Musim hujan telah berlalu seiring berjalannya waktu,namun aku masih saja terjebak dalam belenggu masa lalu, tak bisa maju menuju masa depan yang cerah atau pun mundur kebelang tuk sekedar menyiapkan bekal yang cukup untuk masa depannya
Nama ku adalah Nasya nur safitri anak pertama dari empat bersaudara. Di suatu pagi yang cerah aku bertemu dengan seorang anak perempuan, dia adalah seorang manusia gerobak.
singkat cerita hari itu hujan masih mengguyur ibu kota,dalam dinginnya terpaan air hujan serta angin yang bertiup kencang menerpa tubuhnya. Dengan tekad yang kuat anak perempuan itu tetap dengan semangat yang tinggi mendorong gerobaknya demi sesuap nasi tuk orang tuanya yang tak lagi sanggup tuk bekerja.
Dalam hening aku berfikir,apakah harus membiarkannya di peluk oleh dinginnya hujan?atau ku panggil dia tuk sekedar berteduh di rumahku? tuk seperkian detik tanpa sadar aku sudah di kuasai kebimbangan.
Namun tak lama setelah itu terdengar teriakan yang menggema menyapa indra pendengaranku,
ku tolehkan wajahku, disana! tepat di belakangku, ibuku menatapku dengan raut wajah yang sedih!
Nasya!!! cepat panggil anak itu dia kedinginan!kata ibuku
tunggu bu akan segera ku panggil anak perempuan itu, kataku pada ibuku
kak!, kak!, ayo kerumahku disini sangat dingin, kataku pada anak perempuan itu
dengan perasaan yang kurang enak itu anak perempuan itu mengikuti langkahku menuju rumahku.
Di depan pintu sudah ada ibuku yang menunggu kedatangan ku dan anak perempuan itu, setelah anak perempuan itu masuk kerumahku ibuku menyuruhnya tuk membersihkan tubuhnya agar tidak masuk angin,singkat cerita setelah hujan redah anak perempuan itu pamit tuk melanjutkan perjalanannya sebelum ia pulang anak itu bilang "semoga di lancarkan rezekinya"
oke ceritanya aku lanjutin ya
Nah aku itu kan suka sekali dengan yang namanya tumbuhan,ataupun bunga,pagi itu masih sama seperti pagi yang kemarin, yang berbeda hanya pagi ini aku menanam lidah buaya tuk menjadi tanaman hiasku di jendela rumahku.
entah bagaimana dan kenapa sore itu tanamanku sudah jatuh dari jendela rumahku,secepat mungkin segera kubereskan kekacauan itu sebelum terlihat oleh ibuku.
Namun anehnya diantana tanah dan batuan kecil yang memang segaja ku simpan di dalam pot itu,tiba tiba terdapat sebuah batu,tapi batunya itu warnanya bening sebening air minum pada umumnya.
Dengan rasa penasaran yang cukup banyak stoknya itu kusimpan batu itu dalam wadah,keesokan harinya batu itu telah berubah warna,warnanya bisa di ibaratkan kayak warna susu sapi kali ya?😁
Namun hal itu kuacuhkan,singkat cerita setahun telah berlalu sejak batu itu kusimpan,kini warnanya sudah bukan seperti susu lagi,namun sudah berubah menjadi merah semerah darah kalau tidah salah ya.😅
Nah dengan tingkat rasa kepo yang tingginya melebihi gedung sepulus tingkat🤣.Dimulai lah kisah ini.
oh iya aku kan belum cerita yah? kalau org tuaku itu punya utang yang sangat banyak tanda banyaknya itu penagihnya itu selalu datang silih berganti😆 tanda banyaknya itu yah jari tangan dan kaki pun sudah tidak cukup tuk menghitungnya😂
oh iya sudah cukup yah perkenalan tentang kehidupanku sama kalian? oke kita balik keceritanya lagi yah?
iya in aja yah soalnya kalian pada diam diaman aja 😂
Nah karna ekonomi yang kurang menguntungkan nih, serta di dukung oleh rasa kepo yang membara, entah dapat petunjuk dari mana? aku bawa batu merah itu ke penjual perhiasan yang tak jauh dari rumahku, nah setibanya aku di toko perhiasan itu, dengan perasaan yang dag dig dug, kuperlihatlan lah batu yang berwarna merah itu pada di perjual perhiasan.
