Tak perna terbayang oleh ku, bahwa barang berharga ku yang selama ini ku jaga dengan baik, dengan mudanya di ambil oleh pria yang bukan manusia seutuhnya.
Dengan godaan tampan nya, membuat ku dilema dan tidak dapat menahan perasaan ku. Apa lagi saat itu Ia mengatakan jika Aku milikinya seutuhnya.
"Aaahh sakit..." rintih ku, saat gigi tajam pria itu menusuk bagian belakang leher ku, perlahan aku merasakan darah ku di hisap keluar oleh bibir pria itu, perlahan tubuh ku terasa lemas. tiba-tiba pria itu menghentikan aktifitas nya, lalu ia memindai wajah ku, dengan senyum tipis.
" waoo aku sangat menyukai aroma darah mu, dan bahkan pemiliknya"
Dia berbisik di terlinga ku, dengan suara begitu sensual. Aku hanya menyerid dahi ku, bahkan saat ini pikiranku belum terkoneksi dengan sempurna, karena diri ku menerima serangan tiba-tiba, bahkan diriku pun masi shock
Tetapi detik berikut nya, ia mendorong ku terjatuh ke arah sofa, dan tiba-tiba ia sudah berada di atas tubuh ku, iya menindiku dan mengunci tubuh ku, bahkan aku tak bisa bergerak. Iya melepaskan satu persatu kancing baju ku, lalu melepaskan semua benang yang menenpel di tubuh ku, entah kenapa aku tidak dapat melakukan perlawanan apa pun, aku hanya dapat pasrah sekarang.
" Raisa tubuhmu begitu indah" suara itu terdengar jelas di telingga ku, kala itu.
***
Nama ku Arasia seorang gadis cantik yang berusia 23 tahun, dan bekerja sebagai cleanin servise di sebuah perusahaan.
Setiap hari aku akan datang lebih awal untuk melakukan perkerjaan runitas ku seperti biasa, dan bahkan di setiap pagi jam lima, hanya ada beberapa suara yang ada di ruangan gedung sebesar itu, ya aku dan beberapa pantner kerja ku.
Pagi ini kami membagi tugas, aku di tugaskan di bagian lif kariyawan, lif khusus ceo, dan ruangan kerja milik ceo. Aku dengan semangat melakukan perkerjaan ku, mulai dari lif kariyawan, setelah itu aku berpindah ke lif khusus ceo, dan terakhir aku berpindah ke raungan milik ceo.
perlahan kaki ku melangka mendekat ke kenop pintu, aku dengan pelan memutar kenop pintu itu, setelah itu aku menyalakan lampu ruangan itu, dan melangka masuk kedalam, dan bahkan aku masi sempat memeriksa ke beberapa bagian ruangan. karena ruang ceo itu memilik beberapa ruangan lainnya di dalam. bahkan ke kamar mandi pun, tetapi aku tidak menemukan siapa pun di dalam.
Pikir ku, jika bos ku ada di sini, maka aku akan bekerja dengan pelahan. karena teman-teman ku yang perna mendapatkan tugas di bagian ruangan ini, mereka bercerita bahwa sering menemukan pemimpin perusahan itu berada di ruangan ini, katanya dia sering nginap di sini.
Aku pun melanjutkan rutinitas ku seperti biasa, hingga detik berikutnya, tiba-tiba ada hal aneh yang terjadi, seperti kabut hitam yang berlalu dari depan ku tetapi begitu cepat, sehingga aku tidak dapat melihatnya dengan jelas.
Lalu aku berbalik untuk mencari sosok kabut hitam itu, tetapi dekit berikutnya aku di buat terkejut dengan seorang pria tampan, berkulit putih bersih,seperti opa korea, sedang duduk di sofa dan memandai ku. Ya aku mengakui kelebihannya dia adalah ceo di perusahan ini.
