Keysha Kelyantra, seorang gadis yang berasal dari kota dan memiliki kekasih penghisap darah sejak dia dan teman-temannya nyasar ke hutan terlarang.
******
Pagi itu, cuacanya sangat cerah, setelah hujan yang begitu deras membuat pagi itu semakin sejuk. Di sebuah kamar ada seorang gadis tengah bersiap untuk kesekolah, dia menyisir rambutnya hingga rapi dan memoleskan sedikit bedak dan liptint di bibir mungil.
Begitu ia selesai, gadis yang biasa dipanggil Keysha itupun keluar dari kamarnya, begitu sampai di luar kamar ternyata kakaknya yang bernama Vikri telah menunggu dia.
“Lama banget!.” protes sang kakak.
“Hehe sorry, namanya juga anak cewek kak.” ucap Keysha sambil cengengesan.
“Yuk kebawa, papa dan mama udah nungguin kita.” lalu dibalas anggukan oleh sang adik.
Mereka berjalan menuruni anak tangga satu persatu dan akhirnya sampai di bawa dan berakhir di meja makan, ternyata benar apa yang dikatakan oleh kakaknya, orang tua mereka telah menunggu di meja makan.
“Pagi ma pa!.” sapa mereka serentak.
“Pagi juga, oh ya Keysha. hari ini papa nggak bisa anterin kamu, kamu bareng sama kakak aja ya.” ucap tuan Vano, ayah Keysha dan Vikri.
“Gapapakan sayang, soalnya papa ada miteeng mendadak.” timpal Nyonya Kely, mama Keysha dan Vikri.
“Gapapa kok, lagian sekolah kak Vikri, kan. satu arah dengan sekolah Keysha,” ucap Keysha dengan tersenyum.
“Yaudah, papa duluan ya.”
“Iya, pa!.” ucap Keysha dan Vikri serentak.
Lalu tuan Vano meninggalkan meja makan diikuti oleh nyonya Kely, dimeja makan hanya ada Keysha dan Vikri.
“Kak, hari ini Keysha ada kelas tambahan. karena nilai ujian yang kemarin kurang memuaskan,” ucap Keysha.
“Kamu dapet nilai berapa?,” tanya Vikri.
“95,” jawab Keysha.
“Tapi nilai kamu tinggi, kenapa hasil nilai kurang memuaskan?.” tanya Vikri lagi.
“Cuma Keysha yang nilainya tinggi kak, yang lain pada rendah. jadi kata kepala sekolah nggak seimbang, dan akhirnya ada kelas tambahan lalu ujian untuk yang kedua kalinya.” jawab Keysha menjelaskan.
“Baiklah, nanti selepas pulang sekolah. kakak tunggu kamu di gerbang sekolah,” balas Vikri lalu dibalas anggukan oleh Keysha.
Setelah selesai makan Keysha dan Vikri meninggalkan meja makan dan menghampiri nyonya Kely yang sedang duduk disofa ruang tamu.
“Ma, kita berangkat ya. Keysha hampir terlambat nih,” ucap Keysha.
“Baiklah, hati-hati dijalan ya. jaga adikmu Vikri,” pesan nyonya Kely.
“Siap ma, kita berangkat.” ucap Vikri.
“Keysha, Vikri. ini uang jajan kalian,” ucap nyonya Kely sambil menyerah dua lembar uang kertas berwarna merah.
“Makasih ma, kita berangkat sekarang!.” ucap mereka serentak.
Mereka berdua keluar dari rumah, lalu Vikri ke garasi mengambil mobil Ferarri kesayangannya, sedangkan Keysha menunggu di gerbang, begitu mobil berada di depannya.
Keysha langsung membuka pintu mobil dan masuk ke dalam, Vikri mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, setelah 10 menit. mereka pun sampai di gerbang sekolah Keysha, sebelum turun dari mobil.
Vikri memberikan uang jajan yang tadi diberikan oleh nyonya Kely padanya.
“Ini, jangan dihabiskan ya. dan kalo ada apa-apa, langsung telpon kakak.” pesan Vikri.
“Siap kak, yaudah. Keysha masuk duluan ya,”
Vikri hanya mengangguk, setelah Keysha menghilang dari balik gerbang. Vikri melajukan mobilnya menuju sekolahnya dengan kecepatan tinggi.
