Pada tahun 2019, ada virus yang melanda seluruh dunia.. nama virusnya Caren. Virus itu hampir menyebar keseluruhan penjuru dunia. Dikarenakan virus itu, semua sekolah diliburkan. Setelah beberapa saat, keluar aturan baru tentang belajar online dirumah.
Saat itu usiaku 16 th, kelas 1 SMA. Belajar dirumah harusnya enak sih buat aku, tapi ya karena kadang males, atau internet bermasalah, aku jadi gak pernah kumpul tugas lagi. Setiap kali ditanya “ udah ngumpul tugas belum? ” aku selalu jawab “ udah ”. Sebenernya agak rada-rada takut sih, soalnya gak biasanya aku bohong gini. Biasanya aku gak berani bohong sama siapapun. Aku ngelakuin kayak gitu hampir 1 semester. Tapi aku tetep naik kelas ke kelas 2, jadi ya.. aku pikir semua bakal baik-baik aja kalau gak buat tugas.
Oh ya, hampir lupa.. kenalin nama aku Diana, lahir di Washington, tanggal 13 September 2003. Dirumahku ada 2 kepala keluarga, mamaku meninggal pada 3 Februari 2020. Sekarang cuma papa yang ngerawat aku sama adikku, tapi ya.. aku masih numpang tinggal dirumah pamanku. Oh ya, aku akrab banget sama sepupuku yang namanya Yurika. Dia lebih tua setahun dari aku, aku terobsesi sama dia. Dia cantik, tinggi, ramah, pinter, pokoknya dia kelihatan bagus didepanku. Makanya, aku selalu ngikut kalau misalnya dia sekolah dimanapun. Sampai aku sering dibilang ekor karena selalu ngikut. Hehe..
20 Februari 2020, ada bos papaku yang dateng kerumah, namanya Harry. Seperti biasa, aku cuma cuek.. karena biasanya aku gak begitu peduli sama tamu yang dateng. Tiba-tiba papaku langsung ngenalin aku ke bos nya..
“ Diana..! Sini..! ”
“ Oh, iya pa.. ”
“ Ohh, jadi ini yang namanya Diana.. cantik ya ”
“ Makasih om ”
“ Diana sini, om mau ngobrol sama kamu.. ”
“ Ma-maaf om, tapi aku harus keluar- ”
“ Diana, kamu mau kemana? Cuma ngobrol bentar aja lo ”
So.. karena papa ngomong gitu, yodah deh.. aku nurut aja. Aku pikir bakal terjadi masalah, karena aku terlalu berfikir negatif. Bos papaku keliatan agak menyeramkan, kayak.. tau lah ya. Tapi entah kenapa yang dia bicarakan lebih berbeda yang kubayangkan.
“ Diana, usia kamu sekarang berapa? ”
“ 16 th ”
“ Hoby kamu apa? ”
“ Baca buku, juga.. nonton anime ”
“ Ohh, sama dong. Om juga suka nonton anime ”
“ Oh, udah nonton anime apa aja om? ”
“ Anime-anime lama.. ”
“ Ohh, silahkan om diminum dulu tehnya. ”
“ Oh iya, makasih.. ”
“ Iya, sama-sama.. ”
“ Diana, ada yang mau om bicarakan dengan kamu ”
“ Mau bicara apa om? ”
“ Papa kamu itu kan pinter bela diri, kamu mah gak om ajarin juga? ”
“ Jangan dah om, aku gak terlalu tertarik sama gak kayak gituan ”
“ Terus..? Apa kamu gak mau waspada aja? ”
“ Uh..? ”
“ Kamu gak perlu pinter, yang penting kamu bisa teknik dasarnya aja.. soalnya kan sekarang banyak, kasus pelecehan dibawah umur. ”
“ Iya juga sih om.. ”
Aku merenungkan perkataan om Burhan, dan akhirnya menyetujuinya. Jadi kita itu mulai atur jadwal. Setiap sore sekitar jam 3 aku bakal latihan, terus pulang jam 5 sore. Kata om Burhan aku jenius, karena bisa belajar dengan cepet. Tentunya, aku jadi semakin tertarik.. setelahnya aku ngeliat koleksi militer milik om Burhan. Dulunya om Burhan adalah ketua dari pasukan militer angkatan darat.
