[Bacalah cerita ini, maka anda akan menjadi Iron men]🔜Apa dia drakula? Dia keluar dari sekolah iblis sebagai Solomonari, ada iblis di tubuhnya, dan Virus Zombie? Siapa dalangnya?
🔓ŞĆHŌĽŌMÁŅĆĘ 🌿Bermula...
Raja Hendrick beserta Ratu Veronica berlibur ke Danau Sinoe, Constanta bersama putra semata wayang mereka 'Matteo'. Jarak dari kota Bucharest ke Constanta sekitar 226,9 KM. Membutuhkan waktu perjalan selama kurang lebih 3 1/4 jam menggunakan mobil Buick keluaran terbaru tahun 1899. Mobil Buick dikendarai oleh Natt, pengawal pribadi raja. Raja Hendrick duduk di sebelah Natt sementara Ratu Veronica dan Matteo duduk di kursi belakang raja. Mobil Buick hanya cukup diisi oleh 4 orang.
Raja Hendrick juga berlibur bersama adiknya yaitu Yebeyosia, Lucrwezifer istri Yebeyosia dan putra mereka Azrael. Mereka menumpangi mobil Buick di belakang Raja.
3 1/4 jam perjalanan. Akhirnya mereka sampai di Danau Sinoe, Constanta. "Jalankan rencana kita" bisik Lucrwezifer kepada suaminya, Yebeyosia. "Bersabarlah Luc, kita hanya tinggal menunggu waktu yang tepat" bisik Yebeyosia.
Semua orang berkumpul di tepian Danau Sinoe, menggelar tikar dan mulai menata makanan. Lucrwe mengalihkan perhatian semua orang yang ada disana, sementara Yebeyosia menarik perhatian Matteo dan membawanya ke seberang danau.
"Nak! apa kau pernah mendengar cerita tentang taman eden?" Tanya Yebeyosia kepada Matteo.
"Tentu saja, aku sering mendengar cerita itu" Jawab Matteo.
"Mmm... kalau begitu aku akan mengajakmu pergi kesana!" kata Yebeyosia.
"Memang bisa? bagaimana caranya paman?" Tanya Matteo.
"Masuklah ke Danau itu, sementara paman akan memperhatikan mu dari tepian Danau disana, Mengerti?"
"Baiklah" jawab Matteo ketus.
Yebeyosia kembali ke tepian danau, tempat pertama kali dia datang. dia memberi aba-aba kepada Matteo. Matteo masuk ke dalam danau dengan polosnya.
"Kakak.. Lihatlah, Matteo tercebur ke dalam Danau" Sahut Yebeyosia tanpa rasa bersalah. Sontak Raja Hendrick sangat terkejut dan spontan lari masuk ke dalam danau namun Natt menariknya. Danau Sinoe begitu dalam, tidak ada yang bisa berenang di danau tersebut.
"Aku mau putraku" Teriak raja Hendrick yang tubuhnya masih ditahan oleh Natt. Ratu Veronica menangis di pelukan Lucrwe, sementara Lucrwe melempar senyum pada suaminya.
🌾ÐÌÐĂĽĂM ÐĂŅĂŪ 🌌
Matteo terbangun. Ia membuka matanya perlahan dan melihat seorang wanita muda di hadapannya. "Di-dimana aku? Siapa Kau?" Tanya Matteo kepada wanita tersebut.
"Rumah barumu" Jawab wanita tersebut sambil tersenyum. "Aku Gristella, guru baru mu" lanjutnya
Matteo bangun dari tempat tidurnya, kepalanya masih terasa sangat pusing, badan nya terasa sakit semua. "Dimana orang tua___" perkataan Matteo terpotong, sekejap semua rasa sakitnya hilang, kepalanya terasa sangat enteng, tak terasa pusing sama sekali, tiba-tiba Matteo tak ingat apapun, ia tak ingat masa lalunya, kenapa ia berada di sini, yang ia ingat hanyalah namanya.
"Hey, kami sudah menunggumu sejak lama, ayo ikut kami" Sahut seorang anak yang berada di belakang Gristella. Anak itu menarik tangan Matteo dan membawanya ke sebuah ruangan. Saat memasuki ruangan tersebut, Matteo melihat ada 8 anak duduk di ruangan tersebut.
~Ħ€ị ÆĶŰ ___
Banyak suara menggema di telinga Matteo. Gristella datang dan membuat waktu seakan berhenti. "Sudah lengkap, 10 anak, ayo kita mulai pelajaran ini" Sahut Gristella.
Pelajaran dimulai, Matteo mulai berkenalan bersama teman-teman baru nya. Carl, Paul, Adrian, Marc, Mischa, Otello, Elliot, Jenlkins dan Alex, teman baru Matteo. Setiap hari Matteo bermain bersama mereka, tiada hari tanpa mereka. Begitupun juga dengan Gristella, guru baru nya, ia sangat menyukai guru barunya, yang selalu sabar mengajarinya meskipun dia selalu salah.
Matteo merasa sangat nyaman dan bahagia di lingkungan barunya, meskipun ia tidak boleh melihat matahari selama 7 tahun lamanya, ia harus selalu tetap berada di rumah nya itu selama 7 tahun, namun itu tidak masalah baginya, karna semua yang ia butuhkan ada dalam rumahnya, teman-teman, guru, ibu kantin, petugas kebersihan, dan masih banyak lagi berada dalam satu gedung tersebut.