Hanya beberapa menit saja, Vikri telah sampai di sekolahnya, dia segera memasuki gerbang sekolah dan memarkirkan mobilnya. setelah itu dia berkumpul dengan gangnya, karena kelasnya sedang ada jam kosong.
Sedangkan di sekolah Keysha, ada murid baru, cowok tampan yang memakai jaket hitam, menutup setengah wajahnya menggunakan topi. dia melewati beberapa kelas menuju ke ruangan kepala sekolah, disepanjang perjalanan banyak sekali siswa cewek berteriak heboh melihat ketampanan pemuda tersebut.
Dan saat melewati kelas Keysha, dia tidak sengaja menabrak Keysha yang akan masuk kelas, bukan kesalahan pemuda itu tapi Keysha yang salah karena berlari-lari takut guru keburu masuk.
Bruk!
“Maaf kak, maaf. Keysha nggak sengaja, soalnya Keysha buru-buru.” ucap Keysha, lalu dia membantu pemuda itu berdiri.
“Nggak apa-apa, lain kali kalo emang terburu-buru. lihat-lihat jalan juga,” ucap pemuda itu dengan dingin.
“Sekali lagi, maaf ya kak.” karena takut akhirnya dia lebih memilih nunduk.
Pemuda tadi menghembuskan nafasnya pelan, lalu bertanya pada Keysha.
“Aku mau tanya, dimana ruangan kepala sekolah?.”
“Ruangan kepala sekolah tidak jauh lagi kok, kak. kakak lurus aja dari sini lalu belok kiri lalu lurus aja, nanti ada tulisan di atas pintu. itu ruangan kepala sekolah,” jelas Keysha.
“Bisa kamu antarkan aku?,” tanyanya lagi.
“Bisa kak, mari aku antar.” Keysha berjalan lebih dulu, sedang pemuda tadi mengikuti dari belakang.
Dia terus memperhatikan setiap langkah Keysha, sehingga ia tidak sadar, kalau Keysha sudah berhenti berjalan karena telah sampai di ruangan kepala sekolah. karena terlalu serius memperhatikan Keysha, akhirnya dia menabrak Keysha yang berada di depannya.
Keysha hampir terjatuh, tapi untungnya pemuda itu langsung meraih pinggang Keysha dan membawa gadis itu dalam pelukannya.
Wajah mereka saling bertemu dengan jarak yang cukup dekat, Keysha terpanah melihat bola mata pemuda itu berwarna merah, cukup lama mereka dalam posisi itu. dan akhirnya Keysha memalingkan wajahnya karena tidak tahan terus-terusan di tatap oleh pemuda itu.
“Aku duluan ya kak,”
Saat Keysha hendak pergi, pemuda tadi langsung mencekal pergelangan tangan Keysha.
“Siapa namamu?,” tanyanya.
“Keysha,” setelah mengucapkan namanya, Keysha melepaskan genggaman tangan pemuda tadi di pergelangan tangannya.
“Keysha, nama yang indah.” lirihnya, sambil tersenyum tipis.
Dia segera memasuki ruangan kepala sekolah.
Sedangkan Keysha, gadis itu tengah melamun mengingat kejadian beberapa menit yang lalu, dia benar-benar terpanah melihat ketampanan pemuda yang dia tabrak dan ditabrak gantian.
“Aaaa, Keysha. apa yang terjadi pada dirimu,”
dia memukul kepalanya sendiri, lalu sedikit meringis karena sakit, kemudian kembali melamun dan tersenyum sendiri seperti orang yang sudah tidak waras.
Tak lama kemudian, sahabat terbaik Keysha datang, dia bernama Sarita. biasa dipanggil Sari.
“DORR!!. hayo ngelamunin apa tuh?,” selidik Sari.
“Apaan sih, nggak ada kali.”
Keysha langsung membuka buku novel kesayangannya.
“Oh ya, katanya ada murid baru ya. dan juga katanya murid barunya itu cogan, bener ya Key?.“ tanya Sari dengan penasaran yang tingkat dewa.
Keysha hanya mengangguk tanpa berkata atau melihat sahabatnya yang sedikit error itu.
