Deru angin sangat dingin menyelimuti tubuhku. Salju sudah menumpuk di atas kepalaku, cahaya matahari yang menemaniku telah berganti menjadi cahaya lampu taman dan pohon natal di taman bersama bulan purnama yang indah. Aku hanya duduk dipojok taman dengan tatapan kosong sambil menggenggam kotak berhiaskan pita merah yang berisi cincin. Aku memandangi langit dan kembali mencerna apa yang telah kulakukan, yah benar semua dimulai sejak saat itu.
“hey, cepat bangun Kei, sudah pagi ini. Mau sampai kapan lagi lu tidur2an.dipanggil papa tuh waktunya sarapan.”
“iya iya 5 menit lagi, kak ren.”
Tiba2 selimut yang setia memelukku dengan hangatnya langsung sirna dan berubah menjadi angin dingin. Dengan bermodal reflek seorang calon atlet bela diri tingkat nasional aku langsung melempar bantal kesayanganku, dan ternyata headshoot. Bantal itu mendapat tepat di wajah kakakku, namun wajah kakakku langsung berubah dan keluar tanduk seperti iblis.
“Selamat pagi, Papa.”
“Selamat pagi Kei, lah kenapa dengan matamu? Kok pada lebam semua kyk panda aja.” papa bertanya sambil melototin koran dengan didepannya dengan milirikku sekilas dan kembali fokus pada korannya
“sudahlah mari kita sarapan dlu sudah mau jam 7 ini.” Kata Yue
Yap, namaku adalah Kei umur 20 tahun anak kuliahan, walau aku memang pemalas tpi aku adalah tipe orang yang paling bersemangat pada saat tertentu saja. Papaku seorang yang bisa dibilang sangat sukses dengan semua perusahaannya, gimna tidak sukses dia punya 3 perusahaan sedang naik daun, mobil banyak dan juga mansion besar yang kami tinggali. Maksud dari “kami” ialah aku, papaku, kakakku atau biasa dipanggil Ren dan juga istri dari kakakku yang bernama Yue. Pernikahan kakakku sudah mencapai 2 tahunan dan belum ada tanda2 kadaluarsa dalam hubungan mereka, Namun kelak aku pasti akan menyusul mereka. Ibuku sudah meninggal sejak aku masih kecil karena penyakit jantung.
“ngomong2 ,Kei. Apa kau sudah ada kandidat pasangan hidupmu?”
“A-a-apa yg papa bicakan?”
“iya bener pa, g mungkin si jomblo ini punya kandidat yang mau sama dia.”
“Kurang ajar kau kak! Ya jelas adalah.”
“hahaha syukurlah kalau memang ada kandidatnya, mungkinkah si Lea? Soalnya dari dlu kau selalu saja cerita soal Lea lea truss.”
“Aku sudah selesai makannya aku berangkat dlu ya.” Aku langsung beranjak dari tempat makan dan langsung berangkat ke kampus.
Setibanya di kampus…..
“Hei kei, tunggu.”
Aku jelas mendengar suara tpi aku hiraukan aja karena itu dari sahabat SMPku yang dikenal noraknya entah gimna ceritanya kok bisa dari SMP sampai sekarang selalu bersama.
“hoy,Kei…..hoy panda Tuli!!”
Sepasang sepatu melesat dan langsung mendarat dimukaku, sepertinya aku kena karma dari kakakku. Tanpa basa basi aku ambil sepatunya sambil lari menjauh.
“Oy panda kampret, balikin sepatu gue!”
Setelah beberapa menit kemudian dia menangkapku dengan sukses, alhasil kedua pipiku menjadi targetnya sampai berwarna merah karena cubitan mautnya. Selang beberapa menit dia melihat jam yang ada ditangannya dan kaget karna ia hampir terlambat masuk kelas dengan dosen killer. Aku hanya bisa mentertawai sambil mengejeknya dari jauh. Hingga aku tersadar bahwa kelasku sama dengan dia.
Saat dikelas..
Untung saja dosennya telat jadi aku g ketahuan kalau telat juga. Dosen mulai berbicara namun semua suaranya tak masuk dalam kepalaku, aku hanya duduk termangu sambil melihat2 kearah lain, sampai aku sadar yang duduk disebelahku ternyata si Lea.Yap, si Lea cewe yang sudah kusukai sejak SMP sampai sekarang ini,
“psst….hey Kei!” sambil menyodorkan buku catatannya saat kulihat dengan cermat ada pesannya
[mata kamu kenapa kok kyk panda gitu ada apa?] lalu kutuliskan balasan dengan jantung yang berdegup kencang semoga saja si Lea enggk denger suara jantungku
[sudah ah, males aku bahas itu]
[habis ini bisa ngomong berdua enggk?]
