"ini adalah sebuah kisah Cinta sepasang kekasih yang Cintanya Tidak Direstui oleh orang tua dari wani"
----------------------------------------------------------------------------------------
"perkenalkan nama saya Yana, saya asli Bandung
tepatnya di daerah KB kecamatan Cikalong wetan kabupaten Bandung barat. sekarang saya sedang bekerja di perusahaan expedisi di Cikampek. gak usah panjang lebar kita lanjut ke ceritanya. let's go hahahaha"
"pada saat itu hari Rabu tanggal dua Maret tahun dua ribu dua puluh. saya sedang duduk santai di warung langganan saya ditemani dengan minuman sprite di tambah es batu biar tambah dingi dan sebatang rokok. saat itu saya sedang main hp buka Facebook scroll atas bawah maklum lah saat itu saya sedang jomblo hahahaha"
"tak beberapa saat lama kemudian ada panggilan telepon WhatsApp masuk. dari sahabat saya, namanya Risma Wati biasa di panggil Risma, dia orang Bandung satu kecamatan sama saya cuman beda desa dan sama sama orang Sunda. Risma juga pernah menjadi pacar saya tapi gak lama. lalau kami pun putus dan memutuskan untuk bersahabat saja"
"telepon pun saya angkat. dan percakapan pun terjadi. dan sampai lah pada saat dimana pertanyaan yang paling males saya dengar"
"Yan, maneh ges boga kabogoh dei can.?"tanya Risma"
"acan emang kumaha kitu ris.?" jawab saya
"ah, hente nanya we urang mah.!" jawab Risma sambil ketawa
"gelo maneh mah, panya teh ek ngajak bobogohan dei.?" tanya saya
"idih ngarep, urang mah ges moal bobogohan jeng maneh pan kita teh ges jadi sahabat.!" jawab Risma
"nya, sugan we atuh maneh rindu ka urang" tanya saya sambil ketawa ngakak
"ngarep.!" jawab Risma
"hahahaha.!" jawab saya sambil ketawa ngakak
"eh Yan maneh hayang awewe bung.?" tanya Risma
"orang mana.?" jawab saya
"salembur jeng urang, hayang bung.?" tanya Risma
"hu'uh mana.! jawab saya"
"ke kedeng urang telepon ku urang. ke ku urang di gabungken" jawab Risma
"hu'uh" jawab saya
"setelah menunggu beberapa saat"
"hallo yan sok ngomong.?" tanya Risma
"hu'uh" jawab saya
"percakapan pun terjadi dan lupa bahwa masih ada Risma di panggilan tersebut. setelah ngobrol panjang lebar, akhirnya saya pun tau bahwa dia bernama Fitri nama lengkapnya Fitri Ani Marwah orang Bandung satu kecamatan sama saya cuman beda desa doang. Fitri adalah tetangga sekaligus sahabatnya Risma. kami pun menyudahi obrolan tersebut dan tidak lupa kami juga bertukar no hp."
"hallo ris masih aya.?" tanya saya
"Aya naon Ari maneh.!" jawab Risma
"eh panya teh. ges eweh hampura duh di anggur Ken.?" tanya saya
"gelo maneh mah urang di jien kambing conge.!" jawab Risma dengan nada cetus
"hu'uh hampura atuh.!" jawab saya
"hu'uh Bae kalem" jawab
"dan kami pun menyudahi telepon tersebut. dan saya pun melanjutkan aktivitas seperti tadi lagi menikmati dinginnya sprite ditemani dengan sebatang rokok."
"hari hari berlalu. dan saya dengan Fitri pun sering telepon dan hubungan kami pun menjadi lebih dekat. kami pun memutuskan untuk bertemu pada tanggal tiga belas Maret tahun dua ribu dua puluh."
"hari hari yang biasanya ku lewati dengan perasaan hampa kini serasa berbeda karena kehadiran seorang wanita di dalam hidup saya."
"dan akhirnya hari yang di tunggu pun Samapi. di mana pada hari itu. hari yang sangat penasaran bagi saya. bagaimana saya tidak penasaran.? saya akan bertemu dengan seseorang yang telah hadir di hidup saya yang telah mengisi kosongnya hati ini."
