Diera yang serba modern ini hidup seorang anak remaja yang masih menduduki bangku sekolah menengah atas/SMA.anak yang terkenal akan kenakalannya dan kekocakannya.anak itu bernama "Arya Sineka" ia sering dipanggil dengan sebutan "Arsi".seorang anak CEO terkenal yang dihormati dan disegani bahkan tidak ada siswa manapun yang berani menentang dirinya.
Arsi adalah seorang ketua Gangster tetapi meskipun begitu ia tetap dikenal dengan kekocakannya. Ia selalu membuat ulah sehingga sering menerima pengaduan dari pihak sekolah.tetapi bukannya bertobat ia malah menjadi semakin nakal dan sering membuat huru hara.
Suatu hari ketika bel sekolah berbunyi menandakan murid dizinkan untuk istirahat.semua murid berhamburan keluar kelas,ada yang pergi ke kantin,ke taman, perpustakaan dan seluruh penjuru sekolah dihiasi dengan kebisingan dari murid-murid disana.
Tepat ditengah lapangan terlihat segerombolan siswa yang sedang melakukan taruhan.segerombolan siswa itu yang tidak lain adalah Arsi.
"Guys gue janji jika gue kalah,gue akan menerima tantangan kalian semua,,tanpa terkecuali,,,"ujar Arsi yang terlihat berdiri di atas sebuah kursi dengan sombongnya ia menantang semua orang karena dirinya sudah yakin pasti akan menang.kemudian semua orang menyoraki Arsi si pembuat ulah itu.
Kemudian Arsi menantang satu-persatu orang untuk bermain adu panco bersamanya.lantas saja satu persatu orang itu dikalahkan oleh Arsi,dengan sombong ia meledek semua orang dan kembali menantang sesiapun yang berani melawan dirinya saat ini.
Benar saja seorang pria muncul ntah dari mana dan ia menantang Arsi.Arsi menjadi begitu sangat marah melihat pria tersebut yang tidak lain adalah musuh bebuyutannya "Angga".mereka berselisih untuk mempertahankan kepopuleran mereka masing-masing.
Kemudian Arsi menerima tantangan dari Angga.karena mendengar dua pria popular disekolah ini sedang mengadakan kompetisi adu panco semua siswa bergerumbun untuk melihat mereka.terutama para wanita yang ingin melihat ketampanan diantara keduanya.
Kompetisi pun dimulai,Arsi dan Angga mengerahkan seluruh tenaganya untuk memenangkan kompetisi ini.keduanya terlihat sangat serius,tidak ada satu pun dari mereka yang ingin mengalah.kompetisi itu berlangsung lama,hingga Arsi mulai lengah dan tidak sengaja seorang wanita cantik yang lewat didepannya itu mengalihkan perhatiannya dan membuat Arsi kalah dari kompetisi.
Arsi menjadi sangat marah dan menghancurkan apapun yang ada dihadapannya.karena takut semua orang berlari berhamburan terkecuali Angga,dan teman-teman dari Arsi.
"Gimana apa kau sudah menerima kekalahanmu?,kau bilang mau melakukan apapun bukan?"ucap Angga melirik sinis Arsi.Arsi yang dirinya tidak mau kalah debat pun mengangguk dan berkata... "Benar,beritahu saja apa yang harus aku lakukan,,,"ucap Arsi.
"Aku dengar akan ada seorang murid baru yang akan datang kesekolah ini,,dan yang baik lagi ia seorang cewek aku mau kau menggoda dan mendapatkan jawaban manis dari cwek itu,,apa kau setuju..."ucap Angga,Arsi menghembuskan nafasnya dan setuju.karena tantangan seperti itu sangat mudah baginya lagipula ia memang selalu membuat kekocakan bukan disekolah ini jadi apa salahnya untuk itu.
"Baiklah sebagai pria sejati aku akan menerima tantangan mu itu..."
~~~~~~~~~~~~~~~
Arsi dan teman-temannya serta Angga sudah terlihat didepan kantor guru untuk menunggu seorang murid baru yang dikatakan Angga tadi.
Salah seorang teman Arsi terlihat sedang mengintip,kemudian ia berbisik dan mengatakan murid baru itu akan segera keluar.
Lalu Arsi pun segera bersimpuh didepan kantor sambil membawa setangkai bunga mawar.ia menutup matanya,kemudian teman-temannya meninggalkan dirinya dan bersembunyi ditempat yang tidak jauh dari sana.
Tidak sesuai yang diharapkan,yang datang keluar dari kantor bukannya murid baru yang dikatakan Angga melainkan seorang guru yang juga baru mengajar disana.semua temannya terkejut,dan berusaha menghentikan Arsi.mereka mencoba berbisik pada Arsi namun Arsi tidak mendengarnya karena keberadaan mereka sedikit jauh.
"Astaga Angga,dia bukan murid baru itu,,"ucap salah seorang wanita yang merupakan teman Arsi.
"Itu bukannya guru sejarah kita yang baru,dan namanya adalah Ibu Naumi.."sahut teman laki-lakinya.mereka semakin terkejut."rasain lho Arsi itu akibat karena telah berani menantang diriku,,"batin Angga..
Arsi masih memejamkan matanya ia tidak berpikir untuk melihat sesiapa yang Ada didepannya yang ia tau ia harus berusaha menggoda wanita itu.
Suara langkah kaki mulai terdengar,semua temannya mulai menutup mata karena takut terkecuali dengan Angga.sementara Arsi menjadi sangat gugup.suara langkah kaki itu semakin mendekat dan tiba-tiba berhenti saat sudah berada didepannya.
Guru itu hanya tersenyum menatapi Arsi,kemudian ia kembali melangkahkan kakinya disebelah Arsi.namun dengan gugup Arsi menghentikannya.
"Hai wanita cantik,kenapa kau pergi,,sini mendekatlah bersamaku.."ucap Arsi yang masih memejamkan matanya.guru itu pun menghentikan langkahnya dan kembali membalikkan pandangannya pada Arsi.
"Apa kau bicara denganku,"ucap guru itu..
"Astaga Arsi kau membuat masalah..."ucap salah satu temannya dari kejauhan..
"Siapa lagi,kau wanita yang sangat istimewa,,maukah kau menjadi pendampingku..."ucap Arsi,kemudian pelan-pelan ia membuka matanya dan mengulurkan setangkai bunga mawar kepada orang yang dikiranya itu adalah murid baru yang Angga maksud.
Alangkah terkejutnya Arsi saat mengetahui yang didepannya itu bukan seorang murid melainkan seorang guru.guru yang terlihat sangat cantik dan seksi.gaya pakaian yang sangat modis dipadukan dengan seragam guru yang biasa dipakai oleh guru-guru lain disekolah itu.
"Hai anak muda,aku lihat kau sangat tampan,,tapi kau bukan seleraku.."ucap Naumi si guru sejarah itu dan kemudian pergi meninggalkan Arsi.Arsi hanya tersenyum menanggapi perkataan guru itu.
Kemudian semua temannya menghampirinya.
"Kau gila Arsi,,itu guru sejarah kita yang baru kau tau.."ucap salah seorang teman Arsi. Kemudian Arsi menjawabnya dengan santai."benarkah sepertinya aku menyukai guru itu,,dan aku rasa tidak ada salahnya jika aku mengulang kembali kejadian tadi.."ucap Arsi sembari membayangkan pesona seorang guru yang dilihatnya tadi...