[Tinggal di rumah tersebut rasanya uwwuuw uwu gimana gituhh] :D
1 tahun Matteo berada di rumah barunya. "Hari ini bu Gristella mengundang siapa?" Tanya Matteo kepada Teman-teman nya.
"Bu Grist bilang bahwa dia akan mengundang teman nya, teman nya itu bisa bahasa binatang lhoo katanya" Jawab salah satu teman Matteo, Elliot.
"Bu Grist kan mengajarkan kita bahasa binatang juga kupret, mungkin dia mengundang temannya untuk mengetes kemampuan kita" Sahut Jenlkins.
"Eh anjir lu manggil gue kupret" sahut Elliot.
'Teng Tong Teng' Bel masuk berbunyi. "Hey, ayo kita ke Aula, Bu Grist pasti sudah menunggu kita" Sahut Elliot. Mereka pun pergi ke Aula. Melewati lorong dari tempat mereka berada, mereka semua saling bertanya satu sama lain.
"Sejak kapan kita disini?" Tanya Otello, Pertanyaan itu membuat Matteo berhenti melangkah, entah kenapa pertanyaan itu membuat Matteo tercengang. "Ada apa denganmu Matt?" Tanya Otello.
"Tidak. Tidak apa apa" Jawab Matteo. Matteo melanjutkan langkahnya.
"Si Memet kenapa lagi sih uhk" Sahut Otello
"Apaan sih, memet mata lu peank" Kata Matteo kesal.
Di Aula mereka berkumpul dan duduk di bangku masing-masing yang sudah di sediakan oleh petugas kebersihan. Gristella datang. "Hello" sapa Gristella.
"Hello bu Grist" jawab semuanya serentak.
"Teman bu Grist akan datang, dia akan mengetes kemampuan kalian berbicara dengan hewan" Sahut Gristella.
'Ayey Ayey. Tuh kan bener dugaanku' Sahut Jenlkins dalam hati.
Gristella berjalan menjauhi Aula.
Tak lama setelah itu, datanglah seorang pria bertubuh besar dengan mata hijaunya dan kepala botaknya. "Namaku Bravo, kita mulai tes sekarang" sahutnya.
Bravo memanggil satu-satu teman Matteo, semuanya tidak lulus ujian, hingga akhirnya giliran Matteo yang dipanggil.
"Matteo" Panggil Bravo
Matteo berhadapan dengan Bravo dan menatap langsung mata Bravo. Ia tidak pernah menatap mata seseorang sangat dekat, mungkin terakhir kali ia melakukannya saat pertama kali ia terbangun dari tidurnya dan menatap mata Gristella. Ya.. Saat ia menatap mata Gristella.
Ia menatap Mata Bravo dan menemukan keganjilan di mata itu. Ketika ia menatap mata itu, ia seperti di hipnotis oleh mata itu. Ia melihat banyak karakter di mata tersebut. Pengurus kantin, Petugas kebersihan, Gristella, dan IBLIS.
'Deg, deg, deg,' Jantung Matteo berdegup kencang. Ia tersadar kenapa selama ini ia tidak pernah melihat semua orang itu bersama, pengurus kantin, petugas kebersihan, dan Gristella, ia tidak pernah melihat mereka di waktu yang bersamaan bahkan guru cantik yang selalu mengajarinya dengan Sabar adalah iblis, mereka adalah orang yang sama.
Seketika Matteo tidak dapat berkata-kata ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Bravo tersenyum dan mengatakan "lulus"
Teman-teman Matteo langsung menghampiri Matteo dan mengucapkan selamat. " Bagaimana kau bisa lulus Matt?" tanya marc pada Matteo. Matteo tersenyum dan menjawab "gunakan akalmu"
"Sombong Amat, iblis juga gk sesombong itu met" Sahut Alex.
Matteo berjalan pergi meninggalkan Aula, ia berjalan melewati lorong dan kembali ke kamarnya, jantungnya berdegup kencang seakan diterpa Angin ribut, ia mencoba mengingat asal-usulnya bagaimana ia bisa ada di sini dan siapa dirinya, berkali-kali ia mencoba mengingat, namun ia selalu gagal mengingat asal-usulnya.
Mateo mencoba menenangkan dirinya, aku harus bertahan lagipula ini hanya sementara, hanya 6 tahun lagi sampai aku bisa meninggalkan tempat ini.
Bulan bulan berlalu, tahun-tahun pun berlalu. Tidak terasa sudah 6 tahun sejak Matteo mengetahui bahwa gurunya adalah iblis. "hari ini hari terakhir kalian berada di kastil ini, sekarang ujian terakhir kalian adalah menulis pelajaran yang aku beri dari awal sampai akhir" sahut Gristella.
Matteo menyadari bahwa dirinya menulis hanya akan sia-sia, hingga hari yang ditentukan sudah tiba. Teman-teman Matteo mengumpulkan buku yang sudah mereka tulis pelajaran dari awal sampai akhir, namun mereka semua tidak lolos, Gristella datang menghampiri Matteo, "mengapa kau tidak menulis?" Tanya Gristella kepada Matteo
"Percuma aku menulis, aku tahu kau hanya ingin meminta jaminan, kalau begitu Apakah aku boleh meminta sesuatu kepadamu?" Tanya Matteo.
"Kau adalah murid yang terbaik apa permintaan mu?" tanya Gristella
"Aku ingin kau membebaskan kami dan menahan orang yang terakhir Tertinggal!"
"permintaan disetujui" Jawab Gristella.
