Aku, seorang gadis yang sudah cukup umur untuk memiliki pasangan , namun sampai saat ini masih belum ada juga yang dapat meluluhkan hati ku .
Sepuluh tahun yang lalu , masa kuliah dulu aku pernah memiliki kekasih namun setelah berpacaran kurang lebih 5 tahun, kandas begitu saja , karena kekasih ku terpincut oleh teman wanita satu kantor nya .
Padahal saat itu kami sudah berencana akan melanjutkan ke jenjang berikut nya. Ya , aku dan kekasih ku dulu sudah merencanakan menikah tahun depan namun semua itu hanya tinggal kenangan, dan menyisakan luka hingga saat ini .
Sejak saat itu aku menutup hati ku rapat-rapat , hilang sudah kepercayaan ku terhadap kaum adam . Aku berfikir semua lelaki akan sama jika bertemu dengan wanita yang lebih cantik dari pasangannya .
Banyak sahabat bahkan kedua orangtua, juga kaka ku yang mengatakan bahwa cara berfikir ku itu salah, dalam hati kecil aku mengakui itu semua tapi rasa sakit dan hancur nya hati ku yang membuat ku tidak melunak .
Saat ini aku bekerja di salah satu instansi pemerintah , dan belum lama ini aku di tugaskan ke daerah di luar pulau Jawa .
Aku menyambut nya dengan antusias dan senang sekali , berbeda dengan kedua orantua ku , mereka berharap aku dapat menolak pemindahan tersebut .
Aku meyakinkan kedua orantua ku bahwa aku akan baik-baik saja , dan kalau pun sudah datang jodoh nya , di mana pun aku berada pasti akan di pertemu kan juga oleh Tuhan Yang Maha Kuasa .
Demikian sanggahan ku demi bisa membuat tenang kedua orangtua ku padahal di balik itu ada rasa terbebas dari inceran keluarga dan sahabat yang selalu menjodoh –jodohkan ku .
Meski pun niat mereka semua itu baik namun aku merasa seperti barang yang sedang di promosiin agar laku terjual . Dan aku bukan lah barang , kini aku sudah lelah dengan proses jodoh menjodohkan ini , biarlah semua berjalan apa ada nya .
Tiba saat nya aku berangkat ke kota K , saat ini aku sudah sampai di bandara diantar oleh kedua orang tua dan kaka ku . Setelah berpamitan dan mendapat wejangan dari orangtua dan kaka ku , aku pun segera memasuki pesawat yang akan segera membawa ku keluar dari kota J ini .
Sampai di kota K , aku sudah di jemput oleh salah satu staff di sana yang bernama pak Roman . Dan ia pun mengantarkan aku ke asrama karyawan .
“Mbak , ini asrama karyawan putri .. kalau di sebelah sana untuk putra . Yang tinggal di asrama biasa nya yang single atau keluarga nya jauh, mbak .. Karena kalau yang memboyong keluarga , mereka memilih untuk mengontrak rumah.. “ ucap pak Roman menjelaskan dengan ramah .
“Oohh gitu , pak .. Mungkin kalau sudah berkeluarga lebih butuh privacy ya pak “ kata ku . “Iya betul mbak .. mari , saya kenalkan ke temen-temen satu asrama mbak “ ajak pak Roman .
Pak Roman pun mengetuk pintu kamar di sebelah kamar ku , tak lama keluar seorang wanita muda, usia nya seperti nya di bawah ku .
“Oooh pak Roman , ada apa pak ?” Tanya wanita tersebut . “ini mbak putri , saya mau mengenalkan karyawan baru datang dari kota J , nama nya mbak Alena. “ jawab pak Roman .
Aku pun segera senyum ramah dan mengulurkan tangan “ Alena .. “ucap ku .
Mbak Putri segera menyambut uluran tangan ku dengan senyum ramah nya “ Putri .. selamat datang , selamat bergabung .. Semoga mbak Alena betah ya di sini bareng kita-kita “
"Nah, untuk teman yang lainnya mungkin nanti mbak Alena bisa kenalan sendiri , atau di bantu di kenalin sama mbak Putri “ ucap pak Roman .
Aku dan Mbak Putri pun mengiyakan . “Makasii banyak ya pak Roman “ ucap ku.
“ Iya sama-sama mbak Alena , kalau ada apa-apa nanti bisa menghubungi saya .. Jangan sungkan ,jam berapa pun ga apa-apa kok “ ucap pak Roman .
Lalu mbak Putri pun menambahkan “ iya mbak , ketok kamar ku aja .. nanti kita tukeran nomernya juga ya mbak “
“Iya boleh , aku makasii banget nih udah di bantu sm pak Roman dan Mbak Putri “ ucap ku . Kemudian pak Roman pun pamit undur diri .
Sementara aku melanjutkan ngobrol dengan mbak Putri . Bahkan mbak Putri saat ini sedang ada di kamar ku , menemani ku beres-beres .
“Laper ga mbak .. aku mo pesen makanan nih , sekalian aku pesenin ya .. mbak Alena mau makan apa ?”Tanya mbak Putri .
Kulirik jam di telepon genggam ku , ternyata sudah menunjukkan pukul tiga sore . Pantesan perut ku sudah mulai goyang-goyang minta di isi .
