Jika dalam sekejap aku punya 200 miliar ....
Kalimat Lucky terputus ketika derap langkah terburu menghampirinya. Dia menoleh mendapatkan wajah merah padam Clara, wanita yang dinikahi setahun lalu.
"Apa yang kamu kerjakan, Luck! Aku sudah katakan cepat buatkan sarapan. Jangan biarkan aku menunggu."
"Mengapa tidak kau suruh pelayan saja?"
"Bukankah kau sama dengan mereka, Luck. Jangan harap karena kita menikah, sekarang derajatmu lebih tinggi."
Clara mendengkus kasar. Berlalu dengan angkuh, sedangkan Lucky menatap sedih pada istrinya. Dia mencintai Clara dalam diam. Wanita cantik bertubuh tinggi tersebut merupakan cucu sahabat kakeknya.
Kakek Lucky dan Kakek Clara menjalin pertemanan dari kecil. Beranjak dari dua pemuda miskin. Perjalanan hidup menentukan nasib berbeda. Kakek Clara menjadi pengusaha kaya. Sedangkan Kakek Lucky tetap hidup sederhana.
Clara kecil sering mengunjungi kakeknya. Di mana kakek Lucky bekerja sebagai kepala pelayan. Dan di sanalah Lucky si yatim piatu dari kecil di asuh kakeknya. Bertemu gadis berambut coklat dengan manik mata berwarna sama. Dari belia dia telah jatuh cinta pada Clara yang kerap menatapnya jijik.
Lucky dan Clara sebaya. Mereka mulai jarang bertemu di usia 18 tahun, ketika kakek keduanya meninggal .
Sampai ketika Clara berusia 24 tahun. Menjelang dua bulan pernikahan, James kekasih Clara memutuskan hubungan. Sedangkan kabar pernikahan mereka sudah beredar. Mencuatkan desas desus berita tidak enak.
Demi menyelamatkan nama baik Clara. Keluarga Anderson memutuskan mencari lelaki lain. Sayang sekali mereka kesusahan mendapatkan pengganti James.
Reputasi playboy yang suka mempermainkan wanita. Membuat posisi Clara terjepit. Pria terhormat gengsi bersanding dengan bekas James, pria bermoral menjauhi karena tahu gaya pacaran bebas pasangan tersebut, tersisa pria sederhana lah yang hanya berpotensi menjadi mempelai. Dan Lucky adalah pria itu.
Entah mujur atau sial bagi Lucky. Pernikahan dilangsungkan. Clara tidak mencintainya bahkan enggan di sentuh Lucky. Dia hanya menyelamatkan nama baik. Terpaksa menjalankan pernikahan.
Lucky menarik napas dalam, menyadarkan pada keadaan sekarang. Menjelang siang setelah membuatkan sarapan. Lucky bergegas ke alamat yang dikirimkan seseorang di nomor handphone. Kantor Notaris Andrew Morgan.
"Selamat Luck. Kamu mewariskan kekayaan kakekmu sebesar 200 Miliar."
"Terima kasih. Aku sama sekali tidak menyangka kompensasi besar akan diberikan oleh perusahaan tambang."
"Namamu Lucky. Sudah seharusnya hidupmu seperti namamu."
Kakek Lucky bukan orang kaya. Dia meninggal dan mewarisi rumah tua dengan halaman luas pada cucu satu-satunya. Tahun ini nasib beruntung berpihak pada Lucky, ketika area rumah warisan ternyata masuk dalam wilayah perluasan tambang minyak. Kompensasi besar diterima.
"Sukses untukmu, Luck," ucap Andrew pada pemuda tampan dihadapannya.
"Perkataan yang sama untukmu."
Berselang dari itu Lucky diam-diam. Mulai menyusun rencana. Satu persatu agenda di susun. Meski begitu dai menjalani hari-hari seperti biasa. Seakan tidak ada hal istimewa terjadi.
"Lucky, Papa dan Mama akan datang. Siapkan jamuan makan malam," teriak Clara sebelum pergi untuk jalan-jalan bersama teman-temannya.
"Kalian tidak pernah berjalan bersama?" tanya seorang sahabat Clara.
"No ... aku tak sudi bersamanya."
"Kenapa kamu menerima pernikahan?"
"Kukatakan berapa kali padamu, karena James meninggalkanku. Demi wanita penggoda itu."
Sahabatnya menggelengkan kepala. "Bukan, darling. James yang menggoda si wanita seksi."
"Masa bodoh. Aku masih mencintai James, dan akan menariknya kembali. Jika sampai waktu itu ... sudahlah kita pergi saja.
Lucky tersenyum kecut mendengar perkataan Clara. Sayang sekali 12 bulan bersama ternyata wanita yang dicintai, masih menyukai badboy seperti James. Padahal Lucky selalu melakukan berbagai hal untuk istrinya.
Dia memang tidak kaya, tetapi berusaha keras menyenangkan Clara. Lucky bekerja sebagai staf akunting di perusahaan swasta.
