Untuk ke sekian kali nya aku membuang napas, udara semakin dingin menerpa kulit ku, aku tengah menunggu seseorang yang sudah mengisi hari – hari ku, matahari sebentar lagi akan tenggelam dan aku sudah menunggu nya 3 jam lebih, tidak biasanya dia seperti itu, langit sudah berganti warna jingga. Aku tengah berada di taman dekat kompleks.
Aku sudah beberapa kali menghubungi nya “ Aku mohon angkat Dion. “ Hanya terdengar operator saja, aku bangkit menuju Cafe agar tidak terlalu kedinginan, perlahan tapi pasti. Aku berjalan, mataku menangkap sosok yang sudah lama aku tunggu, tapi kenapa Dion bersama seorang wanita dengan merangkul pinggang nya mesra, aku berlari mendekati nya.
“DION!” Teriak ku keras, Dion berbalik menghadapku terlihat jelas raut wajah kaget nya.
“Dea kamu kenapa di sini?” Tanya Dion padaku, aku menatap ke arah nya penuh dengan kekecewaan.
“Kamu lupa janji kamu Dion! Kamu lupa?! Aku menunggumu 3 jam Dion, 3 jam! Dan kamu asyik – asyik kan sama perempuan ini!” Pekik ku mencurahkan semua kemarahan ku, aku tidak habis pikir pada nya, Dion rela mengingkari janjinya demi perempuan itu.
“Kamu salah paham sayang, sebenarnya........” Ucapnya terpotong ketika perempuan itu menarik lengan Dion.
“Sayang itu siapa kamu sih? Kok aneh banget.” Kata perempuan itu dengan nada manja nya membuat ku merinding.
“Gue pacar nya! Lu yang siapa?!” Bentak ku, aku melirik sekilas pada Dion yang hanya terlihat pasrah.
“Gue tunangannya! Jangan suka ganggu hubungan gue sama Dion!” Seperti tersambar petir, hati ku hancur mendengar penuturannya, Dion selama ini membohongi ku, aku ingin berteriak sekeras mungkin menghilangkan beban ini, aku tidak terima tapi aku bisa berbuat apa?
“Dea, aku minta maaf, sebenarnya aku sudah memiliki tunangan hanya karena bisnis, tapi percaya sama aku, Aku mencintaimu sangat mencintaimu, aku mohon jangan pergi kita sudah menjalin kasih selama 2 tahun bahkan kita bisa melewati rintangan yang ada.” Mohon Dion padaku, disatu sisi aku tidak ingin melepaskan Dion tapi di sisi lain aku merasa kasihan pada perempuan yang sudah mengikat janji pada Dion, aku tidak boleh egois, aku harus memikirkan orang lain, aku bertekat akan mengakhiri hubungan ini.
“Maaf Dion, aku tidak bisa, aku mengikhlaskan mu tapi satu hal yang harus kamu tahu, aku mencintai mu.” Kata ku menahan sesak yang ada di dada ini, aku harus kuat setelah ini aku akan pergi jauh melupakan semuanya dan memulai hidup baru.
“Enggak Dea, aku mohon jangan pergi.” Aku hanya menggeleng mendengar ucapnya yang parau, matanya sudah berkaca – kaca, aku menatap perempuan yang berada di samping Dion.
“Siapa namamu?” Tanya ku pada nya.
“Angel, Angela putri Richard. “ Jawabnya terlihat jelas dari nada bicaranya sangat sombong dan angkuh.
“Aku hanya berpesan padamu jaga Dion, buat Dion bahagia, aku yakin kamu bisa membuatnya nyaman.” Jelas ku padanya sejenak Angel terpaku dengan Ucapanku.
“Pasti.” Jawabnya penuh keyakinan.
“Aku pergi, semoga kalian bisa hidup berbahagia, Dion Jaga Angel baik – baik, lupakan aku, aku juga akan melupakanmu.” Amanat ku padanya setelah itu aku tersenyum sangat tulus walau hati ini benar – benar sakit. Aku sekali lagi melihat Dion untuk terakhir kali nya, aku tidak tahu, aku hanya berdoa pada tuhan “ Jika Dion jodohku maka sekarang kami, jika Dion bukan jodohku jauhkan kami, agar mendapat yang lebih baik.”