“Wah!. sepertinya akan cogan baru di sekolah kita!.” teriak Sari heboh sendiri.
mendengar teriakan Sari yanti begitu melengking, membuat Keysha terpaksa menutup telinga, jika tidak gendang telinga Keysha bisa pecah dibuat tuh sahabatnya yang tidak berakhlaq.
“Sar, bisa nggak sih nggak usah teriak-teriak. aku selotip juga tuh mulut!.” ucap Keysha dengan galak.
“Hehehe, sorry. gue semangat banget soalnya,” ucap Sari sambil cengegesan.
“Key, hari ini adalah pelajaran apa?.” tanya Sari yanti sudah puas dengan kehebohannya.
“Aku nggak tau, tapi setelah pulang sekolah kita ada pelajaran tambahan.” jelas Keysha.
“Semua kelas?,” tanya Sari lagi.
“Nggak, hanya kelas kita. karena yang nilainya tertinggi hanya kita dan beberapa orang saja, sedangkan yang lain rendah. jadi setelah pelajaran tambahan beberapa minggu, ujian kedua kalinya pun dimulai lagi.” jelas Keysha panjang lebar.
Sari menarik nafasnya dan mengeluarkannya dengan kasar.
“Capek, Key.” keluh Sari, lalu dia bersandar di pundak Keysha.
“Sabar, namanya juga sekolah, harus banyak bersabar dan harus semangat.” ucap Keysha menyemangati sahabatnya itu.
Beberapa menit kemudian, bell masuk telah berbunyi, keadaan kelas yang tadinya ribu sekarang menjadi sunyi karena guru akan segera memasuki kelas mereka.
Satuu menit kemudian, guru pun masuk bersama seseorang di belakangnya, Keysha langsung mengenali seseorang yang ada di belakang guru.
‘Bukankah, itu cowok yang tadi’ batin Keysha.
“Anak-anak, hari ini kalian memiliki teman baru, silahkan perkenalkan diri kamu.”
“Perkenalkan, namaku Geovandra.”
Hanya itu yang dia katakan, dan itupun sangat dingin.
Bu guru itu sedikit terkejut karena hanya itu yang dikatakan oleh murid barunya, kemudian bu guru itu menyuruh Geovandra untuk duduk di sebelah Melly, cewek yang terkenal dengan kecentilannya.
Dia juga sangat suka membully para murid yang kurang mampu, karena sekolah itu adalah sekolah elit, murid yang tidak sederhana bisa sekolah disekolah itu karena dia memiliki beasiswa.
“Aaa, Geovandra. dia sekarang milikku, tidak ada yang boleh memilikinya.” ucap Melly sambil menatap sinis Keysha.
Karena Keysha adalah saingan terberat bagi Melly, padahal Keysha tidak menganggap Melly sebagai saingannya, Keysha menganggap Melly terlalu berlebihan. sejujurnya banyak yang naksir Keysha, namun Keysha menolak mereka.
Karena Keysha masih ingin fokus pada sekolahnya, dan jika ada yang berbuat macam-macam pada Keysha, siap-siap dilaporkan ke kepala sekolah dan di keluarkan dari sekolah tersebut, karena kepala sekolah itu masih paman Keysha. adik dari papa, nya.
Keysha menggelengkan kepalanya melihat tingkah Melly yang sudah berlebihan.
“Melly!. jaga kesopanan kamu, ini disekolah!.” bentak bu guru itu.
“Maaf bu,” ucap Melly seperti tidak ada niatan untuk mengucapkan permintaan maaf.
Dan pelajaran pun dimulai, semuanya pada fokus dengan bu guru ucapkan, tapi tidak untuk Geovandra. dia lebih fokus melihat Keysha dari jarak jauh, dari jarak dekat saja dia cantik apalagi dari jarak yang jauh.
Setelah 1 jam guru menjelaskan materi, akhirnya bell istirahat pun berbunyi, para siswa dan siswi pada berhamburan ke tempat yang mereka suka, seperti kantin lapangan bola taman belakang sekolah dan lain lagi.
Sedangkan Keysha, dia masih sibuk dengan novel yang ada di tangannya.
“Key, aku mau ke kantin. kamu mau nitip apa?,” tanya Sari.
