidak peduli dengan teriakan nya.
Tiba tiba suasana menjadi ramai dan genting, melihat keadaan Lara yang ingin bunuh diri orang orang langsung memanggil polisi.
Salah satu di antara orang tersebut ada seorang teman Lara yang kebetulan lewat daerah sana.
"Lara ! Gawat gua harus ngasih tau bokap nyokap nya nih" Teman nya bergegas memberikan kabar kepada orang tua Lara, karna ibu nya yang lumayan jauh dari Lara langsung bergegas pergi mengunjungi Lara. Walaupun dia tidak tau apakah dia bertemu dengan Lara dalam keadaan hidup atau mati.
"LARA !" Teriak sang ayah yang sudah tiba di TKP
"Ayah..." Lara melihat ke bawah dan melihat ayah nya sedang menunggu nya bersama keluarga tiri nya di bawa
"LARA TURUN NAK, TOLONG MAAFIN AYAH ! AYO TURUN SAYANG" Teriak sang ayah dari bawah
"Nak... ayo turun, ayah mu pasti sudah terhasut ego" Ucap seorang polisi yang ada di atas dan tidak berani mendekati Sarah, karna takut Sarah akan langsung melompat ke bawah
"Iya... ayah benar aku harus turun, ayah sedang menunggu ku" Balas Lara dengan lirih.
Pikiran yang sudah terhasut dan tak dapat berpikir jernih lagi akhirnya memberikan keputusan untuk Lara.
"AYAH LARA AKAN TURUN SEKARANG JUGA" teriak Lara dari atas gedung
"AYAH AKAN TUNGGU KAMU DI SINI NAK" Teriak ayah Lara kembali
Tiba tiba Lara menjatuhkan diri nya dari gedung lantai 5 tersebut. Lara terjatuh dan terhentak begitu kuat di tanah, menghancurkan tubuh Lara dan melumuri badan nya dengan darah segar.
"Laraaaaaa" teriak sang ayah yang langsung menghampiri putri nya kandungan nya tersebut
"Lara ! Laraa ! Laraaa, bangun sayang... kamu mau liat ayah kan ? ayah sekarang di depan kamu sayang" Ayah Lara memangku kepal lara dan membiarkan baju nya di kotori oleh darah Lara
Para polisi dan ambulance yang berada di tempat langsung mengamankan tubuh Lara dan sang ayah.
Ibu Lara tiba satu jam lebih lambat dari perkiraan karna jalan yang macet.
"Lara !" Ibu Lara yang sudah melihat putri nya terbaring di rumah yang sudah siap untuk di makam kan merasakan sakit hati yang begitu mendalam
"Apa yang sudah kamu lakukan pada putri saya ? Saya membiarkan dia bersama kamu berharap masih bisa menjalani silaturahmi bersama kamu, tapi apa yang kamu lakukan ? Mengapa dia bisa berpikir sampai sejauh ini ? Sudah saya bilang, jangan sampai biarkan dia sendirian dan merasakan kesepian !!!" Jelas ibu Lara yang begitu kesal dengan mantan suami nya tersebut
"Ayah... dia adalah adik yang paling ku cintai, dari kecil dia sudah hidup mandiri. Dari kecil kadang aku selalu mendengar ayah membandingkan diri nya dengan anak tiri ini, ayah juga lebih sayang sama anak tiri ayah ! Kalau begitu aku gak perlu lagi menemui ayah untuk selamanya" Jelas Kaka laki laki Lara
"Dengar kan penjelasan ayah !" Sekarang mau penjelasan seperti apapun tidak dapat di terima oleh orang lain. Kepergian Lara memberikan dampak yang besar dan memecah persatuan antara keluarga.
Ayah Lara bahkan frustasi dan hampir gila di buatnya, ayah Lara semakin cuek dan merasa kecewa dengan anak tiri nya