Gaji di sana memang tak cukup membeli Gucci, LV atau Cartier kesukaan Clara. Membuat wanita tersebut tetap memandang sebelah mata.
Dua minggu berlalu dari warisan 200 milyar yang diterima. Lucky baru pulang dari agen perumahan. Dia membeli penthouse seharga 45miliar di tengah kota. Investasi sekaligus kediaman nanti.
Selanjutnya Lucky membeli pertokoan sebagai aset usaha sebesar 15 Milyar. Dia juga melakukan pembelian franchise fast food dan brand pakaian ternama untuk mengisi toko.
Tidak lupa juga delapan milyar di berikan pada badan sosial. Lucky berjanji akan menjadi donatur tetap.
Dia juga menanamkan saham pada hotel ternama. Berapa hektar tanah pun di beli sebagai investasi. Untuk mempermudah mobilitas. Lucky membeli hyper car dan motor sport. 50 milyar di simpan Lucky.
Minggu terus bergulir berganti bulan yang berlalu cepat. Lucky berusaha mempertahankan pernikahan. Mencuri hati Clara dan keluarganya. Sayang sekali mereka tidak memberi kesempatan, karena menganggap Lucky hanya pemuda miskin.
Matahari baru saja muncul, ketika Lucky keluar kamar. Dia memang menghuni tempat tidur terpisah dari Clara. Tiba-tiba istrinya memberondong dengan perkataan yang membuat Lucky terhenyak.
"Aku minta cerai Lucky. Selama ini aku menunggu James. Sekarang dia berjanji akan menikahiku. Lihat Lucky, James membelikan cincin berlian. Kamu tak akan sanggup."
"tapi Clara ... aku mencintaimu. Akan kubelikan cincin lebih besar dari yang diberikan James."
Clara tertawa berderai mendengar perkataan Lucky. Belum pernah dia tertawa sekeras ini, seakan lelucon paling lucu telah di dengarnya."
"Terus bermimpi, Lucky. Nasibmu tak seperti nama yang diberikan orang tua. Kamu hanya mendatangkan kesialan bagi hidup seorang Clara."
"Dengar aku, Sayang ...."
"Lepaskan tangan kotormu. Jangan sentuh aku. Asal kamu tahu, Lucky. Tugasmu sudah usai. Aku memang menantikan James sampai dia kembali."
Lucky menatap sedih pada Clara. Dia mencintai wanita bermanik coklat. Namun sayang cinta Clara hanya pada James, yang dipandang kaya dan tampan. Padahal James adalah playboy yang mempermainkan wanita sesuka hati. Merasa kaya dan tampan, jadi bertindak semaunya.
"Kamu harus menyetujui perceraian kita, Lucky."
"Aku mencintaimu Clara, dan berikan kesempatan padaku sekali lagi agar bisa membuktikan bahwa Lucky lebih segalanya dari James."
"Haha, leluconmu semakin lucu. Keputusanku tak akan berubah."
Clara berlalu dengan pongah meninggalkan Lucky. Apa mau dikata. Dia sudah tak bisa mempertahankan pernikahan.
Perceraian telah terjadi sesuai permintaan Clara. Mantan Istri Lucky pun telah menikah dengan James.
Lucky menunjukkan jati diri. Dia muncul sebagai pengusaha Franchise Junk Food, pemilik butik pakaian luxury brand, sekaligus komisaris Hotel ternama berkat saham kepemilikan di sana. Jabatan tersebut dapat diperoleh.
Kemunculan dengan hypercar dua pintu di kalangan publik. Tinggal di penthouse mewah. Sekaligus pemilik berapa hektar tanah yang sedang digarap sebagai perkebunan. Dengan cepat melejitkan popularitas Lucky di kalangan para gadis.
Dia terkenal dermawan karena menjadi donatur tetap yayasan sosial. Clara dan keluarganya terperanjat pada kenyataan. Sempat mengutuk karena Lucky pura-pura miskin. Sampai akhirnya Clara menyesali, itulah jawaban mengapa Lucky mengemis agar dia tidak minta cerai.
Clara hanya bisa meratapi nasib. Dia terkena penyakit kelamin. Menular dari James, di masa pengobatan. Suaminya malah menceraikan Clara. Wanita itu hanya bisa menangis menyesali perlakuan pada Lucky.
Dari balik layar televisi. Pernikahan Lucky dengan pengusaha sekaligus artis ternama, Ann Helena. Menyayat hati Clara. Ann adalah tetangga kakeknya. Dari kecil wanita tersebut menyukai Lucky. Namun Lucky mencintai Clara.
Sekarang Ann berhasil mendapatkan Lucky. Lelaki beruntung yang akhirnya berhasil mendapatkan kekayaan dan wanita yang tulus mencintainya.
-End
Baca juga novelku Viral ☺
Wanita yang dikhianati sahabat dan kekasihnya di hari ulang tahun. Dia berjuang agar bisa lepas dari belenggu rasa sakit.
Merintis bisnis dari Nol. Mantan hanya masa lalu bagi Anggrek Maharani.
cus melipir langsung ke Novel dengan judul Viral. 😘😘