Hari pertama masuk sekolah,mungkin bagi sebagian siswa hari itu adalah hari yang sangat di nantikan,menerima pelajaran baru namun,tidak bagi Dimas.Dimas adalah siswa terpopuler di sekolahnya,SMKN 1 TALIWANG,namun hari itu hari yang tidak membuat dia bahagia karena,dia baru saja putus dengan pacarnya seminggu sebelum masuk sekolah,nama pacarnya adalah Hasa.Hasa adalah siswa tercantik di sekolahnya selain cantik dia juga sangat popular.Dimas tidak mau masuk sekolah hari ini kerena tidak mau bertemu dengan Hasa mantan pacarnya namun apa daya Dimas ibu nya memaksa dia tergi sekolah.Saat sampai di sekolah Dimas langsung masuk ke kelasnya.Dimas sudah berada di dalam kelasnya,lalu temannya dito
“hay Dim…,gimana liburnya?oh,,ya aku dengar kamu putus ya dari Hasa?ko bisa si Dim?.tanya Dito dengan penasaran
“berisik banget si lo,gk bisa diem apa”.kata dimas dengan kesal.
“gua kan cuma tanya,Tapi lo uda moveon gak dari dia?”tanya Dito lagi.
"Jujur aja si gua belum bisa ngelupain dia,coba lo pikirin dee..dia putusin gua hanya gara gra bosan”kata dimas dengan nada lumayan keras.
"Apa gara gra bosan…wajar sii klo dia bilang gitu habisnya lo tu orangnya dingin kaca gunung es,”kata Dito mengoloknya.
***
“pagi semuanya…apa kabar?pagi dimas?”safa Hasa.
Tentu saja Dimas merasa risi di safa oleh Hasa,bagaimana dia bisa melupakan hasa klo setiap hari ketemu,dan selalu di safa oleh hasa. Hasa tampak biasa saja saat melihat Dimas sudah tidak ada lagi perasaan untuknya.
KRINGGGGGG……bel masuk kelas berbunyii..
Guru wali kelas mereka pun masuk dan berbicara
“Pagi anak anak apa kabar semua?.ibu masu mau kasi tau ada siswa baru yang masuk di kelas kita dia pindahan dari sekolah SMK MATARAM.silakan masuk Mutiara.
Nadia pun masuk Dimas yang melihat Mutiara terdiam dan melongo melihat Mutiara.Mutiara memiliki mata yang bulat,bulu mata yang lentik,kulit putih,dan rambut hitam panjang,sangat cantik.
”hallo teman teman perkenalkan nama saya Cahaya Mutiara,bisa di panggil Mutiara” kata mutiara
setelah memperkenalkan namanya dia pun duduk di belakangnya Dimas.Dimas terpesona dengan kecantikan Mutiara.saat istirahat pertama,entah kenapa Dimas langsung mendekati bangku Mutiara yang sedang membaca sebuah buku, Mutiara pun memalingkan wajahnya dari buku dan menatap Dimas Mutiara tersenyum.
“perkenalkan namaku Di…Dimas”dengan gugup entah kenapa dia gugup saat berkenalan dngan Mutiara padahal saat berkenalan dengan Hasa dia tidak gugup”
Mutiara menjabat tangan Dimas “Mutiara”.meraka mulai akrab dan berbicara dan saat datang sekolah Dimas dan Mutiara pun datang bersama di jemput oleh Dimas dengan Mobil,tentu saja dengan mobil selain popular karena ketampanannya dan mahir nya main bola Basket dia juga anak orang kaya.
******
“hay…pagi oya kita berangkat”ujar Dimas
“ayooo.”kata Mutiara
Saat perjalanan pergi ke sekolah, Mutiara menyuruh Dimas berhenti di taman.
“berhenti di sini Dim…”
“lo ko di sini kan belum nyampe?”Tanya Dimas
“udah….ayo ikut”.mereka pun keluar dan mereka duduk di bangku yang di sediakan di taman itu.
”ayo….sini duduk”Dimas pun duduk
.”Dim gua boleh nanya gak?”
“Nanya apa?”.kata Dimas.
”kenapa si lo sikapnya dingin ke orang lain”.tanya Mutiara.
”emang harus di jawab yaaa?” kata Dimas.
”gk sih..maaf klo pertanyaan gua bikin lo sakit hati,gua cuman nanya”.jelas nadia.