Matteo tersenyum riang.
Matteo membiarkan teman-teman nya keluar kastil terlebih dahulu. lalu ia keluar dan berkata pada Gristella "Ambilah bayanganku. Bayangan inilah yang terakhir tertinggal"
Gristella telah membiarkan teman-teman Matteo pergi namun Ia tetap menahan Matteo.
Saat teman-teman Matteo keluar dari Kastil, Gristella membebaskan naga yang ia kurung, naga itu menyemburkan api dan menghancurkan teman-teman Matteo.
Matteo sangat marah karena merasa tertipu.
[Pantesan si Gristella langsung setuju, ternyata ini tujuan si kupret]
"sebagai ganti aku akan menganugerahkan 9 Anugerah untukmu" Sahut Gristella.
Hidup abadi
Mengendalikan cuaca
Bicara dengan hewan
Kemakmuran hidup
Membuat mayat yang bisa ia kendalikan
Tidak butuh makanan
Mengendalikan pikiran manusia
Dibekali iblis dan
Diberi kekuatan oleh iblis itu sendiri
Matteo harus menunggu 7 tahun kembali, sang iblis berjanji akan membebaskan dia Jika dia sudah menetap selama 7 tahun lagi karena sang iblis masih membutuhkan dia.
7 tahun berlalu sang iblis menghabiskan waktunya selama 7 tahun hanya untuk mengumpulkan anak-anak dari desa untuk ia bawa ke kastil nya.
Namun sial, Matteo kembali ditipu. Sang iblis tidak membebaskannya.
[Ahkk An***ng, Kenapa aku percaya sama iblis?? udah tau iblis titisan Dakjjal]
Setahun kemudian ia bertemu dengan seseorang.'Jon scheper.
"Siapa Kau?" Tanya Matteo.
"Hanya seorang dukun yang dijebak oleh Gristella" jawab Jon. "Aku akan membantumu keluar dari sini. Kita akan keluar bersama-sama" Lanjut Jon.
"Silakan saja, jika kita berhasil keluar aku akan menganggapnya keberuntungan, jika tidak yasudah"
Sahut Matteo.
"Kalau begitu, biarkan aku mengelabui iblis"
"Silakan"
"Aku butuh bantuanmu"
"apa?" Tanya Matteo.
"Kumohon, ajak iblis mu itu ke perpustakaan, lalu diam diam kau ambil sigil yang ada di sana!"
"Sigil?" Tanya Matteo.
"Ya. Disana ada sigil. kau cari saja"
"Apa kau pikir semudah itu mengelabui iblis Perguso?" Tanya Matteo ketus.
"Tentu saja sulit kupret, tapi iblis tidak bisa membaca pikiran manusia, bocil oon" Jawab Jon
[Rasanya An***ng banget]
Matteo mengangguk, tidak mempedulikan perkataan Jon. lalu ia mengajak Gristella pergi ke Perpustakaan.
Sementara Matteo di perpustakaan. Jon menyiapkan banyak jam untuk di pajang di dinding karna di kastil sang iblis tidak ada jam. [boro boro jam. jendela aja kagak ada]
Jon meletakan jam di setiap ruangan yang ada di kastil. ia memasang jam dengan waktu yang berbeda beda di setiap ruangan untuk membingungkan sang iblis (Gristella)
Di perpustakaan Matteo berhasil menemukan sigil yang Jon maksud. Ia menyembunyikan sigil tersebut.
"Mmm, Aku ingin kembali ke kamar" sahut Matteo.
"Silakan" jawab Gristella
Matteo kembali kepada Jon. "Gimana udah?" Tanya Jon"
"Udah Udah ayoo apa lagi?" Jawab Matteo
"Si Iblis belekok udah pergi dari perpustakaan belum?" Tanya Jon kembali
"Mana saya tahu pak Jon" Jawab Matteo.
"Yaudah ayo kita cek" Sahut Jon
Jon dan Matteo pergi ke Perpustakaan. Masih ada Gristella di sana.
"Dengarkan rencana ini, Kamu masuk dan bilang akan pergi jam 1, lalu keluar secara tenang, terus kita lari keliling kastil karna tu iblis belekok pasti ngejar, nanti bla bla bla"
"Ok" Sahut Matteo.
Matteo Memasuki perpustakaan dan melakukan apa yang diperintahkan Jon. Ia lalu keluar dari perpustakaan dan berlari bersama jon mengelilingi kastil.
Sang iblis mengejar dari belakang, namun ia melihat jam, masih pukul 8 pagi, ia mulai tenang, lalu ia berjalan ke ruangan selanjutnya. "Masih jam 9 pagi"
Jon dan Matteo berlari, mereka sampai di perpustakaan dan membuka sigil yang di bawa Matteo.
Sang iblis berjalan ke ruangan selanjutnya, ia melihat jam, masih jam 10.00, ia mulai curiga, sejak kapan ia memasang jam di kastil ini? sementara di kastil ini juga ia tidak pernah menghitung jam! Nah, 'Sejak kapan ia memasang jam di kastil ini?' sang iblis sadar bahwa ia telah tertipu.
Ia menggunakan kekuatan nya dan langsung berada di Perpustakaan. Matteo sudah melompat memasuki sigil, disusul Jon, namun Jon saat itu mengenakan Jubah. Jubah Jon ditarik oleh sang iblis. dengan cerdik, Jon melepaskan Jubahnya dan melompat ke dalam sigil. Sigil tertutup rapat, Jon dan Matteo berhasil lolos.
