Hari itu aku memberanikan diri untuk menyatakan perasaan ku walau akupun merasa hal ini tak masuk akal.
***
"Kyra kamu kemana aja si?" tanya seorang lelaki remaja yang terlihat khawatir karenanya
"zyan.. hm aku disini aja ko" jawabku pada zyan
"tolong jangan tiba tiba hilang kaya tadi, aku khawatir sama kamu"
"iyaiya udah sini duduk sebelah ku, lagian kamu kenapa lari lari gitu si?"
"aku khawatir banget waktu dikelas ga lihat kamu"
"gausa berlebihan de, kenapa kamu ga call aku?"
"aku ga kepikiran T.T"
***
Sakyra Putri Azian remaja 17 tahun, ia sangat cantik, rajin dan jujur. Kyra sudah berteman dengan Zyan sejak usia 5 tahun, mereka selalu bersama sampai banyak orang mengira mereka berpacaran. Mungkin ini hanya kisah cinta sepihak bagi Zayn, karena sejak sekolah dasar Zayn sudah menyukai Kyra tanpa Kyra sadari.
pukul 08.45 pagi hari yang sangat cerah
"zayn gimana kalau kita bolos hari ini?"
"hmm aku ikut kamu aja"
"okeii ayo"
Kyra dengan semangat menarik tangan Zyan untuk segera melarikan diri, mereka berjalan menuju belakang gedung sekolah. Sementara pipi zayn tersipu karena baru kali ini mereka bergandengan tangan seperti itu
Sesampainya di belakang gedung sekolah Kyra dan Zayn terdiam melihat tembok yang sangat tinggi di lengkapi kawat yang tajam. Mereka berfikir kalaupun memanjat tembok itu rasanya sangat mustahil.
"Kyra kayanya kita harus balik ke kelas aja deh" bujuk zayn khawatir
"tapi kita udah sampe disini ya kali balik lagi si"
"kita ga mungkin bisa naik tembok itu ra"
"tunggu.. coba liat sebelah sana" ucap kyra sembari menunjuk ke arah tembok yang tampak runtuh tanpa kawat tajam.
"ra jangan aneh aneh deh"
"ayo kita coba dulu kita bisa ko"
"hmm" zayn terlihat tak yakin dengan ide kyra
Mereka berjalan menuju tembok itu untuk melaksanakan ide bolos Kyra. Dan tak disangka reruntuhan tembok itu memang aman dan mereka berhasil keluar, sesaat Kyra mendengar suara "tolong aku" namun Kyra tak menghiraukan karena suara itu sangat kecil seperti bisikan.
Kyra dan Zayn berhasil membolos pada hari itu namun siapa sangka itu akan mempengaruhi masa depan Kyra.
***
Keesokan hari nya aku ingin memastikan suara yang aku dengar kemarin. Aku berjalan sendiri menyusuri tempat reruntuhan tembok mencari hal yang entah apa itu. Sesaat aku berfikir mungkin itu hanya perasaan ku saja, aku melangkahkan kaki hendak meninggalkan tempat itu. Namun entah mengapa aku sangat ingin menoleh ke arah gudang yang tak jauh dari tempat reruntuhan itu.
"tolong aku" bisikan itu lagi
"halo??" ucap Kyra memastikan apakah ada orang disana.
"..." tak ada jawaban apapun dari dalam gudang
Kyra merasa aneh sekaligus takut karena ia pernah mendengar sebuah cerita hantu tentang gudang itu di masa lalu. Ia pun perlahan melangkah menjauh sembari mata nya melirik kedalam gudang.
*brukk
"AAAAAAAAAAAAAA"
Kyra menjerit karena ketakutan sekaligus terkejut, ia pun menutup mata dengan tangannya dan menangis tak dapat menahan rasa ketakutan itu
"kamu gapapa?" tanya seorang lelaki pada kyra
kyra yang mendengar itu langsung membuka tangan menutupi wajahnya untuk melihat seseorang yang bertanya itu. kyra terdiam saat melihat pria itu, terpukau dengan parasnya yang sangat tampan.