“Boleh deh ,mbak …aku ngikut aja menu nya sama mbak Putri “ ucap ku.
Kemudian aku pun mengeluarkan uang dan memberikan ke mbak Putri .
“Bayar nya pake ini aja ya mbak Put .. Ga usah di ganti“ kata ku sambil senyum . “Iya mbak , wuah jadi enak nih .. makasii banyak mbak “ ucap mbak Putri . Kami berdua pun tertawa .
“Eeemmh mbak , sebelum nya maap nih umur ku kan baru mau masuk 27 , kalo mbak Alena seumuran atau di atas umur ku , panggil Putri aj .. gimana ?” ucap mbak Putri malu-malu . Aku pun tersenyum “ Iya boleh kalau itu mau kamu , umur ku memang di atas kamu kok “ ucap ku .
Tak berapa lama makanan yang di pesan Putri pun tiba . Nasi , ayam bakar , lalap,sambal,perkedel kentang .. kami makan dengan lahap . Putri pun mengambil dua botol air mineral dari kamar nya . Karena memang aku belum ada persiapan apa-apa di kamar asrama ku .
Hari berganti malam, Putri sudah kembali ke kamar nya . Aku pun sudah selesai beres-beres . Karena besok hari Minggu , aku dan Putri janjian untuk jalan-jalan . Putri mau menunjukkan tempat belanja terdekat sekalian kulineran .
Dia juga akan mengajak beberapa teman-teman asrama sekalian berkenalan kata nya . Aku sih setuju aja , aku senang dapat tetangga kamar yang baik seperti Putri . Dan aku berdoa semoga besok temen-temen yang lainnya pun baik dan bisa nerima aku .
Hari berganti hari , tak terasa sudah hampir dua minggu aku di kota K . Semua berjalan normal dan lancar , temen kerja dan temen asrama semua bisa menerima aku , dikarenakan sebagian besar pendatang , sehingga kami cepet akrab nya , bahkan Putri yang berasal dari kota B sudah menganggap ku dan yang lainnya seperti saudara , saudara seperantauan istilah nya Putri .
Hingga pada suatu hari , sepulang dari kantor aku merasa penat sekali ,sudah larut malam namun mata ini masih tak mau terpejam . Akhirnya ku putuskan untuk duduk di teras depan kamar ku . Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat tiga puluh menit . Suasana di sekitar asrama sangat sepi , karena temen-temen yang lain mungkin sudah tidur .
Aku duduk santai di depan asrama, sendirian. Ku buka telepon genggam ku , iseng-iseng aku main game di tengah sunyi nya malam .
Hingga tiba-tiba ada sesuatu yang melintas dengan cepat , sangat terang namun tak ada suara nya. Dengan cepet aku pejamkan mata karna tak tahan dengan cahaya yang menyilaukan tersebut .
Sesuatu itu melintas bersama hembusan angin yang kencang , sehingga daun-daun dan pohon ikut bergoyang , begitu pun rambut ku yang saat ini ku biarkan tergerai.
Sesaat kemudian ku buka mata , kurasakan rambut ku berantakan , ku lihat sampah daun berserakan , dan sesuatu tersebut entah kemana . Tak berlama-lama , aku pun segera masuk ke kamar , dan masuk kedalam selimut .
Banyak sekali tanya dalam benak ku namun tak ku hiraukan . Saat ini aku hanya ingin segera tidur dan melupakan kejadian itu . Tanpa sadar kini aku sudah terlelap .
Keesokan hari nya aku bangun , kepala ku sedikit pusing mungkin karena kurang tidur . Aku pun bersiap untuk berangkat ke kantor .
Saat jam makan siang , aku bertemu dengan Putri dan teman-teman yg lain .Kita janjian untuk makan siang bersama .
“Mbak, sudah tau belum kalau ada karyawan baru , maksudnya baru pindah juga .. Cuma entah dari kota mana . Rencana nya mau tinggal di asrama yang depan asrama kita “ Cerocos Putri di tengah-tengah makan siang nya . “ Oyaa ? kalau di asrama depan tinggal nya , berarti cowok ya put .. “ Tanya ku .
“Iya mbak .. eehh put, kamu udah liat orang nya belum .. ganteng ga , single ga “ Jawab Rina sambil mengedipkan mata nya ke Putri . Rina berasal dari kota S ,dan baru saja bertunangan dengan kekasih nya .
“Iiihh lo kan udah punya tunangan .. nanti aku laporin nih ke mas Ardi mu “ ledek Putri sambil mencibir ke arah Rina . Aku dan yang lainnya tertawa melihat tingkah mereka berdua .
“oiya Put, nanti pulang nya jadi kan nganterin aku beli motor ..” Tanya ku di sela-sela canda mereka .
“Siipp jadi dong mbak ku .. aku udah bawa helm dua ,mbak “ jawab Putri . Aku memberi dua jempol menyeruput minuman ku.
Sore pun tiba , kami bersiap pulang . Aku dan Putri berboncengan motor. Putri yang mengendarai motor nya , kami pun langsung mendatangi dealer motor terdekat .
Setelah sampai , aku pilih motor matik yang biasa saja , yang penting bisa aku pakai kerja , ga perlu yang mahal dan mewah . Setelah proses pembelian motor selesai , aku mengajak Putri untuk beli makan sehingga ga perlu keluar malam-malam untuk makan malam .
