Hai , Aku Iqra Maharani panggil saja iqra , aku kelas 2 SMA dan aku mempunyai Sahabat Laki-laki Bernama Aditya Hermawan kita sudah berteman sejak SMP. kemanapun pergi selalu berdua dan tidak pernah pisah Hingga suatu saat apa yang terjadi Sahabat ku mengatakan Cinta kepadaku Awalnya aku hanya anggap itu bercanda tapi semakin hari ia menunjukkan semakin mencintai ku..
✨ KANTOR OSIS✨
"Dit, Ra tau hmm Adit sayang sama Ra tapi Maaf Ra nggak bisa membalas perasaan Adit." ucapku kepadanya
" Maaf kalau Adit salah , Maaf juga kalau mengatakan hal yang begitu bodoh kepada Kamu " lirihnya
" Tidak apa-apa , Ra hanya mau kita berteman dulu oke kan kita Sahabat bisa sama-sama juga " ucapku kepada Adit yang nampak tertunduk Malu
" Iya Adit tau , sekali lagi maaf " Jawabnya
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Setelah kejadian itu Adit semakin menjauh dan setiap kali ketemu dengan Aku selalu menghindar dan jarang sekali main bersama..
✨ KANTIN SEKOLAH✨
" Ra , kok lu udah jarang main sama Adit? berantem yah" Tanya Mita
"Nggak kok mungkin Adit sibuk? atau mungkin banyak Tugas dan lain-lain" jawabku
" Eh tapi , kemarin tuh yah gua ketemu bukan ketemu sih eh , lihat Adit jalan bareng Vanessa mereka tampak akrab gitu kan setau Kita Adit tuh risih banget Ama Vanessa yah" ucap cita
"Apa jangan-jangan mereka pacaran? wah Adit si Ketua OSIS sekaligus Kapten Basket pacaran dengan Kapten chiliders kesatuan yang lengkap" sela Rina
Entah mau senang atau sedih mendengar kabar itu Aku merasa kayak sesuatu menghilang dari ku Hari-hari ku tampak begitu sunyi , akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke perpustakaan untuk sekedar menenangkan diri Setelah mendengar kabar itu , sejujurnya Aku senang Adit bisa dapat wanita yang bisa buat dia Bahagia tapi aku juga sedih Adit semakin menjauh dari Aku
✨ PERPUSTAKAAN ✨
" Hai Ra " sapanya
" Hai Dit " jawabku ( Aku Nampak Terkejut melihat Adit dan Vanessa bergandengan tangan)
" Mau gabung ? ayolah sini " tanya Vanessa
" Ah terima kasih , gua di sana aja " jawabku dan berlalu
Melihat mereka bersama kenapa Aku Marah apa aku cemburu , aah tidak mungkin Aku kan nggak ada perasaan apa-apa sama Adit .
" Sayang , abis ini kita ke mall yuk main games di sana" lirih Vanessa sambil bermanja di bahu Adit
" baiklah kita ke mall sepulang sekolah , ahh tapi aku lupa ada kerja kelompok bareng Iqra " jawab Adit menoleh kebelakang ke arah ku
". nggak apa-apa kok kalau kalian mau pergi kerja kelompok nya biar aku sendiri saja yang selesai kan " jawab ku dengan tersenyum
" Atau lu ikut juga Ra bareng kita setelah itu kita ke rumah lu kerja kelompok nya gimana ? " tanya Vanessa
" Ide bagus sayang , ayok Ra ikut kita aja " tanya Adit lagi
" Ah terima kasih , nggak apa-apa kok , permisi " jawab ku pergi keluar dari perpustakaan
Aku berlari sekuat Tenaga pergi dari hadapan Adit entah kenapa tetesan Air mengalir di pipiku Apa ini Rasanya orang cemburu apa Aku sudah jatuh cinta kepada Adit setelah menolak nya. Sesampainya di Taman aku bertemu Tasya Teman sekelas ku
✨ TAMAN SEKOLAH ✨
" Ra lu nangis " tanya Tasya kepadaku setelah melihat mataku sembab