Koleksi pistol, senapan, granat, topi, seragam, lencana, semuanya disimpan dengan rapi. Keliatan banget kalo om Burhan orang yang suka kerapian. Om Burhan gak jahat, dia baik kok.. setiap selesai latihan aku selalu dibelikan makanan, snack, bahkan minuman. Om Burhan pernah curhat, kalo istrinya meninggal karena kecelakaan pesawat. Sekarang dia tinggal sama putranya yang lagi kuliah di Belanda.
Suatu hari guruku dateng kerumah, dan bilang kalau aku selama ini gak buat tugas. Kalau dihitung-hitung hampir setahun. Perasaanku langsung absurd, lemes, karena aku tau kalau aku bakal dalam masalah. Tapi ternyata gak seburuk itu, guruku cuma ngingetin aja buat inget buat tugas. Akhirnya karena kapok aku gak mau nunda-nunda tugas lagi.
//////////////////////////////////////
Setahun setelahnya, kami dizinin sekolah lagi. Tapi dengan catatan cuma 4 jam disekolah, dan selalu pakai masker. Tapi karena aku masih gugup dan agak males juga.. akhirnya aku pura-pura sakit demam. Tau caranya gimana? Dengan hujan-hujanan, dan kadang sengaja gak bawa payung ke warung, padahal udah tau bakal turun hujan. Aku bodo ya..? Aku pikir juga gitu. Bahkan papaku sampai bawa ke dokter, dan dokter bilang aku perlu istirahat. Hampir 2 minggu aku gak sekolah, dan pada akhirnya aku berhenti ngelakuin hal bodoh itu dan pergi kesekolah.
Sesampainya disekolah aku disapa oleh sahabat ku, Mutiara.. dia kelihatan kangen banget. Terus dia nanya aku sakit apa, ya kubilang demam.
“ Ih, kamu demam separah itu ya..? ”
“ Iya ”
“ Masa sih..? ”
“ Iya.. ”
Terus kita ke kelas, nah.. disini aku berfikir, kenapa pintu depan kelasku ditutupin tirai? Sementara pas masuk ternyata ada lorong sempit yang harus aku lewatin. Lorong nya gak begitu sempit sih, masih bisa di lewatin. Dan setelah ku ingat, ternyata kelasku itu laboratorium milik sekolah.
“ Ko kita belajar di Lab sih?
“ Ohh, kelas kita lagi diperbaiki.. makanya belajar di Lab ”
“ Ohh, seperti itu? ”
“ Ih, apaan sih gaya ngomong nya.?! ” //tertawa
“ Hahaha.. ”
“ Oyyy Dian! Ray nungguin tu lo dibelakang! ”
“ Eh? ”
Ray dulu pacarku, tapi aku mutusin dia.. alasanku pengen fokus belajar, tapi sebenernya aku mutusin dia karena gak suka liat dia yang fuckboy. Tapi kayaknya sekarang dia udah tau kalau aku bohong soal fokus belajar. Kebetulan aku duduk di samping nya, agak gak enakan sih.. soalnya kami cuma diem aja.
Akhirnya guru dateng, tapi aku agak heran.. karena kupikir bu Lily, guru yang dateng kerumahku yang bakal ngajarin. Ternyata pak Bob, pak guru yang akan mengajari kami. Aturannya pak Bob berbeda, dia nyuruh muridnya buat lepas aja maskernya. Aku agak heran sih, kadang juga kurang nyaman.. soalnya pas ngejelasin gak satupun masuk ke otak. Aku pikir, ini mungkin akibat gak pernah belajar.
Saat jam istirahat, pak Bob memberikan kami tugas. Karena istirahat gak boleh dilapangan, jadi kami buat tugas sambil makan di kelas. Mutia juga ikut, bareng Theresia juga yang jadi ketua kelas disana, ada Navya murid ambisius, dan Reika murid pinter. Pas di pertengahan soal aku gak bisa jawab, dan akhirnya aku nanya jawaban. Satu hal yang bikin aku agak syok itu, mereka gak ngasi jawaban. Katanya buat aja sendiri. Lah.. aku mikir dong, kalau mereka mau aku buat sendiri terus kenapa harus kerja kelompok kayak gini? Pas aku ngomong gitu, mereka langsung pergi dan ngerjain tugas mereka sendiri. Cuma Mutia yang bareng aku. Terus ya kutanya..