Kami mampir di warung sederhana , aku dan Putri memilih lauk sesuai keinginan , tak lupa nasi putih nya. Semua nya dua puluh lima ribu , aku pun membayar termasuk menu Putri.
“Makasii ya mbak , aku jadi seneng di bayarin lagi .. hehe “ ucap Putri sambil senyum centil dan mengedip-ngedipkan mata nya. “ Iya sama-sama, aku juga makasi banyak ya Put .. udah ngerepotin kamu terus jadi nya “ ucapku sambil senyum .
Lalu kami pun kembali ke motor Putri , dan segera melaju ke asrama .
Sampai di asrama , terlihat pak Roman dan seorang pria sedang berbincang di asrama yang seberang asrama ku , asrama wanita dan pria berhadap-hadapan , berjarak sekitar 20 meter .
Pak Roman melambai kan tangan nya ke arah kami , Kami pun mendekat .
“Mbak Alena , mbak Putri , kenalin nih nama nya mas Revan . Baru datang ke asrama , tadi mas Revan ini langsung ke kantor “ ucap pak Roman menjelaskan . Aku dan Putri tersenyum ramah ke arah mas Revan .
Kami bergantian mengulurkan tangan k mas Revan . Sambil menyebutkan nama kami satu-satu . Mas Revan pun menyambut uluran tangan kami dan menyebutkan namanya .
Setelah berbincang – bincang seadanya , kami pun kembali ke asrama .
Esok pagi nya , “ Permisi mbak Alena , mau ke kantor juga ya “ ucap mas Revan . Aku yang sedang mengunci pintu asrama pun terkejut mendengar nya.
Seketika aku membalikan badan kea rah asal suara . “ Eehh mas Revan , iya nih mas .. saya mau pesen ojek online “ jawab ku .
“Bareng saya aja yuuk , mbak .. kan kita satu gedung “ ajak mas Revan .
Jujur, aku sebenar nya malu “ hem boleh deh kalau ga ngerepotin mas Revan” ucap ku malu-malu .
“Engga kok , sama sekali ga repot .. yuuk mbak “ ajak mas Revan.
Ia pun membukakan pintu mobil nya . Dan aku pun langsung masuk .
Sepanjang perjalanan kami berbincang . “ Panggil nya Alena aja, mas ..” pinta ku .
“Ooohh boleh kalau gitu .. dengan senang hati “jawab mas Revan sambil nyengir .
Ketika kami sampai kantor , aku pun mengucapkan terimakasih dan lamgsung berlalu ke ruang kerja ku .
Tiba-tiba Putri menghampiri “ ciiee .. ciiee … udah akrab aja nih sama karyawan yang baru pindah itu.. semoga cocok ya mbak “ ledek nya .
Aku pun hanya mencibir nya “ Jangan bikin gossip deh put ..” ucap ku sambil ku colek pinggang nya.
Putri seketika terlonjak kaget sambil tertawa .
Saat makan siang , seperti biasa kami makan bersama di kantin .
“Mbak, ada yang nyari tuuh ..” ucap Putri sambil mata nya mengerling ke arah pintu masuk kantin .
Ketika kulihat , ternyata mas Revan sedang celingukan , entah mencai siapa . Namun akhir nya mata kami saling beradu pandang.
Seketika jantungku berdegup. “Ya Tuhan kenapa jantung ku nih ,, kok deg-deg an gini “ batin ku.
Namun aku tetap berusaha biasa saja . Ku lihat mas Revan berjalan kea rah meja kami .
“Haii semua .. halo Alena “ ucap mas Revan. “Haaii juga.. makan di sini juga mas ?” jawab Putri dan Rina .
“ Haloo mas Revan .. mari makan “ ucap ku dengan sopan .
“Len, nanti pulang nya tungguin mas ya .. oiya nomer hape kamu berapa ?” Tanya nya .
Seerr deg jantung ku serasa berhenti, ku rasakan muka ku memerah menahan malu .
Duuhh kenapa mesti di depan Putri dan Rina sih minta nya, dalam hati ku.
“hey mbak , di Tanya mas Revan tuh .. kok malah bengong “ ucap Rina . “eeh ohh iya, kenapa ..?” jawab ku linglung.
Tak ayal mereka pun menertawakan ku yang salah tingkah . “nomer hape kamu,berapa ?” mas Revan mengulangi pertanyaan dengan senyum ramah nya.
“oohh .. 08133228xxxx , mas “ jawab ku dengan malu-malu .
Tiba-tiba hape ku berdering .” Itu nomer hape ku , kamu save ya .. nanti aku hubungi “ ucap mas Revan .
“ Yuukk mari teman-teman , saya tinggal dulu ya .. sampai ketemu nanti ya .. bye Alena , sampai nanti ya “ lanjut mas Revan .
Kami pun serentak menjawab “ okee mas ..”
Sore ini aku pulang bareng mas Revan . Sementara Putri dan Rina masing-masing pulang sendiri karena mereka memiliki motor .
Sesampai nya di asrama , ku lihat sebuah sepeda motor baru terparkir dan berdiri seorang pria di sebelah .
