Siang hari itu matahari tak menampakkan dirinya, langit yang mulai bergemuruh, awan gelap yang menggantung, dan suara rintik hujan mulai berjatuhan menambah kegelisahanku. Aku berada di rumah sendiri menunggu kedatangan adikku yang masih dalam perjalanan pulang, aku menelfon Pak Irwan, ya dia adalah seorang supir yang sudah bekerja selama 10 tahun semenjak aku berada di sekolah dasar.
"Hallo ada apa non Azura?" tanya pak Irwan dengan suara lantangnya.
"Sudah sampai mana sekarang pak? Sama Claudi kan?" tanyaku dengan nada heran terhadap pak irwan.
"Iya non Azura ini saya lagi sama non Claudi, tapi dia tidur karena badannya panas, ini juga sudah dekat kok sebentar lagi nyampe.
"Oke pak" jawabku sambil menutup telfon
Aku yang menuggu di rumah termenung sambil melihat ke jendela yang mengarah kesebuah pohon tua yang berada tepat di samping rumah ku.
Lamunan itu terhenti ketika seorang Pria tampan tiba-tiba masuk melewati celah pohon tua yang besar itu, spontan aku langsung berjalan untuk keluar mendekati pohon tersebut. Ketika hendak mendekati pohon, suara mobil yang dikendarai pak Irwan menghentikan langkahku dan langsung berbalik badan menuju ke dalam rumah. Aku yang awalnya ingin menghampiri pohon tua itu harus terhenti karena aku harus mengantar Claudi masuk ke dalam rumah dan membawanya ke kamar tidurnya.
"Kak aku mau mandi air hangat, tungguin aku diluar ya" kata Claudi dengan nada lesu.
"Iya Cla" jawabku sambil menganggukkan kepala.
Mau tidak mau aku harus menuruti permintaan Claudi. Ketika menaiki tangga, suara desiran angin yang sedari tadi menusuk telingaku dan membuat bulu kaki serta tanganku merinding. Hal itu membuat ku menoleh ke arah jendela yang berada di sebelah kiriku, ternyata seekor tikus kecil melewatiku keluar menuju jendela. Aku pun mulai berjalan lagi menaiki anak tangga tersebut, ketika hendak melangkah keanak tangga selanjutnya bayangan hitam dari pohon tua tersebut muncul sekilas menghentikan lamgkahku kembali. Aku bertambah heran sebenarnya apa yang menggangguku semenjak melihat pria yang masuk melewati celah pohon tua tersebut. Hal-hal aneh mulai aku rasakan, semenjak melihat pria itu, seketika lamunanku buyar karena suara Claudi yang dari tadi merengek meminta diambilkan handuk, mau tidak mau aku berjalan meninggalkan tangga yang membuat ku heran.
Malam pun tiba, angin malam yang berusaha menerobos masuk ke dalam kamarku membuat jendela kamarku tidak berhenti bersuara, aku menatap keluar jendela memperhatikan gerakan daun yang bergerak ke kanan dan ke kiri memberikan kesan yang indah pada malam yang sunyi dan senyap. Lamunanku terhenti ketika jam dinding bersuara karena waktu sudah menunjukkan pukul 00:00, seketika aku beranjak dari kasur yang setiap malam aku duduki untuk merenungi hal kecil yang mengganjal dalam hari-hariku. Ya aku ingin bercerita sedikit tentang masa laluku yang sebenarnya berusaha aku lupakan namun bayangan selalu hadir menghampiriku, senyum manisnya yang melintas dipikiranku dan wanginya yang membekas dalam relungku, ya dia adalah Kevin pria tampan yang menemaniku selama 3 tahun, namun tahun lalu merupakan tahun yang pahit bagiku karna kepergian Kevin dalam kecelakaan yang terjadi didekat rumahku. Saat itu Kevin menuju rumahku untuk memberikan kado ulang tahun, namun tiba-tiba dipersimpangan jalan ada sebuah mobil yang melaju dengan cepat dan tak sengaja menabraknya, parahnya jalanan saat itu sangat sepi dan mobil yang menabrak Kevin melarikan diri, beberapa menit kemudian seseorang menemukan Kevin dalam keadaan pingsan dan mengeluarkan darah, orang tersebut langsung membawa Kevin ke rumah sakit, tetapi nyawa Kevin sudah pergi lebih dahulu sebelum sampai di rumah sakit. Aku yang menghadiri acara keluarga di luar kota, mendengar kabar itu sangat terpukul dan bergegas ke rumah Kevin dengan perasaan yang sangat berat dan hancur. Tetapi aku berusaha melupakan semua itu meskipun tak semudah itu melupakan orang yang kita anggap berharga dan itu memang sudah takdir tuhan yang terbaik untukku dan semuanya.
Tiba-tiba suara teriakan Claudi membuyarkan renunganku saat itu,
"Kakaakk...Ibuuuu..." teriak Claudi dari dalam kamar nya,
Aku langsung bergegas lari menuju kamar Claudi, tepat di depan pintu kamar Claudi suara teriakannya berhenti seketika, ibu yang berlari dari lantai bawah menuju lantai atas.
"Ada apa?? Ada apa??" teriak ibu histeris.
"ini bu Claudi tiba-tiba berteriak dan sekarang sudah nggak lagi" kata Azura kepada ibu yang terlihat gemetar.
Akhirnya Azura membuka pintu kamar Claudi dengan perlahan. Spontan ibu langsung bertanya kepada Claudi.