”Gak papa ko,ini udah kebiasaan gua dari duluh.terus lo kenapa selalu senyum dan rama ke setiap anak yang ada di sekolah padahal Lo tau sebagai dari mereka tidak suka sama kamu?”.tanya Dimas balik.
”senyum adalah cara untuk melupakan semua masalah,coba de lo senyum sekali ini aja pasti semua masalah lo hilang”.jawab Mutiara.
Dan yaaa saat Dimas senyum masalah sulit untuk melupakan Hasa pun hilang dengan seketika.
******
Kedekatan mereka membuat salah satu murid di kelas XI tidak senang dan merasa iri,siapa dia? Tentu Saja mantan Dimas ya itu Hasa.saat pulang sekolah Hasa mejegat Dimas
“tunggu...Dimas,ada yang mau gua omongin”jegat Hasa.
Dengan malasnya Dimas berhenti dan berkata” Ada apa…ayo ngomong gua gak punya banyak waktu buat lo”
“Secepat itu yaa..lo lupain guaa?belum genap satu bulan kita putus lo uda dekat sama yang lain,gk nyangka gua”.kata Hasa dengan nada yang tinggi.
“Yang mutusin gua siapa?lo kan,yang bilang bosan ?,lo jugakan.Jadi ya udah,klo itu mau lo lagi pula gua gk butuh cewek yang gk mau nerima gua apa adanya,PAHAM.”jawab Dimas.
Dimas pun berlalu meninggalkan Hasa yang masi berada di parkiran sekolah.
*****
Sudah dua hari Dimas tidak bertemu dengan Nadia,Dimas sudah mencoba menghubungi Mutiara tapi tidak pernah dia angkat olehnya.Dimas sudah bertanya kepada teman di sekolah nya tapi mereka semua tidak tau,dan pada saat keluar main,kedua ada seorang teman Mutiara ya itu Melia dia memberi tau Dimas bahwa 2 hari yang lalu Mutiara di jegat oleh Hasa saat pulang sekolah,tampa bertanya lagi Dimas langsung menemui Hasa.
Brakkkk meja di pukul oleh Dimas“lo apain Mutiara sampai dia gak masuk sekolah?”.bentak dimas dengan kasar.dimas tidak pernah marah sebelumnya pada perempuan tapi entah kenapa Dimas semarah itu sekarang.
“gua gk apa apa in dia ko,gua cuman bilang gk usah kecentilang,”jawab Hasa dengan mata berkaca kaca karena dia tidak pernah di bentak seperti itu oleh Dimas.
“lo sadar gk si apa yang lo bilang ke dia,lo gk sadar gimana diri lo,ngaca dulu sebelum ngomong kaya gitu ke orang lain.”kata Dimas,lalu meninggalkan Hasa di dalam kela,.dia langsung pergi ke rumah Mutiara
***
TOK…TOK…TOK,….permisi.
Pintu di buka.”selamat siang tante Mutiara nya ada?”tanya Dimas
“Mutiara,ada di dalam,ada apa ya? Dan kamu siapa nya Mutiara”ujar mamanya Nadia.
“saya Dimas, teman dekatnya Mutiara di sekolah tante”kata Dimas
“oyaa…silakan masuk,duduk aja dulu tante panggilkan Mutiara nya dulu yaa.”.
“yaaa. Tante terimakasih”.
tak lama kemudian Nadia pun datang dan mengajak Dimas ke taman belakang rumahnya.tampa basa basi Dimas langsung bertanya
“lo di apain sama Hasa?,Hasa ngomong apa aja?,tadi gua di kasi tau sma Melia lo di jegat saat pulang sekolah”
“udah lahhh…gak usa di perpanjang, gua uda ngelupain yang dia katakana sama gua gak,”jawab Mutiara..
“klo lo uda ngelupain kenapa lo gk masuk sekolah 2hari ini?”tanya Dimas.
“Dim…sebenarnya gua mau pindah sekolah”jawab Mutiara dengan sedih
“Apa pindah sekolah?,lo kan baru pindah kesini,sekarang mau pindah lagi?, kenapa”.tanya Dimas dengan kaget.
“Ayah gua pindah tugas ke Jakarta,jadi mau gk mau gua harus ikut,gua gk punya siapa siapa di sini Dimas”jawab Mutiara dengan sedih.
“lo boleh ko tinggal di salah satu rumah gua,jadi lo gk perlu pindah sekolahkan ada gua”tawaran Dimas.
“Gak bisa gitu Dim,gua harus ikut ayah dan mama gua,gak mungkinkan gua ngerepotin keluarga lo” tolak Mutiara.