“Huem, roti bakar aja. sama minum kesukaan ku,” jawab Keysha.
“Okey, roti bakarnya beli berapa?.”
“Berhubung aku laper, jadi beli 15 ya.”
“Okey, memang anak orang kaya.” ejek Sari, karena melihat uang Keysha yang begitu besar.
“He!.” Keysha langsung melototi sahabatnya yang mulai lagi gilanya itu.
Sekarang, tinggallah Keysha sendiri, sedangkan yang lain entah pada kemana, Geovandra pergi entah kemana bersama dengan cewek centilnya minta ampun, dia memasangkan earphones di telinganya lalu kembali membaca buku novel.
Baru 5 menit ditinggal oleh Sari, Keysha merasakan ada seseorang sedang memegang pundaknya, Keysha segera berbalik badan dan terkejut melihat Geovandra telah berada di belakangnya.
“Geo!. bikin kaget aja,” ucap Keysha sambil memegang dadanya dan mengatur nafas agar detak jantungmu berdetak dengan normal lagi.
“Maaf, oh ya. ini sebagai permintaan maafku,” Geo memberikan sebuah cup icecream pada Keysha.
“Ini, untukku?.” tanya Keysha.
Lalu dibalas anggukan oleh Geo.
“Makasih ya,”
“Iya, aku yang seharusnya makasih. karena kamu aku tau dimana ruangan kepala sekolah,”
Keysha hanya mengangguk, dia memakan icecream itu dengan lahap, kemudian Keysha menatap Geo yang sedang melihatnya sembari tersenyum, lalu Geo mengambil sesuatu dari tas nya. ternyata Geo mengambil tissu, Dia membersihkan icecream yang belepotan di sekitar bibir Keysha.
“Kamu nggak mau?,” tanya Keysha.
Geo pun menggelengkan kepalanya.
“Nggak, buat kamu aja.”
“Baiklah,”
Beberapa menit kemudian, Sari pun datang dengan membawa pesanan Keysha, dia datang dengan tergesa-gesa.
“Key, ada berita baru nih.” ucap Sari.
“Berita apaan?,” tanya Keysha sambil memakan roti bakarnya.
“Tadi, saat kita semua masih ada di kelas, kamu tau Lita?.” tanya Sari.
“Gadis yang terpintar di kelas sebelahkan,” tebak Keysha.
“Yap, bener. tadi dia ditemui oleh bu guru terbaring lemah di pintu toilet, dan saat di periksa ada dua bintik merah di lehernya. lalu dia seperti kekurangan darah, karena seluruh tubuhnya pucet banget.” jelas Sari.
Keysha pun melenggong mendengar cerita Sari.
“Kok bisa?,” tanya Keysha tidak percaya.
“Entahlah,” jawab Sari.
Hening, tidak ada lagi suara di antara mereka bertiga, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing, kecuali Geo. karena dia sudah tau siapa pelaku yang sudah membuat Lita menjadi seperti itu.
“Key, sebelumnya belum ada yang seperti inikan?.” tanya Sari.
“Tidak, sebelumnya tidak ada yang seperti ini. sangat aneh juga ganjil,” Keysha nampak berfikir keras, apa yang terjadi.
“Sekarang, Lita dimana?.” tanya Keysha.
“Udah dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya,” jawab Sari.
“Setelah pulang sekolah, kita jenguk dia ya.” ajak Keysha.
Sari menganggukkan kepalanya kecuali Geo.
“Kamu nggak ikut?,” tanya Keysha.
“Kalian aja, aku paling tidak suka rumah sakit. karena bau obat-obatan,” jawab Geo beralasan.
“Baiklah,” ucap mereka berdua serentak.
‘Aku suka kau Keysha, rasa penasaranmu sangatlah kuat, aku suka itu’ batin Geo yang terus menatap Keysha tanpa berkedip.
Satu jam setengah berlalu begitu saja, akhirnya kelas Keysha usai, mereka semua bergegas keluar dari kelas dan pulang ke rumah masing-masing, Keysha menuruni tangga dan menuju gerbang sekolah. karena kelas Keysha berada di lantai dua, jadi dia harus naik turun tangga.