"Ada apa Cla? Kenapa kamu teriak-teriak? Apa badanmu sakit?" tanya ibu dengan khawatir.
" Nggak bu, badan ku nggak sakit. Aku tadi mimpi bertemu pria tampan yang bajunya penuh dengan darah. Dia tersenyum kearahku, dia ingin membunuh ibu, aku takut sekali."
"Mungkin itu hanya mimpi buruk Cla, sudah ayo tidur lagi"
Pagi itu Claudi bersikap berbeda karena ia merasa ketakutan karena mimpinya semalam, dari tadi Claudi hanya mengaduk-aduk serealnya hingga encer, akhirnya Claudi berpamitan kepada ibu untuk pergi ke sekolah.
"Claudi! Kamu keluar kelas saja kalau kamu tidak bisa mengikuti pelajaran!" kata bu guru dengan nada tinggi.
"Maaf bu, saya hanya mengantuk" jawab Claudi dengan lesu.
Sampai di rumah Claudi sangat capek dan dihantui oleh tugas-tugas yang harus ia kerjakan, tetapi Claudi benar-benar tidak peduli dengan semua itu karena ia menganggap pekerjaan sekolah itu tidak penting.
Tiga hari berturut-turut Claudi semakin merasa tertekan karena mimpi yang ia dapat kan waktu itu. Dia memberanikan diri untuk menanyakan mimpinya tersebut kepada ibu nya. Claudi bergegas pergi menemui ibunya untuk menanyakan hal tersebut. Perlahan Claudi membuka pintu kamar ibu.
"Ibu.. Boleh Claudi masuk??" tanya Claudi dengan perasaan takut.
"Mengapa tidak Cla, Ayo masuk."
"Bu dari tiga hari yang lalu aku selalu mimpi tentang pria itu bu, apa ibu kenal dengan pria itu??."
Mendengar pertanyaan Claudi entah kenapa wajah ibu langsung berubah dan malah menyuruh Claudi keluar dengan nada tinggi, spontan Claudi kaget dan merasa heran sebenarnya ada apa dengan ibu.
Seminggu sudah kejadian aneh mulai kurasakan begitu pula dengan Claudi yang tiga hari berturut-turut mendapat mimpi buruk dan aku mulai sering melihat bayangan Kevin di pohon tua itu, aku merasa ada yang ingin Kevin sampaikan kepadaku tapi apa?.
•1 Bulan
Siang itu, Claudi tiba-tiba mengetuk pintu kamar ku.
"Kakk...buka pintu nya... "
" Ada apa sih Cla siang-siang gini?"
"Ini kak aku menemukan CCTV lama yang udah usang di kotak mainan ku, padahal kita kan nggak pernah punya CCTV, aneh banget."
Spontan Azura bertanya kepada Claudi mengapa ia tiba-tiba membuka kotak mainannya, ternyata dua hari yang lalu Claudi ingin mengikuti lomba drama dan akhirnya tidak sengaja membongkar kotak mainan lamanya dan menemukan CCTV itu, langsung aku bergegas mengambil laptop ku untuk melihat apa isi dari CCTV tersebut.
"Claudiiiiiii...cepatttt siniii..." teriak Azura histeris
"Ada apa kak??" tanya Claudi heran
"Ternyata selama ini mama nyembunyi in sesuatu dari kita Cla."
Percakapan itu terhenti karena tangisan Azura yang tak kunjung habis. Akhirnya Azura menceritakan semuanya kepada Claudi bahwa sebenarnya video yang ada di CCTV tersebut berisi kejadian 6 tahun yang lalu ketika Kevin hendak masuk ke dalam rumah dan mengetuk pintu rumahku Kevin berteriak histeris karena memergoki ibu sedang berdua an dengan pria lain, spontan Kevin langsung lari dan meninggalkan tas nya di depan rumah.
Azura yang sangat terpukul mendengar hal ini langsung menanyakan hal ini kepada ibu.
"Bu, ini CCTV apa??"
"Hhmm.." ibu hanya bisa diam dan tak bisa menjawab.
"Bu..ayo jujur..."
Diam kamu Zura!.." teriak ibu mengarah tepat dimuka Azura.
Akhirnya ibu bercerita yang sebenarnya bahwa ibu lah yang menabrak Kevin, karena Kevin lah yang melihat ibu sedang berdua an dengan pria lain, ibu merasa tidak ada cara lain untuk melenyapkan Kevin, akhirnya ibu memutuskan untuk membunuh Kevin dan mungkin itu lah semua sebabnya Kevin sering menampakkan diri dan masuk kedalam mimpi Claudi selama tiga hari berturut-turut. Ibu yang tidak bisa apa-apa hanya terdiam dan hanya bisa meminta maaf kepada kedua anaknya.
Tetapi Azura dan Claudi memutuskan harus meninggalkan ibu karena merasa sangat terpukul dengan kejadian yang sudah ibu lakukan terhadapa Azura dan Claudi. Akhirnya kami memutuskan untuk pindah keluar kota selama beberapa hari untuk menenangkan pikiran dan berusaha melupakan semua kejadian masa lalunya termasuk Kevin, pria yang pernah ia sayangi.
~THE END~
Mohon maaf apabila dalam cerita ini ada unsur kesamaan dalam alur critanya maupun namanya, dan mohon maaf apabila banyak kata yang typo, karena setiap manusia pasti memiliki kekurangannya masing masing.
TERIMAKASIH untuk para pembaca yang bersedia membaca cerita ini meskipun ceritanya agak susah dimengerti.