Deg...deg..deg..jantung ku berdetak tak sesuai ritme nya,dia mendekat pada ku. Oh...tidak,aku seperti mau pingsan. "permisi,saya mau membayar nya nona..hmm.."dia melihat nametag ku. "Amalia.." dia tersenyum pada ku. "ah..ya,tunggu sebentar.." aku begitu sangat gugup.
"sudah kak,total semua nya lima puluh tujuh ribu rupiah.."
"oh ya.." dia merogoh dompet di kantong celana nya bagian belakang,dan memberikan uang pecahan seratus ribu.
"ini kak kembalian nya..!!"
"ok,terima kasih.."
Oh..tidak aku menyentuh jari nya,jantung ku semakin berdetak kencang. Entah kenapa dari awal aku bekerja sebagai kasir di minimarket ini setahun yang lalu,dia selalu menjadi,pelanggan setia ku,hampir setiap hari dia membeli keperluan nya disini.
Meskipun sudah satu tahun berlalu,aku tidak pernah tau nama nya,aku selalu menunggu nya untuk berbelanja,dia begitu sangat manis dimata ku,tambah lagi aroma tubuh nya yang wangi,membuat ku ingin memeluk nya setiap dia datang berbelanja.
Setiap malam Minggu aku selalu lembur bekerja,yang seharus nya aku pulang jam sembilan malam,malam Minggu aku terkadang bisa pulang jam dua belas malam.
"Lia hari ini tidak apa-apa kan kamu pulang agak sedikit telat..??" si pemilik minimarket bertanya pada ku.
"iya pak,biasa nya juga kan saya memang lembur.."
"kali ini mungkin agak lebih malam,dan besok kamu saya kasih libur untuk istirahat.." sahut si pemilik toko kepada ku.
ya ampun,hari ini aku bisa-bisa pulang lewat dari jam dua belas,aku agak sedikit takut untuk pulang sendiri kerumah,tapi apa boleh buat,saya terpaksa harus mengikuti perintah bos.
jam sudah menunjukan pukul dua belas lewat dua puluh menit tengah malam,aku pun bersiap-siap untuk menutup toko.
"tunggu,masih bisa untuk belanja..?" ternyata itu si cowok manis idaman ku,entah dari mana dia datang,kehadiran nya membuat pipi ku memerah,dan sedikit gugup.
"masih..!" jawab ku tersenyum malu.
Aku memperhatikan nya dari balik kasir, hari ini dia tampak lebih mempesona dari pada biasa nya,aku pun bertanya-tanya dalam hati,apakah dia habis berkencan dengan seseorang..?? atau habis berkumpul dengan teman-teman nya..??
"selesai.." dia menaruh keranjang belanjaan nya di meja kasir.
aku memberanikan diri untuk bertanya. "kok belanja nya tengah malam..??"
"Oh..sekalian lewat aja,tadi habis dari cafe di sebrang sana kumpul sama teman-teman.."
"Hmm.." aku agak sedikit lega,ternyata dia menghabiskan waktu sampai tengah malam bersama dengan teman-teman nya,bukan dengan pacar nya.
"kamu,kerja sampai tengah malam begini..??" dia bertanya kepada ku, sambil melirik ke setiap sudut toko.
"nggak kak,hanya untuk malam Minggu saja,tapi biasa nya jam dua belas udah balik,tapi karena ada barang masuk,aku disuruh agak sedikit malam..." aku mulai terbiasa berbicara kepada nya.
"pulang sendiri..?" di menanyai ku lagi,tapi aku tidak menjawab nya.
"udah kak total semua nya seratus tiga ribu.." Kali ini dia memberikan uang pas.
"kamu pulang sendiri..??" dia kembali bertanya kepada ku,dengan pertanyaan yang sama.
"iya kak,makanya aku mau nutup,soalnya udah jam setengah satu lewat.." dia mengerti maksud ku,dan langsung buru-buru keluar.
Aku pun selesai menutup toko,dan pamit pulang kepada Bos ku,yang masih sibuk di gudang penyimpanan barang,aku melangkahkan kaki ku agak sedikit cepat,dan hampir berlari,karena takut jalanan sudah mulai sepi.
Aku merasakan seseorang mengikuti ku dari belakang,aku mulai ketakutan tetapi aku memberanikan diri untuk berhenti,dan melihat ke belakang, dan ternyata...
jantung ku mulai berdetak tidak beraturan,tau kah siapa yang ada dibelakang ku..?? ya, si cowok manis itu. ternyata dia yang berada di belakang ku.
"kamu..?" aku bersuara lebih dulu,dia pun hanya tersenyum.
"kok masih disini..?" Aku semakin bertanya-tanya,karena setiap pertanyaan ku tidak pernah dijawab.
" ayo pulang..!!"
what..?? dia mengajak ku pulang,berarti dia menunggu ku dari tadi. Oh my God,aku seperti bermimpi,ditungguin sang pujaan hati.
Dalam perjalanan kami banyak mengobrol,dan ternyata kami mempunyai banyak persamaan,mulai dari hobi,olah raga,dan makanan kesukaan. Aku mempunyai harapan untuk bisa lebih dekat dengan nya,dan mungkin saja dia bisa menjadi pacar ku,aku menjadi terlalu percaya diri.