ini dia nih percakapan ku dengan sibapak penjual perhiasan itu, baca baik baik yah
- pak, boleh minta tolong ngak pak? tanyaku pada si bapak
+ boleh neng, mau nanya apa atuh neng?kata si bapak penjual perhiasan.oh iya dia itu kan orang sunda jadi manggilnya neng atau eneng
- gini pak saya itu dapat batu pak saya mau nanya bapak tau tidak itu batu apa? tanyaku sambil mengeluarkan batu berwarna merah itu dari saku bajuku
+ coba neng sini in coba bapak liat dulu yah neng itu batu jenisnya itu apa,kata sih bapak penjual perhiasan tadi
- iya pak,kata ku pada si bapak
tak terasa setengah jam pun telah berlalu
+ neng sini neng , kata si bapak memanggilku
- iya kenapa ya pak? tanyaku pada si bapak penjual perhiasan tadi
+ gini neng, batu yang tadi ini tuh setelah bapak periksa namanya itu batu merah delima neng, kata si bapak penjual perhiasan tadi
- oh jadi namanya batu merah delima atuh pak? kata ku pada si bapak penjual perhiasan tadi
+ iya neng,oh iya eneng namanya siapa atuh? tanya si bapak
- nama saya nasya nur safitri pak, kenapa ya pak nanyain nama saya atuh, ucapku pada si bapak penjual perhiasan tadi
+ maaf neng, gini atuh pelanggan saya itu mau bikin perhiasan dengan memakai batu merah delima neng, tapi di toko saya itu stoknya kosong atuh neng, gini neng maaf ya eneng mau ngak kalau batu ini di jual ke bapak aja neng, kata si bapak penjual perhiasan.
- emang batu itu harganya berapa ya pak kalau misalnya saya mau jual ? tanya ku pada si bapak penjual perhiasan itu. Karna pada dasarnya kan aku itu emang suka banget sama yang namanya duit😁 emang ada yang tidak suka dengan uang?🤣
+ gini neng saya bisa beli ini dengan harga 200 milyar, mau ngak neng ? kata si bapak
nah itu! otakku jadi ngeblank kan karna dengar nominalnya yang besar itu
- iya pak saya mau pak, kata ku sama si bapak penjual perhiasan, (siapa sih yang ngak mau uang sebanyak itu apa lagi itu cukup untuk melunasi utang orang tua ku) kata ku di dalam hati
yah simgkat cerita uang 200 milyar itu sudah ada di dalam dekapanku nih teman teman😂.
Keesokan harinya aku pun bergegas tuk membayar hutang dari orang tua ku dan alhamdulillah lebihnya banyak banget kan ya, jadi lebihnya tu ada sekitar 198 milyar ,oh iya aku lupa kalau org yg beli batu itu tuh org kaya raya guys, kata si bapak penjual tadi, org itu tuh bule org luar negeri
oke balik ke cerita yah
setelah itu ku daftarkan haji untuk kedua org tuaku,
juga aku bikin sebuah tabungan pendidikan untuk adik adik ku agar mereka dapat merasakan bahagianya menuntut ilmu tanpa harus pusing dengan biayanya.
sebulan setelah hari itu aku memutuskan untuk membeli rumah yang bagus untuk kutinggali bersama kedua org tua ku dan adik adikku.setelah mendapatkan rumah yang cocok untuk ku tinggali itu, ku putuskan untuk berbingcang dengan kedua org tuaku.
pak, buk, ucap ku pada kedua org tuaku.
iya, kenapa nasya? tanya ibu padaku.
gini pak, buk nasya punya kejutan untuk bapak dan ibuk, ucapku pada kedua org tuaku sambil menyerahkan sebuah kotak persegi empat ke ibu.
apa isi kotak ini nak? kata ayah.
buka aja pak, buk, kata ku pada mereka.