" Eehh Tuan hery, Apa tuan sudah datang?, maaf saya belum menyelesaikan pekerjaan ku, Tapi saya akan secepatnya menyelesaikannya"
ujar ku, dengan rasa gugup, takut, dan penasaran juga, semua campur aduk.
" Ehm..santai aja raisa, tidak perlu buru- buru, lagian ini juga masi pagi ko. Aku akan menemani mu di sini"
ujarnya dengan suara begitu lembut, dan dengan penuh perhatian. Mala wajah ku yang memar, Ya Tuhan. sejak kapan aku dapat perhatian dari bos ku seperti ini, Bisa tergila-gila aku.
" Eehm tidak perlu tuan. tuan bisa istrahat di ruangan sebelah, aku sudah selesai beres di sana" ucap ku dengan sungkan.
" selesaikan lah pekerjaan mu rasia. saya akan menemani mu di sini" ujarnya dengan menyilangkan kaki nya, dan iya bersandar di sofa.
Akhirnya aku mengalah, karena tidak mungkin aku mengusir nya dari ruangannya. Aku pun kembali fokus dengan pekerjaan ku dengan kejekatan agar cepat selesai, dan detik berikut nya aku mengelap fass bungga yang ada di mejah itu, tetapi tiba-tiba tangan ku menyengul sesuatu.
Prakkk....
Fas bungga di sebalah ku terjatuh, langsung reflex aku membereskan pecahan fas bungga itu, dengan rasa takut yang mendalam, sehingga dengan tidak hati-hati, jari tanggan ku mengenai pecahan fass bungga itu, dan bahkan darah segara mengalir dari tanggan ku.
"Awee.." aku merintih sakit, melihat darah ku
Detik berikut nya tuan hery langsung menghampir ku, dan menarik ku bangun, ia menatap jari ku yang berdarah dengan tatapan begitu lapar, aku masi diam dan memperhatikan wajahnya dan tak lama aku melihat matanya berubah menjadih merah darah, dan tak lama iya langsung menarik jari ku dan menghisap darah ku. Aku bahkan kaget dan tak bisa berkata apa-apa.
Dan tak lama iya melapaskan jari ku dan memandangiku dengan begitu lapar.
" Raisa kenapa kamu memanjing ku? "
bisiknya di telingga ku,sampai bulu kuduk ku merinding. lalu detik berikut nya dia mendekatkan kepalanya di belakang leher ku.
Akkhh,,sakit.. rinting ku setelah aku merasakan seperti ada jarum suntik yang menusuk leher ku, dan perlahan aku rasa seperti darah ku di tarik keluar, bahkan dia melakukan beberapa kali sampai ia puas, dan tak lama iya melepaskan ku, dan menatap ku, dengan tatapan senyum tipis.
" waoo...Aku sangat menyukai aroma darah mu, bahkan tidak sabar mencicipi pemiliknya"
Dia berbisik di terlinga ku dengan suara begitu sensual. Aku hanya menyerid dahi ku, bahkan saat ini pikiran ku belum terkoneksi dengan sempurna, karena diri ku menerima serangan tiba-tiba, bahkan diriku pun masi shock.
Aku hanya memandangi wajah tampan itu dengan tatapan kosong, bahkan pikiran ku pun tidak berjalan, sehingga aku tidak dapat melakukan perlawan apa pun, aku hanya berdiri diam. Tiba-tiba....
Brukkk.......
Dia mendorong ku terjatuh ke arah sofa, tiba-tiba ia sudah berada di atas tubuh ku, iya menindiku dan mengunci tubuh ku, bahkan aku tak bisa bergerak. Iya melepaskan satu persatu kancing baju ku, lalu melepaskan semua benang yang menenpel di tubuh ku, entah kenapa aku masi tidak dapat melakukan perlawanan apa pun, aku hanya diam dan pasrah.