“Siapa itu , Len .. kok dia ada di depan kamar kamu “ Tanya mas Revan.
“Oohh itu mungkin dari dealer mas .. kemarin aku baru beli motor , dan kata nya mau di kirim hari ini “ jawab ku .
Aku pun segera turun dari mobil ,dan ternyata mas Revan mengikuti ku .
“Sore mbak , maaf ini dengan mbak Alena ya “ Tanya sales motor tersebut .” iya , saya Alena .. ini mas nya bawa motor pesenan saya ya “ jawab ku .
“Iya mbak , ini kunci nya dan berkas nya .. mau di tes dulu ga motor nya mbak ?” Tanya nya lagi .
“Oohh ga perlu , kalau masih baru mah pasti masih bagus semua nya “ jawab ku sambil menerima kunci dan lainnya.
Segera kuselipkan beberapa lembar uang sebagai ucapan terimakasih ku karena sudah mengantarkan motor ku . Setelah selesai sales motor itu pun segera pamit .
“Alena , meski pun kamu sudah ada motor , kamu tetap pergi dan pulang kerja nya sama aku “ ucap mas Revan . Entah apa yang terjadi , ada perubahan dari intonasi suara nya mas Revan .
Terdengar seperti perintah yang harus di ikuti . Kulihat wajah nya , sorot mata itu .. tajam menatap langsung ke mata ku .
Aku terkejut dengan sikap nya mas Revan , namun begitu aku seperti tak kuasa menolak dan kepalaku pun mengangguk .
Sebenernya aku ingin menolak , tapi kenapa bibir ku tidak bisa mengucap apa-apa . Akhir nya aku pasrah di jemput dan di antar tiap hari .
Tak terasa sudah satu bulan aku di sini dan mas Revan sudah sekitar dua minggu . Semakin hari semakin teman-teman ku pun jadi sering meledek ku karena melihat kedekatan aku dan mas Revan .
Seperti hari ini , ketika Putri main kekamar ku , kami mengobrol dan ngemil seperti biasa ..Tiba-tiba ,
“Mbak , kalau aku lihat , mas Revan itu jatuh cinta pada pandangan pertama deh sama mbak Lena “ ucap Putri .
“Kami Cuma berteman put .. jangan aneh-aneh deh “ kata ku sambil mengunyah cemilan yang dia bawa ke kamar ku .
“Iiihh mbak Lena, aku kan bisa lihat dari cara pandang mas Revan waktu kita pertama kali di kenalin sama pak Roman .
Dan lagian juga ga pa –pa kok kalau mas Revan suka sama mbak , kan sama-sama single .. Keliatan nya juga mas Revan orang nya baik dan care banget , apalagi sama mbak Lena ,hehe“ cerocos Putri panjang lebar sambil nyengir .
“eehh kamu tau darimana kalau dia single Put .. aku aja ga pernah nanya langsung ke orang nya, ga enak “ Jawab ku agak kaget .
Putri pun tertawa geli “ yee si mbak , aku kan detektif “ ,” percaya deh sama aku , mbak .. dia itu single “ lanjut nya lagi .
Aku hanya angguk-angguk aja. Kami pun melanjutkan sesi ngemil dan mulai ngobrol hal-hal lain .
Mulai dari tentang penghuni asrama baik yang wanita mau pun yang pria , tentang temen kantor , bahkan ada sesi curhat Putri dengan tunangan nya . Di selingi dengan canda , yang membuat kita berdua sampai tertawa terpingkal- pingkal .
Alhamdulilah yang ku khawatirkan sebelum pindah ke sini hilang sudah , ternyata teman – teman nya asik-asik hingga membuat ku betah dan nyaman kerja nya .
Hampir setiap hari aku menelpon orangtua ku memberi kabar agar mereka tidak khawatir. Dan selama ini aku pun belum menceritakan tentang mas Revan yang lagi dekat dengan ku kepada keluarga ku .
Mungkin suatu hari nanti ketika semua nya sudah jelas baru akan menceritakan tentang mas Revan . Toh selama ini kami hanya dekat sebagai teman .
Hari berganti hari , dan kini aku dan mas Revan semakin hari semakin dekat . Bahkan kalau hari sabtu minggu pun kami sering jalan berdua . Ada rasa nyaman saat berdekatan dengan nya .
Seperti hari ini mas Revan meminta ku untuk makan malam di luar , malem mingguan biar kayak ABG kata nya . Meski pun aku tertawa namun aku mengiyakan saja .
Mas Revan menjemput ku sekitar jam 7 malam , dan kami pun pergi ke sebuah restoran alam yang ada di kota K.
Sampai nya di sana , kami langsung memesan menu makanan .
Sambil menunggu pesanan, kami pun mengobrol , mas Revan tiba-tiba “Len , aku ingin kita pacaran .. aku sudah menyukai mu sejak awal melihat mu , kamu mau kan jadi pacar ku ?” Aku sangat terkejut , mas Revan tidak bertanya dulu apakah aku punya kekasih atau engga .
Aku diam sejenak ,bingung harus jawab apa . Di satu sisi aku juga menyukai nya ,di sisi lain aku baru mengenal nya . Gimana ini , batin ku.