[bisa-bisa emng ada apa?]
[tunggu aja nanti]
Setelah sekian lama menunggu akhirnya kelaspun berakhir saat sang dosen meninggalkan ruangan. Tiba2 Lea menarik tanganku dengan menuntunku ke taman belakang.
“Apa kau ingat bagaimana pertamuan kita yang pertama?”
“ingat donk, dlu saat upacara kelas 2 aku pingsan dan ketika aku sadar ternyata yg merawatku adalah kmu dan ada ibumu juga…emm siapa namanya?.” Tanya kei
“nama ibuku Koiwai dan yap, betul aku yang merawatmu dengan bantuan ibuku awalnya aku bingung gimna cara merawat orang pingsan berhubung ibuku seorang dokter jdi aku minta bantuan dia deh. Tapi aku sudah mengenalmu jauh sebelum itu ,Kei.”
“huh? Kok bisa?”
“karena aku menyukaimu sejak aku bertemu denganmu saat pendaftaran SMP dlu,kei. Dan perasaanku tidak berubah sampai sekarang, jdi kamu maukan menerimaku,kei?”
Karena kaget akupun hanya mematung dan mengulas kalimat2 Lea satu persatu, gimna tidak kaget cewe yang selama ini ku cintai ternyata sudah mencintaiku bahkan lebih lama dariku.
“Kalau gitu aku tunggu jawabanmu di Café Altorit besok pukul 8 pagi, bye kei.”
Aku pulang membawa mobil dan dengan pikiran penuh ketidakpercayaan. apakah ini mimpi? pertanyaan itupun mulai membanjiri otakku hingga aku hampir menabrak seorang pejalan kaki yang hendak menyebrang untung saja reflekku cepat saat menginjak rem, tapi pejalan kaki itu tidak terima dan langsung menamparku saat dalam mobil bukannya marah balik aku malah jadi senang dan berterima kasih padanya. Sakit banget tamparannya tapi itu artinya semua ini bukan mimpi. horee…..
Sesampainya dirumah aku disambut oleh papaku
“Ada apa kei? Kok kelihatan gembira?”
“iya pa soalnya calonku sudah siap panen pa.”
“syukurlah kalau begitu papa ada hadiah untukmu.” Papa memberikan sebuah kotak dengan pita merah setelah ku buka ternyata isinya adalah sebuah cincin
“berikan cincin itu padanya anggap saja seperti undangan dari papa.”
“makasih pa,aku sayang papa.” Untuk pertama kalinya aku memeluk papaku dengan gembira
Keesokan harinya….
“hey,kei. Sudah pagi ayo cepat bangun.” Saat kakak membuka pintu kamarku sebuah bantal langsung melesat dan mendarat tepat di wajahnya
“aku sudah bangun,hahaha”
“selamat pagi Papa , kak Yue!”
“pagi , kei.” Balas Papa dan Yue
Sesudah sarapan jam menunjukkan pukul 7 : 45 jika dilihat dari jarak lokasi dengan rumahku sekitar 10 menitan sampainya dengan jalan kaki. Dengan cekatan aku membuka pintu rumah sebagai awal dari pembukaan hidup bahagiaku,namun ternyata…..
Wush…..”wih dingin banget, lah turun salju toh? Oh iya sekarang kan natal. Kalau gitu aku siap2 ganti perlengkapan anti dingin”
15 menit kemudian….
“astaga ternyata lebih lma dari yg kukira, gimna nih? Pake mobil juga g bisa karna jalannya bahaya banyak saljunya. Yaudah lari aja deket.”
Semakin cepatku berlari semakin kuat juga suhu dingin yang masuk tpi semua itu dihilangkan dengan semangatku yang panas berapi2 demi bertemu si Lea. Saat lelah mulai menyerang ku lihat kembali isi kantong kiriku yaitu sebuah kotak yang berpita merah hadiah dari papanya membuatku tak kenal kata lelah dalam lariku ini. hingga….
“tinggal menyebrang doank baru sampai, itu kyknya Si Lea yang pakai syal merah didepan pintu Café.”