“Jangan pergi.” Lirih Dion tapi masih terdengar jelas di telingaku, aku menghiraukan nya lalu berbalik dan melangkah lebar untuk pulang. Untuk 1 kali nya aku gagal menjalin hubungan, hubungan yang ku anggap baik- baik saja ternyata tidak, aku merasa diriku seorang perusak hubungan orang.
Aku menangis tidak peduli tatapan orang terhadapku, 10 menit aku berjalan dengan tangisan yang tidak kunjung henti, aku melangkah masuk ke dalam rumah ku, aku hanya sendiri, orang tua ku berada di Inggris beberapa tahun belakang ini, seperti nya aku harus menyusul mereka dan memulai hidup baru ku.
Hari ini, hari keberangkatan ku, aku sudah berada di bandara Soekarno – hatta seorang diri, sebentar lagi keberangkatan ku, aku menghembuskan nafas menatap sekitar untuk terakhir kali nya aku berada di Indonesia.
“DELIA.” Teriak seorang pemuda memanggil namaku, aku tidak bisa melihat jelas wajahnya terlalu banyak orang berlalu lalang, pemuda itu semakin mendekat, sekejap napas ku seperti tercekat.
“Dion, kamu kenapa di sini?” Tanya ku setelah beberapa detik tidak ada yang memulai pembicaraan.
“Menghalangi mu untuk pergi, aku mohon Dea jangan pergi untuk aku, kamu tahu aku mencintai mu sangat mencintai mu.” Ucapnya padaku dengan menggenggam tanganku.
“ Tidak bisa Dion, maaf kan aku, aku harus pergi.” Ucap ku sambil melepas tangan ku.
“ Aku sudah memutuskan hubungan ku dengan Angel demi kamu Dea.” Seperti ter tampar aku mendengar ucapnya.
“Aku mohon, jangan buat Aku seperti perusak hubungan mu, aku tidak mau dan aku harus pergi sudah ada informasi, jaga diri baik – baik dan ini untukmu baca setelah sampai rumah, aku pergi.” Ucap ku untuk terakhir kali nya, aku tidak mau menangis di hadapannya dan memberikan sepucuk surat untuk nya. Aku harus tegar menerima kenyataan yang ada walau hatiku hancur berkeping – keping.
Only You.
Aku, Delia Levy Carissa Smith.
Untuk Ardion Celo Maxwell.
Hancur, itulah yang dapat menggambarkan hatiku saat ini. Harus menerima kenyataan pahit, yang harus menerima perpisahan. Aku tidak pernah menyesal mengenal dirimu, Seharusnya aku sadar tidak pantas untuk mu.
Dion, maafkan atas kesalahan ku selama ini, seharusnya aku tidak masuk ke dalam kehidupan mu, kamu tahu aku sangat mencintaimu, Terima kasih sudah menemaniku saat aku susah, sedih bahkan bahagia melewati rintangan yang ada.
Andai aku tahu dari awal jika dirimu sudah mempunyai tunangan, aku tidak akan mau Dion. Aku tidak mau menyiksa perasaanku ini saat menerima kenyataan yang ada, hatiku benar – benar sakit, sesak, hancur.
Maafkan aku, aku tidak bisa bertahan tidak bisa mempertahankan hubungan kita. Aku pergi yang masih membawa kenangan kita yang masih tersimpan rapi di otak. Aku percaya cinta sejati, jika kita memang berjodoh pasti tuhan akan mempertemukan kita kembali.
Aku selalu berdoa untukmu semoga diberi kebahagiaan, diberi cinta dan warna kehidupan. Hanya diri mu yang masih aku cintai.
Only You Dion.
Salam manis Dea.
Aku yakin Dion sudah membaca surat ku, Aku harus merelakan nya, aku tidak mau egois, untuk 1 kali nya aku gagal dalam menjalin hubungan, Aku belajar dari ini semua, pasti pertemuan akan ada perpisahan, Aku tidak menyesal mengenal Dion tapi aku menyesal telah masuk kedalam kehidupan mu dion.
Inilah kisahku yang berakhir dengan rasa sakit.
Aku percaya akan cinta sejati, sejauh apapun tuhan memisahkan kita jika kita berjodoh pasti tuhan akan mempertemukan kita kembali.