hallo namaku RENI san, aku bersekolah di SMA no dua sekabupaten Bogor!
aku anknya pemalu dan agak minder dalam bergaul!
aku pendek dan tubuhku gendut yg hrs tiap hari mencari baju ukuran XLL. aku tdk cantik dan kehidupanku sangat sangat sederhana.
aku tdk cukup pintar dan tak menyangka akan masuk di SMA Favorit ini. tp aku bermotivasi hidup untuk berubah! yh walaupun agak berat bagiku untuk bergaul dan berkenalan di lingkungan baru!
pagi ini aku datang ke sekolah dengan seragam baru dan hidup awal SMA ku terjadi hari ini dengan nuasa pagi segar dan disertai pohon-pohon tinggi segar yang hinggapin burung2 berkicau.
pagi ini setelah upacara pagi penyambutan siswa siswi baru, kami memasuki kelas dengan rapih. dan beberapa murid lainnya sudah memiliki teman baru dan ngobrol dengan akrab.
saat guru masuk kekelas dan memperkenalkan diri sebagai wali kelas kami, kami pun bergantian perkenalan diri dikelas. hari berjalan dengan lancar sampai waktunya bubar kelas.
setelah beberapa bulan aku lalui sebagai murid disekolah ini banyak orang yang sudah ku kenal baik guru2 dan teman2 bahkan sampai pak securty penjaga sekolah kami!
aku beragama nasrani, saat pembelajaran agama islam. aku mengikutinnya sampai selesai dan gurunya cukup ramah membiarkan ku mengikutinya.
guru agama islam ku itu seorang ustad yang baik dan ramah. menjelang beberapa bulan sebelum menjelang ujian sekolah, pak ustad yang bernama tn. junaidi memanggil ku ke ruangannya untuk berdiskusi denganku.
aku yang tdk PDE ini rasanya cemas menghadap guru tersebut. saat memasukin ruangannya, pak junaidi mempersilahkan ku duduk dan memulai berbicara.
reni : "ada apa yah pak memanggil saya? "
pak junaidi :" reni, saya tau kamu beragama nasrani.
saya ingin murid2 beragama nasrani disini bs mengikuti ujian agama sesuai agamanya. tapi sayang, diantara murid nasrani disini tidak ada yang bs sebagai perwakilan untuk kelembaga ujian nasrani dan dari dinkes belum ada program untuk ujian nasrani tersebut.
reni: " jadi maksud bapak apa yh?"
pak junaidi : " saya dengar kamu aktif dalam gereja.
apa reni bersedia jadi perwakilan untuk meminta soal ujian ke gereja reni atau tempat yang asih bs untuk kerja sama dengan sekolah agar bisa murid2 nasrani ikut ujian?"
reni:" maaf pak, emang berapa banyak murid nasrani disini yh pak?
pak junaidi : "ada sekitar 20 murid baik dr kelas 1 sampai kelas 3".
reni : " emang selama ini gimana yah pak ujian sekolah terutama sekolah agama nasrani?"
pak junaidi:" selama ini banyak nasrani mendapat nilai jelek karena mereka mengerjakan soal agama islam. mereka masih binggung situasi ujian tersebut. dan mereka tdk ada satupun komplain dan mengikuti setiap agama islam yang saya ajarkan.
yah, saya ingin murid saya dapat pendidikan agama sesuai agama yang mereka, terutama agama nasrani ini sampai saat ini tdk ada yang murid yang berani minta ke pihak gerejanya untuk bimbingan pelajaran agama dan sebagai jembatan penghubung gereja dan sekolah.
saya minta kamu sebagai penghubung tersebut klo kamu bersedia.
reni :" gimana yah pak?! saya masih ragu. karena saya tdk pernah mengalami hal ini.
pak junaidi :" kamu tanya dlu digereja kamu, apa pihak mereka bersedia membuat kurikulum agama kristen yang akan masuk ke sekolah?"
reni :" nanti saya coba tanya dlu pak dengan pendeta dan orang2 pengurus gereja pak".
pak junaidi :" kabarin saya klo mereka setuju yah! biar saya bisa minta surat dinas dari kepala sekolah buat gereja kamu".
reni : "baik pak, saya tanya dlu yh pak".
reni keluar dengan gugup dari ruangan guru. dan beberapa teman reni penasaran kenapa reni dipanggil ke ruangan guru.
dina :"ren, kenapa kamu dipanggil pak ustad?"
reni :" ka ga ada apa2, hanya konseling nilai agama aja!"
dina :" pasti gara2 nilai agama kalian jelek yh?
kan wajar nilai kalian jelek! kn kalian kristen, ujian agama islam pasti pusing lah! mana ada lagi soal2nya suruh tulis surat2. kami aja susah ingat apalagi kalian!.
reni :"iya makanya pak ustad konseling masalah itu! aman dech, ka ga ada yang aneh2!"
