"Ini lah yang selama ini kau pendam, Nirana? Aku jadi merasa bersalah karena gak bisa melindungi mu dari mereka" -Osaki Shotaro
𝙒𝙚 𝙈𝙚𝙚𝙩 𝘼𝙜𝙖𝙞𝙣, 𝙈𝙧. 𝙊𝙨𝙖𝙠𝙞
(𝙊𝙨𝙖𝙠𝙞 𝙎𝙝𝙤𝙩𝙖𝙧𝙤 𝙫𝙚𝙧𝙨.)
"Osaki Shotaro!!"
Shotaro yang sedang merapikan bukunya menatap orang yang memanggilnya itu dengan tatapan jengah. Mau sampai kapan orang-orang akan bersikap seperti itu? Apakah sampai dia menunjukkan kemampuannya?
Shotaro adalah satu-satunya vampir yang bersekolah di tempat ini. Sehingga membuat dirinya harus menahan emosinya agar tidak sampai menyakiti manusia. Kalau tidak, kutukan yang ada di dalam dirinya tidak akan sembuh. Kutukan itu membuat lidahnya yang tidak bisa mengecap rasa darah apapun, baik darah manusia maupun hewan.
Dia pun berjalan menghampiri orang itu dengan langkah yang tidak terlalu lambat.
Setelah dirinya sampai di depan orang itu--
BUAGH!!
Shotaro hanya bisa pasrah saat wajahnya dipukul oleh orang yang dikenal sebagai anak dari sang pembasmi vampir ini. Bahkan dia membiarkan kulitnya melepuh karena tangan yang digunakan orang itu untuk memukul wajahnya telah dibasahi oleh air suci.
"Aku tidak mengerti kenapa makhluk seperti mu masih saja berkeliaran di sekitar sini. Sekarang tolong kau ambilkan--"
BYUURR!!
Tiba-tiba, seorang gadis datang menolongnya dengan cara menyiram orang itu dengan air panas.
Gadis dengan nama Nirana ini pun melempar gelas yang dipegangnya ke arah dinding hingga pecah & salah satu serpihan nya mengenai kulit orang itu hingga tergores & mengeluarkan darah segar.
"Aku mengerti kalau kalian membencinya, tapi jangan memperlakukannya seperti hewan. Atau aku akan melaporkannya ke--"
"Aku bisa aja melaporkan mu balik. Jadi jangan macam-macam! Atau kau akan menyesal nantinya!" Potong orang itu, lalu pergi meninggalkan mereka berdua dengan hati dongkol.
Nirana pun menghampiri Shotaro yang sedang memegang wajahnya yang melepuh dengan ekspresi datar. Dia mengambil sapu tangannya & mengelap sisa-sisa air suci yang menempel di wajah Shotaro.
"Mau sampai kapan kau menahan emosimu? Kalau kau terus seperti ini, suatu saat amarahmu akan meledak seperti gunung berapi. & itu akan membahayakan orang lain. Kau mengerti?" Ujar Nirana yang dijawab dengan anggukan kecil.
Tiba-tiba, Shotaro mendekatkan wajahnya ke telinga Nirana & membisikkan sesuatu padanya.
"Terima kasih karena kau selalu menolong ku. Suatu saat nanti aku juga akan menolong mu meski taruhannya adalah nyawa ku. Aku mencintaimu, Nirana." Habis mengucapkan kata-kata itu, Shotaro langsung pergi meninggalkan Nirana yang terpaku.
🌑
4 tahun kemudian......
Di sebuah kota besar, tepatnya di gang yang gelap dan sepi..
"MANUSIA RENDAHAN SEPERTI MU TIDAK PANTAS UNTUK BEKERJA DI SINI!! Harusnya kau bekerja di klub malam aja, Nirana! Hahahaha.…!!" ucap salah satu pekerja wanita sambil terus memukuli Nirana secara sukarela & tertawa jahat.
Iya.
Itu Nirana. Bekerja di kota besar, namun hanya sebagai pelayan yang menurut mereka adalah gelar untuk seorang rendahan.