Matteo dan Jon ada di dalam danau, Matteo dan Jon berenang hingga sampai ke tepian danau. "Huft, apa itu?"
"Zombie? Aku juga tidak tahu!" Jawab Jon
"Astaga.. Kau tinggal di sini berpuluh-puluh tahun, apa benda seperti itu kau tidak tahu?" Tanya Matteo
"Hey, benda itu memang pertama kali aku lihat B**i" Jawab Jon
"Kau ini dukun kupret, baru pertama kali aku melihat dukun sebodoh ini" Sahut Matteo
"Kalau aku bodoh maka kita tidak akan bebas dari Rumah terkutuk itu" Balas Jon
🐳🐳🐳
"Tolong... Tolong aku" teriak seorang wanita, mendengar suara teriakan itu, Matteo melihat ke sekeliling dan menemukan wanita itu sedang dikejar oleh makhluk aneh, lalu ia menghampiri wanita tersebut dan melindungi nya.
"Huweyyy, jangan tinggal kan aku Matteo, iiiii" Sahut Jon.
"Anjir, dia dukun banci" Sahut Matteo sambil melawan makhluk-makhluk aneh di hadapan nya, ia mulai kewalahan dan mengeluarkan iblis nya. Ada beberapa orang juga di sekitar sana, mereka memandangi Matteo dengan wajah kaget, namun wanita yang berada di belakang nya tampak takjub.
Jon melongo, ia tidak tahu bahwa Matteo mempunyai iblis, itu adalah iblis dari Gristella. Iblis itu memiliki 6 tangan dan 2 kaki. Tubuhnya tertutupi oleh bulu lebat berwarna coklat. Tubuhnya besar, matanya berwarna merah dengan 2 tanduk di kepalanya, bibirnya berwarna hitam pekat, giginya runcing, juga kuku-kuku nya yang tajam.
Iblis itu membunuh satu per satu makhluk aneh yang ada di hadapannya, sementara Matteo pergi membawa wanita yang sejak tadi berlindung di belakangnya ke rumah seorang warga desa.
Makhluk aneh yang sejak tadi ia lawan telah habis, ia memasukan kembali iblis nya, beberapa mengucapkan terimakasih kasih kepada Matteo, namun tak sedikit juga orang yang takut terhadap Matteo, bahkan beberapa orang ada yang menganggap Matteo itu drakula atau dewa.
Gadis yang tadi ia selamat kan datang menemui nya, "Terimakasih" ucap gadis tersebut.
"Sama-sama" Jawab Matteo.
"Ohhh tuhan, kau sangat cantik" sahut Jon dari belakang Matteo.
"Ternyata kau juga dukun genit Jon" Sahut Matteo.
"Lalu kenapa? Aku juga masih jomblo padahal umurku sudah 28 tahun" Jawab Jon.
"Ngomong-ngomong aku belum pernah melihat kalian" Sahut gadis itu.
"Kami memang datang jauh sekali dari bulan" Sahut Jon.
Gadis itu tersenyum. "Namaku Fellynatta, kalian bisa memanggil ku Felly"
"Felly putri raja Ferro yang terkenal sangat cantik?" Tanya Jon.
Felly tersenyum
"Oh sudah ku duga"
~~~~~~
Perlahan rumor bahwa Matteo adalah drakula semakin menyebar hingga sampai ke telinga Pangeran Azrael. "Ayah, zombie-zombie yang kita buat semakin hari semakin sedikit" Sahut Azrael.
"Ayah tau, apa ini ada hubungannya dengan rumor yang dikatakan orang orang terkait Drakula itu?"
"Lalu sekarang bagaimana?"
"Ya.. kita harus membuat Zombie lebih banyak hingga rakyat kalah"
~~~~~~~~
"Pemberontakan sudah lama terjadi di kota ini, karna rakyat tidak setuju dengan pemimpin baru mereka" Sahut Felly.
"Pemimpin baru?" Tanya Matteo.
"Tidak, tidak, tentu saja bukan pemimpin, tapi perebut" Sahut Jon
"Maksudmu Jon?" Tanya Matteo.
"Raja Hendrick dibunuh, sementara istrinya yaitu veronika di kurung di penjara bawah tanah, kekuasaan direbut oleh adik nya yaitu Yebeyosia, tapi adiknya itu tidak becus" Jelas Jon
Mendengar nama nama itu, rasanya Matteo merasakan sesuatu, entah apa. "Putra raja Hendrick?" Tanya Matteo.
"Banyak orang bilang putranya menceburkan diri ke dalam Danau Sinoe dan sampai sekarang tidak ditemukan" Sahut Felly.
"Kemungkinan sudah meninggal" Jon melanjutkan.
"Sudah berapa tahun hal itu terjadi?" Tanya Matteo kembali.
"Hey kita sedang membahas tentang pemberontakan yang terjadi di kota ini, kenapa kau malah bertanya-tanya tentang Raja Hendrick?" Tanya Jon.
"Jawab saja pertanyaanku" Sahut Matteo.
"15 tahun yang lalu, mungkin sekarang jika dia masih hidup, umurnya 19 tahun" Sahut Jon menjelaskan.
"Namanya?" Tanya Matteo.
"Aku tidak tahu, awalnya Raja Hendrick merahasiakan identitas putranya, bahkan namanya ia rahasiakan, niat nya sih biar rakyat nya penasaran, pas umur 17 tahun baru deh raja Hendrick ngasih tau identitas putranya, tapi semuanya berjalan di luar rencana, dan yang tahu namanya cuman paman, bibi dan sepupu nya aja" terang Jon.