" Tidak kok hanya kelilipan debu " jawabku menghapus air mata yang tersisa
" kenapa? coba cerita sini " ucap nya sambil menarik ku untuk duduk
Tak terasa butiran air mengalir lagi di pipiku Ya tuhan aku benar-benar tengah cemburu
" Tasya aku cemburu melihat Adit dan Vanessa" Jawab ku langsung memeluknya
" Lah kok bisa ? Bukannya kalian sahabatan ?" tanyanya
" Gua tidak tau kenapa perasaan itu ada , Gua rindu Adit" ucap ku
" itu berarti lu suka sama Adit Ra" jawabnya
" Tapi kita sahabatan mana bisa saling suka " ucap ku
" Ra , rasa itu bisa datang sama siapapun dan dalam hubungan apapun jadi lebih baik lu terus terang Ngomong kalau lu suka sama Adit " lirihnya
" gua nggak bisa ngomong , apa lagi Adit sudah bersama Vanessa" Jawab ku
" Gua yakin lu pasti bisa ngomong , harus berani" katanya
" Makasih sudah buat gua tenang " ucap ku
Bel sekolah berbunyi untuk pulang ..semua murid bersiap-siap untuk pulang , aku segera keluar kelas dan bertemu Adit di parkiran sekolah
✨ PARKIRAN SEKOLAH ✨
" Iqra berhenti" panggil nya
" Iya kenapa? kalau untuk ajak kemall Ra nggak bisa" Jawab ku menunduk
" Ra abis nangis ? kenapa ? cerita sini" tanyanya meangkat kepalaku
" Nggak apa-apa kok dit, Ra pergi dulu" jawab ku dan langsung masuk ke mobil jemputan ku
Adit hanya memandang kepergian Aku , Apa aku harus mengatakan semuanya .. sesampainya di rumah
✨ DI RUMAH✨
" sayang entar ibunya Adit ke sini "
" terus Bu? mau ngapain? arisan?"
" Iya arisan kok , eh udah lama ibu nggak liat Adit yah main ke sini "
" entah Bu, aku ke kamar dulu kerja Tugas"
" ya sudah "
Aku segera menuju kamarku dan berganti pakaian lanjut mengerjakan Tugas . tiba-tiba handphone ku berdering ternyata Adit yang menelfon
" Halo kenapa ?"
" Turun lah , Adit ada di bawa nih"
" ngapain ? bareng Vanessa?"
" ada yang Adit mau ngomong , nggak kok Adit sendiri"
" bukannya tadi Bareng Vanessa ke mall kok bisa ke sini"
" Adit tau , Ra pasti cemburu kan liat Adit dan Vanessa tapi Adit dan Vanessa nggak ada hubungan apa-apa"
" Nggak kok Ra nggak cemburu"
" Ya udah turun sini dulu "
" iya , iya turun nih"
setelah mematikan telfon , aku segera turun ke halaman rumah dan ternyata Bener Adit sudah ada di depan dengan sebuah buket bunga besar
" Mau ngapain ? bunga buat Vanessa yah kok di bawah kesini "
" hmm , nggak ini bunga buat Ra kok nah "
" buat Ra maksdnya ?"
" maaf kan Adit yah sudah beberapa hari menjauh dari Ra , nggak pernah main lagi , nggak pernah pulang bareng lagi Adit cuman mau liat apa Ra merasakan kehilangan Adit apa Ra hanya biasa saja dan ternyata benar Ra sayang kan sama Adit "
" ih kepedean , Ra biasa saja kok "
" Si mita dan Tasya udah cerita kok semua sama Adit Ra nangis kan cemburu liat Adit dan Vanessa , Ra cinta kan sama Adit"
" iya , Ra sayang , Ra cinta dan Ra nggak mau Adit dekat dengan siapapun"
" Jadi sekarang kita jadian ? "
" iya sekarang jadian"
Dan Aku tau betapa pentingnya seseorang dalam hidup kita , dan perasaan itu datang dalam hubungan apa pun
TERIMAKASIH 🙏 GAES MAAF CERPEN NYA KURANG MENARIK, ALUR NYA KURANG BAGUS DLL , KARENA INI BARU BELAJAR BUAT NULIS DAN HOBI