Setelah mereka puas memukuli Nirana, mereka meninggalkan Nirana begitu saja. Nirana terduduk sambil memeluk kakinya & menangis.
Gang yang gelap & sepi itu menjadi saksi bisu Nirana mengeluarkan air matanya yang ke 3 kalinya. Dengan tubuh yang penuh luka memar & juga bekas sayatan di baju yang menemaninya, dia menangis begitu kencangnya. Meratapi nasibnya yang begitu buruk di kota ini.
Dia pun memandangi kalung yang pernah diberikan oleh Shotaro. Kalung itu memiliki liontin berbentuk bunga biru. Entah apa maksud dari Shotaro untuk memberikan kalung itu sebagai hadiah perpisahan mereka 4 tahun yang lalu.
Nirana pun mengambil tasnya & mencoba berdiri sambil bertumpu pada tembok.
KREKK!!
"ARGHH!!" Ringis Nirana setelah mendengar suara retakan itu & terjatuh ke tanah.
Nirana baru menyadari kalau kaki kanannya patah.
Perlahan tapi pasti, semuanya menggelap dimatanya & tubuhnya sudah tidak merasakan apapun lagi.
🌑
Malam itu, Shotaro sedang berjalan keliling kota. Matanya menatap bosan pada jalanan sekitar yang cukup ramai.
Saat matanya tak sengaja menoleh ke mulut gang kecil yang tepat di sampingnya, dia terkejut melihat seorang gadis tergeletak dengan badan penuh luka.
Shotaro pun menghampiri nya & menyingkirkan rambut yang menutupi wajah gadis itu.
Betapa terkejutnya ia ketika mengetahui siapa gadis itu.
'NIRANA?! KENAPA BISA SEPERTI INI? SIAPA YANG MELAKUKANNYA??' Batin Shotaro bingung sekaligus marah.
Dia pun mengangkat tubuh Nirana & membawanya ke rumahnya.
Sesampainya di rumah, dia pun menidurkan Nirana di kasur miliknya. Baru mau dia tinggal sebentar untuk mengambil kotak P3K, dia mendengar suara erangan dari mulut Nirana. Dia pun menunggu Nirana bangun sambil menyenderkan punggungnya di depan pintu geser kamarnya yang terbuka lebar.
Nirana membuka kelopak matanya & pandangannya menelisik isi kamar yang menurutnya sangat asing.
Saat kepalanya menoleh ke kanan, dia terkejut sampai menutup matanya menggunakan selimut karena melihat seorang laki-laki memunggunginya. Dia pun mengintip di balik selimut itu & melihat bahwa pria itu masih ada di sana.
Tubuhnya bergetar hebat kala mengingat kembali kejadian itu. Dimana Nirana mendapati dirinya ada di kamar asing & seorang laki-laki yang memunggunginya tengah bersiap untuk bermain kotor dengannya. Permainan yang membuat dia hampir berbadan dua. Untungnya Nirana masih bisa melawan pria brengsek itu & melarikan diri dari tempat mengerikan itu.
Namun, apa yang dilihatnya tidak seperti di ingatannya. Pria dihadapannya masih memunggunginya. Mungkinkah orang itu.... Menunggunya untuk sadar?
"Kau... Kau siapa? TUNJUKKAN WAJAH MU? Apa kau..? Orang kemarin yang... telah membeli ku dari.... Ayahku?" Tanya Nirana dengan suaranya yang bergetar karena takut.
'AYAHNYA MENJUAL NIRANA KEPADA PRIA HIDUNG BELANG? Benar-benar kurang ajar. Baiklah, tuan Okinawa. Secara tak sengaja, kau telah bermain maut dengan ku.' Batin Shotaro marah.
Dia pun membalikkan badannya ke belakang. Matanya menangkap Nirana duduk sambil menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Bukan hanya itu, tubuh Nirana juga bergetar hebat kala memandang nya. Shotaro mengerti kalau Nirana mengalami trauma yang berat setelah dia tinggalkan.