“Gak ngerepotin ko,gua suka sama lo Mutiara saat pertama kita ketemu gua uda jatuh hati sama lo,tolong jangan tinggalin gua,siapa nanti yang beri senyum setiap pagi buat gua,”bujuk Dimas.
“Dim…mungkin kita gk jodoh kalo kita jodoh sejauh apapun kita pasti ujung ujungnya ketemu,jadi gk usah khwatir,kita kan masi bisa kontekan lewat telpon dan bisa ketemu saat libur panjang,dan ingat satu hal.. lo gk bole selalu bersikap dingin lagi,nanti semua orang atau cewek takut sama lo dan gk mau dekat sama lo lagi, jadi terus senyum.”kata Mutiara sambil memegang ujung bibir Dimas.
"Gua gak perduli sama orang lain, tolong jangan tinggalin gua"Kata Dimas sambil memegang tangan Mutiara.
"Dimas aku akan tetap mengingat mu sampai kapanpun"kata Mutiara sambil berbalik memegang tangan Dimas dengan kuat mencoba meyakinkan bahwa perkataannya sungguh sungguh.
"Kamu punya waktu gak nanti malam"tanya Dimas
"Punya..emangnya kenapa?"tanya Mutiara balik.
"Aku mau mengajak kamu ke suatu tempat sebelum kita berpisah,"kata Dimas
"Nanti malam jam 8"Kata Mutiara.
Dimas mengangguk karena sudah hampir sore Dimas pamit pulang
"Kalo gitu aku pulang dulu ya,ini juga sudah hampir sore"kata Dimas.
"Oh ya udah hati hati di jalan yaa"kata Mutiara sambil berjalan mengantarkan Dimas ke depan rumah. saat sampai di depan rumah Dimas berhenti dan menatap Mutiara dan sedikit menurunkan badannya karena Dimas lebih tinggi dari pada Mutiara.
"Jangan lupa nanti malam"Kata Dimas mengingatkan kembali.
"iyaa"Kata Mutiara.
*****
Pukul 7:30 Dimas bersiap untuk berangkat karena Jarak Ke rumah Mutiara cukup jauh dan membutuhkan waktu yang cukup lama. setelah menempuh jarak yang cukup jauh akhirnya Dimas sampai di depan rumah Mutiara dimas lalu turun dan mengetuk pintu.
Tok...Tok..Tok..
"Eh...Ada nak Dimas"Kata ibu Mutiara yang membukakan pintu untuknya.
Dimas lalu menunduk dan bersalaman kepada ibu Mutiara.Dimas lalu bertanya
"Apa Mutiara ada Tante"Tanya Dimas
"Ohh cari Mutiara yaa..ada ada dia ada di kamarnya. Ayo masuk dulu,silakan duduk Dimas"kata ibu Mutiara.
"Terimakasih Tante"ucap Dimas.
"Mau minum apa biar tante ambilkan, sekali memanggil Mutiara."Ucap ibu Mutiara.
"Tidak usah repot-repot tante,"ucap Dimas menolak
"Kalian mau kemana"Tanya Ibu Mutiara
"Saya mau mengajak Mutiara keluar sebentar, bole kan Tante?"Kata dimas sekaligus meminta izin kepada ibu Mutiara.
"Iya boleh tapi pulangnya jangan kemalaman ya".
"Iya Tante"
Ibu mutiara lalu pergi ke kamar Mutiara dan membuka pintu.
"Waa cantik sekali anak Mama, Pasti Dimas langsung terpesona dengan mu"Ledek mamanya.
"iihh mama apaan sih,tapi bagus gak ma aku pake gaun ini."tanya Mutiara meminta pendapat.
"Cantik Anak mama mau pake baju apapun pasti tetap cantik,ohh iya sampe lupa Dimas udah datang di nunggu kamu di ruang tamu."ucap mamanya
"Udah datang,ya udah ma aku temuin dia dulu yaa"ucap Mutiara
"Ya udah sana"kata mamanya.
"Aku berangkat Ma"kata Mutiara mencium tangan mamanya.
***
"Udah lama nunggu" terdengar suara yang tidak asing lagi bagi Dimas,Dimas lalu berbalik dan menatap Mutiara
"Sangat cantik"Matin Dimas
Dimas sangat terpesona dengan kecantikan Mutiara rambut yang terurai,Mata yang indah,dengan gaun merah yang membalut tubuh Mutiara.