"Paman? maksudnya Yebeyosia itu? yang sekarang menjadi raja?" Tanya Matteo.
"Yups" Jawab Jon.
Entah kenapa perasaan Matteo campur aduk, sedih, marah, kecewa, semuanya. Matteo merasa bahwa ia harus menghentikan pemberontakan ini. Matteo pergi meninggalkan Felly dan Jon. "Aku pergi dulu sebentar" sahut Matteo.
"Kemana?" Tanya Felly.
"Kau tidak perlu tahu" Jawab Matteo.
Jawaban Matteo membuat Felly tersentak kaget, Matteo memang cuek, namun Felly menganggap nya istimewa dan berharap Matteo pun menganggap nya istimewa, segala perhatian ia beri untuk Matteo selama 2 bulan terakhir ini, tapi sepertinya Matteo tidak tertarik pada nya.
~~~~
Matteo datang ke istana untuk menemui Yebeyosia dan menanyakan nama putra Raja Hendrick.
"Yang mulia, ada seseorang ingin bertemu dengan anda" sahut salah seorang pelayan.
"Siapa dia?" Tanya Yebeyosia.
"Saya tidak tau yang mulia, saya hanya tau julukan yang biasa orang-orang sebutkan kepadanya"
"Ya. Siapa?"
"Mr. Daracula"
Yebeyosia tersentak kaget, 'kenapa ia ingin menemuiku?' Gumam nya di dalam hati. "Persilakan dia masuk" Sahut Yebeyosia.
Pelayan mempersilakan Matteo masuk.
"Salam yang mulia" sahut Matteo sambil menundukkan kepala nya dan meletakan tangannya di dada.
"Ohw Mr.Dracula, ada apa? kenapa kau mendadak datang kepadaku?" Tanya Yebeyosia. Ia menyuruh semua pelayannya keluar ruangan dan berjaga di depan pintu. pintu tertutup rapat.
"Hamba ingin menanyakan tentang putra Raja Hendrick" Sahut Matteo.
"Identitas nya di rahasiakan, untuk apa kau bertanya?"
"Saya hanya penasaran yang mulia. Terimakasih" Sahut Matteo, lalu tiba-tiba ia menghilang seperti diterpa angin.
Yebeyosia tersentak kaget melihat Matteo yang tiba-tiba menghilang, "Dia bukan Dracula" Sahut Yebeyosia.
~~~~~
"Matt.. Habis dari mana kau?" Tanya Jon.
"Bucharest" Jawab Matteo.
"Jangan bercanda kau, bagaimana mungkin seseorang bisa pergi dari Constanta ke Bucharest lalu balik lagi ke Constanta dalam waktu 1 jam"
"Apa kau lupa bahwa aku memiliki iblis?"
Jon terdiam.
"Kau dukun kan? bisakah kau memberitahukan kepada ku tentang asal usul ku?" Tanya Matteo.
"Saya tidak bisa tuan Matteo" Jawab Jon.
"Kau pasti bisa, jika kau benar-benar seorang dukun harusnya kau bisa melakukan ini" Sahut Matteo dengan nada marah.
"Saya memang dukun, tapi saya bukan tuhan, semua orang punya kemampuan masing-masing"
"Kalau begitu kau pasti tahu seseorang yang bisa memberitahu asal usul ku"
"Ada, dia sangat terkenal, namanya Merlin" Sahut Jon
"Dimana dia?" Tanya Matteo.
"Di goa dekat danau Sinoe" Jawab Jon
"Baik" sahut Matteo.
Matteo kemudian pergi ke Danau Sinoe dan mencari goa disana, ia meminta bantuan sang iblis untuk menemukan goa tersebut. 1 jam berlalu, 2 jam, 3 jam dan sudah pukul 6 sore, "Akhirnya"
~~~~
"Apa? Dracula? untuk apa?" Tanya Azrael.
"Dia menanyakan tentang Matteo" Jawab Yebeyosia.
"Ya. Tapi untuk apa?" Tanya Azrael.
"Apa jangan-jangan Matteo masih hidup" Sahut Lucrwe
"Tidak mungkin ibu, 15 tahun sudah berlalu, kemana saja dia selama 15 tahun?" Sahut Azrael
"Atau si Dracula itu Matteo?" Sahut Yebeyosia.
"Sejak kapan Matteo memiliki iblis? Orang-orang bilang bahwa Mr.Dracula memelihara iblis" Sahut Azrael.
"Kau benar"
~~~~
Sudah jam 18.30, Felly duduk di dekat jendela, "Sudah sejak lama aku mencintainya, apa dia mencintaiku? Dari saat itu, aku berlindung dibalik punggung nya, aku jatuh hati" Felly bergumam.
Felly mengambil vas yang berisi bunga melati. Ia mengambil kelopak nya satu per satu. "Cinta, tidak, cinta, tidak, cinta" Felly menjatuhkan kelopak bunga terakhir "Cinta!" Ia menyimpan vas di atas laci dan menjatuhkan tubuhnya di kasur.
"Matteo. Jika kau tidak mencintaiku, aku akan mundur"
~~~~
Matteo menemukan Merlin. "Apa yang kau mau?" Tanya Merlin.
"Aku ingin tahu asal usul ku,aku mohon"
"Kau itu pangeran, putra Raja Hendrick" Sahut Merlin.