Tiba-tiba mas Revan menggenggam tangan ku , tatapan nya mengisyaratkan bahwa ia menunggu jawaban ku .
Seperti terhipnotis , aku menatap mata nya dan mengangguk . “kok ngangguk aja .. suara nya mana ?” goda mas Revan.
Aku pun menunduk menyembunyikan wajahku yang sudah terasa panas . “Iya mas , aku mau .. tapi ..”
“Aku serius dengan mu , Lena .. aku harap kamu juga serius ngejalanin hubungan ini . Kita jalanin pelan-pelan ya untuk saling mengenal dulu , dan malam ini resmi kamu jadi kekasih ku “ mas Revan menjawab keraguan ku .
Aku pun bernafas lega mendengarnya . “ iya mas ..” jawab ku.
Diam-diam aku catat tanggal ,hari ,jam dan lokasi tempat kami meresmikan hubungan ini dalam otak ku sebelum ku pindahkan nanti ke notes di telepon genggam ku .
Pesenan kami datang , dan kami pun makan dalam diam .
***********
8 bulan kemudian ..
Hari minggu pagi , aku sedang menunggu Putri di depan asrama . Rencana nya pagi ini kami mau olahraga di alun-alun . Tiba-tiba mas Budi lewat, dan kami pun ngobrol biasa.
“Mau ke mana pagi-pagi , Len ..?” Tanya mas Budi . “ Ooohh aku sama Putri mau ke alun-alun, mas .. niat nya sih olahraga , tapi ga tau deh pas sampe sana “ jawab ku . Aku dan mas Budi tertawa . “Iya ya , berdua aja sama Putri ?” tanya mas Budi lagi .
“Engga , sama aku juga , mas ..” jawab mas Revan . Seketika kami menoleh , dan ternyata ada mas Revan di belakang kami .
Entah darimana datang nya , tidak terdengar suara langkah kaki nya, bahkan aku sempat lihat dari jauh tadi pintu kamar nya tertutup . Wajah nya datar tanpa ekspresi , suara nya pun terdengar berbeda .
“Wuah kalau mas Revan ikut , kasian Putri dong jadi nyamuk nih “ canda mas Budi . Aku dan mas Budi tertawa , mas Revan tetap diam . Aku jadi ga enak sama mas Budi . “mas Budi abis darimana pagi-pagi ?” Tanya ku mencoba menetralisir suasana kaku .
Sebelum mas Budi menjawab Putri sudah berjalan ke arah kami . “Lhoo , ada mas Revan dan mas Budi juga.. pada mau gabung ke alun-alun ya , hayuu “ ucap Putri yang memang tidak tahu apa-apa . “eehh emmm, ya kalau di ajak sih hayu aja , nemenin kamu Put .. biar ga jadi nyamuk “ seloroh mas Budi
Akhir nya kami pergi ber empat ke alun-alun . Sepanjang perjalanan aku melirik ke mas Revan . Aku merasa ada yang aneh , sikap mas Revan yang terkadang berubah-ubah. Dan itu baru aku sadari hari ini .
Aku coba merunut ke belakang , dan memang ada beberapa kejadian yang waktu itu aku masih belum sadari . Duuhh bagaimana ini , batin ku .
Ternyata mas Revan sedang melihat ke arah ku , kali ini dengan sorot mata nya yang tajam . Aku coba tersenyum ke arah nya dan berusaha tenang . Ku dengar suara Putri dan mas Budi yang asik ngobrol , sesekali tertawa bareng .
Sore nya mas Revan nelpon ngajak aku keliling pake motor ku , ia akan ke asrama ku jam empat sore, aku pun mengiyakan .
Sebelum jam empat , sekitar jam setengah empat aku ingin merapikan teras asrama , ketika aku buka pintu tiba-tiba mas Revan sudah berdiri di depan asrama ku .
“Astagfirullah ..” aku teriak kaget . “Mas kok udah di depan pintu ku aja , kapan datang nya .. kenapa ga ketuk pintu atau telpon aku ?” aku memberondong nya dengan beberapa pertanyaan sekaligus sambil mengelus dada ku .
Ku lihat wajah nya , dan semakin terkejut aku saat melihat mata mas Revan yang berwarna silver .
Sebelum mas Revan menjawab pertanyaan ku yang pertama , kembali aku bertanya “ kamu pake softlens , mas .. tadi pagi masih hitam, kok tadi silver ..?tanya ku perlahan , takut mas Revan tersinggung .
Dia tidak menjawab pertanyaan ku sama sekali . “Yuukk , mana kunci motor nya ..kita jalan sekarang “ ucap nya .
Aku pun langsung kedalam mengambil kunci motor. Ku berikan kunci motor ke mas Revan , dan ku lihat mata nya , sudah kembali normal . Setelah itu kami pun pergi .
Sepanjang jalan perasaan ku tidak menentu , banyak hal yang membingungkan namun aku tidak tahu harus bagaimana mengklarifikasi ke mas Revan .
Terkadang sikap nya berubah menjadi dingin , tatapan mata nya tajam , dan seolah ada yang di tutupi . Walau pun kalau secara perhatian, masih sangat besar terhadap ku, sampai-sampai aku berfikir kalau mas Revan ini tipe posessif .