"kamu gapapa?" tanya nya sekali lagi
"hm ah iya gapapa ko" kyra bergegas terbangun dan melangkah hendak meninggalkan pria itu
"tunggu" ucap nya sembari memegang pergelangan kyra
kyra yang terkejut sontak menoleh "iya??" ucapnya dengan wajah tersipu, melihat wajah kyra yang tersipu pria itu perlahan melepaskan genggaman tangannya.
"nama kamu siapa? aku peter" ucap pria itu mengulurkan tangannya hendak bersalaman
"hmm aku kyra,, lebih tepatnya sakyra,, ah tapi kamu boleh panggil aku kyra" ucap kyra gugup
pria itu tersenyum melihat ekspresi kyra yang tersipu
"baiklah.. aku akan panggil kamu kyra" mereka bersalaman tanda perkenalan
"ah iya.. maaf aku buru buru dah" ucap kyra segera melepaskan tangannya dari peter
kyra melambaikan tangan, ia segera berlari menjauh daei peter. Setelah kyra pergi, peter yang semula ekspresinya tersenyum berubah datar, entah mengapa ada yang aneh dari peter.
***
Sesampainya Kyra dikelas, ia bertemu dengan zayn
"ra kamu kenapa?" ucap zayn khawatir karena melihat wajah kyra seperti habis menangis, namun kyra hanya terdiam tak menghiraukan pertanyaan zayn.
Zayn pun menghampiri kyra menanyakan hal yang sama namun dengan ekspresi yang muram, ia mengelus punggu kyra
"kamu kenapa kyra?" tanya zayn yang kedua kalinya dengan suara lembut.
"gapapa ko aku cuma terkejut tadi" jawab kyra pelan
"jangan bohong, aku liat wajah kamu sedih gitu kamu kenapa, cerita sama aku" ucap zayn lagi dengan penuh perhatian
"asli aku gapapa ko, tadi aku ke tempat kemarin dan terkejut karena kucing loncat ke arah ku, itu saja ko" jelas kyra meyakinkan zayn
"baiklah aku percaya kamu ra" ucap zayn lalu ia melangkah menjauh dari kyra untuk kembali ke tempat duduknya
sesaat kyra melihat layar handphone nya untuk memastikan keadaan wajah nya yang sudah menangis tadi, ternyata sangat terlihat kusut, ia pun berniat ke toilet untuk merapihkan penampilannya.
"aku mau ke toilet dulu, nanti kalau ada guru kamu bilang ya" ucap kyra pada teman sebangku nya Lia, yang di balas anggukan oleh Lia
***
di toilet kyra menatap cermin dihadapannya, ia bergumam "peter" lalu ia tersadar "kenapa aku mikirin dia sih.. ah sudahlah" kyra bergegas keluar dari toilet.
saat ia berjalan menuju kelas tak sengaja ia melihat peter sedang duduk diam di dekat lapang basket, kyra terdiam melihatnya namun tak lama peter menoleh ke arah kyra, karena kyra terkejut ia berlari menuju kelas.
"ahhhh kenapa si pake noleh segala aku kan malu" gumamnya tak memperhatikan jalan dan tak sengaja menabrak zayn yang hendak keluar kelas.
"aduh" ucap mereka bersamaan
"pelan pelan kalau jalan tu ra" ucap zayn merapihkan bajunya
"iyaiya maaf" jawab kyra terburu buru masuk kelas sampai ia tak melihat zayn sama sekali
zayn merasa ada yang aneh dengan kyra dari mulai dia masuk kelas sampai kejadian tadi. Kyra tak seperti biasanya, bahkan jika mereka bertabrakan Kyra tak sampai bereaksi seperti tadi, biasanya kyra marah dan menyalahkan itu ulah zayn.
***
Hari pun berlalu sudah waktunya pulang sekolah, zayn menghampiri kyra
"ra ayo pulang bareng aku" ajaknya pada kyra
"hmm aku dijemput mamah jadi ga bareng kamu dulu ya" jawab kyra, lalu ia segera meninggalkan kelas
"asli kyra kenapa si aneh banget, biasanya dia milih pulang sama aku dari pada sama mamahnya" gumam zayn yang terdengar oleh teman sebangku kyra, yap Lia.