" Raisa tubuhmu begitu indah"
Dia membisihkan ke telingga ku. detik berikutnya, iya mencium bibir ku dengan begitu ganas, iya memaksa ku membuka mulut, dengan mengigit bibir ku, reflex aku membuka mulut ku, iya memasukan lidahnya di sana dan bermain, bahkan aku juga ikut terbuai dan membalas ciuamnnya, walaupun aku belum pernah melakukan sebelum nya.
Tapi aku berusaha menyimbanginya, sampai aku hampir ke habisan oksigen. Dia pun melepaskan ciumannya dan aku coba mengatur kembali nafas ku, dan coba mencerna apa yang sedang terjadi.
" waoo..aku tak nyaka bibir mu begitu manis setelah aku cicipi. dan ini bentuk tubuh mu begitu indah, dada mu terbentuk dengan sempurna"
Dia mengatakan dengan memindai lekat lekut badan ku dengan penuh nafsu. Aku bahkan rasa seperti jijik mendengarkan apa yang dia bicarakan.
" Pergi kamu.." Aku berusaha sekuat tenaga untuk mendorong nya.
Tetapi iya tidak bergemi sedikit pun, iya malah menatap ku dengan senyum sini.
" Jangan munafik, bukan kah kamu juga mau? "
" pergi...jangan sentuh aku, dasar atasan mesum"
Aku berusaha terus mendorongnya, tetapi sama saja, ia tidak bergerak. Dia hanya tersenyum, dan perlahan ia menurunkan kepalanya di bagian sensitif ku, dan lidahnya bermain di sana. Tiba-tiba aku rasa badan ku seperti kena strum, aku berusaha teriak.
" Tolong jangan lakukan itu Tuan hery " Tetapi ia tidak perdulikak teriak ku, ia semakin memperdalam mainannya dan bahkan tanggan nya menyetuh bagian dada ku, aku semakin gila, badan ku bergetaran tak karuan, dan bahkan aku menahan suara jijik yang hampir keluar dari mulut ku.
" Jangan tahan sayang, keluarkan saja suara desah mu"
Dia berbicara seolah-olah tau bahwa aku sedang menahan desehan ini. akhirya aku tak tahan lagi karena merasa ada yang mau keluar di bawah sana, reflex aku mengeluarkan suara menjijikan itu, dan itu membuatnya semakin mepercepat permainannya dan itu membuat badan ku bergetar hebat, dekit berikutnya aku rasa seperti sesuatu tumpah di sana.
Aku hanya bisa menarik nafas ngos,ngosan, iya kembali menindih ku dan seketikah aku rasa sesuatu benda tumpul menembus miliki ku, dengan begitu keras, sebisa mungkin aku berusaha kali ini untuk tidak mengeluarkan suara gila itu lagi. Dia terus mendorong sampai aku kewalahan .
Dasar Bos Brengsek, mesum. Batin ku. Hingga akhirnya aku tidak sadarkan diri.
🔥🔥🔥
Pukul jam dua belas siang aku terbangun di suatu ruangan asing bagi ku. Aku melirik sana-sini untuk mendapatkan petunjuk, bahwa di mana saat ini aku berada.saat hendak turun dari tempat tidur.
" Ahhh...sakit" pekik ku, setelah merasa di bagian selangkangan ku begitu sakit, dan bagian pinggulku juga takalah sakit.
Ahh kenapa badan ku sakit semua, dan ini kenapa selangkangan di bagian sensitif ku juga sakit sekali. Batin ku
Aku kembali duduk di kasur, dan coba mengingat-ingat apa yang sebenarnya terjadi dengan diri ku.
Ahhh..bos brengsek. iya dia yang sudah merengut kesucian ku. Bos yang biasa aku hormati dan sanjung. sekarang menodai ku, bahkan mempermainkan emosi ku, iya membuat ku kewalahan dalam permainan panas nya, bahkan suara gila ku, terus mendesah tak karuan di kala hentakan nya semakin dalam. sampai aku tidak mengetahui selanjutnya, karena di tenggah permainan aku kewalahan dan tak sadarkan diri.