“ mereka kenapa sih? ”
“ Ck, udahlah.. biarin aja.. ”
“ Oh, Oke.. ”
Aku langsung berfikiran, kalau mereka pasti kena omelan guru soal aku yang gak pernah buat tugas. Jadi ya, kupikir mereka benci atau kesel sama aku. Terus temenku David nyamperin, dan ngasi surat. Katanya buka pas dirumah aja, pas itu dia bilang itu surat dari Ray. Jadi kupikir itu surat yang isinya kata-kata romantis.
Akhirnya setelah pulang aku buka amplop itu, isinya surat. Tentang dia yang udah tau semuanya, terus dia bilang dia pindah ke luar negeri, dan dia yang ngajak hubungan kita selesai. Aku agak syok, padahal tulisannya ditulis dengan baik.
//////////////////////////////////////
𝘏𝘢𝘪.. 𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘨𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘵𝘦𝘮𝘶 𝘺𝘢? 𝕊𝘰𝘳𝘳𝘺, 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝕒𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘰𝘴𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘧𝘰𝘵𝘰 𝘥𝘢𝘯 𝕧𝘪𝘥𝘦𝘰 𝘱𝘦𝘳𝘦𝘮𝘱𝘶𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘪𝘯. 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘭 𝘺𝘢? 𝘋𝘢𝘯 𝘴𝘰𝘢𝘭 𝘧𝘰𝘬𝘶𝘴 𝘣𝘦𝘭𝘢𝘫𝘢𝘳 𝘪𝘵𝘶.. 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘰𝘩𝘰𝘯𝘨, 𝘢𝘬𝘶 𝘨𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘰𝘢𝖑 𝘱𝘶𝘵𝘶𝘴, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘨𝘢𝘬 𝘴𝘶𝘬𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘰𝘩𝘰𝘯𝘨. 𝔼𝘮𝘢𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘺𝘢 𝘣𝘰𝘩𝘰𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘺𝘢𝘬 𝘨𝘪𝘵𝘶? 𝘢𝘬𝘶 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘬𝘦𝘤𝘦𝘸𝘢 𝘱𝘢𝘴 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘰𝘩𝘰𝘯𝘨. 𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘶 𝘢𝘬𝘶 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘳𝘪𝘯 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝕧𝘪𝘥𝘦𝘰 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘱𝕖𝕣𝘦𝘮𝘱𝘶𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘨𝘢𝘬 𝘴𝘦𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘰𝘩𝘰𝘯𝘨.
𝘚𝘰𝘳𝘳𝕪 𝘺𝘢..
𝘈𝘬𝘶 𝘣𝘢𝘬𝘢𝘭 𝘱𝘪𝘯𝘥𝘢𝘩 𝘬𝘦 𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘯𝘦𝘨𝘦𝘳𝘪, 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘥𝘪𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘪𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩. 𝘚𝕠𝘳𝘳𝘺 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘤𝘶𝘦𝘬𝘪𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘶, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘯𝘨𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘪𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘭 𝘬𝘰𝘬. 𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘦𝕟 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘢𝘶 𝘢𝘫𝘢..
𝘔𝘢𝘢𝘧, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳 𝘴𝕖𝘣𝘢𝘪𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘶𝘥𝘢𝘩𝘪𝘯 𝘢𝘫𝘢 𝘩𝘶𝘣𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘪𝘵𝘢. 𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘮𝘶𝘪𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘭𝘢𝘨𝘪, 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘱𝘶𝘯 𝘩𝘶𝘣𝘶𝘯𝘨𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘭𝘢𝘨𝘪..
𝘛𝘩𝘢𝘯𝘬𝘴..
𝘉𝘺𝘦𝘦~
//////////////////////////////////////
Aku berfikir, dia pasti benci aku.. udahlah, pikiranku kacau, agak stress, dan kecewa juga.. khawatir kalau misalnya dia bener-bener benci aku.