"gegara kyra ke belakang sekolah kayanya" ucap lia asal
"ha? emang kenapa kyra? mm maksudku ngapain aja dia ke sana? kamu tau?" jawab zyan
"mmm aku juga kurang tau si,, tapi tadi kyra ke belakang sekolah lumayan lama terus balik kelas udah kusut gitu.. apa kita cek kesana?" ajak Lia
"kayanya gausah deh ya aku.. mm aku buru buru mau pulang nih" jawab zayn tergagap seperti ketakutan.
"mmm yaudah deh, aku pulang duluan ya bai" ucap lia melambaikan tangan mereka berpisah.
tak lama zayn berjalan keluar kelas ia penasaran dengan tingkah kyra seperti menghindarinya, zayn pun memberanikan diri untuk ke belakang sekolah.
sesampainya di dekat gudang belakang sekolah, zayn terdiam karena disana tidak ada satupun hal aneh, ia melihat pintu gudang terbuka namun hari sudah semakin gelap ia bergegas meninggalkan sekolah.
***
keesokan harinya Zayn datang ke sekolah pagi sekali, sesampainya di kelas ia tak melihat satu orang pun siswa disana. ia pun terduduk dan menyalakan handphonenya untuk bermain game.
Namun tak disangka seorang perempuan masuk kelas langsung teduduk, pada saat itu zayn terkejut akan hal ini.
"kyra?" tanyanya
"eh zayn udah dateng? ini baru jam 6 loh" jawab kyra melihat jam tangannya lalu zayn segera menghampiri nya
"ra.. kamu sehat?" tanya zayn menyentuh dahi kyra
"sehat lah emang kenapa si lepas deh" jawab kyra aneh
"kamu ga pernah datang sepagi ini loh kenapa tumben banget" ucap zayn.
"mmm aku bangun kepagian" jawab kyra dengan wajah kesal
"okeiii" ucap zayn berusaha mempercayai kyra
"oh iya zayn temenin aku ke belakang sekolah yu" ajak kyra
"ha? mau ngapain" jawab zayn terkejut sekaligus aneh
"ih udah ayo ikut" ajak kyra menarik tangan zayn dengan paksa
***
Zayn dan Kyra berjalan menuju tempat itu, lalu kyra terkejut karena melihat Peter disana
"kyra!" panggilnya sumringah
"hai" ucap kyra malu malu
melihat itu zayn kesal dan bertanya pada kyra "siapa dia?"
"ah iya zayn kenalin ini peter, peter ini zayn"
"salam kenal" ucap peter mengulurkan tangannya hendak bersalaman dengan zayn
namun zayn terlihat tak suka dengan keberadaan peter, ia tak menerima uluran tangan peter hanya berucap "ah iya salam kenal" sembari menunjukan senyum terpaksanya
"peter kamu lagi apa disini?" tanya kyra
"mm aku nunggu kamu" jawab peter tersenyum
"aku kan ga bilang ke kamu akan kesini lagi.. kenapa kamu tau aku kesini?" tanya kyra sedikit aneh
"lagi?" tanya zayn
"jadi kalian ketemu disini? sejak kapan ra? kenapa ga bilang aku?" tambah zayn
"ah iya aku lupa bilang kamu" jawab kyra canggung
namun zayn tak merespon jawaban kyra lagi hanya ia terlihat lebih kesal dari sebelumnya karena kyra tak menceritakan hal itu padanya.
"jadi kamu mau apa disini kyra?" tanya peter
"aku.. nyari pulpen ku yang terjatuh disini waktu kemarin" ucap kyra berbohong
"aku mau ke kelas" ucap zayn kesal segera meninggalkan kyra dan peter.
melihat itu kyra dan peter hanya terdiam
"yauda aku bantu ya ra" ucap peter
"mm iya"
mereka berdua mencari pulpen itu yang nyatanya tidak ada karena itu hanya omong kosong kyra
***
Zayn kembali ke kelas dengan kesal, Lia yang baru masuk kelas melihat itu langsung menghampirinya.