“hey, Lea.” Aku berteriak dan melambaikan tangan sambil menunggu lampu hijau beralih ke lampu merah. Si Lea menyadari keberadaanku dan membalas dengan melambaikan tengannya juga dengan gembira.
Namun…disisi kiri jalan tiba2 ada sebuah truk yang jalannya agak aneh dan ternyata supirnya mabuk dan gara2 tumpukan saltu yg begitu tebal membuat truk susah dikendalikan, truk itu mulai hilang kendali melaju dengan cepat mengarah ke café Altorit. Aku sadar dan memberitau si Lea agar lari tpi sayang sekali suaraku tak terdengar olehnya.
Saat aku hendak lari kesana…..semua sudah terlambat truk itu menabrak CafeAltorit hingga kedalam2nya. Aku langsung lari tanpa melihat sekitar sambil memanggil nama Lea berulang kali “Lea!”,”Lea!”,”dimana kau LEA!!” saat mencari yang kutemukan hanyalah syal merah tapi dengan merah darah…darah terus menetes dari syal itu. Akupun langsung memeluk syal itu dan menangis dengan keras sambil meneriakkan nama “Lea!”
Aku berjalan ketaman sambil membawa syal penuh darah dalam genggamanku. Sambil berharap semua ini hanyalah mimpi buruk yang akan berakhir bila kubuka mataku sekarang juga. Cahaya mentari yang menemaniku telah sirna dan berganti dengan cahaya lampu dan pohon natal di taman bersama bulan purnama yang indah. Aku hanya duduk dipojok taman dengan tatapan kosong sambil menggenggam kotak berhiaskan pita merah yang berisi cincin. Sampai kakakku datang menjemputku untuk pulang dengan wajah penuh duka.
Sejak kejadian itu aku mengurung diriku didalam kamar terus menerus. Duduk dipojok kamar yang gelap tanpa cahaya sedikitpun, selimut terus memeluk erat dengan kehangatannya namun kehangatan itu tak sampai pada hatiku yang sangat dingin ini. Aku hanya menatap syal merah yang mengait di leherku dengan tatapan kosong. Setiap hari selalu ada yang menemuiku dari Papaku, kakakku , sampai kak Yue aku tau mereka semua khawatir padaku tapi mau bagaimana lagi, Lea tidak akan hidup kembali
Setelah beberapa minggu Papaku menikah lagi dengan seorang yang tidakku kenal ia punya anak perempuan yang lebih muda dariku secara otomatis ia akan menjadi adikku.
“Kei, ada yang ingin bertemu denganmu.” Mengetok pintu
“kalau begitu aku pergi dlu ya, tolong rawat kakakmu itu dia sedang sedih soalnya.” Bisik ayah kei ke wanita itu
“Baik,papa.” Balasnya
“Kei? Aku masuk ya?”
Pintupun terbuka dalam ruangan gelap itu masuklah sebuah cahaya dari luar dengan sesosok bayangan perempuan yang cantik, saat aku melihatnya aku berteriak…..
“L-L-Lea? LEA!!” aku berlari dan langsung memeluknya
Tiba2 air mata mengalir dan membanjiri wajah perempuan itu, ia memeluk serta membelai rambutku dengan lembut sambil berkata.
“iya, Ini aku ,Lea. Sekarang aku disini jadi jangan bersedih lagi ya, kumohon.” Air mata terus membanjiri pipi kei
Sejak kedatangannya dalam hidupku aku bisa kembali menjalani kehidupannya dengan ceria namun gara2 kejadian itu membuatku lebih berhati2 dalam melindunginya. Hari demi hari telah terlewatkan lubang dalam hatiku mulai menutup dengan perlahan, hingga aku menemukan sesuatu….
“huh? Kertas apa ini? Kartu keluarga? Haduh kenapa papa bisa seceroboh ini tumben banget. Eh tunggu dulu kenapa tidak ada nama Lea? Ada yang salah ,tpi kenapa jumlahnya lengkap ya?”
Isi dari kartu keluarga :
[1.Yanagi (papa kei)]
[2.Koiwai (Istri baru Yanagi)]
[3.Renka (kakak kei)]
[4. Kiyue (Istri Renka)]
[5. Lenkei (aku)]
[6. Lia (???)]
“huh? Siapa itu Lia?”
“Kei! Ayo cepat katanya mau jalan2?”
“oh iya otw,Lea!”