Matteo sangat kaget, "Kau serius?"
"Tentu saja aku serius, kau juga adalah orang yang telah di ramalkan untuk menghentikan kekacauan yang ada di Constanta dan Bucharest" Sahut Merlin.
Matteo lalu kembali dengan tekad mengalahkan Yebeyosia.
"Yebeyosia"
Matteo teringat perkataan Jon bahwa Ratu Veronica di kurung di penjara bawah tanah. Lagi lagi Matteo menggunakan iblis nya untuk masuk ke penjara bawah tanah. Ia melihat Veronica terbaring di lantai, sangat lemas, Matteo menyelinap ke dalam jeruji besi.
"Ibu, aku Matteo"
Veronica membuka matanya. "Matteo, k-kau, benarkah?"
"Aku masih hidup" Sahut Matteo, kini Matteo mengingat segalanya, bagaimana ia bisa berada di rumah iblis, asal-usul nya, semuanya, entah dari mana semua ingatan itu datang.
'Dug, dug, dug' Matteo mendengar suara langkah mendekat, ia segera menggendong ibunya dan membawanya pergi.
Lucrwe berjalan di lorong penjara bawah tanah, ia berjalan cepat di lorong tersebut, menengok kanan kiri melihat tahanannya, saat melewati sel Veronica, ia sangat terkejut. Veronica sudah tidak ada di sel nya.
~~~~
Matteo membawa Veronica dari Bucharest ke Constanta. Ia mengendarai Mobil Buick karna tidak bisa meminta bantuan sang iblis. Sang iblis memberikannya Mobil Buick.
3 1/4 jam perjalanan. Matteo sudah sampai di Constanta, ia memapah Veronica ke gubuk nya. Ada Jon dalam gubuk tersebut. "Matteo, siap-pa..." Perkataan Jon terpotong. "Ratu Veronica?"
"Jangan keras-keras" Sahut Matteo.
"Putraku, kau memang putraku" Sahut Veronica sambil meraba wajah Matteo dengan tangannya.
"Putra?" Sahut Jon. "Kau putra Raja Hendrick?"
Matteo tersenyum.
"Ohhh" Sahut Jon sambil tersenyum.
~~~~~~
"Yebeyosia, Yebeyosia" teriak Lucrwe sambil berlari khawatir.
"Ada apa Luc?" Tanya Yebeyosia.
"Ve-veronica"
"Kenapa?"
"Di-dia hilang" Sahut Lucrwe.
"Apa maksudmu? Dia tidak mungkin hilang" Sahut Yebeyosia marah.
Yebeyosia mengecek penjara bawah tanah satu per satu, memang tidak ada Veronica disana. "Ahkkk tidak mungkin wanita itu hilang"
Lucrwe datang menghampiri Yebeyosia "Apa mungkin, Mr.Dracula adalah..."
"Apa?" Tanya Yebeyosia.
"Bukankah tadi pagi dia menanyakan Matteo? Putra raja Hendrick?"
"Tidak, tidak mungkin Dracula itu Matteo"
"Apa yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin, sadarlah" sahut Lucrwe.
"Kumpulkan pasukan dari cari Mr.Dracula" Perintah Yebeyosia kepada para prajurit nya"
Yebeyosia menyebar kan para prajurit nya.
"Ayah, aku sudah membuat Zombie yang sangat banyak" Sahut Azrael yang tiba-tiba datang.
"Sebarkan Zombie mu keseluruh rumania, terutama Constanta!" Perintah Yebeyosia.
"Baik ayah"
Zombie disebar keseluruh Rumania. teriakan-teriakan bergerumu. Felly melihat keluar jendela, ada banyak Zombie diluar sana dan ia fokus pada seseorang, 'Matteo' Pria itu ada di sana melawan zombie-zombie.
Matteo menyuruh Jon untuk membawa ibunya ke tempat yang aman, Jon membawa Veronica ke danau Sinoe, ada goa di dekat danau itu, Jon yakin bahwa ia dan Veronica akan aman jika berada di goa itu.
sementara itu Felly keluar rumah untuk menghampiri Matteo. "Jangan... jangan nona, kau tidak boleh keluar" sahut salah seorang dayang Felly, dayang itu mengejar Felly dan berteriak, namun Felly tak mau dengar, ia terus berlari keluar.
"Matteo.. Matteo" Felly berteriak sekuat tenaga memanggil Matteo.
"Pergilah Felly, di sini sangat berbahaya" sahut Matteo.
"Aku mohon, pergi, pergi dari sana" Teriak Felly sambil menangis.
Raja Ferro datang menarik putrinya. Felly melepaskan genggaman ayah nya, ia datang menghampiri Matteo. "Apa yang kau lakukan?" Tanya Matteo. "Jangan mengganggu ku" Lanjutnya.
Zombie berdatangan menghampiri mereka berdua.
"A-aku akan membantumu" Sahut Felly, Felly mengeluarkan belati yang ia sembunyikan di balik punggung nya, ia membunuh Zombie satu per satu. Raja Ferro ikut membantu membunuh Zombie-Zombie itu.
Satu per satu Zombie sudah dihabisi, kini hanya ada Raja Ferro, Matteo dan Felly, Raja Ferro masuk ke dalam rumah untuk mengecek keadaan di dalam rumah, kini hanya ada Matteo dan Felly.
"Kenapa kau begitu nekat?" Tanya Matteo.
"Harusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kau melawan zombie-zombie itu? kau tau itu berbahaya kan?" Jawab Felly.
"Pemimpin yang baik harus melindungi rakyat nya" sahut Matteo.
"Kau ini siapa? kau bukan siapa-siapa"
"Aku Matteo, putra Raja Hendrick"
Jantung Felly seakan berhenti. "Aku mencintaimu" spontan kata itu keluar dari mulut Felly.
"Ini bukan waktunya untuk memikirkan itu" Sahut Matteo.
"Aku tau, tapi kumohon sebelum semua ini berakhir, a-aku hanya ingin mengatakan ini, kumohon mengertilah"
"Aku tahu perasaan mu, tapi ini bukan waktu yang tepat, dan lupakan aku, kita tidak akan pernah bersama"
"Kenapa? apa karna kau tidak mencintaiku?"
"Bukan"
"Kalau bukan artinya kau mencintaiku kan? kumohon jawab"
"Lupakan itu, kita tidak akan mungkin bersama"
"Kenapa? apa karna ada iblis di tubuhmu? apa karna kau drakula? Aku tidak peduli itu, aku mencintaimu, ada iblis di tubuhmu atau kau sendiri iblisnya aku tidak peduli, aku mencintaimu"
"Aku juga, aku juga Felly, tapi lupakan aku, aku tidak akan kembali" Sahut Matteo.
Matteo pergi menjauh dari Felly yang terpatung di belakangnya. Felly terdiam tidak mengejar Matteo, mendengar jawaban Matteo sudah cukup baginya, kini ia melepaskan lelaki itu.
Matteo berjalan makin menjauh, ia mencari Yebeyosia untuk membalaskan dendamnya.
Ia menaiki mobil Buick ke Bucharest,ada banyak zombie-zombie yang sudah mati, juga mayat mayat berserakan, banyak bau menyengat.
"Felly" Matteo tersenyum "Aku mencintaimu" Matteo meneteskan air mata. Triiiiiiit. Mobil Matteo berhenti. Matteo keluar dari mobil nya "Yebeyosia, aku sudah lama menunggumu"
Matteo dan Yebeyosia bertarung, mengalahkan satu sama lain
"Kau masih sanggup menatap wajahku saat kau sudah membunuh ayahku?" Sahut Matteo berteriak.
"Aku sudah menghabisi ayahmu, dan kini aku akan menghabisi mu!!" Jawab Yebeyosia.
"KENAPA? KENAPA KAU MELAKUKAN INI?"
"Karna aku iri terhadap ayahmu, Kenapa? kenapa dia yang menjadi raja? kenapa? setelah ayahmu meninggal, maka kau yang akan menggantikannya, dan anaku? apa yang dia dapatkan?"
Percakapan Matteo dan Yebeyosia berlangsung saat mereka sedang berkelahi.
Yebeyosia berhasil mengalahkan Matteo, Matteo terjatuh dan Yebeyosia menusuk dada nya, darah bercucuran. Matteo menutup matanya, Yebeyosia tertawa dan berbalik meninggalkan Matteo, namun darah perlahan menghilang, Matteo lupa bahwa Gristella memberikan nya 9 anugrah, salah satunya adalah 'Hidup Abadi'
Luka Matteo hilang, ia tidak terluka sedikitpun, ia bangkit perlahan, mengambil belati yang ia sembunyikan di balik punggung nya, ia menusuk kan belati itu ke punggung Yebeyosia.
"Ahhhkkk" Yebeyosia berbalik dengan belati yang masih menancap di punggung nya. ia tersentak kaget melihat Matteo yang masih hidup, bahkan tidak ada luka sedikitpun.
"Kau tega membunuh pamanmu?" Tanya Yebeyosia.
"Dan kau tega membunuh kakak mu?" Jawab Matteo.
Yebeyosia jatuh ke tanah, dan saat itu lah ia menghembuskan nafas terakhirnya.
Lucrwe dan Azrael melihat kejadian itu dari balik pohon, mereka tidak berani mendekat, namun Matteo merasakan hawa keberadaan mereka. Matteo menyuruh Lucrwe dan Azrael segera keluar dari tempat persembunyian mereka, Lucrwe dan Azrael menurut pada Matteo
"Tolong jangan bunuh kami" Sahut Lucrwe.
"Aku tidak akan membunuh kalian, duduk di mobil Buick itu dan jangan coba-coba untuk kabur" Sahut Matteo.
"Ba-baik" Jawab Lucrwe
Lucrwe dan Azrael duduk di mobil Buick. Matteo kemudian mengeluarkan iblis nya, Lucrwe dan Azrael ketakutan, namun mereka tetap duduk dan tidak kabur. Matteo memerintahkan iblis nya untuk memusnahkan zombi-zombie yang masih hidup dan membersihkan kota dari mayat-mayat yang berserakan.
Dalam sekejap semuanya kembali normal, tidak ada mayat-mayat atau zombie-zombie, Matteo membawa Lucrwe dan Azrael ke Bucharest, Matteo memenjarakan mereka berdua di penjara khusus dimana tidak ada jendela atau apapun, hanya ada lubang kecil untuk memasukan makanan, pintunya terbuat dari batu dan tidak ada yang bisa membukanya.
Matteo kembali ke Constanta dan menjemput ibunya. di perjalanan, banyak suara menyoraki kemenangan nya "Hidup Raja Matteo putra Raja Hendrick" suara suara itu bergerumu di telinga Matteo.