Masyaallah ucap ibu dan bapak dengan berlinang air mata saat mengetahui isinya adalah visa dan juga paspor untuk menunaikan ibadah haji.
apa ini sungguhan nak? ucap ibu padaku sebab menganggap aku sedang bergurau mengenai hadiah ku tadi.
iya pak, bu ,itu sungguhan alhamdulillah nasya dapat rejeki yang tdk terduga dari gusti Allah..
oh iya masih ada lagi bapak, ibu hadiah dari nasya, kata ku sambil memberikan sebuah buku dan juga map yang cukup basar pada kedua org tua ku.
apa lagi ini nak? tanya ibu padaku
buka aja bu, kata ku pada ibu
kedua org tuaku membacanya dan tak lama kemudian menangis karna isi dari buku itu adalah pernyataan mengenai semua hutangnya yang telah lunas, lengkap dengan tanda tangan dan juga matrai nya.
Alhamdulillah terima kasih nak, kata kedua org tua ku sambil memelukku.
kalau ini isinya apa nak? tanya bapak yang sedang memegang map tadi.
ini isinya sertifikat rumah baru yang nanti akan kita tempati bersama pak, bu .kataku sambil menampilkan senyum ku yang lebar.
Masyaallah nak sungguh ini semua adalah hadiah yang tak terduga sekaligus yang terindah yang di berikan oleh gusti Allah nak kepada keluarga kita,
kata bapak kepada ku.
Nah mulai hari ini bapak dan ibu tinggal aja di rumah, ngak usah lagi capek capek kerja, nanti biar nasya aja yang cariin ibu dan bapak uang yang banyak, ucapku kepada kedua org tuaku
dan juga kalian harus belajar yang sungguh sungguh, kataku pada ketiga adikku, tak perlu memikirka biaya yang perlu di habiskan yang penting kalian nanti jadi org yang sukses yang bisa membanggakan ibu dan juga bapak di masa yang akan datang, kataku lagi pada adik adikku.
Alhamdulillah ya Allah ternya ta engkau mengabulkan doa ku dan juga doa anak perempuan itu ya Allah, kata ibu ku sambil menangis haru
Dengan uang yang tersisa banyak itu aku pun mendirikan sebuah usaha yang ku berikan nama cv. usaha mandiri NNS, yang di mana pada awalnya hanya memiliki 200 orang karyawan, seiring berjalannya waktu kini aku memiliki ribuan karyawan yang bekerja di perusahaanku, oh iya usahaku ini berjalan di segala aspek ya, mau itu kuliner , butik, perhotelan dan masih banyak lagi yang sekarang sedang tersebar ke beberapa wilayah, bahkan produk dari butikku sudah tersebar beberapa cabangnya di luar negri.
impianku dari kecil adalah memiliki kehidupan yang layak untuk ku berikan pada org yang berharga dalam hidupku, seperti ke dua org tua ku dan juga saudara saudaraku. dapat memenuhi kebutuhannya merupakan kebahagian tersendiri bagiku, dapat memberikan yang terbaik bagi adik adikku, agar mereka tdk merasakan kejamnya dunia org dewasa yang telah menerpa ku dan juga yang kedua org tua ku alami. Agar mereka memiliki kehidupan yang baik tanpa perlu merasakan betapa besar sakitnya berjuang tuk mencari penghasilan di usia yang masih tergolong muda, mereka hanya perlu menyelami ilmu agar dapat menjadi seorang yang layak tuk di banggakan oleh ke dua org tua ku.
Oh iya di samping mendirika sebuah usaha, aku juga mendirikan sebuah rumah singgah yang di mana di dalamnya itu seperti sebuah panti asuhan yang menampung banyak anak², serta org dewasa yang hidupnya kurang baik di sana anak anak di berikan pendidikan sebagaimana di sekolah, dan juga org dewasa di ajarkann beberapa keterampilan yang dapat membantu mereka untuk menjalani kehidupannya di masa yang akan datang.
selain itu aku juga membangun sebuah rumah sakit, yang ku beri nama rumah sakit "harapan" yaj nama yang sama dengan yang kuberikan di panti asuhan ku, rumah sakit ini memberikan perawatan yang baik dengan biaya yang cukup terjangkau untuk masyarakat yang kurang mampu.
Mengenai nama "harapan" yang aku berikan untuk rumah sakit dan juga panti asuhan yang ku dirikan adalah supaya rumah sakit serta panti asuhan itu memberi harapan kepada banyak org untuk bisa melanjutkan hidupnya ke arah yang lebih baik lagi.
inilah yang akan aku lakukan jika dalam sekejab aku punya uang 200 milyar..