"subuh itu saya bangun dan tidak lupa untuk melaksanakan shalat subuh. sekitar jam enam pagi saya mandi terus sarapan. setelah selesai sarapan saya pun menelepon Fitri menanyakan kabarnya dan bertanya jam berapa kita akan bertemu di mana tempatnya dan jam berapa dia akan berangkat. kita pun sepakat kita akan bertemu jam delapan pagi di kebun teh WALINI di mana tempat itu sudah menjadi tempat hiburan bagi masyarakat lokal setiap hari minggu"
"sekitar jam tujuh pagi saya bersiap untuk berangkat ke tempat yang telah kami sepakati, sedangkan Fitri berangkat dari rumah sekitar jam tujuh kurang karena Fitri harus berjalan kaki dulu kemudian naik angkot untuk ketem tujuan tersebut."
"Dan sebelum berangkat saya membawa air minum putih segelas kepada ibu . ibu pun bertanya untuk apa air itu. saya pun menjelaskannya bahwa saya akan bertemu dengan seorang wanita hari ini dan saya ingin ibu mendoakan air tersebut supaya berkah dan lancar rencana saya hari ini."
"ibu pun mendoakan air tersebut dan saya pun meminum air putih itu. selesai minum air putih itu ibu pun bilang kepada saya . Aya Aya wae Ari ena. ucap ibu sambil tersenyum. ENA adalah nama panggilan ibu kepada saya. saya pun meminta izin dan doa restu kepada ibu. kemudian saya pun berangkat"
"di perjalanan saya senyam senyum sendiri sambil mendengarkan musik favorit saya. dan membayangkan apa yang akan nanti terjadi dan apa yang akan saya katakan."
"sesampainya di temani tujuan. saya pun menelepon Fitri menanyakan keberadaannya apakah dia Fitri sudah sampai apa belum. dan ternyata Fitri juga baru sampe dan kami pun lekas bertemu"
"pertama kalinya saya bertemu dengan Fitri. saya merasa takjub dengan keindahan dan kecantikannya rambut panjang yg tertiup oleh angin seakan menarik sesuatu di dalam diri saya."
"Ntah apa yang saat itu saya rasakan, saya pun bertanya kepada diri saya sendiri. perasaan apa ini apakah ini yang namanya cinta. seumur umur saya bertemu perempuan dan berpacaran saya belum pernah merasakan perasaan seperti ini."
"kami pun bertemu dan saling sapa."
"hay!" tanya saya
"hay, juga!" jawab Fitri
"kumaha kabar na" tanya saya
"Alhamdulillah, pami a Yana kumaha kabarna?" tanya Fitri
"Alhamdulillah sehat.!" jawab saya
"percakapan canggung itupun berlangsung cukup lama. dan akhirnya saya pun memutuskan untuk lebih percaya diri lagi. dan akhirnya datang kesempatan dimana saya akan mengutarakan perasaan saya kepada Fitri."
"saat itu dengan begitu banyaknya orang. saya memberanikan diri untuk mengucapkan dan mengutarakan perasaan saya"
"bismillahirrahmanirrahim" saya pun berdoa di depan Fitri. dan Fitri pun merasa keheranan dengan apa yang saya lakukan. saya pegang tangannya dan mengucapkan fit Abi Bogoh ka Fitri. mau gak Fitri jadi ka bgoh Abi"
"Fitri pun terdiam dan berkata kamaha nya a. Fitri mah Sien ciga kamari kamari dei. nyarios cinta padahal mah gaduh kabogoh. nyarios nyaah padahal mah ngadua."
"saya pun berkata lagi. fit Abi yaah bener ka Fitri Bogoh bener ka Fitri. Abi te tiasa janji bakal selalu ada buat Fitri. Abi moal tiasa janji moal ngecewaken fitri. tapi Abi bakal berusaha menjadi lelaki yang buat Fitri bangga. yang selalu menemami Fitri di saat susah senang bersama. Abi te tiasa janji nanaon tapi Abi bakal berusaha jadi lelaki jadi kabogoh anu terbaik buat Fitri."
