suara gemercik air mengiringi langkah kecil Araya...
ia sibuk mengikuti sendalnya yg hanyut , mengalir mengikuti air.
" Araya ... jangan jauh2 .." tegur sang kakek
" iya kek , tenang saja " jawabnya
desa kecil milik kakeknya terletak d kaki gunung , dengan sungai kecil yg mengalir jernih dan hutan d balik gunung yg masih terjaga.sawah d sepanjang kiri dan kanan membuat suasana semakin indah yg membuat siapa pun jadi betah.
kakek biasa mencari kayu bakar d dekat hutan. dan cucu satu² nya selalu menemani langkah sang kakek. meski sudah d larang Araya tetap memaksa ikut. saking asiknya , dia tidak sadar bahwa sudah jauh dari sang kakek.
kitika sadar Araya sudah berada d tempat asing , yg sama sekali tak d kenalnya. tiba2 dia ada d sebuah desa , tepatnya sebuah kerajaan .
Araya kebingungan, dan menatap sekeliling dengan takut. matanya mulai berkeliling mencari sang kakek, tapi tak menemukannya.semua orang menatap aneh padanya membuat Araya semakin ketakutan.ia mulai berlari tak tentu arah sambil memanggil sang kakek.
" kakeeeek... !!! kakek d mana ? Araya takut..!! "
" maafin Araya kek , harusnya gk pergi jauh² dari kakek...hik...hik " mulai menangis ketakutan
araya terus berjalan dengan cepat , berputar² arah berharap kakeknya muncul . tapi sia2 , Araya tak mengenal siapa pun d sana.
kakinya mulai lelah, kemudian dia kembali ke pinggir sungai .
tempat pertama kali dia datang , untuk istirahat.
sampai , suara rintihan membuat Araya tertarik . dia pun berjalan mencari suara yg d dengarnya . suara itu semakin jelas, dan matanya menangkap seseorang yg sedang terluka d perutnya . seorang laki² sedang merintih menahan sakit d perutnya. jiwa penyayang araya membuatnya cepat menghampiri anak laki2 tersebut tanpa rasa takut.
" kk knapa, apa yg bisa aku bantu, ? " tanyanya panik
" darahnya banyak sekali, gimana ini" gumamnya sendiri. karna laki2 itu tak menjawab pertanyaannya .
araya pun melepas selendang yg d jadikan ikat rambut oleh neneknya . rambut panjang Araya pun tergerai indah d mata laki2 itu .dengan cepat dia mengikat perut laki² itu agar darahnya cepat berhenti.
" kakak tunggu d sini aku cari bantuan dulu " ucapnya . tanpa menunggu jawaban darinya , araya berlari kembali kedesa walau masih takut2.
" tolong !! ada yg terluka " adu araya pada seorang laki2 paruh baya yg pertama kali dia temui.karna tak mendapat respon dengan berani Araya menarik bapak tersebut untuk mengikutinya. meski merasa aneh atas sikap araya yg berani , dia masih mengikuti langkah gadis tersebut.sampai d tempat , dia pun berteriak.
" pangeran!!apa yg terjadi pada mu " tanya nya panik
melihat pangeran yg pucat , laki2 itu menggendongnya menuju desa .
" cepat panggil tabib istana , pangeran terluka . " teriaknya
warga pun panik dan segera memanggil tabib istana yg rumahnya tak jauh dari sana.
" semua keluar , biar pangeran aku obati !! " perintahnya
semua pun pergi kecuali Araya yg diam mematung . tabib pun memejamkan mata , merapal bacaan entah apa Araya tak tau. tapi setelah itu cahaya putih keluar dari telapak tangannya. perlahan perut pangeran pun tertutup kembali , seolah tidak luka sama sekali. Araya pun menganga tak percaya dengan yg d lihatnya.tapi dia mencoba tak bersuara , dan terus memperhatikan tabib itu.
setelah selesai Araya mulai buka suara.
" apa sekarang dia baik2 saja " tanyanya memastikan
tabib pun sedikit kaget , karna tak menyangka bahwa Araya masih tetap d sana.
