Dingin nya angin dan tebalnya kabut menjadi pendamping setia mengawali rutinitas pagiku, melangkah di antara pepohonan Pinus dan lembah menjadi hal yang tak asing bagi kami penduduk desa CIKAHURIP.
Ditengah kesederhanaan hidup yg berbanding terbalik dengan kehidupan kota, menuntut ku untuk lebih bersyukur dengan keadaan. namun layaknya anak muda pada umumnya yang penuh dengan Mimpi dan ambisi, serta keinginan akan lebih baik dalam hidup menjadi api semangat dalam memperjuangkannya.
Memang tidak dapat di pungkiri ketika doa dan kerja keras, serta kejujuran dapat merubah roda kehidupan,. bak ketiban duren runtuh. hidupku berubah ketika ketidak sengajaan ku bertemu sekelompok pendaki dari kota yang mampir ke desaku, dengan tujuan untuk mengenalkan dan mengembangkan potensi sumberdaya baik manusia maupun alamnya, serta bagaimana cara pengelolaan yang baik tanpa meruk alam. dengan hasil pertanian yg subur. serta keindahan panorama alam yang asri, mereka mengajarkan kepada kami penduduk desa penggelolaan yang sangat baik.
Tidak terasa sudah enam bulan sejak kedatangan para pendaki, desa kami mulai menampakkan perubahan yang baik, dengan semangat gotong royong dan keinginan untuk dapat hidup lebih baik, kami saling menyemangati dan membantu tanpa ada rasa ingin menang sendiri. hingga kami terbentur sebuah masalah yang cukup serius, yaitu keterbatasan dana yg sangat besar. segala upaya telah kami coba, namun dana yg kami peroleh masih kurang.
Ke ajaiban Memang tidak ada yang tau. ketika saya melakukan rutinitas berkebun seperti biasanya, tidak sengaja cangkulku mengenai sebuah bongkahan batu yang cukup besar, dengan ukuran sebesar helm motor dan cukup berat, dengan tampilan luar nya yang kotor dan jelek namun akhirnya batu tersebut berhasil saya pindahkan ke pinggir pematang, rasa bingung dan penasaran mulai menjalar di benak saya, minimnya pengetahuan yang saya miliki menjadikan saya memberanikan diri bertanya pada para pendaki dari kota mengenai penemuan batu yang saya peroleh tersebut.
Setelah menjelaskan, saya dan para pendaki bergegas pergi menuju kebun saya , setelah di cek dan dibelah alangkah terkejutnya kami bahwa batu jelek yang saya temukan merupakan sebuah bongkahan batu permata jenis zamrud hijau dengan kualitas tinggi. dan berdasarkan harga pasaran dunia mencapai 200 miliar lebih.
rasa senang bercampur bingung terlihat jelas di wajah saya , apa yang harus saya lakukan dengan uang sebanyak itu? itu yg ada d benak saya .. namun tiba tiba saya teringat akan masalahmu kekurangan dana pembanguna kemajuan desa yang kami alami. meski ada pro dan kontra dalam pikiran saya namun hati nurani saya lebih memilih untuk menyumbangkan demi kemajuan dan kesejahteraan desa kami serta kehidupan yang lebih baik bagi anak cucu kami.