Nirana yang melihat pria itu membalikkan tubuhnya terkejut bukan main. Tubuhnya masih bergetar, namun lebih kuat dari sebelumnya. Bukan karena takut disakiti, dirinya hanya takut kalau itu hanya halusinasi nya belaka.
Dia...
Bukannya sudah pergi?
Kenapa malah ada di hadapannya?
"Shota..ro?" panggil Nirana dengan suara bergetar.
Sang pemilik nama yang merasa terpanggil pun tersenyum.
"Hai, Nirana." Ucapnya sambil berjalan menghampiri Nirana & memeluknya. "Lama nggak bertemu."
"Ka.. Katakan padaku.. Kalau ini bukan mimpi..." Nirana menangis ketakutan kala menerima pelukan hangat dari laki-laki yang pernah ditolongnya 4 tahun lalu ini. Kepalanya menyender di pundak Shotaro & menumpahkan semua rasa takut & rindunya.
Shotaro yang merasakan pundaknya basah pun segera menenangkan Nirana dengan mengelus kepalanya & mencium keningnya berkali-kali. Dia mengerti akan hal yang Nirana rasakan. Semakin banyak kau menumpahkan air mata pada yang tersayang, artinya semakin banyak emosi yang kau pendam selama ini yang hanya bisa kau ceritakan pada orang terkasih mu itu.
"Nirana, tenanglah. Ini nyata kok."
"Hiks.. Hiks... Shotaro!! Aku, takut!!"
"Iya, Nirana. Shotaro ngerti. Kamu tenang ya?"
Butuh waktu lama untuk menenangkan Nirana yang tengah diliputi oleh rasa takut yang besar akibat trauma nya.
Akhirnya Shotaro berhasil menenangkan Nirana walaupun gadis itu masih sesenggukan. Dia pun melonggarkan pelukannya pada Nirana agar dia bisa bernapas dengan baik
"Sudah merasa lebih baik?" Tanya Shotaro yang dijawab dengan anggukan.
"Nggak usah cerita, ya? Aku nggak mau kamu nangis lagi." Ujar Shotaro.
"Oh, iya. Kau bertanya apakah ini mimpi atau tidak kan?" tanya Shotaro yang lagi-lagi dijawab dengan anggukan.
"Apa kau mau merasakan gigitan ku?"
"Hah?" Nirana bingung dengan maksud Shotaro.
Tiba-tiba, Shotaro mendekatkan dirinya kepada Nirana. Gadis itu kembali takut untuk yang ketiga kalinya.
"Kau tidak lupa kan kalau aku ini vampir?" Ujar Shotaro yang membuat Nirana ingat kembali fakta itu.
Shotaro pun menarik tubuh Nirana kembali ke pelukannya. Dia tenggelamkan wajah Nirana di pundaknya, sedangkan Shotaro menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi leher gadis itu.
"Apa kau tidak ingat janji ku? Jika kita berpisah lebih dari 3 tahun, maka aku akan menggigit mu sebagai pelampiasan rasa rindu ku. Karena bagiku, 3 tahun adalah waktu yang terlalu lama untuk berpisah." Ucap Shotaro sambil menghirup aroma tubuh Nirana.
"Jadi? Apa kau akan menggigit ku?" Tanya Nirana.
Bukan dengan kata-kata, melainkan tindakan yang Shotaro lakukan.
Menancapkan kedua taringnya yang tajam ke leher Nirana & menghisap darahnya dengan lembut, namun terselip rasa rindu yang begitu kuat. Itu yang dia lakukan.
Di sinilah...
Mereka berbincang untuk pertama kali setelah berpisah selama 4 tahun.
& disinilah...
Di rumah sang pria, kedua insan ini saling mengikat kontrak perkawinan 2 bangsa yang berbeda dengan tinta cinta.
Mungkinkah pasangan ini akan bahagia sampai akhir hayat mereka nanti?
𝙴𝚗𝚍...