Karena itulah, Keysha tidak ingin keluar dari kelas, kecuali ke toilet, jika jajan dia bisa titip pada Sari atau pada teman sekelasnya.
Di depan gerbang sekolah, sudah ada Vikri yang menunnggunya sejam yang lalu, Keysha melihat Sari sudah dijemput juga oleh papa nya, akhirnya Keysha masuk ke mobil Vikri.
“Kak, kita kerumah sakit ya.” pinta Keysha.
“Ngapain?,” tanya Vikri penasaran.
“Mau jenguk Lita, tadi dia nggak sadarkan diri di toilet, kata Sari dia seperti kekurangan banyak darah karena terlihat sangat pucat.” jelas Keysha.
“Baiklah, kalau gitu kamu kirimkan pesan ke mama kalau kita akan pulang terlambat karena menjenguk teman kamu.” ucap Vikri.
“Baik kak,”
Keysha langsung mengambil ponselnya yang berada di tas.
@Anda
(Ma, aku dan kakak akan pulang terlambat, karena aku dan kakak mau jenguk temanku, dia masuk rumah sakit)
@Mama
(Yaudah, tapi jangan pulang sampai malam, sebelum papa pulang, kalian harus pulang terlebih dahulu)
@Anda
(Oke ma)
Setelah mengirimkan pesan, Keysha kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas, dia menatap keluar jendela mobil.
Vikri menatap sekilas Keysha yang melihat keluar jendela mobil, dia kemudian teringat dengan seorang pemuda yang turun bersamanya dan sahabatnya Sari.
“Keysha, kakak mau tanya?.”
“Tanya apa kak?,”
“Siapa cowok yang ada dibelakang kamu dan Sari tadi?,”
“Oh, dia. dia adalah murid baru, dia teman satu kelas dengan Keysha dan Sari. memangnya kenapa kak?,”
“Nggak, gapapa.”
Keysha pun hanya menganggukkan kepalanya.
‘kenapa aku merasa, cowok tadi aneh ya. dia seperti menghindari sinar matahari, ini harus diselidiki’ batin Vikri.
Beberapa menit kemudian, mobil Vikri telah terparkir di depan rumah sakit, Keysha turun dan langsung masuk ke dalam diikuti oleh Vikri, dia segera bertanya pada perawat dimana ruangan temannya, si perawat langsung memberitahu. setelah diberi tau, Keysha langsung menuju ruangan Lita.
begitu sampai di depan ruangan Lita, Keysha melihat keluarga Lita sedang menunggu di luar ruangan.
“Tante, bagaimana keadaan Lita?.” tanya Keysha.
“Lita kekurangan banyak darah, entah apa yang terjadi pada Lita. tante tidak tau, apakah nak Keysha tau.”
Keysha pun menggelengkan kepalanya.
“Keysha juga tidak tau tan, karena Keysha tidak keluar dari kelas.”
“Berdoa saja, semoga Lita baik-baik saja.” ucap Vikri memegang kedua pundak Keysha.
Lalu dibalas anggukan oleh Keysha, kemudian. Keysha duduk disebelah ibu Lita.
Setelah 30 akhirnya dokter keluar dari ruangan Lita.
“Dokter, bagaimana keadaan anak saya.”
“Anak ibu sudah kembali pulih, hanya saja masih lemah, tapi bagaimana bisa anak ibu kehilangan begitu banyak darah, sedangkan tidak ada luka atau sayatan yang cukup dalam dan dapat menyebabkan kehilangan banyak darah.”
“Saya tidak tau dok, karena saat itu Lita sedang berada di sekolah.”
“Apakah teman pasien tau?,”
Keysha hanya menggelengkan kepalanya, karena dia benar-benar tidak tau apa yang terjadi.
“Jika begitu, saya permisi.”
Dokter berlalu meninggalkan mereka.
“Tante, boleh aku melihat Lita?.” tanya Keysha.
“Boleh kok,”
Keysha memasuki ruangan dengan perlahan, dia melihat Lita yang terbaring lemah dan tidak sadarkan diri, dia duduk di sebelah brankar Lita, lalu dia teringat tentang bintik merah yang ada di leher Lita, Keysha segera melihat leher Lita yang sebelah kiri.