Keesokan harinya, aku pergi ke sekolah seperti biasanya.. dan kebetulan ada guru Fisika, bu Irena yang nitip anaknya sama aku. Aku gak masalah sih, soalnya suami dari bu Irena itu sedang krisis di rumah sakit.. dan tetangga gak ada yang mau ngurus anaknya, guru-guru lain juga sibuk dengan tugasnya. Jadi aku izin ke pak Bob. Wajah pak Bob terlihat begitu kesal, dan terpaksa. Lalu saat aku masuk kelas, David duduk disebelahku dan bilang bakal ada test, jadi dia numpang duduk selama test. Aku pikir itu supaya dia gak ketahuan nyontek aja. Akhirnya anak bu Irena kuajak duduk bersamaku sambil mengerjakan test. Anaknya kalem dan penurut, dia gak cengeng kayak anak usia 2 tahun lainnya. Dia imut, ganteng, polos, jadi itu gak begitu menggangguku.
Pak Bob berkeliling dan memastikan muridnya gak mencontek, sampai akhirnya pak Bob sampai di bangku ku, dan entah kenapa tiba-tiba anaknya bu Irena nangis. Satu kelas kaget, dan aku juga kaget. Terus aku coba nenangin, dan pak Bob bilang lanjutin aja ulangannya gak usah peduliin anak orang. Ya aku protes dong..
“ maaf Pak, saya diberikan tanggung jawab atas anak ini, mau gak mau saat harus melaksanakannya. Mohon maaf bila mengganggu.. saya izin keluar ”
Setelah aku ngomong gitu, wajah pak Bob terlihat kesal dan marah. Aku menitipkan anak bu Irena di ruang BK. Kebetulan disana ada guru yang kukenal. Namanya Bu Ari. Segera aku kembali ke kelas, sebelumnya.. pak Bob sudah menunggu di lorong. Pak Bob menggenggam lenganku dengan keras, dan menyuruhku untuk cepat kembali ke dalam kelas. Saat aku masuk, entah kenapa wajah teman-teman ku memucat. Aku pikir mungkin karena gerah, kemudian aku duduk dan kembali mengerjakan ulangan.
Setelah duduk, David menanyakan jawaban padaku.. tentunya ku kasi, akan tetapi hal yang membuatku heran adalah.. kenapa David membuat ulangannya di buku? Padahal ulangan yang diberikan melalui link di ponsel. Saat kutanya, David bilang internet nya bermasalah. Jadi pikiranku lega saat itu. Kemudian David membisik
“ nanti pas jam istirahat keluar kelas yuk ”
“ ngapain? ”
“ ikut aja.. ”
Saat jam istirahat aku ngikutin David. Kemudian pak Bob menghampiri kami dan melarang kami untuk keluar.
“ memangnya bapak tau kita mau kemana? ” tanya David
“ kalian mau kemana? ”
“ ke toilet ”
“ Harus ya berdua?! ”
“ Loh, toilet cowok sama cewek kan dipisah pak ”
“ Hei kamu Diana. Kenapa kamu mau keluar ke toilet bareng cowok?! Apa gk takut di apa-apain?! ”
Seketika 1 kelas ketakutan dan terdiam. Tidak ada yang berani makan, mereka mengalihkan pandangan dengan berpura-pura belajar.
“ Maaf pak, David bukan anak yang nakal kok pak. ”
Aku melawan, karena kutau David adalah anak yang baik dan tidak akan berani berbuat apapun.
“ Awas aja lo ya nilai kalian rusak. Bapak bakal hukum kalian ”
“ Jadi disini nilai bapak jadikan prioritas utama? Jadi kami bebas ngelakuin apapun biar dapet nilai sempurna kan? ”
“ Berisik kamu, jangan lancang! ”
“ Mohon maaf kalau saya lancang. Tapi kalau memang bapak memprioritaskan nilai disini, gimana kalau misalnya saya bilang saya mau ngoper jawaban ke David di kamar mandi? Apa bapak masih ingin memprioritaskan nilai? ”
Seketika.. pak Bob menampar ku..!
Aku syok dan kaget, kok guru berani main fisik ke muridnya?