Tiba-tiba ingatan ku kembali mengingat semuanya, dan bahkan kamar ini juga sepertinya aku mengenalinya, ini bagian ruangan dari kantor bos brengsek itu.
" Aku harus mencarinya" pekik ku dan turun dari kasur utuk keluar mencarinya. tetapi sepertinya dia tau aku mau mencarinya, tiba-tiba dia sudah berdiri di pintu.
" kamu sudah bangun" tanya nya dengan melangka masuk mendekati ku.tapi aku seperti takut dan aku menarik tubuh ku belakang.
" Kenapa aku ada di sini, aku harus pergi karena teman-teman ku pasti mencari ku" ujar ku dan hendak pergi tetapi ku lihat kembali pakayaan yang ku pakay ternyata baju kemejah pria yang hanya sampai di paha. Aku bahkan malu sendiri dengan tatapan tuan hery.
" Apa masi sakit" tanya nya seperti tidak ada rasa berdosa nya,
" Tidak perlu tau, kamu sudah merenggut kesucian ku" ucap ku dengan tatap marah.
" Eehmm..Apa di bagian sini sudah hilang bekas nya" dia berbicara sambil mengangkat rambut ku ke atas dan melihat sesuatu di leher ku. Aku bahkan bingung apa yang dia maksud.
" Apa maksud mu" ku tanya dengan wajah bingung.
" Eehm lupakan, tapi aku sudah tau bahwa bekas itu akan hilang dengan sendirinya" jawabnya lagi dengan penuh keyakikan.
Aku coba mencerna kata-katanya dan dan coba mencari tau maksudnya. Tiba-tiba, aku teringat, iya, dia menghisap darah ku, aku langsung memang leher ku,dan coba memastikan bekas gigitan itu. Tatapi aku tidak menemukan apa pun.
aah bukan kah, dia mengigit ku semalam di leher ku, kenapa aku tidak merasakan sakit nya, dan kenapa tidak ada bekas luka di leher ku. Batin ku
Aah tapi, sebentar duluh, kenapa dia menghisap darah ku, dan mata nya bahkan merah di saat menghisap darah ku,,Apa jangan-jangan....dia Vampir, Ya Vampir. karena selama ini aku dengar ada rumor bahwa ada vampir di negara ini, dan sudah banyak manusia yang mati karena korban vampir. Bantin ku, sambil mengingat semuanya.
Bahkan aku langsung menarik tubuh ku ke sampin. dan menatapnya dengan penuh penyelidikan
" Eehmm,.. apa yang kamu pikir itu semua benar" jawab nya dengan yakin seperti dia mengetahui isi hati ku.
" Ha...Apa Tuan hery vam..pir" tanya ku dengan benar tidak percaya, lelaki tampan yang selalu di sanjung oleh para kaum hawa di kantor ini adalah Vampir.
" Iya benar seperti yang kamu tau, saya menghisap darah mu" jawab nya dengan penuh kejujuran
ku dekati dirinya dan ku pegang tangga nya, iya benar tangannya sangat dingin, dan memang wacahnya agak pucat.
" Raisa apa kamu tidak percaya" tanyanya dengan langsung menujukan salah satu kemampuannya. Dan sekita iya terbang di raungan itu. bahkan bulu kuduk ku merinding. Ia turun kembali dan mendekati ku memengang tangan ku.
" Jangan takut dengan ku, mulai sekarang aku akan menjaga mu, dan kamu akan menjadi miliki ku satu- satunya"
dekkk... detak jantung ku berpompa dengan cepat.
" kenapa kamu harus menjaga ku dan menjadikan ku miliki mu, bukannya kamu vampir"
" karena kamu sangat spesial bagi ku" jawab nya dengan penuh keyakinan, Aku hanya mengangkat alis ku dan coba mencerna semua kata-kata nya.
**********
Terimakasih
Silahkan mampir
semoga menyukai cerita ku😊😊