Satu minggu berlalu setelah moment sore itu , aku masih bersikap biasa ke mas Revan . Namun mas Revan justru yang semakin aneh .
Terkadang ketika ngobrol dengan ku , ia seperti yang berada di tempat lain . Ia diam namun sikap nya gelisah , tatapan nya tidak focus bahkan bicara nya pun terbata-bata .
Hari ini kami pulang bersama seperti biasa , mas Revan bersikap normal. Hangat dan ceria , ia bercerita kejadian lucu saat di kantor bersama teman nya . Ia juga menanyakan tentang hari ku , kami sharing cerita sepanjang jalan. Ini yang aku suka dari nya , ini baru mas Revan ku , batin ku .
Sampai di asrama ,kami berpisah , untuk kembali ke kamar kami masing-masing .
“Met istirahat ya sayang ..” ucap mas Revan sambil mengecup kening ku . “Iya , met istirahat juga untuk mas .. sampai ketemu besok ya “ ucap ku sambil senyum .
Untuk beberapa menit mata kami saling beradu pandang , tangan mas Revan masih menggenggam tangan ku . Erat , seolah tidak mau melepaskan . Aku hanya diam menunggu , menunggu ia melepaskan genggaman nya.
Sampai akhir nya aku memanggil nama nya dengan lembut . “Mas , hey mas .. turun yuuk” ku coba menggoyangkan genggaman nya . “Ooohh iyaa yuukk “ ucap mas Revan sambil melepaskan genggaman nya.
Ia pun turun dari mobil dan membuka kan pintu mobil ku . “kamu masuk gih , aku ke kamar ku dulu ya “ lanjut mas Revan sambil mengusap kepala ku dengan lembut . “Iya mas ..” aku pun senyum sambil segera masuk ke kamar ku .
Malam hari , pintu kamar ku di ketuk.. Aku segera berjalan untuk membuka pintu . Siapa sih malam-malam begini , ngetuk nya kok keras banget, batin ku .
“Mas Revan ..? kataku dengan terkejut. Ada apa, mas ?aku menatap nya dengan khawatir “.
“Ikut aku sekarang, Len “ucap nya . Ku tatap mata nya , terlihat lagi warna itu, silver .. wajah nya datar , kata-kata nya kaku dan patah-patah . Aku bingung , ingin menolak tapi tidak bisa .
Bibir ku kelu , dan akhirnya aku hanya menggangguk. Masih dengan menggunakan baju tidur , celana panjang dan atasan tangan pendek , aku masuk ke dalam mobil nya . Ia pun membawa ku pergi entah kemana .
Memakan waktu sekitar tiga puluh menit , kami sampai di sebuah tempat yang lapang dan gelap. Seperti padang rumput di tengah hutan . Aku lihat ke sekeliling melalui sorot lampu mobil ada sebagian besar rumput yang rebah , seperti terinjak atau tertimpa sesuatu . Dan diameternya sangat luas , hampir menutup padang rumput nya . Aku melihat k mas Revan , menanti jawaban atas maksud dari semua ini .
Tiba-tiba mas Revan menggenggam tangan ku namun wajah nya masih lurus ke depan .
“Alena , apa pun yang aku sampaikan saat ini tidak akan mengurangi perasaaan ku terhadap mu sedikit pun “ ucap mas Revan kaku dan terputus-putus .
Aku diam, menunggu mas Revan melanjutkan lagi bicara nya agar aku paham . Jantung ku ber degup dengan cepat , ada apa ini , batin ku.
“Alena , tutup mata mu .. “ perintah mas Revan. Aku pun menuruti nya. “Buka perlahan , dan jangan takut . Aku tidak akan menyakiti mu karena aku mencintai mu “
Deg .. apa maksud nya dengan jangan takut , Ya Tuhan aku ga mau buka mata kalau nanti ada yang mengerikan di depan mata ku , batinku. Aku masih belum membuka mata ku , aku belum siap dengan apa pun yang aku lihat nanti .
Ku Tarik napas dalam-dalam, ku hembuskan perlahan agar hati ku tenang . Ku ingat kata-kata nya mas Revan agar aku jangan takut ,ku siapkan mental . Dan akhirnya ku buka pelan , ku coba mengintip ke sekeliling ku .. aman , batinku. Ku buka lebar mataku , dan aku pun menengok ke arah mas Revan .. “Ya Tuhan ..” aku terpekik kaget . “Kemana mas Revan .. kamu .. siapa kamu .. kamu apakan mas Revan ku ? Airmata ku mengalir deras .
Wajah ini yang ku lihat bukan mas Revan . Mas Revan bertubuh tinggi atletis , kulit bersih , mata hitam. Hidung mancung, rambut hitam .
Tapi yang kini di hadapan ku , lebih tepat nya mahkluk dengan tubuh kurus , mata nya runcing , hidung hanya ada lubang nya , kepala nya botak , warna mata .. silver .. dan memakai baju mas Revan .. Aku segera menutup wajahku dan menangis sejadi-jadi nya . Aku tidak sanggup melihat yang selanjutnya .
“Maaf sayang , ini lah aku .. aku bukan Revan, aku hanya mengambil identitas nya . Karena Revan yang asli sedang berada di rumahsakit. Aku memanfaatkan nya . Jangan menangis sayang .. maafkan aku , maaf karena aku sudah jatuh cinta dengan mahkluk bumi .