“ Kembali ke tempat duduk kalian ”
Aku kembali duduk, tapi kali ini David balik ke depan, tempat duduk asalnya. Dia kayak merasa puas, sementara pak Bob keliatan kayak bener-bener kesel dan panikan juga. Aku cuek aja, disisi lain Mutia cuma diem aja.. dia kayak ketakutan banget. Dan kusadari 1 hal dari belakang, di leher Mutia memar. Jadi kupanggil Mutia, dan berpura-pura ingin duduk dan ngobrol bareng. Kemudian aku membisik dan menanyakan memar itu, Mutia cuma bilang itu kebentur aja.
Pak Bob mengawasi siswanya sampai istirahat selesai, entah kenapa ia seperti terlihat enggan untuk makan bersama guru lain di ruang guru. Tentunya, keberadaan guru galak dan menyeramkan di kelas kami membuat nafsu makan kami menurun, dan juga membuat kami merasa tidak nyaman.
Saat Reika ingin mengumpulkan ulangan, ia tidak sengaja menjatuhkan kopi ke ponsel pak Bob. Tentunya hal itu membuat pak Bob kesal dan marah. Meskipun Reika sudah meminta maaf, akan tetapi pak Bob terus bilang kalau Reika sengaja ngelakuin hal itu. Pak Bob bilang pasti Reika merasa iri karena ponselnya disita.
Jadi apa yang pak Bob lakukan setelah itu..? Ia membanting ponsel milik Reika. Tentunya Reika menangis, dan pak Bob bilang Reika itu cengeng. Bahkan pak Bob juga menyalahkan 1 kelas karena terlalu bergantung pada ponsel.
Aku berfikir ya.. apa salahnya? Kami gak beli pakai uang bapak, terus apa salahnya. Tapi aku lebih memilih diam, buat cari aman aja.
Bela pulang berbunyi. Kami pulang seperti biasa, sebelum pulang biasa aku mengobrol dikantin bersama Mutia. Theresia dan Navya juga ikut, tapi aku gak liat Reika.. padahal kan mereka 1 circle. Theresia bilang Reika lagi di toilet. Lalu Navya bilang..
“ Kalian.. ada ngerasa yang aneh gak sih sama pak Bob? ”
“ Aneh? ” sautku
“ Iya, kenapa sih dia sampe rusak ponsel Reika segala? Dia itu guru yang gak berkompeten atau gimana sih ”
Lalu ada tukang bersih-bersih yang menghampiri kami.
“ kalian belum pulang? ”
“ Oh, belum buk ” saut Mutia
“ Kalian.. muridnya guru sementara itu? ”
“ Iya buk. ” saut Navya
“ Kalian gak curiga sama pak Bob? ”
“ Nah.. itu dia buk, kita agak curiga sih.. ”
“ Hati-hati.. pak Bob itu beringas orangnya. Jangan sesekali buat keributan atau hal-hal yang aneh.. ”
“ Udahlah bu, berfikiran positif aja.. ” sautku
“ Ihh, awas lo ya.. nanti kalau kenapa-napa ”
Lalu ibu itu pergi..
Setelahnya kami sadar kalau pak Bob melihat pembicaraan kami, jadi kami pura-pura cuek. Kemudian..
“ Oh ya, aku lupa.. aku punya game baru loh dirumah.. main kerumahku yukk ” ucapku
“ Boleh.. ” saut Navya
“ Ikutan dong! ” ucap Theresia
“ Aku juga.. ” ucap Mutia
“ Okee.. ”
Kami berusaha menjaga kontak mata dengan pak Bob, melihatnya menatap kami merasa kami seakan-akan akan diserang.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Keesokan harinya adalah hari ulang tahun sekolah kami. Kami bebas mengundang siapapun ke sekolah. Tentunya di kelas banyak yang mengundang orang tua mereka untuk bermain, kami juga mengadakan acara makan-makan. Ada orang tua siswa yang membawa makanan dari rumah, ada yang membawa minuman, camilan, bahkan bingkisan. Terasa sangat menyenangkan dan luar biasa.