Ternyata benar, ada dua bintik merah disana, perlahan Keysha mengulurkan tangannya dan menyentuh kedua bintik itu menggunakan jari telunjuk dan jari tengahnnya.
Dan sekelebat bayangan muncul di kepala Keysha, dia bisa melihat seseorang mengigit leher kita dari belakang saat Lita sedang mencuci tangannya, dia tidak bisa melihat orang itu dengan jelas. Keysha segera menarik tangannya dan memegang kepalanya yang terasa berdenyut.
Keysha lebih memilih keluar dari ruangan sambil memegang kepalanya, sesampainya diluar Vikri langsung menghampiri Keysha karena adiknya itu berjalan dengan sempoyongan.
“Keysha, ada apa?,” tanya Vikri.
“Keysha ingin pulang,”
Bukannya menjawab, Keysha meminta pada Vikri untuk pulang.
“Baiklah, om tante kami pulang.” ucap Vikri berpamitan pada kedua orang Lita.
Mereka berdua menganggukkan kepala, dan menatap Keysha dengan kebingungan.
Vikri segera membuka pintu mobil, setelah Keysha masuk ke mobil, dia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai dirumah.
“Keysha, kamu kenapa?,” tanya Vikri cemas.
“Nanti, setelah sampai rumah. Keysha ceritain.”
tak membutuhkan waktu lama, mobil Vikri telah sampai di depan rumah megah mereka, Vikri segera memasukan mobilnya ke garasi ketika pak satpam telah membuka gerbangnya, Vikri turun dari mobil dengan terburu-buru dan langsung menggendong Keysha.
“Ma, kami pulang!.” teriak Vikri.
“Kalian sudah pulang, lho Vikri. Keysha kenapa?,” tanya nyonya Kely.
“Keysha kenapa Vikri?,” tanya tuan Vano juga.
“Vikri juga tidak tau, tadi Keysha melihat Lita yang belum sadar, tapi saat keluar. Keysha sudah menjadi seperti ini,” ujar Vikri.
“Keysha, kamu kenapa sayang?,” tanya nyonya Kely menatap cemas putrinya itu.
Karena wajah Keysha sudah pucat.
“Tadi, Keysha melihat ada dua bintik merah dileher Lita, Keysha menyentuh kedua bintik itu menggunakan kedua jari Keysha, tapi tiba-tiba saja sebuah bayangan muncul di kepala Keysha, bayangan dimana Lita yang sedang mencuci tangan tengah di gigit seseorang dari belakang.” mendengar penjelasan dari Keysha, mereka semua terdiam.
“Masa iya, ada vampire di jaman sekarang.” ucap Vikri yang akhirnya membuka suara.
“Tapi, bukankah vampire itu hanya mahluk mitologi, dan jika pun mereka ada, mereka hanya ada di hutan terlarang.” ujar Keysha.
Vikri menggelengkan pelan.
Lalu dia teringat dengan teman sekelas Keysha, Vikri curiga kalau Geo bukanlah manusia, karena dengan cara dia menghindari sinar matahari sangatlah aneh.
‘apakah, teman sekelas Keysha, anak baru itu adalah vampire' batin Vikri.
*******
Seminggu telah berlalu, sejak Geo datang, ada saja laporan tentang siswa yang lemas karena kehilangan banyak darah, dan kadang ada siswi yang meninggal karena kehilangan darah.
Ini membuat kecurigaan Vikri terhadap Geo semakin kuat, kalau Geo bukanlah manusia melainkan vampire, pada suatu hari Vikri mengatakan pada Keysha, kalau Keysha harus membawa bawang putih.
Awalnya Keysha bingung, tapi ia teringat saat dia memergoki Geo di toilet, dia sedang bersama dengan siswa cewek, dia kelihatan ketakutan dan di bibir Geo ada sedikit cairan berwarna merah, Keysha mulai curiga pada Geo.
Kalau Geo bukanlah manusia melainkan vampire, akhirnya dia membawa bawang, saat itu seperti biasa ketika jam istirahat tiba, Keysha lebih memilih untuk berada di kelas, tiba-tiba saja Geo datang dari arah belakang, sedangkan tadi jelas-jelas Keysha melihat kalau Geo telah keluar dari kelas.
bagaimana bisa cowok itu berada di belakangnya, Geo duduk di kursi Sari, sedangkan gadis itu pergi ke kantin untuk membeli makanan Keysha, Keysha mengeluarkan bawang putih dari dalam tasnya tanpa sepengetahuan Geo, tiba-tiba saja dengan sengaja Keysha menjatuhkan bawang putih tersebut.