"kamu tinggal dimana..?' dia mulai menanyakan tempat tinggal ku.
"Aku di gang melati kak.."
"Sama dong,aku juga disana..!!" dia menaruh tangan nya di pundak ku. Aku gugup,pipi ku memerah.
tidak lama kemudian,aku pun sampai di depan rumah. "terimakasih kak,sudah mau mengantar.."
"Oh..kamu disini..??" dia bertanya dengan ekspresi yang tidak bisa di baca.
"oh,ya sudah,kamu masuk,saya juga mau masuk..!!"
Aku heran dengan ucapan nya,tapi aku baru tau maksud nya,setelah dia membuka pintu gerbang yang ada di depan rumah kontrakan ku.
"Hei tampan.." aku memberanikan diri untuk memanggil nya.
dia menoleh kepada ku "aku..??" sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Ternyata kita tetanggaan ya..!!" aku semakin berani.
Dia tertawa dan melambaikan tangan kepada ku.
Mentari pagi pun sudah mulai meninggi,aku terbangun masih dengan suasana bahagia semalam,aku membuka jendela bermaksud untuk bisa menghirup udara segar,tapi apa yang aku lihat,ternyata si cowok manis itu,bersama teman nya lagi mengobrol di depan gerbang rumah nya.
aku terus menatap nya dengan senyuman,tapi di menyadari keberadaan ku,yang sedari tadi melihat nya,lalu dia melambaikan tangan nya kepada ku, Ooh..betapa bahagia nya hati ku,lalu aku membalas lambaian tangan nya.
Hari ini giliran ku untuk membuang sampah dari kontrakan,aku membuka pagar dan keluar pekarangan,tetapi dia masih saja berada disana,entah apa yang sedang di ceritakan,tapi sepertinya tidak ada pembahasan yang terlalu serius,aku pun kembali dari membuang sampah,ternyata dia masih disana,tapi kali ini dia sendiri,teman yang ngobrol dengan nya sudah pergi.
Aku menjadi grogi,tidak seperti malam tadi,begitu berani nya memanggil dia dengan sebutan tampan,dia menatap ku dengan senyuman nya yang khas,dengan sedikit lesung pipi.
"Hai..." dia menyapa ku.
aku pun tersenyum,untuk membalas sapaan nya,dia menghampiri ku,lalu bertanya "apakah tidur mu nyenyak semalam..?"
"lumayan.." jawab ku,mulai pede kembali.
"BTW aku belum tau nama nya.." aku agak sedikit ragu untuk menanyakan nama nya,tapi hati ku berkata aku harus menanyakan nya.
"Narendra,panggil saja Rendra..!!"
semenjak itu kita berdua menjadi akrab,aku tetap dengan prasaan ku,yang semakin hari semakin mengagumi nya,tapi aku tidak tau apakah dia juga menyukai ku..?? entah lah,aku tidak terlalu berharap tentang itu,yang pasti aku cukup bahagia bisa jadi bagian dari hari-hari nya,setiap hari kami bertemu,dan dan saling berbagi cerita,hari ku semakin indah,di tambah lagi aku selalu dijemput jika aku pulang larut malam,aku merasa yakin jika dia juga menyukai ku.
Beberapa bulan berlalu,aku menjalani aktivitas seperti biasa nya,Narendra datang menjemput ku,karena dia mengajak ku untuk makan malam dirumah nya.
Setiba dirumah Narendra,aku melihat sepasang sepatu perempuan berada di depan pintu rumah nya,tapi aku tidak mau bertanya,aku tetap masuk kedalam rumah,aku berusaha berpositif thinking.
Tapi tiba-tiba aku seperti tersambar petir,melihat ada perempuan cantik duduk manis di ruang tamu narenda.
"Lia,perkenalkan ini pacar aku,nama nya Lidia..!!"
langit seperti mau runtuh,aku melihat kegelapan di depan mata ku,jantung ku berdetak terlalu kencang,dan aku pun jadi tidak terkendali.
"Bruuk.." aku pun pingsan.
entah berapa lama aku tidak sadarkan diri,tapi yang jelas,aku terbangun tidak melihat Narendra dan perempuan cantik itu,tapi aku yakin aku berada di kamar nya Rendra. Aku berusaha bangun,dan pergi dari rumah Narendra,aku tidak mau terlihat seperti ini oleh nya,aku berlari keluar,dan langsung menuju kontrakan ku.
***
Narendra sudah menunggu ku,dan aku berusaha untuk sesantai mungkin menghadapi nya,lalu dia bertanya kepada ku
"Kenapa kamu tiba-tiba menghilang..? padahal aku lagi membuatkan mu teh di dapur.."
Aku tidak menjawab,dan berlagak tidak terjadi apa-apa.
"Ayo,nanti aku bisa kesiangan.."
Aku memutuskan untuk melupakan kejadian semalam,dan tetap menjadikan narendra sebagai sahabat,dan mencintai nya
"Cukup Dalam Hati Saja"