Kemudian aku menyadari kalau pak Bob mengintip dari luar jendela. Dan pak Bob sepertinya memang menyadarinya, jadi dia pergi dan berpura-pura cuma numpang lewat. Sesaat setelah orang tua siswa pulang, dan aku mengantar papaku sampai depan gerbang, tidak sengaja aku menguping pembicaraan Reika dengan kepala sekolah.
Kepala sekolah bilang Reika gak akan bisa dapet beasiswa, dan Reika juga dituduh merusak barang orang. Reika gak berani melawan, dan pada akhirnya Reika cuma diem aja.
Aku pengen ngebela, tapi pengen cari aman juga. Males berurusan dengan kepala sekolah, jadi aku balik ke kelas. Di kelas David kembali duduk disampingku. Aku gak masalah sih, terserah dia mau duduk dimana.
Kemudian David membisik..
“ coba kamu cek lagi surat yang Ray kasi, ada yang janggal gak? ”
Aku langsung berfikiran kayak.. Ha? Janggal? Ko bahasanya kayak gitu sih? Seserius itu ya?
Akhirnya.. setelah bel pulang kami bergegas keluar gerbang. Akan tetapi kami dikejutkan dengan sesuatu..! Semuanya ketakutan, syok, panik, bahkan ada yang berteriak histeris.
Terlihat disana jasad Erika yang sepertinya habis lompat dari atap sekolah. Aku heran, apa karena kata-kata bu kepala sekolah tadi? Lalu disisi lain aku liat Theresia dan Navya yang dijadikan tersangka utamanya. Pak Bob menaruh curiga pada mereka berdua, karena mereka yang selalu dekat dengan Reika. Disisi lain aku lebih curiga dengan pak Bob yang menuduh tanpa bukti yang jelas. Karena hal itu mereka berdua di skors selama sebulan.
Sepulang sekolah aku mengecek surat yang dikasi Ray tempo lalu. Aku cek setiap kalimat, dan akhirnya aku nemuin kejanggalan yang dimaksud David.
//////////////////////////////////////
𝘏𝘢𝘪.. 𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘨𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘵𝘦𝘮𝘶 𝘺𝘢? 𝕊𝘰𝘳𝘳𝘺, 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝕒𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘰𝘴𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘧𝘰𝘵𝘰 𝘥𝘢𝘯 𝕧𝘪𝘥𝘦𝘰 𝘱𝘦𝘳𝘦𝘮𝘱𝘶𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘪𝘯. 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘭 𝘺𝘢? 𝘋𝘢𝘯 𝘴𝘰𝘢𝘭 𝘧𝘰𝘬𝘶𝘴 𝘣𝘦𝘭𝘢𝘫𝘢𝘳 𝘪𝘵𝘶.. 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘰𝘩𝘰𝘯𝘨, 𝘢𝘬𝘶 𝘨𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘰𝘢𝖑 𝘱𝘶𝘵𝘶𝘴, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘨𝘢𝘬 𝘴𝘶𝘬𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘰𝘩𝘰𝘯𝘨. 𝔼𝘮𝘢𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘺𝘢 𝘣𝘰𝘩𝘰𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘺𝘢𝘬 𝘨𝘪𝘵𝘶? 𝘢𝘬𝘶 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘬𝘦𝘤𝘦𝘸𝘢 𝘱𝘢𝘴 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘰𝘩𝘰𝘯𝘨. 𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘶 𝘢𝘬𝘶 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘳𝘪𝘯 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝕧𝘪𝘥𝘦𝘰 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘱𝕖𝕣𝘦𝘮𝘱𝘶𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘨𝘢𝘬 𝘴𝘦𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘰𝘩𝘰𝘯𝘨.
𝘚𝘰𝘳𝘳𝕪 𝘺𝘢..
𝘈𝘬𝘶 𝘣𝘢𝘬𝘢𝘭 𝘱𝘪𝘯𝘥𝘢𝘩 𝘬𝘦 𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘯𝘦𝘨𝘦𝘳𝘪, 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘥𝘪𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘪𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩. 𝘚𝕠𝘳𝘳𝘺 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘤𝘶𝘦𝘬𝘪𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘶, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘯𝘨𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘪𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘭 𝘬𝘰𝘬. 𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘦𝕟 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘢𝘶 𝘢𝘫𝘢..