Geo membulatkan matanya, dan menjauhi Keysha yang sedang mengambil bawang putih itu.
“Kenapa kamu membawa bawang putih?,” tanya Geo sedikit ketakutan.
“Tidak tau, mungkin pembantu aku tidak sengaja menjatuhkan bawang putih ke dalam tas ku, jadi kebawa deh sampe sekolah.” jawab Keysha berbohong.
“Kamu kenapa sih, kayak takut gitu sama bawang putih.” ucap Keysha.
“Eh, huem. tidak, tidak kok. aku hanya, hanya alergi pada bawang putih.” ucap Geo gugup.
Keysha hanya mengangguk, lalu Geo meninggalkan Keysha pergi entah kemana.
“Apa bener, Geo vampire. jika bukan vampire, kenapa dia harus takut begitu. dia bilang dia alergi, masak dia alergi bawang putih.” gumam Keysha.
Karena penasaran, akhirnya Keysha memutuskan untuk mengikuti Geo, cowok tadi pergi ke taman belakang sekolah, taman belakang sekolah memang sepi tidak semua orang suka ditaman belakang.
Keysha bersembunyi di balik pohon yang besar, lalu mengawasi Geo yang sepertinya sedang duduk bersama seseorang, dia seorang gadis. dan gadis itu adalah Melly.
Mata Keysha membulat melihat Geo sedang mengigit leher Melly dan menghisap darah gadis itu, sedangkan Melly sudah tidak sadarkan diri, Keysha berniat merekam apa yang dilakukan oleh Geo, namun Geo tidak terlihat di kamera ponselnya.
Akhirnya Keysha mengerti, kalau vampire tidak dapat di foto apalagi divideo, Keysha berniat pergi dari sana, namun dia tidak sengaja menginjak sebuah ranting kering, dan suara yang ditimbulkan cukup kuat.
Geo menghentikan aksinya, dan menatap ke arah pohon besar tempat persembunyian Keysha sekarang, agar tidak mengeluarkan suara, Keysha menutup mulutnya dengan rapat, Geo dapat mencium wangi tubuh Keysha.
Dia pun tersenyum aneh, dan berdiri kemudian mendekati pohon tempat persembunyian Keysha, gadis itu sangat ketakutan karena jika ketahuan maka dia pasti akan mati.
Geo berpura-pura tidak melihat Keysha dan memutuskan untuk pergi, tapi aslinya dia naik ke atas pohon.
Keysha celingak-celinguk menatap sekitar taman, dia tidak melihat Melly, dimana gadis itu?, saat Keysha berbalik badan dan menyandarkan tubuhnya dipohon itu, dia terkejut melihat Geo sudah berada di depannya.
Nafas Keysha sudah tidak beraturan lagi, dia berfikir, itu adalah hari terakhirnya melihat dunia, tapi salah. Geo malah mengunci dirinya menggunakan kedua tangannya yang kekar, wajah mereka saling bertemu lagi.
Keysha menatap mata Geo yang berwarna merah menyala, bahkan dia melihatnya lebih lama dari pertama kali mereka bertemu.
Sedangkan Geo menatap setiap inci wajah Keysha, sampai akhirnya berhenti di bibir ranum Keysha, ingin rasanya Geo mengecup bibir Keysha yang merah muda alami itu.
Geo semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Keysha, saat sedikit lagi bibir mereka saling menyentuh, tiba-tiba saja Vikri datang.
“Woy!. lepasin adik gue!.” teriak Vikri.
“Adikmu, sekarang menjadi milikku.” ucap Geo, kemudian dia membuat Keysha pingsan dan membawa gadis itu pergi dari sana membawanya ke kastil melalui portal.
Melihat adiknya dibawa oleh vampire, membuat Vikri berteriak dan memanggil vampire tersebut, namun percuma karena vampire itu sudah berada di kastilnya.
*******
Next Nggak Yaa??.