"sakali dei Abi naros ka Fitri. Fitri mau gak jadi pacar Abi. Fitri pun terdiam lagi. dan akhirnya Fitri pun berkata bahwa dia mau menjadi pacar saya. dan saat itu kami resmi berpacaran."
"hari ini hari dan jam ini dan tahun ini kami Fitri dan Yana telah resmi berpacaran. biarkanlah langit dan bumi, pohon dan angin, awan dan matahari dan segala isinya yang ada di bumi biarkanlah mereka semua menjadi saksi atas peristiwa membahagiakan hari ini. itulah yang saya ucapkan kepada fitri saat itu, dan Fitri pun hanya tersenyum manis di hadapanku."
"hari itu adalah hari yang sangat membahagiakan dalam hidup saya. bagaimana tidak perempuan yang telah datang kedalam hidup saya kini akhirnya telah resmi menjadi pacar saya. saya pun berucap dan bersyukur dalam hati. terimakasih ibu atas air dan doa darimu."
"setelah resmi berpacaran Fitri pun bertanya. sekarang panggilan untuk kita apa. saya pun berkata kepada Fitri. sekarang Fitri pengen di panggil seperti apa. eh dia malah balik bertanya kepada saya. karna saya orangnya gak suka sebutan alay. saya pun memutuskan untuk tetap memanggil dengan nama masing masing seperti teman kepada temannya. Fitri pun menyetujui saran tersebut."
"saat itu kami berfoto bersama mengingat hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi kami berdua. selesai berfoto dan bercanda kamipun. makan bakso bersama di warung bakso dewa tepatnya di depan Koramil Cikalong wetan."
"saya pun ingin membawa Fitri ke rumah saya dan memperkenalkannya kepada ibu. tapi hati itu waktunya tidak pas karena Fitri di telpon sama ibunya dan harus segera pulang."
"kami pun berpisah dan saling cium tangan. Fitri pun pulang di jemput oleh sepupunya. aku pun memandangi Fitri sampai akhirnya menghilang dari pandanganku. saya pun pulang kerumah."
"sesampainya di rumah, saya menghampiri ibu dan berkata Bu makasih nya atas air dan doanya. dan menjelaskan bahwa saya telah resmi berpacaran dengan Fitri."
"ibu pun menanyakan Fitri kenapa dia gak dibawa pulang kerumah dan bertemu dengan ibu. saya pun menjelaskan situasinya kepada ibu dan ibu pun mengerti dengan situasi yang di alami Fitri. dan saya pun berjanji bahwa nanti akan saya bawa Fitri kerumah untuk di pertemukan dengan ibu."
"malamnya saya pun teleponan dengan Fitri hingga larut malam. saya pun berkata bahwa besok saya harus pergi bekerja karena tadi sore bos saya sudah menelepon untuk segera berangkat. Fitri pun mengerti akan pekerjaan saya dan berkata hati hati di jalan a jangan lirik kanan dan kiri dan jangan lupa bahwa di hati a sudah ada Fitri.kalo a gak lirik kanan dan kiri ntar a nabrak lagi jawab saya sambil ketawa sendiri. saya pun tidak lupa memberi tahu Risma bahawa hari ini kami telah resmi berpacaran. Risma pun ikut senang dengan peristiwa tersebut."
"percakapan kami pun berlangsung cukup lama dan sangat menggembirakan. kami pun menyudahi percakapan tersebut karena saya harus tidur dan berangkat pagi hari."
"hari hari yang kini saya jalani terasa lebih berarti karena sekarang sudah ada perempuan cantik yang tinggal di dalam hati saya."
"tak terasa hubungan kami telah beranjak dua bulan. saat itu saya sedang di salon Cikampek saya sedang bercukur rambut dan ingin mewarnai rambut saya. setelah selesai saya pun berfoto dengan pakaian kaya anak zaman sekarang. kemudian saya kirimkan foto tersebut kepada Fitri."