𝘔𝘢𝘢𝘧, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳 𝘴𝕖𝘣𝘢𝘪𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘶𝘥𝘢𝘩𝘪𝘯 𝘢𝘫𝘢 𝘩𝘶𝘣𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘪𝘵𝘢. 𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘮𝘶𝘪𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘭𝘢𝘨𝘪, 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘱𝘶𝘯 𝘩𝘶𝘣𝘶𝘯𝘨𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘭𝘢𝘨𝘪..
𝘛𝘩𝘢𝘯𝘬𝘴..
𝘉𝘺𝘦𝘦~
//////////////////////////////////////
Ada beberapa huruf yang ditulis berbeda.. yang kalau disusun membentuk sebuah kalimat.
𝕊𝘰𝘳𝘳𝘺
𝕒𝘬𝘶
𝕧𝘪𝘥𝘦𝘰
𝔼𝘮𝘢𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢
𝕧𝘪𝘥𝘦𝘰
𝘱𝕖𝕣𝘦𝘮𝘱𝘶𝘢𝘯
𝘚𝘰𝘳𝘳𝕪
𝘚𝕠𝘳𝘳𝘺
𝘱𝘦𝘯𝘨𝘦𝕟
𝘴𝕖𝘣𝘢𝘪𝘬𝘯𝘺𝘢
» 𝕊𝕒𝕍𝔼 𝕧𝕖𝕣𝕪𝕠𝕟𝕖
Maksudnya..? Selamatin semuanya..?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Keesokan harinya.. saat jam pelajaran terakhir, pak Bob ngoceh soal kejadian Reika. Dan ngomongin soal keburukannya Theresia dan Navya. Seketika entah kenapa aku berfikir kalau pak Bob bermuka dua.
Lalu kemudian..!
Kemudian David memukul meja dengan keras..! Seisi kelas kaget, kemudian pak Bob marah dan menyuruh David untuk diam..!
David kemudian berkata..
“ Udah cukup pak.. udah cukup semua hal yang bapak lakuin ke kita semua!! ” ucap David dengan kesal
“ Kamu bilang apa sih?! ”
“ Bapak pikir aku gak tau? Aku punya rekamannya.. ” //sembari menunjukan flashdisk
Seketika wajah pak Bob pucat, ia terlihat mulai berkeringat dingin.
KRINGGG..!!!
Dan akhirnya.. belum pulang berbunyi..
“ Berhenti..! Jangan ada yang keluar! ” teriak pak Bob
Kemudian hal yang membuat kami ketakutan lagi adalah, pak Bob mengunci pintu Lab lalu mengeluarkan pistol untuk mengancam David.
“ Berikan flashdisk itu. ”
“ Kalo gak mau? ”
“ David!! ”
“ Cukup pak!! Bapak cemen banget sih takut dilaporin gini doang. Berani berbuat berani bertanggungjawab. ” tegas David
DOR! //suara pistol
HAH!! //seisi kelas berteriak ketakutan
Aku panik..! melihat pak Bob yang semakin membrutal dan tidak karuang.
“ Apa yang udah bapak lakuin ke Mutia, saya gak bisa maafin pak ”
David suka sama Mutia, Mutia juga.. cuma belakangan ini Mutia sering menjauh dari David. Gak tau kenapa.
“ David balikin flashdisk itu atau bapak tembak kamu.! ”
“ Hmph. Tembak aja pak.. saya udah gak tahan liat kondisi kelas yang buruk kayak gini. Ray dikeluarin gara-gara tau rahasia bapak, terus Ray nitipin ke saya. Dan sekarang, bapak berani megang-megang Mutia. Dasar predator. ”
“ David..! Bapak peringatkan padamu sekali lagi! ”
“ Bapak yang seharusnya saya peringatkan. ” sautku. //menodongkan pistol
“ Diana?! ”
“ Mutia, diem dibelakang ku ”
“ Kenapa murid disini membawa pistol? Itu dilarang. ”
“ Bapak sendiri kenapa bawa pistol? Murid selalu mencotohkan gurunya, jadi apa Diana salah? ” bela David
“ Berisik kamu! ” //kembali menodongkan pistol ke David
“ Bapak tembak David, sama aja bapak mati disini. ” ucapku
“ Memangnya apa yang bisa dilakuin pistol yang kosong? Ha?!! ”
DOR!! //suara tembakan..