Aku akan jelaskan semua nya pada mu Alena sayang ..” Aku terhenyak mendengar nya , apa maksud nya dengan mahkluk bumi , batin ku .
“Alena , nama ku Sorbios .. aku bukan lah mahkluk bumi , aku tinggal di planet lain. Aku datang ke planet bumi karena aku menghindari kejaran dari suruhan ayahku. Kedua orangtua ku menginginkan aku menikah dengan wanita dari planet ku untuk memperluas wilayah kami nanti nya.
Tapi aku hanya ingin menikah dengan yang aku cintai . Ketika aku terdampar di planet ini , aku sudah melihat mu. Kamu duduk sendirian malam-malam. Untuk itu aku mencari identitas yang bisa aku gunakan untuk menyamar menjadi penduduk planet ini . Aku pikir Revan tidak akan selamat sehingga aku bisa terus menyamar dan
menikahi mu .
Aku harap kalau kita sudah menikah , lambat laun kamu akan menerima ku meski pun wujud ku berbeda . Tapi ternyata yang bernama Revan ini sudah sadar dari koma nya, masa pemulihan nya akan selesai dalam beberapa hari. Yang berarti aku harus meninggal kan identitas Revan. Maafkan aku , Alena “
“Ada moment di mana kamu seperti berada di tempat lain saat bersama ku .. apa yang kamu lakukan saat itu , dan mata mu berubah menjadi silver seperti sekarang ..”ucap ku sambil terisak .
“Iya Alena , maaf.. itu moment di mana aku mengecek kondisi Revan , sehingga konsentrasi ku terbagi. Dan ketika aku mendapat sinyal dari planet ku , mata ku berubah warna menjadi silver, itulah saat aku sedang mengecek kondisi planet ku, aku tidak bisa menutupi warna asli mataku . Meski pun secara wujud , aku masih bisa .
Bagi bangsa ku ,kami memiliki yang kalian sebut indera . Untuk bisa melihat meski berbeda tempat yang jauh . Kami memiliki kemampuan menyerap identitas mahkluk lain 1000x lebih cepat . Gaya Bahasa ku yang asli seperti yang kalian sebut robot, baku dan patah-patah . Ketika itu muncul , aku sedang melakukan komunikasi dengan bangsa ku sehingga akan terbawa ke sini .
Aku juga terkadang memakai kemampuan ku untuk mempengaruhi alam bawah sadar mu agar kamu tidak bisa menolak keinginan ku , seperti malam ini . Sekali lagi maafkan aku , Alena .. Dalam beberapa hari kedepan Revan yang asli akan datang . Aku harus pergi , Alena .. “ ucap Sorbios .
Setelah itu , Sorbios mengantarku kembali ke asrama . Aku lemas , seperti tidak punya tulang. Airmataku terus mengalir , hati ini rasa nya sakit sekali.
Sesampai nya di asrama .. “Alena , aku akan pergi malam ini juga . Ingatan yang lain akan aku hapus, mereka tidak akan ingat dengan ku . Kecuali kamu .. Apa kau juga ingin ku hapus agar tidak ingat lagi padaku , Alena ?” Tanya Sorbios dengan nada sedih .
Aku pun menggeleng , aku ingin lupa secara alami seiring waktu . Tak lama aku melihat Sorbios melakukan gerakan dengan tangan nya sambil memejamkan mata nya . Ia pun membuka mata nya kembali , aku hanya diam menatap nya . “sudah , besok pagi mereka tidak akan ingat aku “ ucap Sorbios .
Aku tidak tahu harus bilang apa , hanya bisa diam menatap nya . Kenapa ini terjadi padaku , di saat aku menemukan cinta kembali , batin ku . Airmata ku semakin deras mengalir .
Sorbios menghapus airmata yang mengalir di pipi ku . “Maafkan aku , aku akan selalu mencintai mu .. mengingat mu , Alena .
Sekarang masuk dan istirahat lah , Jaga dirimu baik-baik .. aku akan selalu melihat mu dari jauh “ucap nya .
“Apa kau akan kembali ke planet mu , Sorbios ?”Tanya Alena terbata-bata . “Iya Alena , aku akan kembali .. dan aku tetap menentang perjodohan ini , meski pun aku harus masuk penjara di planet ku “
“Aku memaafkan mu , semoga kamu baik-baik di sana ya Sorbios “ ucap Alena , suara nya semakin lemah . Ia benar-benar merasakan sesak di dada nya .
Sorbios yang melihat itu segera menggendong Alena dan menaruh di atas tempat tidur nya . “Kamu gadis yang baik Alena .. Kalau saja aku bisa bersatu dengan mu.. Betapa bahagia nya kita.. Selamat tidur, Selamat tinggal .. Maafkan aku sayang , Aku pergi ,Alena “ ucap Sorbios. Stelah itu Alena tidak dapat mendengar apa-apa lagi , semua nya gelap .
Pagi menjelang , Alena izin tidak masuk kerja dengan alasan tidak enak badan . Sebenarnya ia masih shock . Putri pun mampir ke kamar Alena sebelum berangkat ke kantor .
