Namaku Virda , aku bekerja di perusahaan swasta di sana aku bekerja sebagai cleaning servis . Aku mempunyai ibu dan adik ku satu ayah sudah meninggal 3 tahun yang lalu .
Aku hanya tamat - tan SMP jadi ya hanya posisi itu yang bisa ku dapat kan , tapi aku ingin Adik ku bisa sampai kuliah biar bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih bagus .
" hai , kenapa melamun kamu udah sarapan ? " tanya Melanie teman kerja ku
"udah tadi di rumah " jawabku (padahal aku belum makan apa-apa karena di rumah hanya tersisa untuk seorang, aku bagi buat adik aja karena aku takut dia gak konsen belajar ) bahtin ku
"aku bawa dua bekal ni buat kamu satu " kata Melly
"aku gak enak sama kamu tapi terima kasih " Alhamdulillah ucap ku hari ini perut aku gak kosong .
" Vir...entar pulang kerja aku mau ajak kamu jalan ". kata Ilham orang yang suka sama Virda
" gimana ya , bukan nya aku mau nolak tapi aku ada acara sama keluarga maaf ya lain kali aja !"
ucap Virda yang tak mau terus terang bahwa dia akan bekerja lagi .
"iya gak apa kok salam ya buat ibu !"
"Vir , di panggil pak bos katanya suruh bikin minum buat tamu nya !"
"iya sebentar"
tok tok tok
" masuk " kata Rendra bos nya Virda
deg
'kok ada dia , mudah mudahan tidak terjadi apa-ap' bathin Virda
Ariana tersenyum sinis karena Virda musuh dia waktu SMP sebab laki -laki yang dia suka malah melirik Virda bukan dirinya yang lebih jauh baik di bandingkan Virda begitu anggapan Ariana .
"ini minuman nya pak ,saya permisi dulu "
" aduh , baju ku basah ,
plak
kamu bisa kerja gak sih ini baju mahal bahkan gaji kamu aja belum tentu bisa beli" dengan sombong nya Ariana berkata seperti itu bahkan Ariana belum puas dan berkata
" sayang lihat ini baju ku kotor aku mau kamu pecat dia sekarang juga !"
Dengan bernada manja Ariana berkata seperti itu kepada kekasihnya .
" ma..af dengan terbata , jangan pecat saya pak tolong kasihani , saya tidak tau harus kerja dimana lagi saya mohon pak "! dengan berlinang air mata Virda ber ucap seperti itu
" sayang maaf kan kesalahan nya mungkin dia tidak sengaja " Pak Andre berkata ke pada kekasih nya .
" kamu bela dia atau jangan - jangan kamu suka sama wanita macam dia " tunjuk Ariana ke pada Virda
" bukan nya aku membela dia tapi apa gak kasihan , lihat baju kamu nanti di cuci jadi bersih lagi " bujuk Andre
" ok ! kalau begitu ingat ya urusan kita belum selesai !" dengan tatapan sinis Ariana menatap Virda
" terima kasih pak saya permisi " kemudian Virda menutup pintu dan kembali ke tempat semula di sana dia menangis ter sedu - sedu kenapa Ariana begitu tega apa salah nya dari dulu selalu menganggap dia musuh yang akan ingin mencekik nya .
" Vir ... kamu kenapa apa ada masalah bos di dalam ada tamu apa pacar nya ".
" tidak ada apa -apa Mel aku hanya ter ingat ibu ".
maaf Mel aku belum siap untuk cerita batin Virda
" ya sudah kalau begitu kita bekerja lagi "
setelah pulang dari pekerjaan Virda tidak langsung pulang ke rumah melainkan melanjutkan untuk bekerja di tempat lain .
" Baru jam 5 sore aku masih ada waktu untuk bekerja lagi meskipun capek tapi aku harus bisa demi adiku dan ibu ". ucap Virda
" kak baru pulang aku buatin teh hangat ya "
" boleh juga dek , terima kasih ya maaf merepotkan "
" ini kak teh nya "
" ibu sudah tidur dek , tumben nungguan kakak pulang ada apa heumm "
" he he kakak tau aja kalau adek ada perlu sama kakak , tapi gimana ngomong nya "
" ngomong aja biasa nya juga langsung " kata Virda
" kak aku di undang teman tapi aku tak punya uang untuk beli barang baju karena baju ku sudah kusam aku malu "
ucap Virnie dengan kepala menunduk
" oh gitu ini kakak ada uang barusan kakak dapat bonus dari bos karena kakak kerja nya bagus kata nya " menyodorkan uang seratusan Lima lembar ke pada adik nya padahal uang itu pinjaman dari teman kantor ny tadi .
sambil menangis haru Virnie memeluk kakak nya dan tak henti henti nya mengucap kan terima kasih
" iya sama - sama kakak sayang sama adek jadi adek harus belajar yang rajin agar kelak kamu jadi orang yang berguna " kakak akan lakukan apa saja demi membahagiakan mu karena hanya kamu harapan kakak dan ibu kakak rela kerja dari siang sampel malam walaupun capek tapi kakak akan menjadi kakak yang terbaik .
ucap Virda dalam hati
" ya sudah tidur udah malam besok kamu harus sekolah "
beberapa tahun kemudian
" Ibu , kakak aku sudah lulus kuliah aku senang banget akhirnya selesai juga ini semua berkat bantuan kakak , aku janji akan membalas semua ke baikan kakak , terima kasih "
" iya Nak terima kasih karena kamu adek bisa lulus kuliah Alhamdulillah ibu senang " ucap ibu dengan meneteskan air mata haru karena anak nya sangat begitu menyayangi adik nya .
" iya sama - sama ini juga berkat doa ibu aku bisa begini "
Akhirnya mereka hidup bahagia Virda menikah dengan Ilham dan di karuniai seorang anak adek nya menjadi dokter
Tamat