"Fitri pun memposting foto saya di WhatsApp dan di Facebook. kata Fitri banyak pesan masuk ke WhatsApp nya yang mengucapkan selamat atas hubungan yang telah kami bangun."
"malamnya ketika saya sedang telepon dengan Fitri ada telepon masuk dari ayah tirinya. Fitri pun berkata untuk menyudahi percakapan kita. karna dia bilang ayah tirinya galak. aku pun mengiyakannya."
"besoknya saya di telpon sama Fitri dan memberi tahu. kejadian semalam. kejadian dimana Fitri sedang telepon dengan ayah tirinya."
"hallo a.?" tanya Fitri dengan nada sedih. saya pun bertanya ada apa kenapa dia menangis. Fitri pun menjelaskan. bahwa semalam dia habis di marahi sama ayah tirinya. ayah tirinya ingin saya dan Fitri menyudahinya hubungan kami berdua. jelasnya Fitri. karena ayah tirinya tidak suka dengan penampilan dengan rambut yang di warnai. dengan gaya seperti seorang anak nakal."
"jelasnya lagi bahwa dia merasa di fitnah oleh ayah tirinya sendiri. ayah tirinya beranggapan bahwa saya dan Fitri sudah melakukan hubungan terlarang. mendengar kabar tersebut saya pun merasa seperti di sambar geledek. saya pun meminta no ayah tirinya. saya ingin bertanya dan menjelaskan hubungan kami."
"setelah saya menerima no telepon ayah tirinya Fitri. saya pun menelepon dan akhirnya langsung di angkat. terjadi percakapan cukup singkat. dan setelah saya menjelaskan siapa saya dan maksud saya menelepon ayah tirinya Fitri. bukannya berkata sopan. saya malah mendapatkan hinaan dan cacian dari ayahnya Fitri."
"setelah kejadian tersebut kami pun dengan berat hati memutuskan untuk putus dan menyudahi hubungan kita berdua."
"bukannya saya pengecut bukannya saya tidak jantan. tapi saya menghargai Fitri dan menyanyanginya setulus hati saya."
"kasih sayang tidak selalu harus bersama dengan seseorang yang kita cinta. tapi kasih sayang adalah dimana kita di uji oleh tuhan untuk melepaskan dan merelakan orang yang kita cintai pergi dari hati kita."
"perpisahan bukan berarti selamat tinggal. karena waktu itu saya yakin bahwa nanti kita akan bertemu kembali dengan keadaan yang lebih baik lagi."
"hari itu adalah hari yang terburuk dan terberat bagi saya. karena hari itu saya harus melepaskan orang yang saya cintai dan saya sayangi pergi dari hidup saya."
"hari itu saya tidak fokus untu berkerja dan izin ke kantor bahwa saya sakit dan meminta untuk pulang ke rumah ibu saya"
"setelah saya sampe rumah saya pun memeluk ibu. dan menjelaskan apa yang telah saya alami. Alhamdulillah saya masih punya ibu yang bisa mengerti perasaan hati saya."
"selama seminggu saya saya hanya diam di rumah tidak bekerja atau pun keluar rumah. saya masih belum bisa menerima atas kepergian Fitri dari hidup saya.
"untuk Fitri terimakasih sudah hadir dalam hidup saya. dimana pun kamu berada kamu akan tetap selalu ada dalam hati saya."
"setelah dua tahun berlalu dan sekarang tahun dua ribu dua puluh saya masih belum bisa melupakan perempuan bernama Fitri yang telah hadir dalam hidup saya."
"cerita ini di angkat langsung dari kisah nyata. untuk alamat KB. itu sudah di sembunyikan dan itu hanya inisial dari desa saya. semoga kalian semua dapat terhibur dengan cerita saya."
"terima kasih atas waktu dan kunjungan."
"terima kasih untukmu Fitri."
"terima kasih untukmu ibu yang selalu ada untuk anakmu ini."
"terima kasih untuk kalian semua yang telah mensupport saya .mungkin tanpa kalian saya akan tetap berada dalam kesedihan yang saya alami."
"terima kasih semuanya"
"assalamualaikum warahmatullahi wr.wb"
#awell_yanqterlupakan