"Hey kamu kenapa melihat ku seperti itu,ada yang salah dengan pakaian ku"Kata Mutiara penasaran takut Dimas tidak suka dengan penampilannya.
Dimas tersadar dari lamunannya.
"Tidak-Tidak, tidak ada yang salah hanya saja"
"Hanya saja apa"Kata Mutiara penasaran.
"Kamu sangat cantik"Kata Dimas
Mutiara melepas nafas lega sambil tersenyum mutiara berkata.
"Aku memang cantik"sambil melipat tangannya.
"Kamu malam ini sangat tampan"puji Mutiara yang membuat Dimas jadi keringat dingin.
"Kalu kamu termasuk menatap ku seperti itu lalu kapan jadinya kita berangkat."Ucap Mutiara yang menarik tangannya Dimas sedang dimas masi saja terpesona dengan kecantikan Mutiara. Saat sampe di depan mobil Dimas melangkah terlebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk Mutiara.
"Terimakasih"Ucap Mutiara.
Dimas lalu menutup pintu mobil dan berlari kecil masuk ke dalam mobil dan melaju pergi meninggalkan rumah. Di perjalanan
"Kita sebenarnya mau kemana sih,"Tanya Mutiara.
"Ada deh,kamu duduk aja yang manis di situ sebentar lagi juga nyampe ko"Kata Dimas sambil mengelus kepala Mutiara dan Mutiara menurut saja. Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai.
Mereka turun dari mobil
"tunggu dulu"Dimas menghasilkan langkah Mutiara.
"Kenapa"ucap Mutiara.
"Pejamkan mata mu,"kata Dimas
"Buat apa"kata Mutiara sambil mengerutkan dahi.
"Tutup aja"kata Dimas.
Saat Mutiara menurut mata' Dimas lalu mengeluarkan kain dan menutup mata Mutiara karena takut mutiara akan membuka mata sebelum dia menyeruh nya Dimas menuntun Aurora sampai ke sebuah tama yang memang sudah di hias oleh Dimas,Saat tadi sore dimas pamit sebenarnya dia tidak langsung pulang dia menyuruh orang dekorasi untuk menghiasi taman sesuai keinginannya.
"Udah Sampai gak nih"Kata Mutiara.
"Udah saat aku buka penutup mata kamu kamu buka matanya"kata Dimas
Mutiara mengangguk kepalanya.
Saat tutup mata Mutiara di buka Mutiara takjub dengan ke indahan taman tersebut di penuhi lilin dan di tempat mereka berdiri ada lilin yang berbentuk hati mengelilingi mereka.
"so beautiful"ucap Mutiara.
Mutiara tersenyum. Dimas mengajak Mutiara makan di meja yang telah di sajikan beberapa makanan setelah Dimas mengajak Mutiara Berdansa momen itu di Buatkan Video olah Dimas supaya saat dia merindukan Mutiara dia bisa melihat Video itu.
***
Pagi yang cerah tapi bagai Dimas itu adalah hari yang sangat suram baginya karena Wanita yang dia cintai akan pergi meninggalkannya. Dimas beranjak dari tempat tidur lalu madi dan Bersiap-siap bukan untuk ke sekolah tapi untuk ke bandara mengantarkan Mutiara yang akan pergi ke Jakarta.
Setelah beberapa lama Dimas sampai di bandara dan langsung berlari mencari dimana keberadaan Mutiara saat bertemu Dimas berhenti dan memperlambat langkahnya dia Mutiara berlari ke arah Dimas lalu memeluknya Dimas membalas pelukan Mutiara.
"Tolong jangan pergi,siapa yang akan memberiku semangat saat pertandingan Basket."kata Dimas memeluk erat-erat Mutiara.
"Aku akan selalu ada di hatimu,Jika ada lomba Basket aku akan selalu menontonmu dari Video cool".
Mama Mutiara menghampiri Mereka,nak Dimas jangan bersedih Mutiara akan sering menelepon mu. Dimas melepas pelukannya Dimas mengeluarkan sesuatu dari dalam katung celananya. Cincin yang sudah di persiapkan oleh Dimas untuk di berikan kepada mutiara sebelum dia masuk ke dalam pesawat Dimas lalu memakaikan cincin di jari tengah tangan Mutiara.
"Jangan pernah di lepaskan"kata Dimas.
Mutiara mengangguk dan berjalan pergi meninggalkan Dimas karena pesawat akan segera terbang di situ mereka berpisah.