Gibranesta rayansakha. Lelaki dengan pahatan wajah yang sempurna. Rahang tegas, hidung mancung, juga tak lupa kulit yang putih. Kamu satu-satunya lelaki yang berhasil membuatku jatuh cinta di antara ribuan banyaknya laki-laki. Akan tetapi disaat aku sudah mulai menyayangimu dan menaruh hati padamu kenapa engkau pergi? Apakah sebegitu menariknya kehidupan di alam lain sehingga engkau meninggalkan ku sendiri disini? Jika aku tahu engkau akan meninggalkanku seperti ini maka aku akan meminta kepada Tuhan agar kita tidak pernah dipertemukan. Takdir yang hanya memainkan perasaan kita. Di saat 7 hari kematianmu aku masih bersedih memandangi kamar milikmu. Akan tetapi suara Parau seseorang menyadarkan lamunanku. " jangan menangis, aku ada disini, tidak apa-apa, oke" suara seseorang itu seperti kukenal, ya suara siapa lagi jika bukan suara Gibran. Seseorang yang yang telah pergi meninggalkanku sendiri disini. Aku pikir ini hanya khayalan ku karena aku rindu dengan Gibran. Namun saat Aku menoleh kebelakang ternyata itu benar-benar Gibran, Gibran ada di sini ternyata dia menepati janjinya, janji bahwa dia tidak akan meninggalkanku sendiri di dunia yang penuh dengan kegelapan ini. Akan tetapi saat aku ingin memeluk Gibran ternyata itu hanyalah angin. Lalu aku bingung ,dia memang benar-benar Gibran. akan tetapi, kenapa dia tidak bisa disentuh dan dipeluk? Apakah ah dia arwah Gibran? Aku pernah membaca di novel-novel jika ada arwah yang bergentayangan di sekitar kita maka sebenarnya orang yang sudah meninggal itu masih ada urusan di dunia yang belum diselesaikan nya. Lalu apa Masalah Gibran di dunia? Bukankah Gibran itu anak yang baik sopan menghormati orang tua tidak pernah terlambat dan ya Gibran adalah orang yang sempurna. Lalu aku pun mencoba bertanya kepada Gibran" Gibran aku pernah membaca di novel-novel jika ada arwah yang bergentayangan berarti dia itu belum menyelesaikan Urusannya di dunia. Dan jika memang betul mitosnya seperti itu apa masalahmu? Sebenarnya Apa masalah yang belum terselesaikan di dunia ini Gibran?" Tanyaku kepada Gibran. Lalu tanpa kusadari setetes cairan bening berhasil turun membasahi pipiku. Aku mencoba bersikap kuat dan tegar di hadapan arwah Gibran, akan tetapi saat aku memandang lekat mata elang milik Gibran runtuh sudah pertahananku. Lalu Gibran pun menjawab" ya mitos yang beredar memang benar. Aku memang mempunyai masalah di dunia yang belum terselesaikan. Dan sumber masalah itu adalah kamu. Anantasya Gabriela vieska. Pada waktu itu aku ingin memberikan sebuket bunga kepadamu. Setelah aku pergi dari toko bunga tersebut aku mengendarai motor ku ke rumahmu. Akan tetapi ketika aku sedang melaju di jalan lampu merah ada sebuah truk yang mungkin remnya blong. Sehingga truk itu menabrak motorku dan beberapa pengendara lainnya. Hari itu aku ingin menjadikanmu sebagai kekasihku, akan tetapi takdir berkata lain. Kita hanyalah sepasang insan biasa yang diciptakan di dunia hanya untuk merasakan seribu luka. Kata bahagia hanya terukir dalam kisah namun tidak dengan kenyataan. Tapi kamu harus tahu, kalau aku juga sayang kamu, jadi satu kalimat yang aku mau sampein sama kamu dari dulu adalah ..