“Mbak, kalau butuh apa-apa bilang aku ya.. nanti aku bawain pulang kerja “ ucap Putri . Aku menggangguk sambil senyum . Ku lihat di atas meja sudah ada bubur nasi , roti dan buah .. bawaan dari Putri . Aku tersenyum senang melihat perhatian Putri , seperti nya roti dan buah ini stok nya Putri , batin ku.
Dua hari kemudian , aku sudah bisa menguasai rasa sedih ku , aku pun akan kembali kerja .
Ketika itu aku lihat sebuah mobil masuk ke gerbang asrama dan berhenti di depan asrama putra . Ku perhatikan seperti nya aku kenal dengan mobil ini , tak lama ku lihat seorang pria keluar dari dalam mobil dan berjalan ke arah ku . Kebetulan aku sedang bersiap di atas motor ku untuk kekantor .
Setelah dekat , aku diam tak dapat bergerak .. Revan, batin ku . Lalu semua kembali gelap .
Aku buka mata pelan, kepala ku pusing sekali . Ku lihat sudah ada Putri , Rina , pak Roman, dan… Revan. “Aku kenapa..? Tanya ku sambil melihat ke arah Putri . “Mbak pingsan .. untung tadi ada mas Revan ga jauh dari mbak , jadi keburu kepegang. Kalau engga , mbak bisa jatuh ke tanah “ ucap Putri yang terlihat khawatir .
“Mbak ke dokter yuukk .. tadi mas Revan siap nganterin kata nya. Tuh masih di depan mas Revan nya ngobrol sama pak Roman “ kata Rina .
“Aku baik-baik aja kok, makasi ya Put , Rin.. tolong smpaikan terimakasi ku sama mas Revan dan pak Roman .. Aku Cuma perlu istirahat aja , mungkin maag ku kambuh “ ucap ku beralasan .
“Iya mbak , kalau gitu mbak maem bubur nya ya .. “ pinta Rina yang sudah siap untuk menyuapi ku. Sementara Putri sudah siap dengan membawakan air putih hangat untukku. Aku pun menggangguk ,dan memakan beberapa suap bubur setelah itu minum air putih hangat . “Mbak istirahat ya .. aku sama Rina balik ke kamar dulu , kalau ada apa-apa telpon ya mbak “ kata Putri sambil meletakkan telepon genggam ku di sebelah bantalku. Aku pun menggangguk .
Setelah mereka pergi , kini giliran Revan yang masuk .
“Maaf aku mau cek kondisi kamu aj “ ucap Revan. Aku masih memejamkan mata , mencoba menahan airmata yang sudah siap meluncur . “Istirahat ya , semoga cepet sembuh .. kalau mau ke dokter jangan sungkan hubungi aku ya , ini nomer telepon ku “ lanjut nya . Aku hanya menggangguk tanpa membuka mata .
Setelah langkah kaki nya menjauh , dan kudengar pintu di tutup . Kubuka mata di iringi airmata yang meluncur deras . Ku lihat secarik kertas bertuliskan nomer telepon dan sebuah nama di letakkan di sebelah telepon ku .
Aku harus kuat , aku ga mungkin begini terus. Besok udah harus masuk kantor dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa, batin ku .
Esoknya aku pun berusaha tegar , bersiap kekantor dengan motor ku . Aku berangkat lebih pagi karena sedang tidak ingin basa basi .
Di kantor , Putri dan Rina menghampiriku di ruang kerja ku . “ Mbak udah sehat .. kok aku ga tau berangkat nya” Tanya Putri . “ Alhamdulilah udah , berkat kalian semua jadi lebih cepat sembuh nya .. Iya aku berangkat lebih pagi mo nge cek kerjaan kayaknya udah pada numpuk nih “ jawab ku sambil senyum . “oke mbak , di lanjut kerja nya , kita juga mo balik ke ruangan.. kalau ada apa-apa call kita ya, mbak “ ucap Putri .
“Mbak , jangan lupa nanti siang makan bareng ya “ pinta Rina . Aku hanya menggangguk sambil memberikan ibu jempol .
Demikian lah hari-hari ku , kembali hampa. Terkadang terbayang Revan , atau Sorbios . Entah siapa yang aku rindukan . Dan ketika aku melihat Revan yang asli, tidak ada getaran itu , rasa itu tidak sama .
Mungkinkah aku jatuh cinta kepada Alien ? Setiap melihat Revan asli , kenapa yang terbayang Sorbios ? Wajah nya yang oval , mata sipit dan runcing , telinga kecil , kepala plontos , hidung yang hanya terlihat dua lubang saja , tubuh kurus , mata nya yang silver .. Sikap posessif nya , yang membuat ku kadang risih namun juga suka .
Ku tatap langit malam, ku pejamkan mata “Sorbios , mungkinkah aku merindu kan mu .. kekasih Alien ku ?!” airmata Alena mulai membasahi pipi mulus nya dengan perlahan .
Nun jauh di planet seberang .. Ada mahkluk yang sedang memandang jauh ke depan , di antara gelap nya malam dan bintang-bintang. Airmata nya mengalir, dia begitu merindukan seseorang. Kekasih nya yang beda planet. “Alena sayangku , kekasihku .. maafkan aku , aku sangat merindukan mu “ .
~The End~