"kamu kenapa? kaya kesel gitu"
"gapapa" jawab zayn singkat
"mmm okei" ucap lia tak peduli
"btw kamu kenal peter?" tanya zayn pada lia
"peter?" tanya lia bingung
"gajadi" jawab zayn kesal
"setau aku yang namanya peter di sekolah ini cuma satu, dia kaka kelas kita" ucap lia menarik perhatian zayn
"yakin? dia kelas mana? mau ku ajak ribut dia" tanya zayn semangat
"HAHAHAHA" lia terbahak
melihat respon lia membuat zayn terkejut
"kenapa si li? aku serius loh" tanya zayn
"hahaha gila kamu ya, peter tuh udah gaada" jawab lia membuat zayn semakin bingung
"ha? gaada gimana?" tanya zayn lagi
"kamu beneran gatau?" tanya lia serius yang di balas anggukan oleh zayn
"ya ampun tau gitu aku jadi gaenak hati barusan ketawa maaf, sini aku ceritain" ajak lia ke tempat duduknya, zayn yang penasaran segera mengikuti lia
***
sementara itu kyra dan peter yang sedang bersama di belakang sekolah terduduk diam.
"peter kamu kelas berapa?" tanya kyra memecah kesunyian
"aku kaka kelas kamu" jawab peter sembari tersenyum pada kyra
"hmm pantes aja aku baru liat kamu.. eh kaka"ucap kyra tergagap
"panggil aja aku peter santei ko"
"iyaiya" jawab kyra tersipu
"ra sebenernya aku mau jujur soal sesuatu ke kamu, boleh ga?" ucap peter serius
kyra yang sedang tersipu pun terbawa serius, ia mengangguk tanda memberi izin peter untuk membicarakannya
"sebenernya aku udah memperhatikan kamu sejak kamu pindah ke sekolah ini" ucapan peter terhenti karena melihat kyra langsung menundukkan wajahnya
"hmm kamu kenapa?" tanya peter
"aku malu dengernya,, maksud kaka perhatiin aku tu gimana?" ucap kyra yang mulai menatap mata peter
"maksudku.. aku suka kamu dari sejak kamu ada di sekolah ini" jawab peter langsung memalingkan wajah
"..." mereka terdiam
"gimana ra?" tanya peter
"hmm" kyra tampak berfikir namun tak lama ia mengangguk malu
"..." peter terdiam
"aku juga suka peter" jawab kyra pelan
peter tersenyum dan memeluk kyra, namun aneh nya sesaat kyra merasa badan peter sangat dingin ia segera melepas pelukan peter dan bertanya
"kamu sakit?" tanya kyra yang dijawab gelengan oleh peter. kyra tampak khawatir. tak lama peter mengajak kyra kembali
"kayanya kita harus segera kembali ke kelas ra"
"mm iya" jawab kyra lesu
"besok kita ketemu disini lagi ya? jam istirahat" ucap peter yang membuat kyra teringat pernyataan hati peter tadi, ia tersipu lagi dan segera mengangguk menyetujui ajakan peter.
mereka segera kembali ke kelas masing masing
***
sesampainya kyra di kelas, ia bertemu zayn yang terdiam. ia bertanya
"zayn kamu kenapa?"
"..." zayn terdiam tak memberi jawaban.
kyra pun terlihat tak peduli dan segera terduduk di sebelah lia yang mengerjakan tugas.
"zayn kenapa?" tanya kyra pada lia
"mmm itu... aku juga gatau ra" jawab lia singkat
namun kyra merasa ada yang dirahasiakan oleh kedua temannya ini, ia tak pikir panjang dan segera mengerjakan tugas. hari pun segera berlalu dan zayn masi saja tak ingin berbicara pada kyra
***
keesokan harinya sesuai janji kyra pada peter mereka bertemu lagi.. sudah beberapa hari mereka bertemu seperti itu yang membuat mereka tampak lebih dekat.
ada hal yang kyra lupakan, hubungan pertemanannya dengan zayn yang semakin renggang karena terlalu sibuk dengan peter. kyra pun berniat menanyakan kondisi zayn namun, lia menghalang niat itu dan mengajak kyra untuk bicara empat mata.