........ I love you" dan pada saat itu juga aku lihat arwah Gibran menangis, mungkin menangisi segala kebodohan yang telah dilakukannya. Takdir memang mempermainkan perasaan kami berdua. Di saat kami saling jatuh cinta akan tetapi tidak berani mengungkapkan rasa. Yang sekarang hanya tersisa penyesalan. Aku berharap di luar sana tidak ada Gibran yang nasibnya seperti Gibranesta rayanshaka. Lalu setelah arwah Gibran menyatakan perasaannya padaku aku sedikit demi sedikit wujud arwah itu menghilang. Dan sebelum arwah itu menghilang sempurna aku pun juga mengatakan" I love you too Gibran" lalu arwah Gibran tersenyum dan dan Sedetik kemudian menghilang dari pandanganku. Setelah kejadian itu aku menangis tersedu-sedu. Menangisi segala kebodohan yang telah kulakukan. Seharusnya aku tidak pernah menyia-nyiakan waktu yang ada. Jika waktu itu tidak ada kata gengsi maka sudah pasti aku dan Gibran Sekarang bahagia bersama. Namun takdir berkata lain. Jadi di nikmati setiap rasa yang ada sebelum rasa itu menghilang dengan sendirinya. waktu tidak akan bisa diulang kembali. Jangan pernah menyia-nyiakan orang yang dengan tulus menyayangi kamu. karena rasa sesal itu selalu berada di akhir. Penyesalan memang tiada habisnya. segala kesalahan kebodohan dan kedustaan akan muncul dengan sendirinya saat orang itu sudah sudah pergi dari kehidupan kita.
lalu setelah hari itu itu aku bertemu berapa kali dengan arwah Gibran. kita sering berbicara curhat dan lain-lain. tiba-tiba temanku ,seorang indigo berkata" Penyesalan memang selalu di akhir. Akan tetapi cinta berbeda dunia memang tidak mudah. seharusnya Gibran sudah menyeberang ke alamnya. alam yang seharusnya ditempati oleh arwah-arwah. akan tetapi Gibran tidak bisa menyeberang ke sana. karena orang yang Gibran Sayang belum mengikhlaskan kepergian nya. ikhlaskanlah Gibran, karena di sini bukanlah tempat yang tepat untuk Gibran. dan jika satu minggu kedepan Gibran belum menyeberang ke alam arwah arwah berada, maka dia akan selamanya terjebak di dunia manusia dan dia tidak akan bisa kembali ke sana." ucap temanku
Lalu akupun mencoba mengiklaskan Gibran. tiga hari setelah temanku memberitahuku dan menyarankanku untuk mengiklaskan Gibran aku sudah mulai bisa mengikhlaskan Gibran. hari ini ini dan malam ini ada gerhana bulan. saat aku akan tidur tiba-tiba arah Gibran pun datang. dan arwah Gibran mengatakan" sampai jumpa di kehidupan yang akan datang. Semoga di kehidupan yang akan datang kita tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. and Love yourself. karena itu Aini yang mencintai kamu akan pergi dari hadapan mu. walaupun suatu saat nanti kamu mencintai seorang pria yang lebih baik dari aku, tetapi tidak denganku. aku akan selalu menjadi Gibran nya kamu. and we love forever" ucapan Gibran ada benarnya. Semoga di kehidupan yang akan datang aku tidak mengulangi kebodohan yang telah aku lakukan. ya itu mengungkapkan rasa pada orang yang ku sukai. dan aku juga berharap semoga di kehidupan yang akan datang yang aku dan Gibran bisa bersama-sama dan memiliki keluarga kecil yang bahagia. manusia diciptakan di dunia untuk merasakan segala suka dan duka. meliputi cinta dan rasa yang ada. Tentang Rasa Bahagia rasa duka dan rasa cinta. aku memanglah bukan penulis yang handal. karena Gibran pernah berkata jika Gibran menyukai seseorang perempuan yang berprofesi sebagai guru. dan tidak terasa 4 tahun sudah Gibran meninggalkanku. aku bisa mengikhlaskan Gibran, bukan berarti melupakan Gibran. rasa ini terus tumbuh dan terus berkembang dengan berjalannya waktu. walaupun aku sudah berusaha melupakan Gibran, tetapi hatiku selalu menolak untuk melupakannya. dan terima kasih untuk Gibran seorang laki-laki yang berhasil menjadi First Love ku.