dina:"yah udh kita kekantin nyok! bentar lagi jam istirahat habis!"
reni dan kawan2nya akhirnya ke kantin!
tiba hari minggu setelah selesai ibadah, reni mencoba bertanya dengan para pengurus gereja dan pendeta soal yang disampai pak ustad tersebut.
dan mereka menyetujuinya.
tiba hari senin, tiba saat jam istirahat reni mencoba menghadap pak ustad junaidi untuk menyampai persetujuan gereja mengenai ide pak ustad junaidi.
pak junaidi : ren, tp harus kamu penguhubung gereja dan sekolah yh buat kurikulum agama kristen!
reni:" pak, saya tdk Pde klo jadi penguhubung gereja dan sekolah untuk kurikulum nasrani ini. apalagi saya harus mendata semua murid2 kristen satu sekolah!"
pak junaidi:"udh coba dlu, nanti klo ada kls 2 dan 3 tidak mau ikut bilang ama bapk! bilang klo ka ga mau ikut nanti tdk dikasi nilai!, klo mereka msh tdk percaya jg! suruh mereka menghadap saya!"
reni:" tapi klo saya salah gimana pak?"
pak junaidi:" salah masih wajar, orang masih belajar! tp kamu harus tetap jaga setiap surat yang masuk dan keluar dari gereja ke sekolah yh! klo kamu ketahuan membocorkan soal dan berbagai macam isi surat tersebut kamu dapat SKORSING!
tp klo kamu berhasil, kamu juga dapat nilai tambahan!
reni agak ragu dan tidak menyangka akan menjd penghubung gereja dan sekolah untuk mata pelajaran agama kristen.
reni tdk berani menolak ataupun mengiyakannya.
reni dengan agak ragu menjawab iya akan tugas yang diberikan pak junaidi.
beberapa hari reni mencoba mendata semua murid kristen dari kelas 1 sampai kls 3. dan berbagai macam reni alami sampai dikerjain oleh kakak kelasnya, reni hanya bisa senyum dan sabar mendatanya.
reni akhirnya berdiskusi dengan pendeta dan teman2nya yg sedikit dia kenal mengenai tugas diberikan pak junaidi. reni mencoba semua saran teman2nya walau agak minder kerena reni gendut dan jelek.
dan reni akhirnya mendapat 10 murid yang mau mengikuti program agama tersebut.
sebagai murid yang menjelang ujian, reni bukan hanya disibukkan persiapan ujian, dia juga disibukkan dengan sebagai ketua program ama kristen sekolah.
saat ujian pun berakhir dan tiba saatnya pembagian raport, banyak juga murid2 dari berbagai kelas tiba2 datang ke kelas mencari reni.
reni dengan takut dan binggung, dikelilingi orang2 dari kelas 2 dan 3 dan mengeliling reni dijam istirahat.
asep kelas 3:"reni! kenapa nilai agama saya tidak ada? kan kamu perwakilan kami?" disusul berbagai pertanyaan darinlainnya yang tdk sabar.
reni:" maaf kakak2, reni tidak tahu. reni hanya menyampaikan surat dari gereja kesekolah dan sebaliknya tanpa membuka surat tersebut!
dan reni pernah dibilang, klo nanti ada yang protes ke reni, kakak menghadap pak ustad junaidi!
tp dari gereja bilang, klo ada murid2 kristen tdk ada nilai hadir, nilai tugas dan nilai ujian pasti nilainya jelek!"
dimas kelas 2:"emang ka ga bs apa kamu bujuk guru atau kasih contekkan kekami? kn bentar lagi jg kami mau lulus, tiba2 ada program ini dan hrs dpt remedial gara2 nilai ini!"
reni dengan gugup menjawab" klo kakak tdk terima nilainya protes langsung ama pak junaidi atau ikutin program gereja kak!"
dan kesal mereka semua kembali keruangan masing2 dan tdk ada satupun yang menghadap pak junaidi dan pendeta soal nilai ujian mereka.
beberapa hari kemudian, makin banyak yang hadir dalam pembelajaran agama kristen digereja diluar jam sekolah. dan reni yang tdnya hanya kenal 1 sampai 3 orang dikelas menjadi banyak teman disekolah. dan teman2 reni yang sekelasnya juga binggung akan perubahan reni, dari minder menjadi banyak teman terutama beda kelas dan teman2 dari senior kelasnya.
dan tadinya reni yang suka gugup dan tdk pintar sosialiasi dengan guru dan teman2nya sekarang sudah mulai PDE.
reni banyak program ekskul diikutin, mulai banyak kenal dengan teman2nya dan nilai reni semakin bagus!
reni tdk menyangka, dari reni yang tdk gendut jelek, tdk PDE. menjadi reni mudah bergaul, nilai bagus, orang kepercayaan dan mempunyai banyak teman! dan sekarang tdk ada lagi yang mengerjain reni hanya gara2 fisik reni yang jelek dan gendut!
by. ika veronika