" ya , tinggal menunggu pangeran bangun saja " jawab tabib itu
" kamu siapa? dan kenapa ada d kerajaan kami !! "
dengan sedikit takut Araya menjawab
" namaku Araya , aku tidak tau knapa bisa ada d sini!? tadi aku mengikuti sendal ku yg hanyut , mengalir mengikuti sungai "
" harusnya kmu tak ada d sini , tempat ini berbeda dengan dunia mu"
" maksud kakek apa ? tnya araya polos
" kamu ada d tempat yg tak seharusnya kamu datangi , karna dunia kita berbeda "
" emang Araya ada d mna kek ,?
" tanya masih blm mengerti
" alam jin " jawabnya tegas
Araya mulai begidik ngeri,mulai mengerti. knapa orang2 d sini memakai pakaian kerajaan jaman dulu .
dengan ikat kepala putih dan baju yg serba putih seperti para wali . perempuan d sini juga memakai gaun putih dan pita putih d rambutnya .
suara erangan membuyarkan pikiran Araya
" pangeran sudah bangun , apa yg pangeran rasakan ?
" sedikit pusing, tapi sudah tak ada yg sakit lagi "
" oh ya , ini Araya gadis yg menyelamat kan pangeran "
dia pun menoleh pada araya
" trima kasih, atas bantuan mu ." ucap nya
" aku Adi Yaksa , "
" sama ² pangeran " jawab araya
" maukah kamu tinggal beberapa hari d sini , kami akan menjamu mu dengan baik.,"
" kamu jangan panggil aku pangeran , panggil saja nama ku biar lebih akrab "
araya mengangguk,
" baik lah kk adi "
:" aku sudah baik2 saja , ayo kembali ke istana " perintahnya
araya pun d ajak ke istana , mereka pun menjadi semakin akrab saja .. tak terasa sudah 7 hari dia kerajaan ini .
" kk , aku mau plang, maukah kk mengantarku ?? "
" knapa kmu tidah betah d sini, apa kmi tidak memperlakukanmu dengan baik? " tnyanya sedih
" tidak , semua orang baik. tapi kakek nenekku pasti hawatir .! "
" baik lah tapi dengan satu syarat "
" apa kak ?? "
" jadilah kekasih ku "
Araya terkejut mendengar nya
" tapi kk kita ada d dua dunia yg berbeda !!?? "
" kita juga masih blm saling mengenal dengan baik , " tanya Araya polos
" aku tidak mungkin terus d sini.aku masih pnya kakek dan nenek . mereka pasti hawatir.!! "
" kita hanya mengikat secara simbolis... bkan yg sebenarnya,. "
" aku akan menunggumu kembali , sampai saatnya tiba nanti . "
" setelah ini aku akan resmi d angkat menjadi raja , dan kmu bisa kembali pada keluargamu "
"tapi satu hal yg kmu harus ingat , kmu adalah pasangan ku . dan selamanya tak ada yg bisa menikahimu"
" baiklah aku setuju , asalkan aku bisa pulang " jawab araya setelah berfikir sejenak .
keesokan harinya , upacara pun d laksanakan. pertunangan d lakukan secara simbolis .
didalam kamar araya termenung .
" sekarang aku sudah resmi menjadi kekasih pangeran Adi Yaksa " menghela nafas
" ke kasihku bukanlah manusia biasa , melainkah jin di dunia yg berbeda "
" aku tak tau yg ku lakukan benar atau salah "
Araya mencoba tidur , karna besok dia bisa kembali kepada keluarganya .
pangeran menepati janjinya untuk membawa kembali Araya pada keluarganya .
ia meminta gadis itu memejamkan mata , dan ketika d suruh membuka matanya dia sudah ada d tepi sungai tempat kakeknya mencari kayu bakar.
ada dua pohon di sisi kanan kiri sungai. dan itu adalah gerbang pembatas dua dunia .
pangeran adi yaksa melepas kekasihnya sedikit tidak rela .
" kak aku pergi, maaf aku tak bisa tinggal bersama kk" ucapnya tulus
" aku tau , pulanglah . aku akan menunggumu sampai waktunya tiba"
tiba2 pangeran memeluknya , pelikan pertama mereka sebagai sepasang kekasih.
" jika suatu saat kamu membutuhkanku , sebut nama ku 3 kali . aku akan datang ke hadapanmu " pesannya
" iya kak , aku akan ingat "
mereka pun berpisah, dengan pemikiran yg ada di kepala masing2 .
Akan kah keduanya bisa bersatu , karna mereka d dua dunia yg berbeda ??
selesai