"apa si ya?" tanya kyra bingung
"ra ini udah lewat seminggu zayn diem aja kaya gitu, emang baiknya kamu juga tau" jawab lia
"tau apaan?"
"kamu harus tau tentang peter, beberapa hari kebelakang zayn bilang kalo kalian makin deket bener kah?" tanya lia
"hmm sebenernya kita mulai pacaran seminggu lalu ya" jawab kyra malu malu
"HA?" Lia terkejut mendengar hal itu
"aduh ya kamu napa si aneh"
"serius ra kamu pacaran?"
"iyaaaaaa"
"emang bener banget aku harus cerita ra"
"cerita soal apa?"
"peter"
"jadi tahun lalu sebelum kamu sama kyra pindah ke sekolah ini, ada tiga orang kaka kelas yang lumayan terkenal di sekolah ini, salah satunya peter. trus ada rumor kalo ka peter di tantang sama anak kelas kita namanya willy karena dia nganggap peter dkk itu mengganggu dengan kepopulerannya itu. suatu hari sekolah membubarkan siswa secara mendadak katanya sih karena guru guru ada keperluan mendadak gitu akupun gatau. tapi keesokan harinya willy dikabarkan pindah sekolah dan peter meninggal. banyak rumor beredar si hari itu mereka berantem abis abisan di belakang sekolah ada juga yang bilang kalau di pertengkaran itu willy memukulkan batu ke kepala ka peter terus ada guru yang lihat jadi semua siswa di bubarkan gitu, oiya kenapa kamu tiba tiba mau ajak ribut peter yang nyatanya dia udah gaada"
"..." kyra terdiam langsung berlari keluar kelas
melihat respon kyra terdiam, lia menambahkan "kalo kamu ga percaya cerita kamu, kamu liat alamat ini" lia memberikan secarik kertas yang bertuliskan alamat
"kamu harus datang kesana" ucap lia yang terbangun berjalan menjauh dari kyra
kyra yang sangat sangat tak memahami kondisi ia berniat untuk mengunjungi alamat itu.
***
sepulang sekolah kira segera mengunjungi tempat itu, sesampainya kyra disana ia terkejut bukan main "gila ya lia mau bercanda ga kaya gini ga lucu banget" namun tak terasa kyra meneteskan air mata karena merasakan perasaan yang tidak enak.
ia tak ingin melanjutkannya lagi, kyra kembali ke sekolah untuk bertemu peter, hari semakin gelap ia tetap berusaha mencari peter. tak lama peter muncul, kyra tak kuasa menahan perasaannya, ia memeluk peter erat.
"jangan tinggalin aku"
"ra?" ucap peter bingung
"aku udah tau semuanya, tapi aku gamau berpisah sama kamu peter" ucap kyra penuh kesedihan.
"maaf ra selama ini aku menutupi semuanya, aku ingin bersamamu dan mungkin ini waktu yang tepat, kamu pun udah tau aku bagaimana"
"engga peter aku gamau, jangan dilanjutkan tolong" mohon kyra yang sudah paham apa yang akan diucapkan peter.
"aku harus pergi, kita beda ra" ucap peter
kyra menangis tak tertahan
"maaf ra" ucap peter pelan
dalam sekejap sosok peter menghilang untuk selamanya.
***
PESAN PENULIS
Pertama tama saya mengucapkan terima kasih banyak bagi teman teman yang sudah membaca karya saya, dan mohon maaf karena tulisan saya masih jauh dari kriteria penulisan yang sempurna.
Mungkin jika teman teman menyukai hasil karya saya mohon untuk melihat atau membaca karya saya yang lainnya. dan mohon untuk memberi saran atau kritik yang membangun
Terima kasih