Veronica dan Jon sudah menunggu kedatangan Matteo di rumah keluarga Felly.
"Aku tahu kau akan kembali" Sahut Felly menghampiri Matteo.
Matteo tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada semua orang, terutama Felly dan keluarganya.
Matteo pulang bersama Veronica dan Jon.
Sesampainya di Bucharest, Matteo memulai pemerintahannya dan menjalankan tugas sebagai seorang Raja dan menjadikan Jon sebagai penasehat kerajaan.
~~~~~~
Bulan-bulan berlalu, tahun tahun pun berlalu.
2 tahun kemudian. Tepat di ulang tahun Matteo yang ke 21. "Kapan kau akan menikah?" Tanya Veronica.
Pertanyaan itu membuat Matteo teringat pada seseorang. 'Felly' Gadis pertama yang ia cintai, gadis yang ia tinggalkan karna ketidak mungkinan mereka bersama.
"Mungkin suatu saat ibu" Jawab Matteo.
Veronica hanya tersenyum tidak ingin memaksakan putranya. "Ibu kembali dulu ke kamar"
Matteo tersenyum. "Aku akan melepaskan iblis ini, demi kau Felly, aku mencintaimu"
Matteo menyiapkan air untuk berendam, ia menyalakan lilin lalu menaburkan garam, hyssop dan wormwood lalu berendam di dalamnya.
"Aku membawamu keluar dari kegelapan dan menuju cahaya. Jangan biarkan masa lalumu mengendalikan masa depanku. Jangan biarkan masa depanku segenap malam. Aku menemui dan memberimu salam dengan tangan terbuka. dan membawa kembali dirimu ke dalam cahaya. yang terjadi, terjadilah"
Iblis keluar dari tubuh Matteo. "Jika kau melepaskanku, maka 9 Anugrah yang ada padamu akan hilang"
"Aku tidak peduli anugrah itu, pergilah dan ambil anugrah ku" Sahut Matteo.
Iblis pergi. Matteo merasakan perubahan dalam dirinya. "Iblis itu memang membawa 9 anugrah tersebut"
~~~~~~
Matteo pergi ke Constanta bersama Jon, setelah 2 tahun ia tidak mengunjungi tempat itu. Yang pasti tujuannya adalah untuk bertemu Felly.
Ia sampai di kediaman Felly dan di sambut riang oleh Raja Ferro. Matteo berbicara 4 mata dengan Raja Ferro. "Aku ingin meminang putrimu"
"Apa? Si-siapa?" Tanya Raja Ferro.
"Putrimu Felly"
Raja Ferro menundukkan kepalanya. "Dia sudah tiada sejak satu tahun lalu"
Matteo terbelalak kaget. "Kenapa kau tidak memberitahuku? kau tau putrimu mencintaiku kan?"
"Aku tahu, Felly yang melarangku, dia tidak ingin kau terbebankan, dia sudah mengikhlaskanmu"
Matteo tidak dapat menahan air mata nya. "Aku mencintainya. Sakit apa yang dideritanya?"
"Arteri koroner" Jawab Raja Ferro.
"Dia menderita penyakit mematikan itu dan berjuang sendirian?"
"Ikhlaskan Felly Matt, biarkan dia tenang disana"
"Aku adalah pecundang, aku meninggalkan orang yang mencintaiku dan membiarkan nya berjuang sendirian, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri"
Sahut Matteo.
"Kau harus mengikhlaskannya" Raja Ferro memberikan amplop kepada Matteo. "Felly menitipkan ini untukmu, aku tidak tau apa isinya" Sahut Raja Ferro.
Matteo Membaca surat itu.
"Aku mencintaimu, jangan tangisi kepergianku, aku tidak ingin mengekang mu dalam rasa bersalah, lanjutkan hidupmu, semua keputusan ada di tanganku, jika kau mencintaiku, cukup doakan aku dan mengikhlaskanku agar aku tenang di alam sana. Teruslah berjuang, aku selalu disisimu" -Felly.
Matteo menangis tak dapat menampung air matanya, "Kita pasti akan bertemu di keabadian, aku yakin itu"
Matteo memutuskan untuk melajang seumur hidup, dan Veronica tidak keberatan akan hal itu, ia menghargai setiap keputusan yang putranya buat. Sementara yang akan meneruskan tahtanya ketika ia meninggal adalah Azrael, dia akan ditahan sampai Matteo meninggal, bagaimanapun juga harus ada yang meneruskannya, ia yakin Azrael bisa meneruskan takhta nya, Azrael hanya diperbudak oleh orang tuanya, sementara itu Jon akan membimbing dan mengawasi Azrael selama masa kekuasaannya. Dan ya..
Jon menikah dengan Jovita, putri dari Baronet Osborne dan memiliki seorang putra laki laki.
SELESAI
ȘÄĹÁM ÀŮŢĤŌŔ
Author mau ngucapin makasih ya... buat kalian kalian kalian yang udah baca Cerpen ini, maafkan author ya.. Kalau banyak salah kata, atau apapun itu karna ini adalah pengalaman pertama author bikin cerpen, wkwkkwkwk, pernah sih pas pelajaran b.indo, tapi asal asalan. pokoknya makasih banyak yg udah baca.. semoga kalian suka, oh iya kalau kalian emang suka, mau gk author bikinin yang Versi novel nya? soalnya cerpen author ini banyak disingkat-singkat. "2 tahun kemudian, berbulan bulan berlalu dll" takut kalian capek bacanya. ok udah deh, bye bye