“ Diana cukup.! ” ucap Mutia
“ Sebenernya aku gak suka ngelakuin ini, rasanya aneh pas nembak.. terus ngebunuh orang. Bapak sendiri ngerasain kayak gitu? Hmph, kayaknya nggk deh. Kan bapak, yang udah ngebunuh Reika. ”
Seisi kelas syok, dan beranggapan kalau pak Bob gila. Kemudian pak Bob menodongkan pistol kearahku dan David.
“ Jangan berani-berani..! ”
Akuu melangkah sedikit, kemudian pak Bob menembak ke arah langit-langit! Itu membuat seisi kelas histeris.
“ Tch. Cuma satu peluu?! ” ucap pak Bob dengn kesal.
Karena ada Mutia dibelakang ku, dengan sigap kelempar kan buku ke arah tangannya. Itu membuat pistol yang ia todongkan ke arahku terlempar. Dan dengan cepat ku tukar pistolnya dengan pistol ku.
Kemudian pak Bob waspada terhadap aku dan David. Dan disana.. pasukan militer mendobrak pintu..!!
Pak Bob kaget..! Ia berusaha kabur lewat jendela tapi dihadang oleh pasukan militer. Ia juga diadili oleh bu kepala sekolah karena membawa senjata. Kemudian apa yang dia katakan..?
“ Lihat..! Murid disini juga membawa senjata!! ”
“ Diana?! Kamu-?! ”
“ Hmph. Jangan salah sangka dulu dong.. ini kosong tau. Mau ku buktiin? ” //mengarahkan pistol ke kepalanya. //menarik pelatuk
“ Tuh kan bu.. kosong ”
“ Tapi tadi-! ”
“ Mau tau gimana cara aku ngelakuinnya? Sebelumnya, setelah bapak menodongkan pistol, dengan cepat dan tenang kuminta Mutia untuk mengirimkan pesan lewat ponselku ke salah satu orang. Dan juga, pistol ku ini cuma isi 1 peluru kok.. //bergumam ”
“ DASAR-!!! ”
“ Diana..?! Kamu gpp?! ” tanya om Herry
Pak Bob adalah pecandu dan pengedar narkotika. Ia pernah dipenjara, kemudian dibebaskan dengan tebusan.
Setelah ditelusuri, Reika bunuh diri karena dilecehkan oleh pak Bob. Dan juga Theresia dan Navya yang mendapat tuduhan palsu. Ray yang di keluarin dari sekolah karena tuduhan palsu, dan David yang hampir di keluarin karena membuat onar.
Semua tuduhan palsu yang dibuat oleh pak Bob membuatnya harus kembali ke sel tahanan. Ia dihukum berat dan dipenjara seumur hidup. Sementara itu Mutia dan David kembali menjalin hubungan bersama, dan kelas kami akhirnya selesai dibangun. Kemudian kami dipindahkan ke kelas kami yang baru.
/////////////////////////////////
Setelah hampir setahun, entah kenapa aku merasa aneh. Perasaan ku campur aduk. Aku selalu menyimpan surat yang diberikan Ray.
Kring.. //bel rumah
“ Iya? ” saut papa
“ Permisi.. saya mau ketemu Diana. Ada? ”
“ Kamu siapa ya? ”
“ Uh? Ray?! ”
“ Diana, lama gak ketemu ya.. ”
“ Tu-tunggu dulu.. kalian ada hubungan? ”
“ Ya.. soal itu pa.. dia.. ”
“ Saya pacarnya Diana. Salam kenal om, nama saya Ray ”
“ Ha? Pacar? Ko papa gak pernah denger? ”
“ ya.. Maaf pa. Aku boleh izin keluar kan? ”
“ Ya, tapi.. ”
“ Daa pa! ”
Entah kenapa rasanya seneng banget. Ray bilang dia mau balikan, kalon misalnya aku juga mau. Romantis banget sih..
THE END ~